Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Application of Resistivity Geoelectric to Determine the Seawater Intrusion Zone in the Sungai Kakap District Ahmad Mushawwir; Yoga Satria Putra; Radhitya Perdhana
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58066

Abstract

The application of the resistivity geoelectric method has been carried out in a study to determine the seawater intrusion zone in Sungai Kakap District, Kuburaya Regency using the Wenner-Schlumberger configuration. This research used Automatic Resistivity System Multielectrode (ARES). The research was carried out by arranging the 5 tracks.  The first, second, fourth and fifth tracks have a track length of 117 m. While the third track has a track length of 93 m. The distance between the electrodes is 3 m. The results showed that seawater intrusion that occurred in each track had resistivity value range between 0.2 Ωm to 2.77 Ωm. Seawater intrusion found in layers with sand material. Keyword : sea water intrusion, geoelectrical, resistivity, Wenner-Schlumberger
Identification of Landslide-Prone Areas in Sanggau Regency, West Kalimantan using GIS and Resistivity Method Radhitya Perdhana; Nurhasanah Nurhasanah; Riza Adriat
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v20i1.12449

Abstract

Currently, the weather in Indonesia has been greatly affected by climate change. This is evidenced by extreme weather events in early 2020 which are predicted to occur more frequently in Indonesia. Bad weather in the form of high rainfall will potentially cause hydrometeorological disasters such as floods and landslides. To anticipate the occurrence of landslides that have the potential to disrupt regional development, it is important to conduct research to map landslide-prone areas in the province of West Kalimantan. This research is in line with UNTAN's strategic research plan to contribute to disaster management and climate change. This research combines overlay and measurement methods with geoelectric methods. The overlay method is used as a method to map landslide susceptibility based on scoring calculations from land parameters. The mapping is expected to produce a map of the landslide-prone zone which can then be studied further. Assessment of landslide potential through slip plane analysis using resistivity geoelectric method. From the mapping and direct observation, it is proved that the high landslide susceptibility values correlate with the landslide occurrence in Sabang Merah, Sanggau. Based on the resistivity measurement there found the potential landslide slip surface that is connected with the dip of rock layers in the area.
Aplikasi Metode Vertical Electrical Sounding untuk Identifikasi Sebaran Intrusi Air Laut di Pesisir Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang Fadjryan Fadjryan; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana
PRISMA FISIKA Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i2.57165

Abstract

Desa Sungai Duri merupakan salah satu desa di Kabupaten Bengkayang yang berada di daerah pesisir. Keberadaan air bersih masih menjadi masalah di daerah pesisir, karena sumur yang telah dibuat masih menghasilkan air payau hingga asin. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sebaran intrusi air laut di Pesisir Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik vertical electrical sounding (VES) di lima titik pengukuran dengan bentangan masing-masing 500 m. Intrusi air laut di lokasi penelitian tersebar hingga ±230 m dari garis pantai. Intrusi air laut juga teridentifikasi di titik 1 pada kedalaman 4.68 m – 11.8 m, titik 2 pada kedalaman 3.72 m – 9.81 m, titik 3 pada kedalaman 5.32 m – 9.92 m, dan titik 5 pada kedalaman 7.61 m- 18.3 m. Intrusi di daerah penelitian ini disebabkan karena kondisi litologi yang didominasi oleh material pasir.
Mikrozonasi Berdasarkan Data Mikrotremor dan Kecepatan Gelombang Geser di Kotamadya Yogyakarta Purnama, Aditya Yoga; Nurcahya, Budi Eka; Nurhanafi, Kholis; Perdhana, Radhitya
POSITRON Vol 11, No 2 (2021): Vol. 11 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v11i2.46860

