Claim Missing Document
Check
Articles

Kesiapan Menjalani Peran Sebagai Ibu pada Remaja Hamil Diluar Nikah Fadilah, Risydah; Fauza, Fadhillah; Khairina, Rizka; Mustika, Nining
Jurnal Wahana Konseling Vol. 8 No. 1 (2025): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v8i1.19531

Abstract

This study aims to explore the readiness of adolescents to become mothers who become pregnant outside of marriage, by considering various aspects of readiness to become mothers. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The subjects of this study were two respondents with the characteristics of adolescent girls who became pregnant outside of marriage, aged 15-20 years. The data collection technique in this study used a semi-structured interview technique. The results of the study indicate that both respondents still need guidance in preparing for their new role as mothers for their unborn children. Considering that they are still minors and still need support from experienced people. The recommendation from the results of this study is that pregnant adolescents need special assistance that includes education related to pregnancy, child care, and emotional support so that they are better prepared to assume the role of parents, for the sake of their own future and the future generations of the nation.
Pengaruh Regulasi Diri dan Keterlibatan Siswa terhadap Disiplin Positif dalam Program Buku Taat Dimayanti, Titin; Dewi, Salamiah Sari; Fadilah, Risydah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086004011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Disiplin Positif   dalam program buku taat dapat berpengaruh secara simultan pada  peningkatan Regulasi Diri dan Keterlibatan Siswa  di SMA Nurul Iman.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan koefisien determinasi melalui SPSS. Populasi penelitian berjumlah 535 siswa di SMA Nurul Iman, dengan sampel sebanyak 230 orang yang ditentukan menggunakan rumus Yamane Dari data  analisis regresi linear berganda menunjukkan nilai Y = 19,153 + 0,141 + 0,386 dapat dijelaskan bahwa Nilai koefisien  variabel regulasi diri menunjukkan sebesar 0,141 (< 0,05) maka disimpulkan terdapat pengaruh Disiplin poditif dalam meningkatkan regulasi diri artinya Hipotesis  diterima. Nilai koefisien  variabel keterlibatan siswa menunjukkan sebesar 0,386 (< 0,05) maka disimpulkan terdapat pengaruh disiplin positif dalam meningkatakan keterlibatan siswa di SMA nurul Iman artinya Hipotesis  diterima. Nilai koefesien determinasi ( R-Square) sebesar 0,55 atau 55%, yang berarti bahwa variabel independen, yaitu Regulasi Diri dan keterlibatan siswa, secara bersama-sama (simultan) mampu menjelaskan 55% variasi yang terjadi pada variabel dependen, yaitu Disiplin Positif  pada siswa. Sementara itu, Adjusted R Square sebesar 0,046 mengoreksi nilai R Square untuk jumlah variabel dan sampel yang digunakan, menunjukkan bahwa sekitar 4.6% perubahan dalam Disiplin Positif  dapat dijelaskan secara akurat oleh model regresi ini. Dengan demikian, sisanya sebesar 45% dijelaskan oleh faktor lain di luar model, yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Melalui Mediasi Kepercayaan Diri Ziliwu, Teti Kristiani; Fadilah, Risydah; Lubis, Suaidah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086100011

Abstract

Di lapangan, banyak siswa yang mendapatkan dukungan penuh dari orang tua, seperti fasilitas belajar yang memadai dan perhatian terhadap proses akademiknya, namun tetap menunjukkan motivasi belajar yang rendah. Sebaliknya, ada siswa yang dengan dukungan orang tua yang terbatas tetap memiliki semangat belajar tinggi. Perbedaan ini mengindikasikan adanya faktor lain yang memengaruhi hubungan antara dukungan orang tua dan motivasi belajar, salah satunya adalah kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empiris peran mediasi kepercayaan diri dalam pengaruh dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan sampel 243 siswa yang dipilih melalui teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen yang valid dan reliabel, yaitu: instrumen dukungan orang tua, motivasib belajar dan kepercayaan diri. Analisis data dilakukan menggunakan analisis path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri, dan kepercayaan diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar. Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan dari dukungan orang tua terhadap motivasi belajar melalui kepercayaan diri, yang menegaskan peran penting kepercayaan diri sebagai mediator.
Description of Risky Sexual Behavior in Men Indicated for HIV Balqish Rusli, Nisfi; Fadilah, Risydah; Fauzy Indrawan, Yudistira
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 4 (2025): Volume 13, Issue 4, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i4.21545

