Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Why Does Women's Underrepresentation Transpire in the Leadership of Indonesian State Islamic Universities? Abidin, Zainal; Ghani, Muhammad Faizal A.; Pabbajah, Mustaqim; Fatmawati, Erma
JURNAL AL-TANZIM Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v7i3.5914

Abstract

Underrepresentation of women still occurs in the top-level management of higher education, including in State Islamic Higher Education (SIHE/PTKIN) in Indonesia, a country with the largest Muslim population in the world. This study aims to reveal the portrait of women's underrepresentation in the top-level management of SIHE, the determinant factors that cause the underrepresentation of women in the top-level management of SIHE, and the policies that need to be taken in response to the underrepresentation of women in top-level management of SIHE. A qualitative approach was chosen for this study by collecting data using interviews and document reviews. It objectively shows the inequality between women and men in top-level management. Men still dominate strategic positions such as rector, vice-rector, and dean. This inequity is caused by qualification barriers of female lecturers, patriarchal culture, and gender-biased religious understanding. This inequity has an impact on the slow realization of gender-responsive campuses. Thus, through the Ministry of Religious Affairs, the Government must make affirmative policies to accelerate women's representation at the management level of SIHE so that more women occupy the positions of rector, vice-rector, and dean.
Reconceptualizing Assessment in Islamic Education: A Critical Review of Madrasah Evaluation Practices in the 21st Century Fatmawati, Erma
Journal of Quality Assurance in Islamic Education (JQAIE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Quality Assurance in Islamic Education (JQAIE)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/jqaie.v5i2.2376

Abstract

This research aims to recontextualize the concept of assessment in Islamic education, particularly in madrasah institutions, to align with 21st-century demands. Using a library research approach, this study critically examines academic literature, educational policies, and the results of previous studies on the evaluation of learning in madrasas. The analysis used thematic and reflective synthesis to identify conceptual gaps and opportunities for developing a more comprehensive assessment model. The results of the study show that assessment practices in madrassas are still dominated by a cognitive approach and by the measurement of learning outcomes oriented toward memorization. The affective, spiritual, and social dimensions have not received adequate attention in the evaluation system. This condition underscores the urgent need to build an integrative, holistic, and Islamic-values-based assessment paradigm. Assessment is not only a tool for measuring academic achievement but also a means of building students’ character, morals, and spiritual awareness. This study emphasizes that recontextualizing madrasah assessments is a strategic step toward improving the quality of Islamic education. The theoretical implications lie in strengthening the concept of value-based evaluation, while the practical implications encourage teachers and educational institutions to develop assessment models that are humanistic and oriented towards the formation of human beings.
Pengaruh Implementasi Kebijakan Transformasi Digital Terhadap Kinerja Guru Di Sekolah Sholeha, Fina Wildania; Irfan, M; Fauzi, Imron; Fatmawati, Erma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4020

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan dasar menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran di era teknologi. Namun, implementasinya di sekolah dasar tidak selalu berjalan mulus karena masih ditemui kendala berupa keterbatasan sarana TIK, belum meratanya pelatihan guru, serta tantangan adaptasi terhadap kebijakan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi kebijakan transformasi digital terhadap kinerja guru sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto dan melibatkan 92 guru yang dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana berbantuan SPSS versi terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,456. Temuan ini mengindikasikan bahwa 45,6% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kualitas implementasi kebijakan digital, terutama melalui penyediaan infrastruktur TIK, pelatihan digital yang relevan, serta dukungan kepala sekolah dalam penerapan teknologi pembelajaran. Hasil ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan perangkat, tetapi juga oleh kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam aktivitas pedagogis. Dengan demikian, penguatan kebijakan digitalisasi sekolah dasar menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja guru serta efektivitas pembelajaran berbasis teknologi.  
TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS SEBAGAI PILAR GOOD GOVERNANCE DALAM MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Puspita W, Dhevin M.Q Agus; Tabrani, Abd Muis; Fatmawati, Erma; Pramitha, Devi
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan analitis peran transparansi dan akuntabilitas sebagai pilar utama good governance dalam manajemen lembaga pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin kuatnya tuntutan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel seiring dengan meningkatnya keterlibatan publik serta regulasi pengelolaan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur deskriptif-analitis terhadap buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan yang relevan dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis tematik yang disintesis secara konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme administratif dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam, tetapi juga memiliki landasan normatif yang kuat dalam ajaran Islam melalui nilai amanah, ṣidq (kejujuran), dan mas’ūliyyah (tanggung jawab). Transparansi berperan penting dalam membuka akses informasi, memperkuat pengawasan publik, serta meningkatkan partisipasi pemangku kepentingan, sedangkan akuntabilitas menjadi mekanisme pertanggungjawaban yang mencakup dimensi administratif, profesional, dan spiritual. Integrasi prinsip good governance dengan nilai-nilai Islam terbukti berkontribusi terhadap peningkatan mutu kelembagaan dan penguatan kepercayaan publik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pelaporan, pengawasan internal, dan budaya organisasi berbasis etika dan spiritualitas Islam sebagai strategi pengembangan manajemen lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan
Pengembangan Media Pecahan Berbasis Demonstrasi pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Swasta Islam Ulul Albab Jember Ubaidillah, Sofwan Roif; Farihah, Umi; Fatmawati, Erma; Usriyah, Lailatul
Itqan: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 2 (2025): ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/itqan.v16i2.4581