Abstract

Gempabumi Yogyakarta dengan magnitude 6,3 Skala Richter yang terjadi pada tahun 2006 menyebabkan kerusakan bangunan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Kerusakan banyak terjadi di daerah sedimen Yogyakarta daripada di perbukitan Wonosari yang memiliki lapisan lebih keras. Kerusakan ini mengindikasikan adanya kontrol efek tapak lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan kerusakan gempabumi di Kotamadya Yogyakarta berdasarkan analisis kurva Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) dan mengetahui litologi bawah permukaan berdasarkan ground profiles kecepatan gelombang geser (Vs) dengan metode inversi kurva HVSR. Penelitian dilakukan di Kotamadya Yogyakarta dan sekitarnya yang dibatasi pada koordinat 7o45’58.09’’- 7o50’59.01’’ Lintang Selatan dan 110o19’7.87’’-110o24’35.43’’ Bujur Timur. Data mikrotremor sebanyak 280 diolah menggunakan metode HVSR. Proses inversi HVSR juga dilakukan untuk memperkirakan model perlapisan tanah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi dominan (fo) di Kotamadya Yogyakarta dan sekitarnya berkisar antara 1,1-5,8 Hz, nilai amplifikasi (A0) berkisar antara 1-21, nilai Vs30 berkisar antara 210-376 m/s. Hasil inversi menunjukkan bahwa ketebalan lapisan sedimen di Kotamadya Yogyakarta dan sekitarnya berkisar antara 104 meter hingga 262 meter. Persebaran daerah lebih rentan secara seismik terdapat pada nilai amplifikasi tinggi sebesar 9-21 dengan rentang frekuensi 1,1-2,3 Hz yaitu di Kecamatan Sewon, Banguntapan dan Umbulharjo. Sebaran lokasi kejadian likuifaksi bersesuaian dengan nilai kecepatan gelombang geser rendah dengan rentang 210-262 m/s dengan jenis tanah sedang (SD) yaitu di Kecamatan Sewon, Banguntapan dan Umbulharjo.
Penerapan Metode Vertical Electrical Sounding untuk Menyelidiki Lapisan Akuifer di Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang Ja'a Khairuni; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana
Wahana Fisika Vol 8, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i2.63886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keberadaan dan ketebalan lapisan akuifer di Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang menggunakan metode vertical electrical sounding (VES) berdasarkan sebaran nilai resistivitas bawah permukaan secara sounding (vertikal). Akuisisi data lapangan dilakukan pada 4 titik pengukuran dengan panjang masing-masing 500 m, sehingga dapat mengidentifiksi nilai resistivitas hingga kedalaman 250 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi di titik VES 1 terdapat lapisan akuifer bebas pada kedalaman 9,49 m dengan ketebalan 16,71 m. Identifikasi di titik VES 2 terdapat lapisan akuifer bebas pada kedalaman 2,55 m hingga 8,80 m dengan ketebalan 6,25 m. Identifikasi di titik VES 3 terdapat lapisan akuifer bebas pada kedalaman 4,31 m hingga 21,96 m dengan ketebalan 17,65 m dan lapisan akuifer tertekan di kedalaman 90,50 m hingga 250 m dengan ketebalan 159,48 m. Identifikasi di titik VES 4 terdapat lapisan akuifer bebas pada kedalaman 2,01 hingga 4,75 m dan kedalaman 11,89 m hingga 24,51 m dengan ketebalan lapisan 2,74 m dan 12,62 m. Hasil interpretasi lapisan akuifer berdasarkan sebaran nilai resistivitas menunjukkan bahwa lapisan akuifer bebas dan akuifer tertekan diduga berupa pasir.
Identifikasi Zona Mineralisasi Emas di Desa Bhakti Mulya Kabupaten Bengkayang Menggunakan Metode Polarisasi Terimbas (Induced Polarization) Esau Cornelius; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana; Muliadi Muliadi; Zulfian Zulfian
Wahana Fisika Vol 7, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i2.51259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona mineralisasi emas berdasarkan sebaran nilai resistivitas dan chargeability di Desa Bhakti Mulya, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini menggunakan alat Automatic Resistivity and IP System (ARES) dengan metode polarisasi terimbas konfigurasi dipol–dipol. Pengukuran dilakukan pada 4 lintasan dengan panjang masing-masing 72 m, dan spasi elektroda sejauh 3 m. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas dan chargeability bawah permukaan daerah penelitian masing-masing sebesar 3,00 Ωm – 18.897 Ωm dan 7,00 msec – 537 msec. Hasil interpretasi menunjukkan zona mineralisasi emas diduga berasal dari endapan aluvial yang berada pada kedalaman lapisan 3 m – 20 m. Lapisan bawah permukaan pada daerah penelitian tersusun atas  lempung, lempung  pasiran, pasir, dan kerikil.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Jalan Wonodadi II Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Arang Limbung Winarsih Winarsih; Radhitya Perdhana; Yuris Sutanto
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.68944

