Claim Missing Document
Check
Articles

Identification of Landslide-Prone Areas in Sanggau Regency, West Kalimantan using GIS and Resistivity Method Radhitya Perdhana; Nurhasanah Nurhasanah; Riza Adriat
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v20i1.12449

Abstract

Currently, the weather in Indonesia has been greatly affected by climate change. This is evidenced by extreme weather events in early 2020 which are predicted to occur more frequently in Indonesia. Bad weather in the form of high rainfall will potentially cause hydrometeorological disasters such as floods and landslides. To anticipate the occurrence of landslides that have the potential to disrupt regional development, it is important to conduct research to map landslide-prone areas in the province of West Kalimantan. This research is in line with UNTAN's strategic research plan to contribute to disaster management and climate change. This research combines overlay and measurement methods with geoelectric methods. The overlay method is used as a method to map landslide susceptibility based on scoring calculations from land parameters. The mapping is expected to produce a map of the landslide-prone zone which can then be studied further. Assessment of landslide potential through slip plane analysis using resistivity geoelectric method. From the mapping and direct observation, it is proved that the high landslide susceptibility values correlate with the landslide occurrence in Sabang Merah, Sanggau. Based on the resistivity measurement there found the potential landslide slip surface that is connected with the dip of rock layers in the area.
Aplikasi Metode Vertical Electrical Sounding untuk Identifikasi Sebaran Intrusi Air Laut di Pesisir Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang Fadjryan Fadjryan; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i2.57165

Abstract

Desa Sungai Duri merupakan salah satu desa di Kabupaten Bengkayang yang berada di daerah pesisir. Keberadaan air bersih masih menjadi masalah di daerah pesisir, karena sumur yang telah dibuat masih menghasilkan air payau hingga asin. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sebaran intrusi air laut di Pesisir Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik vertical electrical sounding (VES) di lima titik pengukuran dengan bentangan masing-masing 500 m. Intrusi air laut di lokasi penelitian tersebar hingga ±230 m dari garis pantai. Intrusi air laut juga teridentifikasi di titik 1 pada kedalaman 4.68 m "“ 11.8 m, titik 2 pada kedalaman 3.72 m "“ 9.81 m, titik 3 pada kedalaman 5.32 m "“ 9.92 m, dan titik 5 pada kedalaman 7.61 m- 18.3 m. Intrusi di daerah penelitian ini disebabkan karena kondisi litologi yang didominasi oleh material pasir.
Mikrozonasi Berdasarkan Data Mikrotremor dan Kecepatan Gelombang Geser di Kotamadya Yogyakarta Purnama, Aditya Yoga; Nurcahya, Budi Eka; Nurhanafi, Kholis; Perdhana, Radhitya
POSITRON Vol 11, No 2 (2021): Vol. 11 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v11i2.46860

Abstract

Gempabumi Yogyakarta dengan magnitude 6,3 Skala Richter yang terjadi pada tahun 2006 menyebabkan kerusakan bangunan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Kerusakan banyak terjadi di daerah sedimen Yogyakarta daripada di perbukitan Wonosari yang memiliki lapisan lebih keras. Kerusakan ini mengindikasikan adanya kontrol efek tapak lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan kerusakan gempabumi di Kotamadya Yogyakarta berdasarkan analisis kurva Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) dan mengetahui litologi bawah permukaan berdasarkan ground profiles kecepatan gelombang geser (Vs) dengan metode inversi kurva HVSR. Penelitian dilakukan di Kotamadya Yogyakarta dan sekitarnya yang dibatasi pada koordinat 7o45’58.09’’- 7o50’59.01’’ Lintang Selatan dan 110o19’7.87’’-110o24’35.43’’ Bujur Timur. Data mikrotremor sebanyak 280 diolah menggunakan metode HVSR. Proses inversi HVSR juga dilakukan untuk memperkirakan model perlapisan tanah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi dominan (fo) di Kotamadya Yogyakarta dan sekitarnya berkisar antara 1,1-5,8 Hz, nilai amplifikasi (A0) berkisar antara 1-21, nilai Vs30 berkisar antara 210-376 m/s. Hasil inversi menunjukkan bahwa ketebalan lapisan sedimen di Kotamadya Yogyakarta dan sekitarnya berkisar antara 104 meter hingga 262 meter. Persebaran daerah lebih rentan secara seismik terdapat pada nilai amplifikasi tinggi sebesar 9-21 dengan rentang frekuensi 1,1-2,3 Hz yaitu di Kecamatan Sewon, Banguntapan dan Umbulharjo. Sebaran lokasi kejadian likuifaksi bersesuaian dengan nilai kecepatan gelombang geser rendah dengan rentang 210-262 m/s dengan jenis tanah sedang (SD) yaitu di Kecamatan Sewon, Banguntapan dan Umbulharjo.
PENDUGAAN LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) DI AREA PANTAI GOSONG, KABUPATEN BENGKAYANG Yusanneya Geulis; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i3.19418