Abstract

Risky sexual behavior is any form of vaginal or anal sexual activity with a sexual partner that makes individuals more vulnerable to contracting sexually transmitted infections (STIs), including HIV, unwanted pregnancy, violence, and abortion. Men are at high risk of contracting and transmitting STIs by not using protection during sex, having multiple sexual partners, and having sex with strangers, such as sex with sex workers. This study applies a qualitative phenomenological approach with in-depth interviews analyzed using interpretive phenomenological analysis (IPA), aiming to explore the meaning of the experiences of risky sexual perpetrators. The snowball sampling technique was applied to recruit eight participants with the following criteria: sexually active men aged 19-40 years and having sex at an early age. This study obtained key findings, namely the description, factors, and impact of risky sexual behavior in men indicated by HIV. The description of risky sexual behavior includes sex at an early age, inconsistent condom use, multiple sexual partners, and sex with strangers. Factors of risky sexual behavior include watching pornography, sensation seeking, addiction, sexual satisfaction, and self-esteem. The impact of risky sexual behavior includes contracting STIs and regret over previous behavior. The implications of this research are that safe and healthy sexual behavior can be a method for preventing sexually transmitted infections, unwanted pregnancies, and violence. The health status of sexual partners can be identified early, thus preventing further transmission.Perilaku seks berisiko merupakan segala bentuk aktivitas seksual vaginal atau anal bersama pasangan seks sehingga menempatkan individu menjadi lebih rentan terjangkit penyakit menular seksual termasuk HIV, kehamilan tidak diinginkan, melakukan kekerasan, dan aborsi. Pria berisiko tinggi tertular dan menularkan dengan tidak memakai pengaman saat melakukan seks, berganti-ganti pasangan seks, seks bersama orang asing seperti seks bersama pekerja seks. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan wawancara mendalam yang dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA), bertujuan menggali makna pengalaman dari pelaku seks berisiko. Teknik snowball sampling diterapkan untuk merekrut partisipan yang berjumlah delapan partisipan dengan kriteria; pria seks aktif 19 – 40 tahun dan melakukan seks di usia dini. Penelitian ini memperoleh temuan utama yaitu gambaran, faktor, dan dampak perilaku seks berisiko pria yang terindikasi HIV. Gambaran perilaku seks berisiko berupa seks di usia dini, inkonsisten pemakaian kondom, berganti – ganti pasangan seks, dan seks dengan orang asing. Faktor perilaku seks berisiko yaitu menonton tayangan porno, pencarian sensasi, ketagihan, kepuasan seksual, dan harga diri. Dampak perilaku seks berisiko seperti terjangkit penyakit menular seksual dan penyesalan atas perilaku terdahulu. Implikasi penelitian ini merupakan perilaku seks aman dan sehat sebagai metode pencegahan penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, dan melakukan kekerasan. Status kesehatan pasangan seks dapat diketahui lebih dini sehingga dapat mencegah penularan lebih lanjut.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING: THE INVISIBLE BRIDGE TO WORK ENGAGEMENT Sugiyanto; Lubis, Rahmi; Fadilah, Risydah
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v6i4.1193

