Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Resiliensi Keluarga yang Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia Iklima Iklima; Syarifah Rauzatul Jannah; Hermansyah Hermansyah; Suryane Sulistiana Susanti; Mudatsir Mudatsir
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v3i2.2560

Abstract

This study aims to determine the resilience factors of families who care for family members with schizophrenia. The research method used a cross-sectional design with a total sample of 114 families of clients with schizophrenia. The data were analyzed using the chi-square test statistic and logistic regression using the stepwise method. The results showed that 51.8% of families had high resilience. The p-value obtained for emotion regulation, impulse control and self-efficacy is 0.0001, while optimism is 0.021. As for the causal analysis, the p-value = 0.851, empathy is 0.574 and achievement is 0.851. In conclusion, self-efficacy is the most dominant predictor associated with the family resilience of schizophrenic clients. Keywords: Family, Resilience, Schizophrenia
Determinan yang Berhubungan dengan Risiko Depresi pada Lansia Azhar Mualim; Syarifah Rauzatul Jannah; Hilman Syarif; Asniar Asniar; Zurnila Marli Kesuma
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v3i2.2562

Abstract

This study aims to determine the determinants associated with the risk of depression in the elderly in Muara Tiga District, Pidie Regency. The method used is quantitative research with an analytical survey approach. A total of 79 elderly by accidental sampling were involved as respondents in this study. The results showed that the p-value between family role factors, family function and family support with the risk of depression in the elderly was 0.000. The multivariate test results using ordinal logistic regression analysis showed that the role of family factors was most dominantly related to the risk of depression in the elderly because the p-value closest to the alpha value was 0.163. In conclusion, there is a relationship between family roles, family functions and family support with the risk of depression in the elderly. Keywords: Family Support, Family Function, Elderly, Family Role, Depression Risk
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Proaktif Perawat dalam Melaksanakan Handover di Ruang Intensive Care Rumah Sakit Elvi Mardhiah; Syarifah Rauzatul Jannah; Said Usman; Hajjul Kamil; Dewi Marianthi
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v3i2.2635

Abstract

This study aims to determine the factors associated with proactive behavior in the handover process in the intensive care unit of RSUD Aceh. The method used is a cross-sectional study. Data were analyzed using chi-square and logistic regression analysis with the Backward stepwise test. The results showed that 100 out of 124 respondents were in the category of strong proactive behavior. The results of the chi-square test showed that proactive personality (p-value 0.041), self-efficacy (p-value 0.002) and learning orientation (p-value 0.013) had a relationship with nurses' proactive attitude in carrying out handovers. The results of the logistic regression test showed that the most dominant factor related to the proactive behavior of nurses in carrying out handovers was self-efficacy, with a significance value of 0.020 and an odds ratio of 5.419. In conclusion, self-efficacy is the most significant factor related to the proactive behavior of nurses in the handover process in the intensive care unit of the Aceh General Hospital. Keywords: Handover, Nurse, Proactive Behavior, Intensive Care Room
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Mencegah Depresi Postpartum melalui Intervensi Self-Help Psychological Syarifah Rauzatul Jannah; Rini Asnuriyanti; Fithria Fithria
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.75933

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum merupakan depresi yang berisiko dan jika tidak ditangani dengan benar dapat berakibat buruk pada ibu dan anak. Hal tersebut memberikan pandangan tentang perlunya upaya untuk mencegah terjadinya depresi postpartum kepada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh intervensi self-help psychological terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah depresi postpartum.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan model kuasi eksperimental. Jumlah populasi penelitian adalah 155 ibu hamil pada wilayah kerja Puskesmas Darussalam di Kecamatan Aceh Besar pada tahun 2021. Jumlah sampel terpilih adalah 74 orang ibu hamil dengan 37 responden pada kelompok intervensi dan 37 responden pada kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner The Knowledge about Postpartum Depression Questionnaire (KPPD-Q) dan kuesioner Attitudes Toward Postpartum.Hasil: Intervensi self-help psychological berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah depresi postpartum (p=0,000). Terdapat perbedaan yang signifikan dari sisi pengetahuan dan sikap antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah intervensi Self-help psychological (p=0,000).Kesimpulan: Intervensi self-help psychological dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah depresi postpartum. Karakteristik responden berupa usia, tingkat pendidikan, dan usia kehamilan menjadi faktor pendorong peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut
Hubungan Iklim Organisasi dengan Kekerasan pada Perawat Teguh Mitra Surya; Syarifah Rauzatul Jannah; Fithria Fithria
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.6429

