Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

IDENTIFIKASI POTENSI SEBARAN MINERAL MANGAN (Mn) BERDASARKAN ANOMALI MEDAN MAGNETIK PADA LEMBAR KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Putra, Yoga Satria; HERMAWAN, RIKKI; Perdhana, Radhitya
Bulletin of Geology Vol 5 No 4 (2021): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2021.5.4.5

Abstract

Telah dilakukan identifikasi potensi sebaran mineral Mangan (Mn) di daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur berdasarkan anomali medan magnetik lembar Kupang. Pemodelan 3D dengan data anomali medan magnetik dilakukan pada grid anomali medan magnet residual yang berkorelasi dengan Formasi Bobonaro. Formasi Bobonaro diduga sebagai formasi pembawa mineral Mn. Lokasi yang diduga memiliki potensi mineral Mn adalah lokasi yang memiliki nilai suseptibilitas berkisar antara 0,0005 sampai 0,001 SI pada penampang 3D di lima grid anomali medan magnet residual. Berdasarkan nilai suseptibilitas pada lima lokasi pemodelan tersebut maka diduga keberadaan mineral Mn terletakpada batas kontras antara anomali medan magnet tinggi dan rendah. Dalam penelitian ini,daerah yang diduga berpotensi memiliki sebaran mineral Mn adalah lokasi pada pemodelan tiga yang ditunjukan dengan nilai suseptibilitas Mn yang tersebar hingga dekat permukaan pada Formasi Bobonaro. Dari kajian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa identifikasi potensi sebaran mineral Mn dapat dilakukan berdasarkan pada data anomali medan magnetik. Pemodelan 3D dengan metode inversi pada grid anomali medan magnet residualdapat memberikan informasi tentang lokasi sebaran mineral Mn di bawah permukaan. Kata kunci: Anomali medan magnetik, mineral Mn, formasi Bobonaro, pemodelan 3D magnetik, medan magnet residual
ESTIMASI KEDALAMAN LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING DI DESA SENGKUBANG, KECAMATAN MEMPAWAH HILIR, KABUPATEN MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT Rantika, Ika; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
Bulletin of Geology Vol 7 No 2 (2023): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2023.7.2.1

Abstract

Desa Sengkubang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang memperoleh air bersih dari sumur galian dan air hujan. Permasalahan yang sering dihadapi dari pemanfaatan air bersih tersebut adalah ketersediaannya yang masih sangat terbatas, sehingga diperlukan informasi tentang keberadaan air tanah pada lapisan akuifer yang lebih dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sebaran nilai resistivitas bawah permukaan secara sounding dan mengestimasi kedalaman lapisan akuifer. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode vertical electrical sounding (VES). Pengambilan data di lapangan dilakukan di 4 titik pengukuran dengan bentangan elektroda arus masing-masing sebesar 500 m. Sebaran nilai resistivitas bawah permukaan secara sounding di lokasi penelitian yaitu 1,62 Ωm – 2.249,77 Ωm. Hasil interpretasi menunjukkan lapisan tanah bagian atas (top soil) memiliki nilai resistivitas 27,91 Ωm – 134,01 Ωm dengan kedalaman hingga 1,58 m. Lapisan bawah permukaan diduga berupa pasir dengan nilai resistivitas 3,83 Ωm – 60,90 Ωm, pasir lempungan dengan nilai resistivitas 15,87 Ωm – 17,95 Ωm, lempung dengan nilai resistivitas 1,62 Ωm – 5,50 Ωm, kerikil dengan nilai resistivitas 471,49 Ωm, dan batuan dasar dengan nilai resistivitas 1.014,38 Ωm – 2.249,77 Ωm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan akuifer bebas (unconfinedaquifer) diidentifikasi di keempat titik sounding dengan kedalaman 0,30 m – 31,53 m, sedangkan lapisan akuifer tertekan (confined aquifer) hanya diidentifikasi di titik sounding 1 dengan kedalaman 22,70 m – 54,18 m. Kata kunci: Akuifer, geolistrik, resistivitas, vertical electrical sounding
PENERAPAN METODE AMPLITUDE VARIANCE FREQUENCY PADA DATA SEISMIK DAERAH RESERVOIR DENGAN STUDI KASUS LAPANGAN TEAPOT USA Rezeki, Desi Saputri Sri; Putra, Yoga Satria; Perdhana, Radhitya; Arman, Yudha; Muhardi, Muhardi
Jurnal Geosaintek Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode Amplitude Variance Frequency (AVF) terhadap data Post Stack Time Migration (3D PSTM ) yang diunduh dari laman Wiki SEG secara bebas. Dekomposisi spektral dengan metode Continuous Wavelet Transform (CWT) dilakukan untuk mendapatkan nilai frekuensi yang bervariasi 25 Hz – 70 Hz per 5 Hz dari data seismik sehingga mendapatkan 10 volume iso CWT yang kemudian digunakan untuk analisis gradien setelah dilakukan gathering. Analisis gradien dilakukan dengan menggunakan tipe analisis sederhana Two terms Aki-Richards yang menghasilkan nilai intercept(A), gradient(B) dan frekuensi dominan. Nilai yang digunakan sebagai nilai atribut adalah hasil kali intercept(A) dengan gradient(B) yaitu Product(A*B). Nilai atribut yang diperoleh pada sumur 48-X-28 untuk formasi Lakota, Red Peak dan Tensleep berturut-turut adalah -70,79, -115,86 dan -85,86. Atribut AVF menunjukkan zona atenuatif yang diindikasikan sebagai reservoir batupasir dengan nilai negatif yang semakin tinggi (warna merah tua). Indikasi ini didasarkan pada pola peluruhan antara nilai amplitudo terhadap nilai frekuensi.
PENDUGAAN LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) DI AREA PANTAI GOSONG, KABUPATEN BENGKAYANG Geulis, Yusanneya; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
Jurnal Geosaintek Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EARTHQUAKE VULNERABILITY MAPPING BASED ON MICROSEISMIC MEASUREMENTS IN THE CAMPUS AREA OF UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA Purnama, Aditya Yoga; Nurhanafi, Kholis; Susanti, Susanti; Wibowo, Nugroho Budi; Perdhana, Radhitya
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v11i2.486