Abstract

This study aims to examine the mediating role of psychological well-being (PWB) in the relationship between perceived organizational support (POS) and work engagement (WE) among public sector employees. A total of 406 respondents were drawn from BPJS Ketenagakerjaan staff across Indonesia. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results reveal that POS significantly and positively affects both PWB and WE, while PWB has a dominant effect on WE. Mediation analysis confirms that PWB significantly mediates the effect of POS on WE, indicating that organizational support influences engagement more strongly when it enhances employees’ psychological well-being. Multi-group analysis further shows differing mechanisms between structural and non-structural positions: for structural employees, PWB serves as the primary pathway, whereas for non-structural employees, POS has a more direct effect on WE. These findings emphasize the importance of organizational support that fosters psychological well-being to strengthen work engagement, while also contributing to theoretical development of engagement within Indonesia’s public sector context.
The Role of Guidance and Counseling Teachers in Addressing Pornography Issues among Students Tarigan, Devi Eka Yulita br; Fadilah, Risydah; Situmorang, Khairunnisa
Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan Vol 3 No 1 (2023): Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan (January - June)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/altruistik.v3i1.69912

Abstract

The phenomenon of pornography exposure among junior and senior high school students has become an increasingly serious concern in the educational context. This study aims to examine the role of guidance and counseling (BK) teachers in addressing and mitigating pornography-related problems in schools. A quantitative descriptive approach was employed in this research. The study involved five guidance and counseling teachers selected purposively from various educational levels in Medan City, including junior high school (SMP), Islamic junior high school (MTs), senior high school (SMA), Islamic senior high school (MA), and vocational high school (SMK). The findings indicate that BK teachers employ diverse counseling techniques, with individual counseling being the most commonly used method. The preventive and remedial efforts undertaken by BK teachers include conducting psychoeducational programs, engaging in parent-teacher collaboration, and establishing partnerships with relevant stakeholders. However, the study also highlights several challenges, particularly the lack of parental supervision and cooperation, which hinders the effectiveness of counseling interventions. These results emphasize the need for strengthening family-school collaboration and developing comprehensive strategies for preventing pornography exposure among adolescents in educational settings.
Subjective Well-Being Guru: Pengaruh Keterlibatan Siswa dan Refleksi Terstruktur melalui Model SALAM di Kelas Merdeka Astuti, Sri Widya; Fadilah, Risydah; Dewi, Salamiah Sari
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.13895

