Claim Missing Document
Check
Articles

Estimating The Distribution of Sea Water Intrusion in Sengkubang Village Based on The Resistivity Value Maulia, Nasya Putri; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
BERKALA SAINSTEK Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v11i2.36686

Abstract

The fulfillment of clean water needs in Sengkubang Village is done by utilizing groundwater, which in some locations still has a brackish to salty. This situation is one indication of seawater intrusion into groundwater because Sengkubang Village is a coastal area. This study aims to estimate the distribution of seawater intrusion based on the subsurface resistivity value. The method used is the resistivity method with dipole-dipole configuration. Measurements in the field apply six lines with a length of 55 m and the smallest electrode distance of 5 m. The distance of each line from the coastline is approximately 410 m, 485 m, 560 m, 635 m, 710 m, and 785 m. The interpretation results show that the seawater intrusion at the study area has a resistivity value of 0.223 Ωm - 5.03 Ωm at a depth of 0.854 m to 10.9 m. The subsurface layer at the study site is composed of sand, sandy clay, and gravel sand mixed with silt. The unconfined aquifer layer, which is interpreted as sand, is thought to have experienced seawater intrusion to 785 m from the coastline.
PENINGKATAN PERAN PELAJAR KOTA PONTIANAK DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH TANGGAP BENCANA Muhardi; Satria Putra, Yoga; Ihwan, Andi; Muliadi; Sampurno, Joko; Adriat, Riza; Zulfian, Zulfian; Perdhana, Radhitya; Sutanto, Yuris; Jumarang, Muh. Ishak
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i2.7104

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu kota di Kalimantan Barat yang memiliki risiko bencana alam, terutama banjir dan kebakaran hutan/lahan. Pelibatan pelajar dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana di Kota Pontianak dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi bencana alam. Dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, dosen di lingkungan Program Studi Geofisika, Universitas Tanjungpura telah melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tujuan untuk meningkatkan peran pelajar Kota Pontianak dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana. Kegiatan PkM ini bermitra dengan salah satu sekolah di Kota Pontianak, yaitu Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Al-Mumtaz. Kegiatan PkM dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert, diperoleh indeks persentase sebesar 90,48%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM dinilai sangat baik oleh responden, sehingga berimplikasi pada peningkatan peran pelajar Kota Pontianak dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana.
Identifikasi Ketebalan Lapisan Tanah Gambut Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas (Studi Kasus: Daerah Parit Haji Muksin II Kabupaten Kubu Raya) Nuraisyah, Nuraisyah; Sutanto, Yuris; Perdhana, Radhitya
PRISMA FISIKA Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i2.79959

Abstract

Wilayah Parit Haji Muksin II merupakan salah satu tempat dengan pembangunan yang cukup cepat, namun terdapatnya tanah gambut pada lahan konstruksi akan menjadi hambatan yang cukup serius dari perspektif daya dukung bangunan dikarenakan tanah gambut memiliki karakteristik yang mudah terkompresi. Penelitian terkait identifikasi bawah permukaan tanah gambut perlu dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bawah permukaan. Menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan 4 lintasan dan panjang masing-masing lintasan 45 meter. Hasil penampang 2D menunjukkan nilai resistivitas lapisan gambut bervariasi yaitu pada lintasan pertama didapat rentang nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 189 Ωm, kemudian pada lintasan kedua tanah gambut memiliki nilai resistivitas berkisar antara 6,72 Ωm hingga 323 Ωm, selanjutnya pada lintasan ketiga nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 323 Ωm. Pada lintasan keempat didapat nilai resistivitas berkisar antara 111 Ωm hingga 323 Ωm, dengan kedalaman gambut mencapai lebih dari 5 meter. Lapisan selanjutnya yang ditemukan yaitu lempung dengan nilai resistivitas 6,72 Ωm hingga 58,1 Ωm dengan kedalaman mulai dari 2 sampai 9 meter. Validasi telah dilakukan menggunakan data bor dan didapat hasil pengeboran tanah gambut mencapai kedalaman lebih dari 5 meter. Hasil pengeboran ini sesuai dengan hasil penampang 2 dimensi menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger pada masing-masing lintasan yang mendapatkan lapisan tanah gambut mencapai kedalaman hingga 5 meter.
Soil magnetic susceptibility analysis as an indicator of landslide-prone areas in Sanggau Regency, West Kalimantan Province, Indonesia Muhardi; Perdhana, Radhitya
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.122.7185

