Articles
TINGKAT STRES AKADEMIK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS SELAMA PROSES PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Siska Damayanti;
Syarifah Rauzatul Jannah;
Nevi Hasrati Nizami
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stres akademik adalah suatu kondisi dimana terjadi ketidaksesuaian antara tuntutan sekolah dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa sehingga siswa akan terbebani oleh berbagai tuntutan yang diberikan sekolah atau akademik. Berbagai keluhan yang dihadapi siswa jika terjadi secara terus-menerus dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah pada masa pandemi Covid-19 akan dapat menyebabkan stres akademik yang mampu mengganggu aktivitas siswa sehari-hari dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat stres akademik siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Banda Aceh selama proses pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan desain cross-sectional study. Populasi penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Banda Aceh yang berjumlah 542 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah 230 responden. Data diambil dengan menggunakan 2 kuesioner baku yaitu kuesioner Educational Stress Scale For Adolescents (ESSA) yang terdiri dari kuesioner data demografi dan kuesioner yang berisi 16 item pertanyaan tentang stres akademik pada siswa sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 161 responden (70%) mengalami tingkat stres akademik tinggi dan 69 responden (30%) mengalami tingkat stres akademik rendah, sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya terjadi stres akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas pada masa Pandemi Covid-19. Diharapkan kepada tenaga pendidik agar dapat mengurangi tekanan yang berat dalam proses pembelajaran sehari-hari disekolah.
PENGAWASAN ORANG TUA DENGAN DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA
Widia riski pratiwi;
Syarifah Rauzatul Jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Remaja merupakan masa transisi dan perubahan fisik serta perkembangan psikoseksualnya sangat labil dan mudah dipengaruhi oleh eksternal seperti pengaruh media sosial yang berdampak negatif yaitu cyberbullying dan cybersex. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengawasi remaja saat menggunakan media sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengawasan orang tua dengan dampak penggunaan media sosial. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif. Populasi adalah seluruh siswa/i kelas X SMAN 8 Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan rumus Slovin , sebanyak 68 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 26-27 April 2017. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dibuat peneliti dengan menggunakan metode angket. Hasil penelitian didapatkan dari 68 responden, pengawasan orang tua berada pada kategori pengawasan otoritatif sebanyak 48 responden (70,6 %). Sedangkan dampak penggunaan media sosial didapatkan sebanyak 36 responden (52,9%) mendapatkan dampak negatif. Hasil uji chi-square diperoleh pengawasan orang tua dengan dampak penggunaan media sosial p-value = 1,000 (α=0,05) yang berarti Ho diterima berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengawasan orang tua dengan dampak penggunaan media sosial pada remaja. Diharapkan kepada orang tua dan pihak sekolah untuk memantau aktivitas penggunaan media sosial remaja selama berada di rumah dan di lingkungan sekolah.
PENERAPAN TERAPI DZIKIR PADA RESIDEN DENGAN KOPING TIDAK EFEKTIF : SUATU STUDI KASUS
Wika Utari;
Syarifah Rauzatul Jannah;
Rudi Alfiandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 4 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Koping tidak efektif pada pengguna NAPZA adalah suatu kondisi dimana individu tidak mampu untuk mengatasi keinginan untuk penggunaan NAPZA sehingga residen kembali mengalami kekambuhan (relaps). Strategi koping merupakan suatu cara atau upaya yang dapat digunakan pengguna NAPZA untuk mengatasi koping tidak efektif, salah satu strategi koping yang dapat digunakan adalah terapi dzikir. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan secara menyeluruh dengan penerapan terapi dzikir di ruang Instalasi Rehabilitasi NAPZA Rumah sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan adalah dengan melaksanakan asuhan keperawatan selama 5 hari pada residen dengan koping tidak efektif. Hasil pada studi kasus ini adalah residen mampu melakukan kembali cara afirmasi atau perilaku positif, mampu mempraktikan kembali terapi dzikir yang sudah diajarkan dan residen merasa terapi dzikir membuat residen merasa lebh tenang, nyaman dan pikirannya menjadi teralihkan. Kesimpulannya setelah diberikan intervensi dan terapi dzikir, residen dapat mengubah perilakunya dari perilaku maladaptif menjadi perilaku adaptif. Diharapkan kepada Instalasi Rehabilitasi NAPZA dapat meningkatkan terapi dzikir ke dalam program yang sudah dilaksanakan.