Abstract

Building damage caused by earthquakes is more prevalent in the sedimentary areas of Yogyakarta City compared to the hilly regions of Wonosari and Kulonprogo, which have harder soil layers. The campus of Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) is one of the campuses located in Yogyakarta City, where the regional geology is dominated by the Merapi Young Volcanic Deposits Formation. The UST campus area is vulnerable to earthquakes due to its proximity to an active seismic zone, making earthquake vulnerability mapping based on microseismic data an important necessity to support disaster mitigation efforts. The microseismic method was used in this study, while data analysis employed the Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR). Microseismic measurements were chosen because they have the advantage of not damaging the surface conditions of the ground, thus preserving the environment, and are easy to use in urban areas. The research method stages include survey design, field data collection, data processing and interpretation, and the creation of earthquake vulnerability maps. Data points were collected from 7 locations covering the Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa campus area. The research results indicate that the study area has a dominant frequency value ranging from 1.10 to 2.74 Hz. Meanwhile, the amplification value ranges from 1.25 to 2.2. The sediment thickness of the study area ranges from 32 to 79 meters. The Seismic Vulnerability Index (Kg) of the study area ranges from 0.57 to 4 on a low to high scale. Based on the dominant frequency values, amplification, and seismic vulnerability index, the areas of the UST campus that are more vulnerable to earthquakes are the northern, eastern, and central parts, while the southern part is relatively safer.
ESTIMATION OF LATERITE BAUXITE VOLUME USING ORDINARY KRIGING METHOD IN PIASAK VILLAGE, SANGGAU DISTRICT, WEST KALIMANTAN: ESTIMASI VOLUME BAUKSIT LATERIT MENGGUNAKAN METODE ORDINARY KRIGING DI DESA PIASAK, KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT Murti, Tiffany Budi; Eldoni, Andika; Muhardi; Perdhana, Radhitya
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 20 No 2 (2025): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v20i2.493

Abstract

West Kalimantan Province is one of the largest bauxite-producing areas in Indonesia, with total reserves of 0.85 billion tons from 1.26 billion tons of national reserves. One of the areas with potential bauxite in Sanggau Regency, West Kalimantan, is Piasak Village. Estimating bauxite resources is an essential step in identifying reserves in a mining area. This study aims to estimate the volume of laterite bauxite in Piasak Village, Sanggau Regency. This study applies the ordinary kriging estimation method based on test pit samples at 47 locations. Data processing was conducted using QGIS and Saga GIS software. The statistics calculation of bauxite deposit thickness data obtained a coefficient of variation of 0.2, indicating that the samples were homogeneous. The spherical semivariogram model was used for the kriging estimation process of bauxite deposit thickness because it had the smallest root mean square error. The parameter values for nugget, sill, and range were 0.08 m2, 1.15 m2, and 100.9 m, respectively. The estimation results show that the volume of laterite bauxite at the study site is 180,051 m3, while the volume of overburden is 56,796 m3.
IDENTIFIKASI STRUKTUR PATAHAN DI KABUPATEN PANGANDARAN DAN SEKITARNYA BERDASARKAN DATA ANOMALI MAGNETIK Adiltha, Fatina; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 3 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i3.34121

