Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Identification of Groundwater Aquifers Using Geoelectric Methods with Schlumberger Configuration in Peatland Areas, West Kalimantan, Indonesia Rasmi, Rasmi; Sutanto, Yuris; Perdhana, Radhitya; Muliadi, Muliadi; Muhardi, Muhardi; Marbun, Mahmuddin; Machmud, Amir; Pratiwi, Elok Surya
International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability Vol. 3 No. 1 (2024): International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability
Publisher : CV FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/ijhes.v3i1.388

Abstract

The geoelectric-resistivity method with Schlumberger configuration is commonly used for groundwater exploration. This method helps identify changes in the resistivity of rock layers beneath the Earth's surface by flowing direct current (DC). In this research, geoelectric-resistivity was used to search for the existence of groundwater aquifers in water crisis areas with peat soil structures. In addition, this research aims to determine the depth of the aquifer layer based on resistivity values below the surface and  to identify variations in resistivity values below the surface. The method used in this research was the Schlumberger configuration resistivity geoelectric method with 4 measurement points, each with  a stretch length of 500 m . The research results show that the subsurface resistivity value in the Parit Haji Muksin II area is 2.69 Ohm m to 264 Ohm m. The unconfined aquifer at the research location was found at point 1 and point 2 at a depth of 3.94 m to 35.5 m, while the confined aquifer was found at points 3 and 4 at a depth of 13.6 m to 61.8 m. This study indicates the presence of potential groundwater resources in tropical peatlands, highlighting the necessity for further comprehensive research to ensure their sustainable utilization in the future.
Desain Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan (JST) untuk Identifikasi Covid-19 dan Pneumonia Lestari, Tri Mukti; Wahyuni, Dwiria; nurhasanah, Nurhasanah; hasanuddin, Hasanuddin; Perdhana, Radhitya
Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v9i1.15038

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa penyakit Covid-19 merupakan kasus global yang menyerang lebih dari seratus juta jiwa pada tahun 2021. Sedangkan, pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat untuk meminimalisir penyebaran. Penyakit ini dapat diidentifikasi dengan analisis gejala, tes PCR, atau pengenalan citra radiologi. Adanya kesamaan gejala serta waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk tes PCR,  menyebabkan identifikasi penyakit terhambat. Berdasarkan hal tersebut, dibangunlah suatu sistem pendeteksi penyakit Covid-19 dan pneumonia menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) metode propagasi balik. JST yang dibentuk terdiri atas lapisan masukan yang merupakan data numerik fitur citra paru pasien normal, penderita Covid-19 dan pneumonia, lapisan tersembunyi berisi kumpulan proses identifikasi, serta lapisan luaran yang berisi luaran yang diharapkan yaitu jenis paru normal, penderita Covid-19, dan pneumonia. Setelah serangkaian pelatihan untuk sistem mempelajari data, didapatkan hasil yang paling baik yaitu dengan menggunakan kombinasi  pembelajaran dengan fungsi aktivasi tanh, learning rate 0,001 dan epoch 10000 kali. Dari hasil pengujian sistem, didapatkan akurasi dari 66,677% sampai 96,67%.
Estimating The Distribution of Sea Water Intrusion in Sengkubang Village Based on The Resistivity Value Maulia, Nasya Putri; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
BERKALA SAINSTEK Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v11i2.36686

Abstract

The fulfillment of clean water needs in Sengkubang Village is done by utilizing groundwater, which in some locations still has a brackish to salty. This situation is one indication of seawater intrusion into groundwater because Sengkubang Village is a coastal area. This study aims to estimate the distribution of seawater intrusion based on the subsurface resistivity value. The method used is the resistivity method with dipole-dipole configuration. Measurements in the field apply six lines with a length of 55 m and the smallest electrode distance of 5 m. The distance of each line from the coastline is approximately 410 m, 485 m, 560 m, 635 m, 710 m, and 785 m. The interpretation results show that the seawater intrusion at the study area has a resistivity value of 0.223 Ωm - 5.03 Ωm at a depth of 0.854 m to 10.9 m. The subsurface layer at the study site is composed of sand, sandy clay, and gravel sand mixed with silt. The unconfined aquifer layer, which is interpreted as sand, is thought to have experienced seawater intrusion to 785 m from the coastline.
PENINGKATAN PERAN PELAJAR KOTA PONTIANAK DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH TANGGAP BENCANA Muhardi; Satria Putra, Yoga; Ihwan, Andi; Muliadi; Sampurno, Joko; Adriat, Riza; Zulfian, Zulfian; Perdhana, Radhitya; Sutanto, Yuris; Jumarang, Muh. Ishak
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i2.7104