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas model pembelajaran SALAM dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif guru (Teacher Subjective Well-being). Model SALAM, yang terdiri dari lima langkah (Semangat mengajar, Ajukan pertanyaan tentang perasaan, Libatkan siswa aktif, Analisa proses belajar, dan Monitoring refleksi), dirancang untuk memfasilitasi tugas guru sebagai pemimpin pembelajaran. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain cluster randomized pretest and posttest control group. Hasil menunjukkan pelatihan model SALAM secara signifikan meningkatkan kesejahteraan subjektif guru, dengan nilai α=0,03. Nilai kelompok eksperimen=3,00 lebih tinggi dibandingkan nilai kelompok kontrol=0,90. Kesejahteraan subjektif guru mencakup peningkatan kepuasan kerja, efikasi mengajar, dan keterhubungan sekolah melalui kolaborasi positif. Model pembelajaran SALAM memudahkan guru melaksanakan tugasnya memimpin pembelajaran di kelas dan meningkatkan kompetensi profesionalnya. Meningkatnya keterampilan mengajar guru berpengaruh pada keyakinan diri guru mengajar dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan subjektif guru. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model SALAM dalam program pelatihan guru dapat memperbaiki kualitas pengajaran dan kebahagiaan mengajar. Studi lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan efek intervensi dalam jangka panjang. This study evaluates the effectiveness of the SALAM learning model in enhancing teachers' subjective well-being (SWB). The SALAM model, consisting of five steps (Teaching Enthusiasm, Asking Questions About Feelings, Actively Engaging Students, Analyzing the Learning Process, and Monitoring Learning Outcomes through Reflection), is designed to facilitate teachers' roles as learning leaders. The research employed a quasi-experimental method using a cluster randomized pretest and posttest control group design. The results showed that the SALAM model training significantly improved teachers' subjective well-being, with an alpha value of 0.03. The experimental group scored higher (3.00) compared to the control group (0.90). Teachers' subjective well-being includes improvements in job satisfaction, teaching efficacy, and school connectedness through positive collaboration. The SALAM learning model simplifies teachers' tasks in leading classroom learning and enhances their professional competence. Increased teaching skills positively affect teachers' confidence in teaching, ultimately boosting their subjective well-being. The study's implications indicate that implementing the SALAM model in teacher training programs can improve teaching quality and teaching happiness. Further research is needed to evaluate the sustainability of the intervention's effects over the long term.
TEORI PENDEKATAN KEPRIBADIAN ERICH FROOM TERHADAP ANAK YANG MERASA TERISOLASI ATAU DILEMA EKSISTENSI Fadilah, Risydah; Adella, Mutia; Harahap, Mahyuni; Alwi, Humammad Haddad
Jurnal Kata : Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 11, No 2 Sep (2023): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is Erich Froom's theoretical approach to children who feel isolated or existential dilemmas, humans in reality want to live alone. he wants to do whatever he wants, but on the one hand can not live alone. we live with other people. Humans are individual humans as well as social beings. We always experience dilemma situations like this in life. want to have as much freedom as possible but bound by social norms that exist in society. The formulation of the problem in this study is a child with the initials NAR who has a feeling of isolation, this study aims to describe human existence according to Erich Fromm and the dilemma of existence. The method in this research is qualitative related to Marxian personality which is carried out by observing a child's personality which is formed by various phenomena and events that exist in the surrounding community. Results Researchers in this study seek to understand events and their relationships to people who are used to the situation as in this study. Penelitian ini merupakan Teori Pendekatan Erich Froom Terhadap anak yang merasa terisolasi atau dilema eksistensi , manusia dalam realitas ingin hidup sendiri. ia ingin berbuat semaunya, namun di satu sisi tidak bisa hidup sendirian. kita hidup dengan orang lain. manusia adalah manusia individu sekaligus makluk Sosial. situasi dilema seperti ini tentulah selalu kita alami dalam hidup. ingin punya kebebasan yang sebebasnya tapi terikat oleh norma - norma sosial yang ada pada masyarakat sekitar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seorang anak yang berinisial NAR yang memiliki perasaan terisolasi, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi manusia menurut erich fromm dan dilema eksistensi. Metode dalam penelitian ini merupakan kualitatif yang berkaitan dengan kepribadian Marxian yang dilakukan dengan mengamati kepribadian seorang anak yang dibentuk oleh beragam fenomena dan peristiwa yang ada di masyarakat sekitarnya. Hasil Peneliti dalam penelitian ini berusaha memahami peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang yang biasa dalam situasi tersebut Sebagaimana dalam penelitian ini.Keywords: Personality, isolated, existential dilemma.
PENDEKATAN KONSELING NEW-FREUDIAN TERHADAP ANAK YANG KURANG KASIH SAYANG DI MASA KECIL Salsabila, Mutiara; Aulia, Najwa; Lesmana, Nakita Augydia; Ana, Indah Fitri; Fadilah, Risydah