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan jalan di Wonodadi II yang mengalami masalah utama yaitu kerusakan jalan yang berbatu dan tanah kuning (timbunan). Wilayah di daerah ini tersusun dari tanah gambut, yang memiliki kekuatan geser yang rendah sehingga rentan terjadi penurunan jalan. Sebelum melakukan pembangunan jalan, perlu mengidentifikasi lapisan permukaan jalan. Metode yang efektif untuk memperoleh informasi lapisan tanah yaitu menggunakan metode geolistrik resistivitas. Metode geolistrik resistivitas digunakan untuk memperoleh data pada penelitian ini. Konfigurasi Wenner-Schlumberger digunakan di empat lintasan, masing-masing dengan panjang 75 meter dan jarak antar elektroda 5 meter. Perangkat lunak Res2DInv digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan, menghasilkan pembuatan data resistivitas penampang dua dimensi (2D). Hasil interpretasi menunjukkan nilai resistivitas berkisar antara 10,0 hingga 2919 Ωm, sesuai dengan kedalaman lapisan bawah permukaan jalan yang bervariasi antara 1,25 hingga 15,9 meter. Komposisi lapisan tersebut yaitu tanah timbunan dengan kedalaman 4 meter, lapisan lempung dan lanau dengan kedalaman 12 meter dan lapisan keras dengan kedalaman 12 hingga 15,9 meter.
PENDUGAAN LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) DI AREA PANTAI GOSONG, KABUPATEN BENGKAYANG Yusanneya Geulis; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i3.19418

Abstract

Sebagian besar masyarakat di sekitar area Pantai Gosong masih memanfaatkan sumur dangkal yang bersumber dari akuifer bebas dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Ketersedian air bersih pada akuifer bebas dinilai masih relatif terbatas, sehingga perlu juga dilakukan identifikasi keberadaan lapisan akuifer tertekan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan lapisan akuifer menggunakan metode Vertical Electrical Sounding (VES). Kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer diinterpretasi berdasarkan sebaran nilai resistivitas secara sounding. Akuisisi data dilakukan pada 4 titik pengukuran menggunakan konfigurasi Schlumberger dengan panjang bentangan masing-masing sejauh 500 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran nilai resistivitas secara sounding di lokasi penelitian adalah 0,17 Ωm – 43.743 Ωm, hingga kedalaman 250 m. Akuifer bebas terdapat di setiap titik pengukuran dengan kedalaman 0,36 m – 9,36 m. Sedangkan akuifer tertekan berada pada titik 1 dan titik 4, yang masing-masing berada pada kedalaman 47,82 m dan 55,45 m. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan akuifer bebas diduga berupa pasir dan pasir kerikilan, sedangkan lapisan akuifer tertekan diduga berupa pasir kerikilan.
ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DI KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN ANOMALI DATA GRAVITASI Zulkifli, Reynaldi; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.326

Abstract

Pada kejadian gempa Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006, Kabupaten Sleman merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah. Hal ini diduga disebabkan karena adanya patahan aktif Opak berarah timur laut-barat daya yang berada di selatan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan di Kabupaten Sleman berdasarkan data topex. Data yang diperoleh sebanyak 235 data anomali gravitasi yang terdapat pada area dengan luas 653,157 km2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali Bouguer di lokasi penelitian adalah 78 mGal - 114 mGal. Berdasarkan analisis Second Vertical Derivative (SVD) terhadap empat slice pada sebaran anomali regional terdapat lima struktur patahan, yang berupa patahan normal. Selain itu, berdasarkan pemodelan 2D, diperoleh formasi batuan bawah permukaan yang tersusun atas batuan hasil dari aktivitas Gunung Merapi, yang didominasi oleh batuan vulkanik, batu lempung, batu tuff lapili, batu pasir, batu sekis, dan diorit. Investigasi lebih mendalam terhadap lima struktur patahan yang telah teridentifikasi dapat memberikan gambaran lebih detail tentang mekanisme pergerakan patahan, potensi seismisitas, dan hubungannya dengan aktivitas patahan Opak.
Pemodelan 2D Struktur Geologi Bawah Permukaan di Daerah Manifestasi Panas Bumi Buaran, Kabupaten Brebes, Berdasarkan Anomali Magnetik Safrilia, Putri; Muhardi; Perdhana, Radhitya
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 11 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v11i1.48120

Abstract

Buaran Village is one of the villages in Brebes Regency that has a geothermal manifestation. This research aims to observe the subsurface geological structure of the Buaran geothermal manifestation area and its surroundings based on the distribution of magnetic anomalies. The digitization process was conducted on the Majenang sheet magnetic anomaly map published by the Geological Survey Centre which has made daily corrections and International Geomagnetic Reference Field (IGRF) corrections. The 2D modeling was performed on the residual magnetic anomaly obtained from the subtraction of the total magnetic anomaly from the reduction to the pole with the regional magnetic anomaly from the upward continuation. The distribution of residual magnetic anomalies obtained is -323.6 nT to 504.2 nT. Low anomalies are distributed in the northeast-southeast with values of -323.6 nT to -22.7 nT, while high anomalies are distributed in the north-south with values of 166.9 nT to 504.2 nT. 2D modeling results show subsurface geological structures in the form of fault structures, anticline folds, and syncline folds. Geothermal manifestations in the Buaran area are formed by the intrusion of igneous rocks as heat sources, and fault structures as hydrothermal fluid pathways.