HUBUNGAN INTERNET ADDICTION DENGAN KUALITAS TIDUR REMAJA
Wika Utari;
Syarifah Rauzatul Jannah;
Nova Fajri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Remaja membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan psikologis. Namun, penggunaan internet pada remaja yang semakin meningkat dapat membuat remaja mengalami kecanduan terhadap internet. Hal ini dapat berdampak pada kualitas tidur remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara internet addiction dengan kualitas tidur remaja di Kabupaten Bener Meriah. Desain penelitian yang digunakan adalah descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMA N 3 Timang Gajah yang berjumlah 179 dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Untuk melihat tingkat internet addiction menggunakan kuesioner Internet Addiction Test (IAT) dan untuk melihat kualitas tidur remaja menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisa data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan internet addiction dengan persentase terbanyak adalah internet addiction sedang yaitu sebanyak 53,1%, sedangkan untuk kualitas tidur sebanyak 54,2% remaja memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil uji chi square didapatkan P Value = 0,001 (P value 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara internet addiction dengan kualitas tidur remaja di Kabupaten Bener Meriah. Diharapkan pada remaja yang menggunakan internet mampu mengatur waktu penggunaan internet sehingga tidak mengganggu kualitas tidur selama pandemi covid 19.
GAMBARAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Zafira Nabilah;
Syarifah Rauzatul Jannah;
Aiyub Aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan media sosial semakin meningkat. Mahasiswa adalah populasi yang rentan terhadap ketergantungan penggunaan internet daripada kelompok masyarakat yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan media sosial pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik simple random sampling digunakan untuk menentukan 254 responden sebagai objek penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner data demografi dan Social Media Addiction Student Form (SMAS-SF). Analisa data statistika deskriptif digunakan pada penelitian ini. Penelitian didapatkan hasil yaitu, penggunaan media sosial pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala didapatkan skor median 89, minimum 45 dan maksimum 124, dan mayoritas pengguna media sosial pada kategori sedang. Media sosial yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa dalam penelitian ini adalah WhatsApp (100%), Instagram (97,2%) dan Youtube (78%). Seseorang yang mengalami kecanduan media sosial disebabkan oleh terlalu lama mengakses media sosial dalam seharihari sehingga berkurangnya kegiatan produktifitas dalam kehidupan nyata. Diharapkan bagi pengguna media sosial bisa mengurangi durasi dalam menggunakan media sosial supaya tidak adanya efek negatif yang ditimbulkan.
STRES DENGAN STRATEGI KOPING KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA SKIZOFRENIA
robertus malau;
syarifah rauzatul jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stres pada keluarga merupakan sebuah krisis, dimana untuk mengatasinya diperlukan strategi koping yang tepat sebagai upaya pemecahan masalah atau mengurangi stres selama melakukan perawatan pada anggotakeluarga yang menderita skizofrenia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stres dengan strategi koping keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita skizofrenia di wilayah kerja PuskesmasKuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 44 keluarga, dengan menggunakan tenik pengambilan sampel total sampling.Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 6-28 Juni 2018. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu Perceived Stress Scale (PSS-10) dan Brief Cope, dengan metode wawancara. Pengolahan data menggunakan Chi-Square Test (X2). Hasil penelitian diketahui ada hubungan stres dengan strategi koping keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita skizofrenia (p=0,00). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada pihak Puskesmas untuk dapat memberikan edukasi serta evaluasi tentang perawatan skizofrenia oleh keluarga secara berkala, selain sebagai bentuk support system dari pihak Puskesmas kepada keluarga, juga dapat sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam melakukan tugas dan fungsi keluarga dalam kesehatan saat merawat anggota keluarganya yang sakit. Dengan adanya pemahaman yang baik tentang perawatan skizofrenia diharapkan stres keluarga dapat diminimalisir, dengan cara melakukan strategi koping yang adaptif saat menghadapi stresor.
