Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perbandingan Kadar Hemoglobin Menggunakan POCT (Point Care Of Testing) dengan Alat Hematology Analyzer Pada Pasien Normal dan Anemia Fauzi, Anggi; Novilla, Arina; Ningrum, Nining Ratna; Herawati, Iis
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2329

Abstract

Di laboratorium pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan skrining, penggunaan alat bervariasi salah satunya adalah menggunakan POCT. Alasan penggunaan alat ini karena lebih efisien dibanding hematology analyzer, seperti pengerjaannya lebih mudah karena POCT biasanya bersifat portabel, sehingga bisa digunakan di berbagai lokasi tanpa perlu membawa sampel ke laboratorium pusat sehingga POCT bisa dijadikan alternatif pada kondisi tertentu. Alat POCT biasanya lebih murah untuk dibeli awalnya karena ukurannya yang kecil dan teknologi yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini membandingkan kadar hemoglobin yang diukur memakai alat Point of Care Testing (POCT) dan Hematology Analyzer pada pasien dengan kondisi normal, anemia sedang, dan anemia berat. Metode yang digunakan adalah penelitian komparatif dengan desain cross sectional. Besaran sampel digunakan dalam penelitian ini adalah 40 pasien dibagi secara proporsional menjadi 20 pasien dengan kadar hemoglobin normal, 10 pasien dengan anemia sedang dan 10 pasien dengan anemia berat. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin kategori normal pada POCT adalah 14,37 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 13,95 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia sedang pada POCT adalah 9,45 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 8,77 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia berat pada POCT adalah 6,42 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 5,82 mg/dL. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil uji Independent t-test ketiga kategori didapat nilai p value >0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan POCT dengan hematology analyzer. Kata Kunci: Point of Care Testing, Hematology Analyzer, Anemia
Dampak Gizi pada Perkembangan Kognitif Anak: Kajian Literatur dan Temuan Baru Afni, Fauza; Setianti, Yanti; Novilla, Arina; Hudzaifah, Hindun Mila; Rita, Rauza Sukma
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kognitif anak-anak adalah aspek penting dalam tahap pertumbuhan mereka, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk gizi. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki dampak gizi pada perkembangan kognitif anak-anak melalui tinjauan literatur yang mendalam dan penyajian temuan baru. Kami melakukan pencarian literatur yang cermat untuk mengidentifikasi penelitian-penelitian terbaru yang berkaitan dengan hubungan antara gizi dan perkembangan kognitif anak-anak. Dalam artikel ini, kami merangkum hasil penelitian yang mendukung hubungan positif antara asupan gizi yang baik dan perkembangan kognitif yang optimal pada anak-anak. Kami juga menyajikan temuan baru yang menggarisbawahi pentingnya nutrisi yang tepat dalam tahap-tahap kritis perkembangan kognitif. Kami menyoroti peran nutrisi kunci, seperti asam lemak omega-3, vitamin dan mineral tertentu, dalam perkembangan kognitif anak-anak. Selain itu, kami membahas implikasi kebijakan dan praktik gizi yang dapat membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak-anak. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi orangtua, pendidik, dan profesional kesehatan dalam memahami pentingnya nutrisi dalam mendukung perkembangan kognitif anak-anak. Temuan baru dalam penelitian ini dapat menjadi landasan bagi peningkatan program-program gizi dan intervensi yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi kognitif anak-anak.
EDUKASI ANEMIA PADA SISWA SMAN 1 BATUJAJAR KABUPATEN BANDUNG BARAT SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN ANGKA ANEMIA PADA REMAJA Novilla, Arina; Romlah, Sitti; Khristian, Erick; Herawati, Eki
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3599-3604

Abstract

Anemia adalah kondisi medis yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin, jumlah sel darah merah, dan hematokrit. Berdasarkan survei baseline Nutrition International (NI) di Jawa Barat pada tahun 2018, prevalensi anemia mencapai 41,93%. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan angka kejadian anemia yang cukup tinggi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sekitar 65% remaja tidak sarapan, 97% kurang mengonsumsi sayur dan buah, kurangnya aktivitas fisik, serta konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) yang berlebihan. Anemia pada remaja perlu mendapatkan perhatian khusus karena remaja yang mengalami anemia cenderung merasa lemah dan lesu, yang berdampak pada lambatnya aktivitas, termasuk belajar. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa kelas XII SMAN 1 Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, yang berjumlah 199 orang, terdiri dari 63 laki-laki dan 136 perempuan. Edukasi  anemia yang diberikan kepada siswa terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, ditunjukkan hasil pre test dengan nilai rata-rata 5,5 dan post test dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 8,0, yang menunjukkan peningkatan sebesar 69%.
Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) pada Perokok Terhadap Jumlah Leukosit Yulia Lisnur Hidayati, Yulia; Novilla, Arina; Khristian, Erick
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.542

