Claim Missing Document
Check
Articles

PENDUGAAN LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) DI AREA PANTAI GOSONG, KABUPATEN BENGKAYANG Geulis, Yusanneya; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
Jurnal Geosaintek Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EARTHQUAKE VULNERABILITY MAPPING BASED ON MICROSEISMIC MEASUREMENTS IN THE CAMPUS AREA OF UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA Purnama, Aditya Yoga; Nurhanafi, Kholis; Susanti, Susanti; Wibowo, Nugroho Budi; Perdhana, Radhitya
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v11i2.486

Abstract

Building damage caused by earthquakes is more prevalent in the sedimentary areas of Yogyakarta City compared to the hilly regions of Wonosari and Kulonprogo, which have harder soil layers. The campus of Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) is one of the campuses located in Yogyakarta City, where the regional geology is dominated by the Merapi Young Volcanic Deposits Formation. The UST campus area is vulnerable to earthquakes due to its proximity to an active seismic zone, making earthquake vulnerability mapping based on microseismic data an important necessity to support disaster mitigation efforts. The microseismic method was used in this study, while data analysis employed the Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR). Microseismic measurements were chosen because they have the advantage of not damaging the surface conditions of the ground, thus preserving the environment, and are easy to use in urban areas. The research method stages include survey design, field data collection, data processing and interpretation, and the creation of earthquake vulnerability maps. Data points were collected from 7 locations covering the Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa campus area. The research results indicate that the study area has a dominant frequency value ranging from 1.10 to 2.74 Hz. Meanwhile, the amplification value ranges from 1.25 to 2.2. The sediment thickness of the study area ranges from 32 to 79 meters. The Seismic Vulnerability Index (Kg) of the study area ranges from 0.57 to 4 on a low to high scale. Based on the dominant frequency values, amplification, and seismic vulnerability index, the areas of the UST campus that are more vulnerable to earthquakes are the northern, eastern, and central parts, while the southern part is relatively safer.
ESTIMATION OF LATERITE BAUXITE VOLUME USING ORDINARY KRIGING METHOD IN PIASAK VILLAGE, SANGGAU DISTRICT, WEST KALIMANTAN: ESTIMASI VOLUME BAUKSIT LATERIT MENGGUNAKAN METODE ORDINARY KRIGING DI DESA PIASAK, KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT Murti, Tiffany Budi; Eldoni, Andika; Muhardi; Perdhana, Radhitya
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 20 No 2 (2025): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v20i2.493

Abstract

West Kalimantan Province is one of the largest bauxite-producing areas in Indonesia, with total reserves of 0.85 billion tons from 1.26 billion tons of national reserves. One of the areas with potential bauxite in Sanggau Regency, West Kalimantan, is Piasak Village. Estimating bauxite resources is an essential step in identifying reserves in a mining area. This study aims to estimate the volume of laterite bauxite in Piasak Village, Sanggau Regency. This study applies the ordinary kriging estimation method based on test pit samples at 47 locations. Data processing was conducted using QGIS and Saga GIS software. The statistics calculation of bauxite deposit thickness data obtained a coefficient of variation of 0.2, indicating that the samples were homogeneous. The spherical semivariogram model was used for the kriging estimation process of bauxite deposit thickness because it had the smallest root mean square error. The parameter values for nugget, sill, and range were 0.08 m2, 1.15 m2, and 100.9 m, respectively. The estimation results show that the volume of laterite bauxite at the study site is 180,051 m3, while the volume of overburden is 56,796 m3.
IDENTIFIKASI STRUKTUR PATAHAN DI KABUPATEN PANGANDARAN DAN SEKITARNYA BERDASARKAN DATA ANOMALI MAGNETIK Adiltha, Fatina; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 3 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i3.34121

Abstract

Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya berada di Provinsi Jawa Barat bagian selatan, dan merupakan daerah rawan gempa bumi. Hal ini disebabkan karena daerah tersebut terdapat banyak patahan (sesar) dan berada di atas formasi geologi yang relatif muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur patahan di Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya berdasarkan data anomali magnetik. Data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari hasil digitasi lembar anomali magnetik yang berasal dari Pusat Survei Geologi, Bandung. Keberadaan sesar diidentifikasi menggunakan dua filter analisis derivatif, yaitu First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali magnetik reduksi ke kutub sebesar -646,3 nT hingga 780,1 nT dan anomali magnetik residual sebesar -723,3 nT hingga 542,4 nT. Hasil interpretasi menunjukkan struktur geologi bawah permukaan pada sayatan A-A’ terdapat dua sesar normal dan struktur lipatan antiklin, pada sayatan B-B’ terdapat empat sesar normal dan satu sesar naik, pada sayatan C-C’ terdapat tiga sesar normal dan satu sesar naik, dan pada sayatan D-D’ terdapat dua sesar normal, tiga sesar naik, serta struktur lipatan berupa antiklin dan sinklin.
ANALISIS SEBARAN ANOMALI GRAVITASI UNTUK OBSERVASI STRUKTUR GEOLOGI ZONA MINERALISASI DI DAERAH CIARINEM DAN SEKITARNYA Harsita, Sri; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 3 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i3.34172