Abstract

Sebagian besar masyarakat di sekitar area Pantai Gosong masih memanfaatkan sumur dangkal yang bersumber dari akuifer bebas dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Ketersedian air bersih pada akuifer bebas dinilai masih relatif terbatas, sehingga perlu juga dilakukan identifikasi keberadaan lapisan akuifer tertekan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan lapisan akuifer menggunakan metode Vertical Electrical Sounding (VES). Kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer diinterpretasi berdasarkan sebaran nilai resistivitas secara sounding. Akuisisi data dilakukan pada 4 titik pengukuran menggunakan konfigurasi Schlumberger dengan panjang bentangan masing-masing sejauh 500 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran nilai resistivitas secara sounding di lokasi penelitian adalah 0,17 Ωm – 43.743 Ωm, hingga kedalaman 250 m. Akuifer bebas terdapat di setiap titik pengukuran dengan kedalaman 0,36 m – 9,36 m. Sedangkan akuifer tertekan berada pada titik 1 dan titik 4, yang masing-masing berada pada kedalaman 47,82 m dan 55,45 m. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan akuifer bebas diduga berupa pasir dan pasir kerikilan, sedangkan lapisan akuifer tertekan diduga berupa pasir kerikilan.
ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DI KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN ANOMALI DATA GRAVITASI Zulkifli, Reynaldi; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.326

Abstract

Pada kejadian gempa Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006, Kabupaten Sleman merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah. Hal ini diduga disebabkan karena adanya patahan aktif Opak berarah timur laut-barat daya yang berada di selatan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan di Kabupaten Sleman berdasarkan data topex. Data yang diperoleh sebanyak 235 data anomali gravitasi yang terdapat pada area dengan luas 653,157 km2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali Bouguer di lokasi penelitian adalah 78 mGal - 114 mGal. Berdasarkan analisis Second Vertical Derivative (SVD) terhadap empat slice pada sebaran anomali regional terdapat lima struktur patahan, yang berupa patahan normal. Selain itu, berdasarkan pemodelan 2D, diperoleh formasi batuan bawah permukaan yang tersusun atas batuan hasil dari aktivitas Gunung Merapi, yang didominasi oleh batuan vulkanik, batu lempung, batu tuff lapili, batu pasir, batu sekis, dan diorit. Investigasi lebih mendalam terhadap lima struktur patahan yang telah teridentifikasi dapat memberikan gambaran lebih detail tentang mekanisme pergerakan patahan, potensi seismisitas, dan hubungannya dengan aktivitas patahan Opak.
Pemodelan 2D Struktur Geologi Bawah Permukaan di Daerah Manifestasi Panas Bumi Buaran, Kabupaten Brebes, Berdasarkan Anomali Magnetik Safrilia, Putri; Muhardi; Perdhana, Radhitya
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 11 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v11i1.48120

Abstract

Buaran Village is one of the villages in Brebes Regency that has a geothermal manifestation. This research aims to observe the subsurface geological structure of the Buaran geothermal manifestation area and its surroundings based on the distribution of magnetic anomalies. The digitization process was conducted on the Majenang sheet magnetic anomaly map published by the Geological Survey Centre which has made daily corrections and International Geomagnetic Reference Field (IGRF) corrections. The 2D modeling was performed on the residual magnetic anomaly obtained from the subtraction of the total magnetic anomaly from the reduction to the pole with the regional magnetic anomaly from the upward continuation. The distribution of residual magnetic anomalies obtained is -323.6 nT to 504.2 nT. Low anomalies are distributed in the northeast-southeast with values of -323.6 nT to -22.7 nT, while high anomalies are distributed in the north-south with values of 166.9 nT to 504.2 nT. 2D modeling results show subsurface geological structures in the form of fault structures, anticline folds, and syncline folds. Geothermal manifestations in the Buaran area are formed by the intrusion of igneous rocks as heat sources, and fault structures as hydrothermal fluid pathways.
Desain Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan (JST) untuk Identifikasi Covid-19 dan Pneumonia Lestari, Tri Mukti; Wahyuni, Dwiria; nurhasanah, Nurhasanah; hasanuddin, Hasanuddin; Perdhana, Radhitya
Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v9i1.15038