Abstract

Teh merupakan minuman dengan urutan kedua yang banyak dikonsumsi di dunia. Salah satu jenis teh yang tumbuh subur di Indonesia adalah jenis teh hijau (Camellia sinensis). Teh hijau memiliki senyawa yang disinyalir mampu menjaga sistem imun seperti flavonoid, polipenol, saponin, tanin, alkaloid, dan glikosida. Flavonoid merupakan suatu senyawa yang dapat mencegah zat asing masuk ke dalam tubuh dengan mekanisme antioksidan. Leukosit merupakan suatu bagian sistem imun yang berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi zat asing. Jumlah leukosit dapat meningkat karena beberapa faktor seperti aktivitas fisik dengan intensitas berat, kandungan dalam rokok. Nikotin merupakan bagian di dalam rokok yang dapat melepaskan katekolamin, sekresi epinefrin, dan menstimulasi kelenjar adrenal untuk mensekresikan hormon kortikosteroid sehingga menyebabkan neutrofilia, limfopenia, dan eosinofilia. Asap rokok mengandung radikal bebas sehingga untuk itu diperlukan antioksidan agar radikal bebas tidak tinggi dalam tubuh salah satunya adalah sumber antioksidan dari alam yaitu teh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian teh hijau (camellia sinensis) pada perokok terhadap jumlah leukosit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analitik dengan sampel yang digunakan sebanyak 28 orang dan diukur jumlah leukosit sebelum dan setelah mengkonsumsi teh hijau. Pemeriksaan jumlah leukosit menggunakan alat Hematology analyzer Mindray BC 1800. Hasil penelitian  menunjukan nilai uji-t sebesar p-value > 0,05 yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap jumlah leukosit. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan tidak ada pengaruh pemberian teh hijau (Camellia sinensis) terhadap jumlah leukosit pada perokok.
Karakterisasi DNA Gen Beta Globin Berdasarkan Konsentrasi dan Kemurniannya Pada Talasemia β Minor Novilla, Arina; Romlah, Sitti; Khristian, Erick; Sari, Jesica Putri Puspita
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i2.3047

Abstract

Thalassemia minor is a heterozygous condition caused by a mutation in the β-globin gene, which results in a decrease in β-globin chain synthesis without severe clinical symptoms. Identification of mutations in the β-globin gene through DNA analysis is the main approach in the enforcement of the molecular diagnosis of thalassemia minor. The success of such analyses is greatly influenced by the concentration and purity of the DNA, as low-quality DNA can inhibit PCR amplification and decrease the accuracy of mutation detection. Therefore, the DNA characterization of β genes accompanied by evaluation of DNA concentration and purity due to DNA quality directly affects the success of molecular analyses such as PCR and DNA sequencing. The method of this study is an experiment, DNA Isolation using the Geneaid gSYNCTM DNA Extraction kit. The results of the DNA isolation process were then qualitatively examined using electrophoresis of a concentration of 1% on agarose gel. Based on the results, it can be concluded that the purity value in the range of 1.2-1.8, as many as 5 samples of purity is not good and 1 sample of purity is good, because  the purity value of good DNA is 1.8-2.0.  The results of DNA concentration were in the range of 18.6-41.5 ng/ul, as many as 1 sample of inadequate DNA concentration and 5 samples of adequate DNA concentration because the adequate DNA concentration was in the range of 20–100 ng/μL. Keywords: Beta globin gene, Concentration, Purity, Thalassemia β minor
Mangosteen Peel Extract (Garcinia mangostana L.) as a Potential Complementary of Leukemia Therapy: In Vitro and In Silico Studies Gondokesumo, Marisca Evalina; Novilla, Arina; Prahastuti, Sijani; Zahiroh, Fadhilah Haifa; Kusuma, Hanna Sari Widya; Widowati, Wahyu; Azis, Rizal; Hadiprasetyo, Dhanar Septyawan; Nurjamil, Aris Muhammad; Surakusumah, Wahyu; Adha, Khoerotul Nur Fadhilah
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol. 57 No. 2 (2025)
Publisher : Directorate for Research and Community Services (LPPM) ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.math.fund.sci.2025.57.2.3

Abstract

Leukemia is caused by abnormal white blood cell proliferation that leads to disruption of conventional blood cell functions. Mangosteen (Garcinia mangostana L.) contains phytochemical compounds with strong anticancer properties, according to various cancer studies. This study investigated the potential of mangosteen peel extract (MPE) as an anti-leukemia agent through molecular docking of LC-MS-identified compounds against FLT-1 and AKT proteins, followed by in vitro evaluation on HL-60 cells, namely cytotoxic (WST-8 assay), ROS levels and senescence (flow cytometry), and then FLT1 and AKT gene expression (qRT-PCR). LC-MS identified α-mangostin, β-mangostin, γ-mangostin, mangostinone, and epicatechin as the main compounds. Molecular docking revealed strong binding affinities from −8.5 to −9.9 kcal/mol against AKT, and from −9.0 to −9.9 kcal/mol against FLT-1. MPE (500 µg/mL) decreased cell viability and increased inhibition of HL-60 cells. Intracellular ROS levels decreased significantly at 0.6, 1.2, and 2.4 µg/mL MPE. MPE induced cell senescence especially at 1.2 and 2.4 µg/mL. Gene expression analysis revealed downregulation of AKT at 1.2 and 2.4 µg/mL and FLT1 at 2.4 µg/mL. These findings suggest that MPE may exert multifactorial anti-leukemic mechanisms, including apoptosis, ROS modulation, senescence induction, and regulation of AKT and FLT1 expression.