Jurnal Kata : Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 12, No 1 Apr (2024): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karen Horney's theory of social psychoanalysis is based on the assumption that social and cultural conditions, especially childhood experiences, are very influential in shaping a person's personality. People who do not get enough need for love and affection during childhood develop basic hostility towards their parents and, as a result, experience basic anxiety. The subjects in this study were grade VII-students at MTs Negeri 1 MEDAN who felt that parents' concern for AK was lacking, which caused AK himself to be less free in expression, often ignorant, even AK himself tended not to appreciate others. The reason AK feels that way is because AK's parents often compare AK with his siblings. Unfulfilled love in childhood or lack of parental attention promotes the development of basic anxiety and hostility of each child. Parents' attitudes towards children who often dominate, ignore, overprotect, reject, or overindulge cause feelings of insecurity in a child.  Teori psikoanalisis sosial dari Karen Horney dibentuk berdasarkan asumsi bahwa kondisi sosial dan kultural, terutama pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak sangat besar pengaruhnya dalam membentuk kepribadian seseorang. Orang-orang yang tidak mendapatkan kebutuhan akan cinta dan kasih sayang yang cukup selama masa kanak-kanak mengembangkan rasa permusuhan dasar (basic hostility) terhadap orang tua mereka dan, sebagai akibatnya, mengalami kecemasan dasar (basic anxiety). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-di MTs Negeri 1 MEDAN yang merasakan Kepedulian orang tua terhadap AK kurang, yang menyebabkan AK sendiri kurang leluasa dalam berekspresi, sering bersikap abai, bahkan AK sendiri  cenderung tidak meghargai orang lain. Alasan AK merasakan seperti itu karena orang tua AK sering membanding-bandingkan AK dengan saudara nya. Rasa cinta yang tidak terpenuhi pada masa kanak-kanak atau Kurangnya perhatian orang tua mendorong berkembangnya kecemasan dan permusuhan dasar setiap anak. Sikap orang tua terhadap anak yang sering kali mendominasi, mengabaikan, terlalu melindungi, menolak, atau terlalu memanjakan menimbulkan perasaan tidak aman dalam diri seorang anak. Keywords: New-Freudian, lack of affection, childhood
PENERAPAN PENDEKATAN INTERPERSONAL KEPRIBADIAN HENRY MURRAY DALAM MENGATASI KORBAN BULLY Fadilah, Risydah; Ginting, Siska Astria Br; Aisyah, Siti; Br Purba, Siti Aisyah
Jurnal Kata : Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 12, No 1 Apr (2024): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henry Murray's theory, known as Murray's Need theory, can provide valuable insight into understanding the experiences of victims of bullying. This theory identifies various basic human needs and how these needs influence individual motivation and behavior. In the context of a bully victim, Murray's theory can provide insight into the internal drives that may be involved in a bully's experiences and reactions. In this theory, basic needs such as the need for affiliation, the need for power, and the need for achievement are relevant in understanding the experiences of victims of bullying. Victims of bullying may experience feelings of insecurity and a lack of need for affiliation that is being met due to experiences of bullying and social exclusion. They may also feel their power and control is threatened by bullying by others. The need for achievement can also be affected when the bully victim feels low self-esteem and has difficulty achieving academic or social achievements due to the effects of the bullying, uses a qualitative approach with a phenomenological study type. The purpose of this study is to describe and describe the phenomenon that is happening. Researchers conducted research on one of the female students at the UINSU-Medan MAL.Teori Henry Murray, yang dikenal sebagai teori Kebutuhan Murray, dapat memberikan wawasan yang berharga dalam memahami pengalaman korban bully. Teori ini mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar manusia dan bagaimana kebutuhan-kebutuhan ini mempengaruhi motivasi dan perilaku individu. Dalam konteks korban bully, teori Murray dapat memberikan pemahaman tentang dorongan internal yang mungkin terlibat dalam pengalaman dan reaksi korban bully. Dalam teori ini, kebutuhan dasar seperti kebutuhan akan afiliasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan kebutuhan akan pencapaian menjadi relevan dalam memahami pengalaman korban bully. Korban bully mungkin mengalami perasaan tidak aman dan kurangnya kebutuhan akan afiliasi yang terpenuhi karena pengalaman intimidasi dan pengucilan sosial. Mereka mungkin juga merasa kekuasaan dan kendali mereka terancam oleh tindakan bully yang dilakukan oleh orang lain. Kebutuhan akan pencapaian juga bisa terpengaruh ketika korban bully merasa rendah diri dan memiliki kesulitan dalam mencapai prestasi akademik atau sosial karena efek dari bully., menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi fenomenologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan mendeskripsikan fenomena yang sedang terjadi. Peneliti melakukan penelitian terhadap salah satu siswi di MAL UINSU-Medan.Keywords: Approach; Personality Henry Murray; Bully Victim.