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu kota di Kalimantan Barat yang memiliki risiko bencana alam, terutama banjir dan kebakaran hutan/lahan. Pelibatan pelajar dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana di Kota Pontianak dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi bencana alam. Dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, dosen di lingkungan Program Studi Geofisika, Universitas Tanjungpura telah melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tujuan untuk meningkatkan peran pelajar Kota Pontianak dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana. Kegiatan PkM ini bermitra dengan salah satu sekolah di Kota Pontianak, yaitu Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Al-Mumtaz. Kegiatan PkM dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert, diperoleh indeks persentase sebesar 90,48%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM dinilai sangat baik oleh responden, sehingga berimplikasi pada peningkatan peran pelajar Kota Pontianak dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana.
Identifikasi Ketebalan Lapisan Tanah Gambut Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas (Studi Kasus: Daerah Parit Haji Muksin II Kabupaten Kubu Raya) Nuraisyah, Nuraisyah; Sutanto, Yuris; Perdhana, Radhitya
PRISMA FISIKA Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i2.79959

Abstract

Wilayah Parit Haji Muksin II merupakan salah satu tempat dengan pembangunan yang cukup cepat, namun terdapatnya tanah gambut pada lahan konstruksi akan menjadi hambatan yang cukup serius dari perspektif daya dukung bangunan dikarenakan tanah gambut memiliki karakteristik yang mudah terkompresi. Penelitian terkait identifikasi bawah permukaan tanah gambut perlu dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bawah permukaan. Menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan 4 lintasan dan panjang masing-masing lintasan 45 meter. Hasil penampang 2D menunjukkan nilai resistivitas lapisan gambut bervariasi yaitu pada lintasan pertama didapat rentang nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 189 Ωm, kemudian pada lintasan kedua tanah gambut memiliki nilai resistivitas berkisar antara 6,72 Ωm hingga 323 Ωm, selanjutnya pada lintasan ketiga nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 323 Ωm. Pada lintasan keempat didapat nilai resistivitas berkisar antara 111 Ωm hingga 323 Ωm, dengan kedalaman gambut mencapai lebih dari 5 meter. Lapisan selanjutnya yang ditemukan yaitu lempung dengan nilai resistivitas 6,72 Ωm hingga 58,1 Ωm dengan kedalaman mulai dari 2 sampai 9 meter. Validasi telah dilakukan menggunakan data bor dan didapat hasil pengeboran tanah gambut mencapai kedalaman lebih dari 5 meter. Hasil pengeboran ini sesuai dengan hasil penampang 2 dimensi menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger pada masing-masing lintasan yang mendapatkan lapisan tanah gambut mencapai kedalaman hingga 5 meter.
Soil magnetic susceptibility analysis as an indicator of landslide-prone areas in Sanggau Regency, West Kalimantan Province, Indonesia Muhardi; Perdhana, Radhitya
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.122.7185

Abstract

Sanggau Regency is a highland area that has a rough topography with a relief of undulating hills, causing the potential for landslides. One of the steps to reduce the impact of landslides is to identify the characteristics of landslide-prone areas by conducting magnetic susceptibility analysis in landslide-prone areas. This analysis is a method to identify landslide indicators based on their magnetic properties. This method identifies landslide potential through superparamagnetic grains on the surface soil. The presence of the grain can be known from the frequency-dependent susceptibility . The study was conducted on 40 soil samples taken at a 20-30 cm depth at Jalan Sabang Merah, Sanggau Regency. The results showed that the average values of low-frequency  and high-frequency  were 5.555 cm3/g and 5.478 cm3/g, respectively. A total of 36 soil samples have a  percentage of 0% (containing less than 10% superparamagnetic grains), two soil samples have a  percentage of 3.51% and 6.45%, respectively (containing 10%-75% superparamagnetic grains, and two samples have a  percentage of 10.48%-12.63% (containing more than 75% superparamagnetic grains). The interpretation results show that soil samples with more than 75% superparamagnetic grains indicate landslide-prone areas in the study site; thus, the areas suspected to have a high level of vulnerability are in the northeastern and southwestern parts of the study site.
Fault Identification Based on Tulungagung Magnetic Anomaly Map Kurniawati, Nur Laily; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
BERKALA SAINSTEK Vol. 12 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v12i4.46883