Abstract

Sanggau Regency is a highland area that has a rough topography with a relief of undulating hills, causing the potential for landslides. One of the steps to reduce the impact of landslides is to identify the characteristics of landslide-prone areas by conducting magnetic susceptibility analysis in landslide-prone areas. This analysis is a method to identify landslide indicators based on their magnetic properties. This method identifies landslide potential through superparamagnetic grains on the surface soil. The presence of the grain can be known from the frequency-dependent susceptibility . The study was conducted on 40 soil samples taken at a 20-30 cm depth at Jalan Sabang Merah, Sanggau Regency. The results showed that the average values of low-frequency  and high-frequency  were 5.555 cm3/g and 5.478 cm3/g, respectively. A total of 36 soil samples have a  percentage of 0% (containing less than 10% superparamagnetic grains), two soil samples have a  percentage of 3.51% and 6.45%, respectively (containing 10%-75% superparamagnetic grains, and two samples have a  percentage of 10.48%-12.63% (containing more than 75% superparamagnetic grains). The interpretation results show that soil samples with more than 75% superparamagnetic grains indicate landslide-prone areas in the study site; thus, the areas suspected to have a high level of vulnerability are in the northeastern and southwestern parts of the study site.
Fault Identification Based on Tulungagung Magnetic Anomaly Map Kurniawati, Nur Laily; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
BERKALA SAINSTEK Vol. 12 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v12i4.46883

Abstract

Tulungagung and Trenggalek are two regencies located south of Java Island with quite complex geological conditions because they are located in the Southern Mountains area. This study aims to identify the presence of faults based on the magnetic anomaly value of the Tulungagung sheet. The presence of faults at the research site were determined based on three lines on the regional magnetic anomaly using First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) derivative analyses. The results show that the regional magnetic anomaly is -210.7 nT to 113.2 nT. Line A-A' identified two fault locations at a distance of 15 km and 27 km from the line's starting point. Line B-B' identified three fault locations at a distance of 4 km, 27 km, and 45 km from the line's starting point. Line C-C' identified three fault locations at 10 km, 22 km, and 42 km from the line's starting point. The interpretation results also obtained subsurface lithology in the Alluvium Formation, Arjosari-Mandalika Formation, Wungkal Limestone Formation, and Malihan Rock Formation.
Geophysical data acquisition education for high school students through field observation Muhardi, Muhardi; Putra, Yoga Satria; Perdhana, Radhitya; Jumarang, Muh Ishak; Sampurno, Joko; Muliadi, Muliadi; Ihwan, Andi; Adriat, Riza; Zulfian, Zulfian; Sutanto, Yuris; Faryuni, Irfana Diah
Community Empowerment Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12423

Abstract

Most high school students in Singkawang City and Bengkayang Regency still require a more comprehensive understanding regarding the application of geophysics, which can impact their skills in conducting field observations. This Community Service (PkM) aims to enhance students' skills in geophysical data acquisition through field observations at Karta Beach, Bengkayang Regency. The activity was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the implementation stage, participants were educated about geophysical data acquisition through field observations, including geoelectric, self-potential, meteorology, and geology practicums. Based on the evaluation results, a score of 87.31 (very good) was obtained, indicating an increase in students' skills in geophysical data acquisition through field observations.
Pemodelan 2D Struktur Geologi Bawah Permukaan Daerah Lumbang Rarat, Tapanuli Utara, Berdasarkan Data Gravitasi GGMPlus 2013 Pirdaus, Risky Marolop; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.1.2025.16-23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan berdasarkan nilai anomali gravitasi di daerah Lumbang Rarat, Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Daerah ini merupakan wilayah dengan kondisi geologi kompleks yang dipengaruhi oleh aktivitas tektonik. Data yang digunakan pada penelitian ini diunduh dari Global Gravity Model plus (GGMplus) 2013. Penentuan nilai rata-rata densitas batuan dilakukan menggunakan metode Parasnis, sedangkan identifikasi struktur geologi dilakukan menggunakan analisis First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD). Pemodelan 2D dilakukan pada anomali regional dengan tiga lintasan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan. Hasil pemodelan 2D menunjukkan bahwa formasi batuan di daerah penelitian terdapat tiga jenis, yaitu Formasi Tufa Toba (Qvt) dengan densitas 1,9 g/cm3, Formasi Gunungapi Sihabuhabu (Tuvs) dengan densitas 2,2 g/cm3, dan Formasi Kelompok Tapanuli Tak Terpisahkan (Put) dengan densitas 2,5 g/cm3. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya struktur sesar yang membentuk struktur horst dan graben pada formasi Tuvs dan Put sebagai basement. Berdasarkan hasil ini, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut terkait pemetaan dan mitigasi risiko bencana geologi, terutama untuk mengidentifikasi potensi sesar aktif yang dapat mempengaruhi kestabilan tanah di daerah tersebut.
IDENTIFIKASI POTENSI SEBARAN MINERAL MANGAN (Mn) BERDASARKAN ANOMALI MEDAN MAGNETIK PADA LEMBAR KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Putra, Yoga Satria; HERMAWAN, RIKKI; Perdhana, Radhitya
Bulletin of Geology Vol 5 No 4 (2021): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2021.5.4.5