HUBUNGAN ANTARA SISTEM PEMBELAJARAN DENGAN TINGKAT STRESS DAN ADAPTASI PADA SISWA PESANTREN ACEH BESAR
siska millasari;
Syarifah Rauzatul Jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pesantren memiliki cara pendidikan yang berbeda dengan sekolah pada umumnya, di pesantren mempunyai dua sistem pembelajaran umum dan madrasah, sehingga dapat memicu resiko stress bagi pelajar. Stress diakibatkan karena interaksi yang didapat ketika menjalani interaksi sosial baik dari teman, dari orang lain maupun masalah pelajaran yang dianggap sulit. Untuk mengatasi stress maka pelajar harus dapat beradaptasi terhadap sistem pembelajaran selama belajar di pesantren. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sistem pembelajaran dengan tingkat stress dan adaptasi siswa di pesantren. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode correlation study dan desain cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Kuesioner yang digunakan ada 3, dua kuesioner dikembangkan sendiri (Sistem Pembelajaran Adaptasi) dan satu diantaranya kuesioner baku (Depression Ansiety Stress Scales (DASS 21)), dan Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling berjumlah 104 responden. Hasil penelitian dianalisa menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara sistem pembelajaran dengan tingkat stress (0,000) dan hubungan antara sistem pembelajaran dengan adaptasi (0,028) pada responden. Diharapkan kepada siswa agar dapat beradaptasi dengan baik dilingkungan pesantren dan mengurangi faktor-faktor yang menimbulkan stress. Kepada para pengajar diharapkan agar memberikan pembelajaran dengan belajar dilapangan atau piknik sambil mengajar untuk menghindari terjadinya stress selama berada di pesantren.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KUALITAS TIDUR PADA KEJADIAN PREMENSTRUASI SINDROM
Farah Shiba Hanin;
Syarifah Rauzatul Jannah;
Nevi Hasrati Nizami
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ketidakseimbangan hormonal pada fase luteal dalam siklus menstruasi menyebabkan timbulnya premenstruasi sindrom atau perubahan tanda dan gejala secara fisik, psikologis, dan perilaku. Dampak psikologis pada wanita prementruasi sindrom yaitu stress. Stress pada wanita premenstruasi sindrom dapat menyebabkan timbulnya masalah tidur, sehingga mempengaruhi kualitas tidur pada saat menjelang menstruasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kualitas tidur pada kejadian premenstruasi sindrom mahasiswi Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi aktif Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala dari angkatan 2017 hingga 2020. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah responden yang bersedia sebanyak 501 responden. Penelitian ini menggunakan tiga kuesioner, yaitu Shortened Premenstrual Assesment Form (sPAF) untuk mengukur premenstruasi sindrom, Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur tingkat stress, dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan media google form. Hasil menunjukkan bahwa 348 (69,5%) responden berada pada kategori tidak ada gejala higga gejala ringan, sedangkan 153 (30,5%) gejala sedang hingga berat premenstruasi sindrom. Terdapat 398 (79,4%) responden menglami tingkat stress sedang dan 345 (68,9%) memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat stress dengan kualitas tidur (p = 0,000) pada kejadian premenstruasi sindrom mahasiswi Universitas Syiah Kuala. Diharapkan mahasiswi mampu mengelola tingkat stress pada saat mengalami premenstruasi sindrom, serta meningkatkan kualitas tidur menjelang munculnya menstruasi.
GAMBARAN TUGAS CAREGIVER DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI
cut rita maharani;
Syarifah rauzatul Jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keluarga merupakan faktor penting yang menentukan berhasil tidaknya asuhan keperawatan yang diberikan. Kemampuan keluarga dalam merawat anggota dengan halusinasi seperti mampu mengenal masalah, mengambil keputusan, menggunakan fasilitas kesehatan dan memodifikasi lingkungan mempengaruhi kekambuhan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tugas caregiver dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi di Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional.Penelitian dilakukan di Kecamatan Banda Raya Banda Aceh pada tanggal 5 hingga 6 Juni 2018 dengan bantuan 4 enumerator. Jumlah responden sebanyak 96 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuisioner yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besartugas caregiver berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 84 responden (87,5%).Dari hasil penelitian disarankan kepada Puskesmas Banda Raya untuk meningkatkan penyuluhan kepada keluarga dan masyarakat dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan persepsi sensori sehingga memberikan pemahaman yang baik dan menghilangkan stigma negatif.
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA KLIEN GANGGUAN JIWA
intan sukma sari;
syarifah rauzatul jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah kesehatan jiwa saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan didunia termasuk di Indonesia, dengan berbagai faktor terjadi maka jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah. Salah satu gangguan jiwa kronik yang menjadi perhatian ialah Skizofrenia, karena skizofrenia rentan terkena stress, sehingga membutukan dukungan keluarga dalam memenuhi kebutuhan spiritual guna meningkatkan kualitas hidup klien gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran dukungan keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien gangguan jiwa di Kecamatan Blang Bintang Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive dengan pendekatan cross sectional study dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan pada tangga l 3 sampai 8 Juni 2017 dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dalam bentuk skala likert. Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa dukungan keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien gangguan jiwa pada kategori baik 68,9%, dukungan emosional keluarga pada kategori baik 75,6%, dukungan penilaian/penghargaan keluarga pada kategori baik 66,7%, dukungan instrumental keluarga pada kategori baik 62,2%, dan dukungan informasional keluarga juga pada kategori baik 66,7%. Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan dukungan keluarga harus dipertahankan dalam memenuhi kebutuhan spiritual pada klien gangguan jiwa terutama pada dukungan emosional dan dukungan penilaian, sehingga anggota keluarga mampu dalam memenuhi kebutuhan spiritual.