Abstract

Tulungagung and Trenggalek are two regencies located south of Java Island with quite complex geological conditions because they are located in the Southern Mountains area. This study aims to identify the presence of faults based on the magnetic anomaly value of the Tulungagung sheet. The presence of faults at the research site were determined based on three lines on the regional magnetic anomaly using First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) derivative analyses. The results show that the regional magnetic anomaly is -210.7 nT to 113.2 nT. Line A-A' identified two fault locations at a distance of 15 km and 27 km from the line's starting point. Line B-B' identified three fault locations at a distance of 4 km, 27 km, and 45 km from the line's starting point. Line C-C' identified three fault locations at 10 km, 22 km, and 42 km from the line's starting point. The interpretation results also obtained subsurface lithology in the Alluvium Formation, Arjosari-Mandalika Formation, Wungkal Limestone Formation, and Malihan Rock Formation.
Geophysical data acquisition education for high school students through field observation Muhardi, Muhardi; Putra, Yoga Satria; Perdhana, Radhitya; Jumarang, Muh Ishak; Sampurno, Joko; Muliadi, Muliadi; Ihwan, Andi; Adriat, Riza; Zulfian, Zulfian; Sutanto, Yuris; Faryuni, Irfana Diah
Community Empowerment Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12423

Abstract

Most high school students in Singkawang City and Bengkayang Regency still require a more comprehensive understanding regarding the application of geophysics, which can impact their skills in conducting field observations. This Community Service (PkM) aims to enhance students' skills in geophysical data acquisition through field observations at Karta Beach, Bengkayang Regency. The activity was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the implementation stage, participants were educated about geophysical data acquisition through field observations, including geoelectric, self-potential, meteorology, and geology practicums. Based on the evaluation results, a score of 87.31 (very good) was obtained, indicating an increase in students' skills in geophysical data acquisition through field observations.
Pemodelan Struktur Geologi Bawah Permukaan Pulau Buru Berdasarkan Data Anomali Gaya Berat Listiawati; Muhardi; Perdhana, Radhitya
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 1 (2025): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.354

Abstract

Pulau Buru, Provinsi Maluku merupakan salah satu wilayah yang berada di Busur Banda dan memiliki struktur geologi yang cukup kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan struktur geologi bawah permukaan berdasarkan data anomali gaya berat. Peta anomali Bouguer lengkap diperoleh dari Pusat Survei Geologi (PSG), Bandung. Pengukuran data lapangan menggunakan dua buah gravimeter geodetic LaCoste and Romberg model G.646 dan G.240, dengan 71 titik pengamatan. Pemisahan anomali residual dan regional dilakukan menggunakan filter Butterworth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali residual memiliki nilai antara -59 mGal hingga 58,3 mGal, yang tersebar secara acak. Nilai anomali rendah di Pulau Buru diduga berkorelasi dengan struktur sesar dan batuan berdensitas rendah, seperti batuan sedimen, sedangkan nilai anomali tinggi diduga berkorelasi dengan batuan berdensitas tinggi, seperti batuan metamorf, batuan terobosan, dan keberadaan batuan kerak samudera. Hasil pemodelan 2D menunjukkan bahwa lapisan bawah permukaan di Pulau Buru didominasi oleh batuan sedimen, batuan metamorf, dan batuan terobosan. Struktur geologi bawah permukaan di Pulau Buru terdiri dari sesar, sinklin, antiklin, dan struktur negative flower. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi studi lebih lanjut mengenai hubungan antara struktur geologi bawah permukaan dengan potensi sumber daya geologi di Pulau Buru.
Pemodelan 2D Struktur Geologi Bawah Permukaan Daerah Lumbang Rarat, Tapanuli Utara, Berdasarkan Data Gravitasi GGMPlus 2013 Pirdaus, Risky Marolop; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.1.2025.16-23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan berdasarkan nilai anomali gravitasi di daerah Lumbang Rarat, Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Daerah ini merupakan wilayah dengan kondisi geologi kompleks yang dipengaruhi oleh aktivitas tektonik. Data yang digunakan pada penelitian ini diunduh dari Global Gravity Model plus (GGMplus) 2013. Penentuan nilai rata-rata densitas batuan dilakukan menggunakan metode Parasnis, sedangkan identifikasi struktur geologi dilakukan menggunakan analisis First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD). Pemodelan 2D dilakukan pada anomali regional dengan tiga lintasan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan. Hasil pemodelan 2D menunjukkan bahwa formasi batuan di daerah penelitian terdapat tiga jenis, yaitu Formasi Tufa Toba (Qvt) dengan densitas 1,9 g/cm3, Formasi Gunungapi Sihabuhabu (Tuvs) dengan densitas 2,2 g/cm3, dan Formasi Kelompok Tapanuli Tak Terpisahkan (Put) dengan densitas 2,5 g/cm3. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya struktur sesar yang membentuk struktur horst dan graben pada formasi Tuvs dan Put sebagai basement. Berdasarkan hasil ini, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut terkait pemetaan dan mitigasi risiko bencana geologi, terutama untuk mengidentifikasi potensi sesar aktif yang dapat mempengaruhi kestabilan tanah di daerah tersebut.