Abstract

This study aims to determine the relationship between organizational climate and workplace violence in nurses at the Aceh General Hospital. The method used is descriptive quantitative research design cross sectional study. The results showed that there was a significant relationship between organizational climate (p=0.000) and workplace violence in nurses at the Aceh General Hospital. The conclusion is that the better the organizational climate, the less the potential for workplace violence. The participation of hospital management is needed to prevent all forms of violence, therefore the hospital needs a good organizational climate by committing together in changing and creating a safe environment, facilitating staff needs, and controlling staff performance to achieve common goals. Keywords: Organizational Climate, Violence, Nurse
Hubungan Kemampuan Mobilitas dengan Pressure Ulcer pada Pasien Rawat Inap Juliana Juliana; Syarifah Rauzatul Jannah; Hilman Syarif
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.6998

Abstract

This study aims to determine the relationship between mobility ability and pressure ulcers in patients in the inpatient ward of the Aceh General Hospital. The method used is descriptive quantitative with a cross sectional research design. The results of the study showed that there was a relationship between mobility ability (p=0.000) and pressure ulcers in the inpatient room at Aceh General Hospital. The conclusion is that the lower the patient's level of mobility, the more severe the pressure ulcers they experience. Family participation is really needed to help patients who experience limited mobility so that they can still carry out routine repositioning. Key words: Mobilization ability; Inpatients, Pressure ulcers
PENERAPAN TERAPI MEMAAFKAN PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN: SUATU STUDI KASUS Ayu Lestari; Syarifah Rauzatul Jannah; Farah Dineva R
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan respons emosi yang muncul sebagai bentuk reaksi terhadap meningkatnya kecemasan, dirasakan sebagai suatu ancaman (diejek/dihina) dan ungkapan perasaan terhadap situasi yang tidak menyenangkan (keinginan tidak tercapai, rasa kecewa serta tidak puas). Perasaan terancam ini dapat berasal dari pengaruh lingkungan luar (penyerangan fisik, kehilangan orang terdekat dan masukan dari orang lain) dan pengaruh lingkungan dalam (kegagalan di dunia kerja, perasaan tidak mendapatkan perhatian dan ketakutan terhadap penyakit fisik). Studi kasus ini bertujuan untuk mampu melakukan asuhan keperawatan secara holistik dengan pendekatan proses keperawatan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan adalah melakukan studi kasus selama 6 hari dengan memberikan asuhan keperawatan jiwa terdiri dari pengkajian, penentuan diagnosa, penyusunan intervensi, pelaksanaan implementasi dan evaluasi. Hasil studi kasus yang didapatkan adalah pasien mampu memahami Strategi Pelaksanaan (SP) dan terapi memaafkan yang telah diajarkan serta mampu diaplikasikan selama dirawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Berdasarkan hasil studi kasus direkomendasikan agar lebih memperhatikan dan lebih memperkuat peran perawat melalui pemberian terapi sebagai aktivitas yang dapat diterapkan pada pasien dengan masalah kesehatan jiwa, khususnya pasien dengan risiko perilaku kekerasan.
EFEKTOR ADAPTASI DENGAN STRES PADA TAHANAN putri hayatul jannah; syarifah rauzatul jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan respon yang sering dialami oleh tahanan saat berada di rutan, perubahan tempat tinggal baru akan mengakibatkan stresor bagi kehidupan yang berat pada tahanan sehingga mengalami stres. Adaptasi sangat berpengaruh besar bagi tahanan yang sedang menjalani hukuman, karena tahanan harus menyesuaikan diri dengan tempat tinggal baru atau lingkungan sekitar di rumah tahanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan efektor adaptasi dengan stres pada tahanan . Penelitian ini dilakukan pada tanggal 04-06 juni 2017. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlative dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah purposive sampling dengan rumus Lameshow sebanyak 74 responden. