Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Kommunity Online

POKOK-POKOK PIKIRAN PENDIDIKAN PERTANIAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI Yoyon Haryanto; Zahron Helmi
Jurnal Kommunity Online Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Kommunity Online
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FIDIKOM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.429 KB) | DOI: 10.15408/jko.v1i1.17706

Abstract

AbstractAgriculture which is a potential sector needs to be developed and supported by adequate human resources. One of them is through the role of education so that the human resources produced by formal education are able to become business actors in the agricultural sector (off farm) and be able to become main actors / farmers (on farm). Seeing this, there is a huge opportunity for the Ministry of Agriculture through The Agricultural Human Resource Extension and Development Agency (BPPSDMP) encourages educational institutions that are owned with a vocational education pattern that further emphasizes their abilities and skills because almost 70% of the education base is practice and 30% is theory, to contribute to alumni taking part further in the broader field of agriculture in Indonesia. Especially one of them is to be an alternative to motivate the interest of the younger generation in the business sector in the agricultural sector. However, the presence of the era of information technology is a challenge in itself to combine agriculture, educational expectations and information technology itself. The era of Information Technology must be used as a means to maintain and improve the quality and quantity of agricultural human resources. Information technology must be adapted and utilized more optimally. These studies and thoughts are an alternative in welcoming the regeneration of agriculture that is more competitive, professional and has a strong agricultural character.Keywords: agriculture; education; information TechnologyAbstrakPertanian yang merupakan sektor potensial perlu dikembangkan dan didukung oleh sumber daya manusia yang memadai. Salah satunya melalui peran pendidikan agar sumber daya manusia yang dihasilkan oleh pendidikan formal tersebut mampu menjadi pelaku usaha di bidang pertanian (off farm) dan mampu menjadi pelaku utama/petani (on farm).Melihat hal tersebut terbuka peluang yang sangat besar untuk Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mendorong lembaga pendidikan yang dimiliki dengan pola pendidikan vokasi yang lebih menonjolkan kemampuan dan keterampilan karena basis pendidikan yang hampir 70% adalah praktik dan 30%nya lagi adalah teori, untuk memberikan sumbangan alumni-alumninya berkiprah lebih jauh dalam bidang pertanian secara luas di Indonesia. Terutama salah satunya adalah menjadi alternatif penggerak minat generasi muda pada bidang usaha di sektor pertanian. Namun, hadirnya era teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri untuk memadukan antara pertanian, harapan pendidikan dan teknologi informasi itu sendiri.Era Teknologi Informasi harus dijadikan sarana untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM Pertanian. Teknologi Informasi harus diadaptasi, dimanfaatkan lebih optimal. Telaahan dan pemikiran ini menjadi salah satu alternatif dalam menyongsong regenerasi pertanian lebih berdaya saing, profesional dan memiliki karakter pertanian yang kuat.Kata kunci: pertanian; pendidikan; teknologi informasi
TINGKAT ADOPSI INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI SAWAH Gunawan Gunawan; Yoyon Haryanto
Jurnal Kommunity Online Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Kommunity Online
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FIDIKOM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.783 KB) | DOI: 10.15408/jko.v1i2.20200