Abstract

Daerah Ciarinem dan sekitarnya merupakan daerah yang memiliki potensi kandungan endapan emas yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi struktur geologi zona mineralisasi di daerah Ciarinem dan sekitarnya berdasarkan sebaran anomali gravitasi. Peta anomali Bougeur yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Pusat Survei Geologi, Bandung. Proses digitasi dilakukan untuk mengubah peta analog menjadi peta digital. Anomali regional diperoleh dari anomali Bouguer lengkap dengan transformasi kontinuasi ke atas, sedangkan anomali residual diperoleh dari pengurangan anomali Bougeur lengkap dengan anomali regional. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai anomali regional sebesar 513,7 mGal hingga 1235,7 mGal, sedangkan anomali residual sebesar -51,3 mGal hingga 47,1 mGal. Hasil pemodelan 2D menunjukkan lapisan bawah permukaan terdapat batuan intrusi dan didominasi batuan gunungapi dan batuan sedimen. Struktur geologi pada sayatan A-A’ terdapat empat sesar normal, sayatan B-B’ terdapat dua sesar normal, dan sayatan C-C’ terdapat enam sesar normal dan membentuk graben. Keberadaan struktur geologi bawah permukaan berupa sesar dan graben dapat diasumsikan sebagai struktur yang membentuk zona mineralisasi di daerah Ciarinem dan sekitarnya, dengan tipe mineralisasi epitermal.
ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DI KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN ANOMALI DATA GRAVITASI Zulkifli, Reynaldi; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.326

Abstract

Pada kejadian gempa Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006, Kabupaten Sleman merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah. Hal ini diduga disebabkan karena adanya patahan aktif Opak berarah timur laut-barat daya yang berada di selatan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan di Kabupaten Sleman berdasarkan data topex. Data yang diperoleh sebanyak 235 data anomali gravitasi yang terdapat pada area dengan luas 653,157 km2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali Bouguer di lokasi penelitian adalah 78 mGal - 114 mGal. Berdasarkan analisis Second Vertical Derivative (SVD) terhadap empat slice pada sebaran anomali regional terdapat lima struktur patahan, yang berupa patahan normal. Selain itu, berdasarkan pemodelan 2D, diperoleh formasi batuan bawah permukaan yang tersusun atas batuan hasil dari aktivitas Gunung Merapi, yang didominasi oleh batuan vulkanik, batu lempung, batu tuff lapili, batu pasir, batu sekis, dan diorit. Investigasi lebih mendalam terhadap lima struktur patahan yang telah teridentifikasi dapat memberikan gambaran lebih detail tentang mekanisme pergerakan patahan, potensi seismisitas, dan hubungannya dengan aktivitas patahan Opak.
Interpretasi Sebaran Lindi di Sekitar TPA Salatiga Kabupaten Sambas Menggunakan Metode Self-Potential Prasetya, Irvan Nur; Putra, Yoga Satria; Muhardi, Muhardi; Muliadi, Muliadi; Perdhana, Radhitya
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.4.523-530.2022

Abstract

Pembuangan sampah secara open dumping telah banyak memberikan dampak negatif bagi lingkungan seperti terkontaminasinya air tanah oleh lindi. Interpretasi sebaran lindi di sekitar TPA Salatiga Kabupaten Sambas telah dilakukan menggunakan metode self-potential. Penelitian ini menerapkan 8 buah lintasan dengan panjang masing-masing 150 m, jarak antar lintasan 10 m, dan jarak antar titik porous pot pada lintasan berjarak 10 m. Pengambilan data nilai potensial di lokasi penelitian dilakukan pada 120 titik pengukuran. Hasil pengukuran diperoleh variasi nilai potensial sebelum dilakukan koreksi sebesar -3,18 mV hingga 5,42 mV. Sedangkan variasi nilai potensial setelah dilakukan koreksi bernilai -7,98 mV hingga 6,36 mV. Sebaran lindi bawah permukaan diduga terakumulasi pada area dengan nilai potensial yang relatif lebih kecil dan bernilai negatif. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa sebaran lindi mengalir dari arah barat dan terakumulasi pada arah timur hingga timur laut lokasi penelitian.
Pemetaan Area Rawan Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis di Perkebunan Kelapa Sawit PT Hilton Duta Lestari Devi, Marsiana; Perdhana, Radhitya; Muhardi, Muhardi
PRISMA FISIKA Vol 13, No 3 (2025): PRISMA FISIKA, Vol. 13, No. 03 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.77773