Abstract

Telah dilakukan identifikasi potensi sebaran mineral Mangan (Mn) di daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur berdasarkan anomali medan magnetik lembar Kupang. Pemodelan 3D dengan data anomali medan magnetik dilakukan pada grid anomali medan magnet residual yang berkorelasi dengan Formasi Bobonaro. Formasi Bobonaro diduga sebagai formasi pembawa mineral Mn. Lokasi yang diduga memiliki potensi mineral Mn adalah lokasi yang memiliki nilai suseptibilitas berkisar antara 0,0005 sampai 0,001 SI pada penampang 3D di lima grid anomali medan magnet residual. Berdasarkan nilai suseptibilitas pada lima lokasi pemodelan tersebut maka diduga keberadaan mineral Mn terletakpada batas kontras antara anomali medan magnet tinggi dan rendah. Dalam penelitian ini,daerah yang diduga berpotensi memiliki sebaran mineral Mn adalah lokasi pada pemodelan tiga yang ditunjukan dengan nilai suseptibilitas Mn yang tersebar hingga dekat permukaan pada Formasi Bobonaro. Dari kajian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa identifikasi potensi sebaran mineral Mn dapat dilakukan berdasarkan pada data anomali medan magnetik. Pemodelan 3D dengan metode inversi pada grid anomali medan magnet residualdapat memberikan informasi tentang lokasi sebaran mineral Mn di bawah permukaan. Kata kunci: Anomali medan magnetik, mineral Mn, formasi Bobonaro, pemodelan 3D magnetik, medan magnet residual
ESTIMASI KEDALAMAN LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING DI DESA SENGKUBANG, KECAMATAN MEMPAWAH HILIR, KABUPATEN MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT Rantika, Ika; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
Bulletin of Geology Vol 7 No 2 (2023): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2023.7.2.1

Abstract

Desa Sengkubang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang memperoleh air bersih dari sumur galian dan air hujan. Permasalahan yang sering dihadapi dari pemanfaatan air bersih tersebut adalah ketersediaannya yang masih sangat terbatas, sehingga diperlukan informasi tentang keberadaan air tanah pada lapisan akuifer yang lebih dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sebaran nilai resistivitas bawah permukaan secara sounding dan mengestimasi kedalaman lapisan akuifer. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode vertical electrical sounding (VES). Pengambilan data di lapangan dilakukan di 4 titik pengukuran dengan bentangan elektroda arus masing-masing sebesar 500 m. Sebaran nilai resistivitas bawah permukaan secara sounding di lokasi penelitian yaitu 1,62 Ωm – 2.249,77 Ωm. Hasil interpretasi menunjukkan lapisan tanah bagian atas (top soil) memiliki nilai resistivitas 27,91 Ωm – 134,01 Ωm dengan kedalaman hingga 1,58 m. Lapisan bawah permukaan diduga berupa pasir dengan nilai resistivitas 3,83 Ωm – 60,90 Ωm, pasir lempungan dengan nilai resistivitas 15,87 Ωm – 17,95 Ωm, lempung dengan nilai resistivitas 1,62 Ωm – 5,50 Ωm, kerikil dengan nilai resistivitas 471,49 Ωm, dan batuan dasar dengan nilai resistivitas 1.014,38 Ωm – 2.249,77 Ωm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan akuifer bebas (unconfinedaquifer) diidentifikasi di keempat titik sounding dengan kedalaman 0,30 m – 31,53 m, sedangkan lapisan akuifer tertekan (confined aquifer) hanya diidentifikasi di titik sounding 1 dengan kedalaman 22,70 m – 54,18 m. Kata kunci: Akuifer, geolistrik, resistivitas, vertical electrical sounding
PENERAPAN METODE AMPLITUDE VARIANCE FREQUENCY PADA DATA SEISMIK DAERAH RESERVOIR DENGAN STUDI KASUS LAPANGAN TEAPOT USA Rezeki, Desi Saputri Sri; Putra, Yoga Satria; Perdhana, Radhitya; Arman, Yudha; Muhardi, Muhardi
Jurnal Geosaintek Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode Amplitude Variance Frequency (AVF) terhadap data Post Stack Time Migration (3D PSTM ) yang diunduh dari laman Wiki SEG secara bebas. Dekomposisi spektral dengan metode Continuous Wavelet Transform (CWT) dilakukan untuk mendapatkan nilai frekuensi yang bervariasi 25 Hz – 70 Hz per 5 Hz dari data seismik sehingga mendapatkan 10 volume iso CWT yang kemudian digunakan untuk analisis gradien setelah dilakukan gathering. Analisis gradien dilakukan dengan menggunakan tipe analisis sederhana Two terms Aki-Richards yang menghasilkan nilai intercept(A), gradient(B) dan frekuensi dominan. Nilai yang digunakan sebagai nilai atribut adalah hasil kali intercept(A) dengan gradient(B) yaitu Product(A*B). Nilai atribut yang diperoleh pada sumur 48-X-28 untuk formasi Lakota, Red Peak dan Tensleep berturut-turut adalah -70,79, -115,86 dan -85,86. Atribut AVF menunjukkan zona atenuatif yang diindikasikan sebagai reservoir batupasir dengan nilai negatif yang semakin tinggi (warna merah tua). Indikasi ini didasarkan pada pola peluruhan antara nilai amplitudo terhadap nilai frekuensi.