Abstract

Mathematics learning in primary schools is often perceived as challenging and uninteresting by students, particularly in fraction topics that require strong visualization skills. This study aims to develop a demonstration-based fraction media designed to help students understand fraction concepts through concrete and interactive learning experiences. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation, involving 25 third-grade students from SDS Islam Ulul Albab Jember. Data were collected through expert validation sheets, student response questionnaires, and pre-test and post-test assessments. The validation results showed average scores of 4.90 from media experts, 4.90 from material experts, and 4.50 from the classroom teacher, all falling under the “highly feasible” category. Student responses were also very positive, with an average score of 4.98. The effectiveness of the media was reflected in a substantial improvement in learning outcomes, with the average score increasing from 62.4 (pre-test) to 86.7 (post-test). These findings indicate that the demonstration-based fraction media is effective, engaging, and capable of enhancing students’ understanding of fraction concepts. Therefore, this media is recommended as an alternative instructional tool to support mathematics learning in primary schools, especially for topics that require visual and manipulative understanding.
Transformasi Pesantren di Era Globalisasi Digital: Inovasi Pendidikan Islam dan Adaptasi Kelembagaan Puspita W, Dhevin M.Q Agus; Tabrani, Abd Muis; Fatmawati, Erma; Pramitha, Devi
Journal of Islamic Education and Pedagogy Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember (UAS Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/jiep.v3i1.2879

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki daya tahan historis dan peran strategis dalam pembentukan karakter, moralitas, serta tradisi keilmuan umat Islam. Dalam konteks globalisasi digital, pesantren dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, seperti disrupsi teknologi, perubahan paradigma pembelajaran, serta tuntutan kompetensi global yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut menuntut pesantren untuk melakukan transformasi agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai kepesantrenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi pesantren di Indonesia dalam menghadapi era globalisasi digital, dengan menitikberatkan pada inovasi pendidikan Islam dan adaptasi kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis berbasis studi literatur dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola transformasi pesantren secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pesantren berlangsung secara gradual, kontekstual, dan berbasis nilai. Inovasi pendidikan Islam tercermin dalam integrasi kurikulum agama dan ilmu umum, pembaruan metode pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital secara selektif dan beretika. Pada aspek kelembagaan, pesantren melakukan adaptasi melalui modernisasi tata kelola, profesionalisasi manajemen, fleksibilitas struktur organisasi, serta penguatan jejaring dan kemitraan strategis, tanpa menghilangkan peran sentral kiai sebagai penjaga nilai dan otoritas moral. Seluruh proses transformasi tersebut dijiwai oleh dimensi humanis pesantren yang meneguhkan nilai keislaman, akhlak, dan moderasi beragama. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian pesantren kontemporer dan menawarkan kerangka transformasi pesantren yang berkelanjutan di era globalisasi digital.
Transformasi Tata Kelola Filantropi Islam Urban: Studi Kasus Model Pemberdayaan Sosioekonomi Holistik Masjid Raya Bintaro Jaya Rizqiyah, Rizqiyah; Titiek, Titiek; Fatmawati, Erma; Wibowo, Wahyu
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15660

Abstract

This study examines the paradigm shift of contemporary Islamic philanthropy in Indonesia from traditional charity toward a systematic economic empowerment model aligned with Maqashid al-Sharia, particularly the protection of wealth (hifz al-mal). It aims to analyze the governance transformation at Masjid Raya Bintaro Jaya and to explore how the integration of trustworthiness (amanah) and professional ethics converts ZISWAF (zakat, infaq, sadaqah, and waqf) funds into instruments for competitive community economic self-reliance in a heterogeneous urban context. Employing a holistic case study design with a qualitative–interpretive approach, the research captures the institutional dynamics and governance practices in depth. The findings propose an integrative “Urban Islamic Philanthropy” model in which the mosque functions not only as a ritual space but also as a hub for socio-economic empowerment supported by modern accountability mechanisms and digital-based transparency. These results offer a practical roadmap for mosque managers (takmir) to optimize the socio-economic potential of the ummah through credible and sustainable governance.