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memetakan area rawan longsor di perkebunan kelapa sawit IUP PT Hilton Duta Lestari. Pemetaan dilakukan menggunakan sistem informasi geografis dengan metode skoring dan tumpang tindih (overlay) terhadap parameter yang mempengaruhi longsor. Parameter tersebut terdiri dari lima jenis, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, tutupan lahan, geologi, dan jenis tanah. Area rawan longsor diidentifikasi berdasarkan skor total yang diperoleh dari penjumlahan seluruh parameter dengan bobotnya masing-masing.   Area rawan longsor diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil pemetaan menunjukan area rawan longsor dengan kategori kerawanan rendah mempunyai luas 1.562,46 Ha (11,53%), kategori kerawanan sedang dengan luas 3.871,41 Ha (28,57%), kategori kerawanan   tinggi dengan luas 8.071,57 Ha (59,57%), dan kategori kerawanan sangat tinggi dengan luas 44,36 Ha (0,33%). Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukan bahwa wilayah utara penelitian (estate dua) memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah selatan penelitian (estate satu).
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Bajawa dan Sekitarnya Menggunakan Metode Gravitasi Novianti, Teti Amalia; Perdhana, Radhitya; Zulfian, Zulfian
Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jtf.2025.8.2.17745

Abstract

This study aims to identify the subsurface structure of geothermal systems in the Bajawa area, East Nusa Tenggara, using gravity methods based on GGMplus 2013 satellite data. The analysis was conducted on complete Bouguer anomaly data that had been corrected and separated into regional and residual components using Butterworth filters. 3D modeling and 2D cross-section incisions were performed on regional anomalies, having density variations between 1.9 - 3.5 g/cm³, a range of regional anomaly values of 92-138 mGal and depths up to 4.43 km. Based on the results of the analysis of the distribution of rock density values, suspected rock formations as geothermal systems such as the presence of reservoirs from the Nangapanda formation (Np) with densities ranging from 1.9 - 2.66 g/cm³, host rocks from the Aimere Scoria formation (As), Andesite Sasa (Ss), Andesite Inie Lika (Ik), Andesite Mataloko (Mk), Andesite Bobo (Bb) and Andesite Siutoro (Si), Inerie Basalt (Ie), Wabela Basalt (Wa), Lahar Deposit (Lh) and Tuf Welas (Wt) with densities ranging from 2.49 - 2.8 g/cm³ and heat sources from Maumbawa Basalt (Mb) with densities ranging from 2.7 -3.5 g/cm³ and Andesite Wangka (Wn) with densities ranging from 1.9 -2.9 g/cm³. This finding strengthens the indication that the Bajawa area and its surroundings could be a potential prospect area for geothermal systems.
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Di Daerah Tulehu Menggunakan Metode Gravitasi Kurniawan, Indra Reza; Perdhana, Radhitya; Muliadi
Progressive Physics Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Progressive Physics Journal
Publisher : Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/w66fps36

Abstract

Indonesia has great geothermal potential, Indonesia is located in the path of volcanoes or the ring of fire can also be called the ring of fire. Maluku Province, especially the Ambon and Seram islands, has geothermal energy potential that can be developed as an alternative renewable source. One of the geothermal potentials located in the Maluku islands is WKP Tulehu which has a fairly high temperature reaching 134.09°C–251°C. One method that can be used to identify the subsurface layer of geothermal areas is the gravity method using GGMPlus gravity data. The 2013 Global Gravity Model Plus (GGMPlus) secondary gravity data is a global gravity model data that has ultra–high resolution with grid spacing between data points ~220 m in the north–south direction. The results of the identification of geological structures using gravity methods using regional anomaly values with a range of 80.7–101.3 mgal. The depth of the regional anomaly in the study area is estimated to be 1.862 km deep. There are 7 faults found in the 4 research cross sections. These faults are located in cross section A–A' at a distance of 8.30 km, cross section B–B' at a distance of 1.9 km and 5.1 km, cross section C–C' at a distance of 2.450 km and at a distance of 11.6 km, and cross section D–D' 2.248 km and 4.5 km.