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa penyakit Covid-19 merupakan kasus global yang menyerang lebih dari seratus juta jiwa pada tahun 2021. Sedangkan, pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat untuk meminimalisir penyebaran. Penyakit ini dapat diidentifikasi dengan analisis gejala, tes PCR, atau pengenalan citra radiologi. Adanya kesamaan gejala serta waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk tes PCR,  menyebabkan identifikasi penyakit terhambat. Berdasarkan hal tersebut, dibangunlah suatu sistem pendeteksi penyakit Covid-19 dan pneumonia menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) metode propagasi balik. JST yang dibentuk terdiri atas lapisan masukan yang merupakan data numerik fitur citra paru pasien normal, penderita Covid-19 dan pneumonia, lapisan tersembunyi berisi kumpulan proses identifikasi, serta lapisan luaran yang berisi luaran yang diharapkan yaitu jenis paru normal, penderita Covid-19, dan pneumonia. Setelah serangkaian pelatihan untuk sistem mempelajari data, didapatkan hasil yang paling baik yaitu dengan menggunakan kombinasi  pembelajaran dengan fungsi aktivasi tanh, learning rate 0,001 dan epoch 10000 kali. Dari hasil pengujian sistem, didapatkan akurasi dari 66,677% sampai 96,67%.
Estimating The Distribution of Sea Water Intrusion in Sengkubang Village Based on The Resistivity Value Maulia, Nasya Putri; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
BERKALA SAINSTEK Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v11i2.36686

Abstract

The fulfillment of clean water needs in Sengkubang Village is done by utilizing groundwater, which in some locations still has a brackish to salty. This situation is one indication of seawater intrusion into groundwater because Sengkubang Village is a coastal area. This study aims to estimate the distribution of seawater intrusion based on the subsurface resistivity value. The method used is the resistivity method with dipole-dipole configuration. Measurements in the field apply six lines with a length of 55 m and the smallest electrode distance of 5 m. The distance of each line from the coastline is approximately 410 m, 485 m, 560 m, 635 m, 710 m, and 785 m. The interpretation results show that the seawater intrusion at the study area has a resistivity value of 0.223 Ωm - 5.03 Ωm at a depth of 0.854 m to 10.9 m. The subsurface layer at the study site is composed of sand, sandy clay, and gravel sand mixed with silt. The unconfined aquifer layer, which is interpreted as sand, is thought to have experienced seawater intrusion to 785 m from the coastline.
PENINGKATAN PERAN PELAJAR KOTA PONTIANAK DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH TANGGAP BENCANA Muhardi; Satria Putra, Yoga; Ihwan, Andi; Muliadi; Sampurno, Joko; Adriat, Riza; Zulfian, Zulfian; Perdhana, Radhitya; Sutanto, Yuris; Jumarang, Muh. Ishak
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i2.7104

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu kota di Kalimantan Barat yang memiliki risiko bencana alam, terutama banjir dan kebakaran hutan/lahan. Pelibatan pelajar dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana di Kota Pontianak dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi bencana alam. Dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, dosen di lingkungan Program Studi Geofisika, Universitas Tanjungpura telah melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tujuan untuk meningkatkan peran pelajar Kota Pontianak dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana. Kegiatan PkM ini bermitra dengan salah satu sekolah di Kota Pontianak, yaitu Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Al-Mumtaz. Kegiatan PkM dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert, diperoleh indeks persentase sebesar 90,48%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM dinilai sangat baik oleh responden, sehingga berimplikasi pada peningkatan peran pelajar Kota Pontianak dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana.
Identifikasi Ketebalan Lapisan Tanah Gambut Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas (Studi Kasus: Daerah Parit Haji Muksin II Kabupaten Kubu Raya) Nuraisyah, Nuraisyah; Sutanto, Yuris; Perdhana, Radhitya
PRISMA FISIKA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i2.79959

Abstract

Wilayah Parit Haji Muksin II merupakan salah satu tempat dengan pembangunan yang cukup cepat, namun terdapatnya tanah gambut pada lahan konstruksi akan menjadi hambatan yang cukup serius dari perspektif daya dukung bangunan dikarenakan tanah gambut memiliki karakteristik yang mudah terkompresi. Penelitian terkait identifikasi bawah permukaan tanah gambut perlu dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bawah permukaan. Menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan 4 lintasan dan panjang masing-masing lintasan 45 meter. Hasil penampang 2D menunjukkan nilai resistivitas lapisan gambut bervariasi yaitu pada lintasan pertama didapat rentang nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 189 Ωm, kemudian pada lintasan kedua tanah gambut memiliki nilai resistivitas berkisar antara 6,72 Ωm hingga 323 Ωm, selanjutnya pada lintasan ketiga nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 323 Ωm. Pada lintasan keempat didapat nilai resistivitas berkisar antara 111 Ωm hingga 323 Ωm, dengan kedalaman gambut mencapai lebih dari 5 meter. Lapisan selanjutnya yang ditemukan yaitu lempung dengan nilai resistivitas 6,72 Ωm hingga 58,1 Ωm dengan kedalaman mulai dari 2 sampai 9 meter. Validasi telah dilakukan menggunakan data bor dan didapat hasil pengeboran tanah gambut mencapai kedalaman lebih dari 5 meter. Hasil pengeboran ini sesuai dengan hasil penampang 2 dimensi menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger pada masing-masing lintasan yang mendapatkan lapisan tanah gambut mencapai kedalaman hingga 5 meter.