Abstract

Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya berada di Provinsi Jawa Barat bagian selatan, dan merupakan daerah rawan gempa bumi. Hal ini disebabkan karena daerah tersebut terdapat banyak patahan (sesar) dan berada di atas formasi geologi yang relatif muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur patahan di Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya berdasarkan data anomali magnetik. Data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari hasil digitasi lembar anomali magnetik yang berasal dari Pusat Survei Geologi, Bandung. Keberadaan sesar diidentifikasi menggunakan dua filter analisis derivatif, yaitu First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali magnetik reduksi ke kutub sebesar -646,3 nT hingga 780,1 nT dan anomali magnetik residual sebesar -723,3 nT hingga 542,4 nT. Hasil interpretasi menunjukkan struktur geologi bawah permukaan pada sayatan A-A’ terdapat dua sesar normal dan struktur lipatan antiklin, pada sayatan B-B’ terdapat empat sesar normal dan satu sesar naik, pada sayatan C-C’ terdapat tiga sesar normal dan satu sesar naik, dan pada sayatan D-D’ terdapat dua sesar normal, tiga sesar naik, serta struktur lipatan berupa antiklin dan sinklin.
ANALISIS SEBARAN ANOMALI GRAVITASI UNTUK OBSERVASI STRUKTUR GEOLOGI ZONA MINERALISASI DI DAERAH CIARINEM DAN SEKITARNYA Harsita, Sri; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 3 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i3.34172

Abstract

Daerah Ciarinem dan sekitarnya merupakan daerah yang memiliki potensi kandungan endapan emas yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi struktur geologi zona mineralisasi di daerah Ciarinem dan sekitarnya berdasarkan sebaran anomali gravitasi. Peta anomali Bougeur yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Pusat Survei Geologi, Bandung. Proses digitasi dilakukan untuk mengubah peta analog menjadi peta digital. Anomali regional diperoleh dari anomali Bouguer lengkap dengan transformasi kontinuasi ke atas, sedangkan anomali residual diperoleh dari pengurangan anomali Bougeur lengkap dengan anomali regional. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai anomali regional sebesar 513,7 mGal hingga 1235,7 mGal, sedangkan anomali residual sebesar -51,3 mGal hingga 47,1 mGal. Hasil pemodelan 2D menunjukkan lapisan bawah permukaan terdapat batuan intrusi dan didominasi batuan gunungapi dan batuan sedimen. Struktur geologi pada sayatan A-A’ terdapat empat sesar normal, sayatan B-B’ terdapat dua sesar normal, dan sayatan C-C’ terdapat enam sesar normal dan membentuk graben. Keberadaan struktur geologi bawah permukaan berupa sesar dan graben dapat diasumsikan sebagai struktur yang membentuk zona mineralisasi di daerah Ciarinem dan sekitarnya, dengan tipe mineralisasi epitermal.
ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DI KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN ANOMALI DATA GRAVITASI Zulkifli, Reynaldi; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.326

Abstract

Pada kejadian gempa Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006, Kabupaten Sleman merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah. Hal ini diduga disebabkan karena adanya patahan aktif Opak berarah timur laut-barat daya yang berada di selatan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan di Kabupaten Sleman berdasarkan data topex. Data yang diperoleh sebanyak 235 data anomali gravitasi yang terdapat pada area dengan luas 653,157 km2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali Bouguer di lokasi penelitian adalah 78 mGal - 114 mGal. Berdasarkan analisis Second Vertical Derivative (SVD) terhadap empat slice pada sebaran anomali regional terdapat lima struktur patahan, yang berupa patahan normal. Selain itu, berdasarkan pemodelan 2D, diperoleh formasi batuan bawah permukaan yang tersusun atas batuan hasil dari aktivitas Gunung Merapi, yang didominasi oleh batuan vulkanik, batu lempung, batu tuff lapili, batu pasir, batu sekis, dan diorit. Investigasi lebih mendalam terhadap lima struktur patahan yang telah teridentifikasi dapat memberikan gambaran lebih detail tentang mekanisme pergerakan patahan, potensi seismisitas, dan hubungannya dengan aktivitas patahan Opak.
Interpretasi Sebaran Lindi di Sekitar TPA Salatiga Kabupaten Sambas Menggunakan Metode Self-Potential Prasetya, Irvan Nur; Putra, Yoga Satria; Muhardi, Muhardi; Muliadi, Muliadi; Perdhana, Radhitya
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.4.523-530.2022

Abstract

Pembuangan sampah secara open dumping telah banyak memberikan dampak negatif bagi lingkungan seperti terkontaminasinya air tanah oleh lindi. Interpretasi sebaran lindi di sekitar TPA Salatiga Kabupaten Sambas telah dilakukan menggunakan metode self-potential. Penelitian ini menerapkan 8 buah lintasan dengan panjang masing-masing 150 m, jarak antar lintasan 10 m, dan jarak antar titik porous pot pada lintasan berjarak 10 m. Pengambilan data nilai potensial di lokasi penelitian dilakukan pada 120 titik pengukuran. Hasil pengukuran diperoleh variasi nilai potensial sebelum dilakukan koreksi sebesar -3,18 mV hingga 5,42 mV. Sedangkan variasi nilai potensial setelah dilakukan koreksi bernilai -7,98 mV hingga 6,36 mV. Sebaran lindi bawah permukaan diduga terakumulasi pada area dengan nilai potensial yang relatif lebih kecil dan bernilai negatif. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa sebaran lindi mengalir dari arah barat dan terakumulasi pada arah timur hingga timur laut lokasi penelitian.