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner terdiri dari data demografi, efektor adaptasi, dan stres keseluruhan terdiri dari 44 pernyataan yang dibagikan langsung pada 74 responden. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan dari 74 responden, sebanyak 41 responden (89,1%) mendapatkan efektor adaptasi buruk. Sedangkan untuk stres didapatkan sebanyak 41 (89,1%) responden mengalami stres sedang. Hasil uji chi-square diperoleh p-value = 0,001 (α=0,05) yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara efektor adaptasi dengan stres pada tahanan. Diharapkan kepada pegawai Rumah Tahanan dan sipir untuk mengingatkan pihak keluarga untuk selalu memberi motivasi kepada tahanan agar dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan di rumah tahanan yang berkaitan dengan efektor adaptasi dengan stres pada tahanan. 
TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT nelfi ahul lishani; syarifah rauzatul jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan keadaan emosi dan pengalaman perasaan seseorang, kecemasan dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada keluarga pasien stroke. Adanya salah satu anggota keluarga inti yang mengalami stroke dan dirawat inap dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan keluarga pasien stroke yang di rawat di Ruang Mina 1 dan Mina 2 Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling menggunakan metode Convinience Sampling. Pengumpulan data dilakukan tanggal 7-21 Juni 2018. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada kecemasan 7 responden (21,2%), kecemasan ringan 6 responden (18,2%), kecemasan sedang 10 responden (30,3%), kecemasan berat 6 responden (18,2%) dan kecemasan berat sekali/panik 4 responden (12,1%). Direkomendasikan bagi tenaga kesehatan untuk dapat melakukan pendekatan dengan keluarga pasien, meningkatkan komunikasi dan memberikan informasi tentang keadaan dan kondisi pasien, memberikan perhatian terhadap kebutuhan psikologis keluarga pasien secara lebih mendalam, sehingga membantu mengurangi kecemasan dan dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga pasien.
HUBUNGAN KEDEKATAN AYAH DENGAN PENINGKATAN EMOSI POSITIF PADA REMAJA PUTRI DI PESANTREN Dhenok Megawulandari; Syarifah Rauzatul Jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedekatan ayah dengan anak, khususnya remaja putri selama ini lebih digambarkan sebagai sikap kepatuhan dan penyokong materi. Namun, lebih dari itu, kedekatan ayah berhubungan erat dengan perkembangan psikologis pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat  hubungannya kedekatan ayah dengan peningkatan emosi positif pada remaja putri yang berada di pesantren Banda Aceh. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh santri kelas VII di Pesantren Darul Ulum Banda Aceh tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengambilan sampel yakni nonprobability sampling menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria khusus yang telah ditentukan. Jumlah sampel sebanyak 49 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan empat kuesioner yaitu, kuesioner demografi, Nurturant Fathering Scale, Father Involvement Scale, dan Scale of Positive and Negtive Experience (SPANE). Hasil penelitian didapatkan nilai skala pengasuhan ayah (Nurturant Fhatering) berada pada kategori baik (93,9%),  nilai keikutsertaan ayah yang dilaporkan (Reported Father Involvement) berada pada kategori baik (91,8%), nilai keikutsertaan ayah yang diharapkan (Desired Father Involvement) berada pada kategori baik (93,9%), dan nilai emosi berada pada kategori positif (83,7%). Analisis hasil menggunakan uji Chi-Square dengan hasil terdapat hubungan antara kedekatan ayah dengan peningkatan emosi positif pada remaja putri di pesanren Banda Aceh dengan p-value 0,003 α (0,05) pada aspek Nurturant Fathering dan p-value 0,000 α (0,05) pada Reported Father Involvement serta p-value 0,003 α (0,05) pada aspek Desired Father Involvement. Direkomendasikan kepada pihak pesantren untuk memberikan edukasi kepada orang tua khususnya ayah agar dapat meningkatkan keterlibatan dalam pegasuhan dengan anak antara lain dengan memberikan saran dan masukan, lebih banyak menyediakan waktu untuk sharing minat dan bakat, bermain, serta terlibat dalam aspek sosial pertemanan remaja putri.