Abstract

AbstractIntegrated Crop Management (ICM) is one model or approach to the management of rice farming, by implementing various components of cultivation technology that provides a synergistic effect.The objectives of this research were to analyzes farmer's perception of the nature of innovation ICM, ICM analyze the level of innovation adoption in Sukajaya paddy fields, and analyzes the factors that influence the adoption of innovation ICM. The research location in  Pasirmadang Village, Bogor. The research approach was quantitative and sampling was done by Slovin method. The method used was a survey, followed by a descriptive analysis. The data is processed and analyzed using path analysis. The results showed the farmer's perception of the component technology innovation that includes ICM rice varieties, cropping systems, organic materials, intermittent irrigation, pest and disease control, and from administration of harvest and post-harvest in Bogor (Sukajaya) included in either category. The level of innovation adoption of ICM in Sukajaya is medium category. Factors that influence the rate of innovation adoption in Sukajaya Bogor is the perception of farmers towards innovation ICM  paddy. Perception of farmers on paddy ICM innovation can be enhanced through improved farmer experience and availability of information and the means of production.Keywords: Perception; inovation adoption; Integrated Crop ManagementAbstrakPengelolaan Tanaman Terpadu atau PTT padi sawah, merupakan salah satu model atau pendekatan pengelolaan usaha tani padi, dengan mengimplementasikan berbagai komponen teknologi budidaya yang memberikan efek sinergis.Tujuan penelitian ini adalah untuk: menganalisis persepsi petani terhadap sifat inovasi PTT, menganalisis tingkat adopsi inovasi PTT padi sawah di Kecamatan Sukajaya, dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap adopsi inovasi PTT. Lokasi penelitian di Desa Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Slovin. Sampel penelitian ini berjumlah 71 orang dari 243 orang populasi. Metode yang digunakan adalah survey, dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani terhadap komponen teknologi inovasi PTT padi yang meliputi varietas unggul, sistem tanam, bahan organik, pengairan berselang, pengendalian hama penyakit, dan pengananan panen dan pasca panen di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor termasuk dalam kategori baik. Tingkat adopsi inovasi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor termasuk kategori sedang. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi PTT padi di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor adalah persepsi petani terhadap inovasi PTT padi sawah. Persepsi petani terhadap inovasi PTT padi sawah dapat ditingkatkan melalui peningkatan pendidikan non formal petani, pengalaman berusaha tani, ketersediaan informasi dan sarana produksi.Kata kunci: persepsi; adopsi inovasi; PTT padi sawah
ANALISIS KEMITRAAN PETANI BUNGA KRISAN (Chrysanthemum spp) DI KECAMATAN SUKARESMI KABUPATEN CIANJUR PROVINSI JAWA BARAT Pratama, Yoga Mitra; Haryanto, Yoyon; Musyarofah, Neni
Jurnal Kommunity Online Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kommunity Online
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FDIKOM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jko.v5i1.39258

Abstract

Kemitraan merupakan jawaban dari sulitnya petani dalam memasarkan bunga krisan. Kemitraan dapat menjadi solusi dari permasalahan banyaknya bunga krisan yang tidak dapat dipasarkan dengan baik, bunga krisan yang lebih rentan rusak, tidak memadainya sarana dan prasarana, keuntungan yang diperoleh sedikit ketika dijual kepada tengkulak, serta tidak konsistennya  keuntungan yang diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemitraan petani bunga krisan dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kemitraan petani bunga krisan, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan kemitraan petani bunga krisan. Penelitian dilaksanakan mulai Maret-Juni 2023 di Desa Cibadak, Ciwalen, dan Pakuon Kecamatan Sukaresmi. Populasi diambil secara  purposive sehingga diperoleh populasi sebanyak 120 orang. Sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sebanyak 55 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan didukung oleh data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Teknik yang digunakan untuk menganalisis variabel faktor internal (X₁), faktor eksternal (X₂), sifat kemitraan (X₃), dan kemitraan (Y) adalah  analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan sudah berjalan dengan baik dengan tingginya tingkat keterlibatan, keaktifan, serta konsistensi petani dalam menjalin kemitraan. Ketiga variabel penelitian memiliki kontribusi terhadap kemitraaan sebesar 56,1% dan sebesar 43,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian. Faktor eksternal merupakan variabel yang berpengaruh nyata terhadap kemitraan petani bunga krisan. Strategi untuk meningkatkan kemitraan dilakukan melalui kegiatan penyuluhan berdasarkan indikator pada faktor eskternal yang masih lemah pada petani yaitu indikator kegiatan penyuluhan, akses informasi, dan dukungan pemerintah.