Claim Missing Document
Check
Articles

True or False Game untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta didik Tentang Perilaku Pelecehan Seksual Pratiwi, Chindy; Hulukati, Wenny; Alwi, Nurul Maulida
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (Oktober 2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v5i1.3108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal menggunakan True or False game dalam meningkatkan pemahaman peserta didik tentang pelecehan seksual. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan model pre-post eksperimental dan desain one group pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gorontalo sebanyak 23 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket tentang pelecehan seksual yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai pelecehan seksual setelah diberikan layanan bimbingan klasikal. Rata-rata skor pre-test adalah 48,17 dan meningkat menjadi 58,52 pada post-test. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan nilai probabilitas Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,00, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Dengan demikian, penggunaan True or False game dalam layanan bimbingan klasikal terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pelecehan seksual. Temuan ini mendukung penggunaan media permainan sebagai metode yang kreatif dan interaktif dalam pendidikan bimbingan dan konseling
Penguatan ekonomi desa melalui UMKM Kreatif dan berkelanjutan di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo Ardiansyah, Ardiansyah; Alwi, Nurul Maulida; Taan, Hapsawati; Gani, Iman Perwiranegara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35051

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, melalui penguatan UMKM berbasis potensi lokal jagung. Selama ini jagung hanya dipasarkan dalam bentuk mentah sehingga nilai tambahnya rendah. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab permasalahan keterbatasan keterampilan produksi, minimnya inovasi produk, rendahnya literasi digital, serta lemahnya strategi pemasaran. Metode yang digunakan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif-kolaboratif. Pelaksanaan program mencakup pelatihan produksi brownies jagung, pendampingan inovasi produk pemasaran digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung, terciptanya produk inovatif brownies jagung dengan kemasan menarik, serta meningkatnya kemampuan pemasaran berbasis digital. Dampak kegiatan pegbadian untuk meningkatkan keterampilan masyarakat serta peningkatan pendapatan tambahan serta secara meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri masyarakat dalam berwirausaha. Pengabdian ini berkontribusi dalam penguatan ekonomi desa yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kata kunci:: pengabdian; UMKM; poduk inovatif Abstract This community service program aims to empower the community of Dunggala Village, Tibawa District, Gorontalo Regency, by strengthening MSMEs based on local corn potential. Corn has previously only been marketed in its raw form, resulting in low added value. This activity is designed to address the problems of limited production skills, minimal product innovation, low digital literacy, and weak marketing strategies. The methods used include planning, implementation, monitoring, and evaluation stages with a participatory-collaborative approach. Program implementation includes corn brownie production training, product innovation assistance for digital marketing through social media. The results of the activity show an increase in community skills in processing corn, the creation of innovative corn brownie products with attractive packaging, and increased digital-based marketing capabilities. The impact of the community service activity is to improve community skills and increase additional income as well as increase community motivation and confidence in entrepreneurship. This service contributes to strengthening a creative, innovative, and sustainable village economy, and can be a model for community empowerment based on local potential. Keywords: community service; UMKM; innovative products
Pelatihan pengembangan potensi remaja karang taruna dalam pembuatan profil karier digital (career portofolio and career mapping wall) Nurul Maulida Alwi; Ardiansyah Ardiansyah; Andi Marshanawiah; Nanda Mirzawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.35172

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program KKN Tematik dengan tujuan meningkatkan potensi remaja Karang Taruna di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo dalam menyusun profil karier digital melalui career portofolio dan career mapping wall. Permasalahan utama yang dihadapi remaja adalah rendahnya literasi karier, keterampilan digital yang masih terbatas, serta minimnya pemahaman mengenai pentingnya perencanaan masa depan. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan dirancang menggunakan pendekatan experiential learning dan edukasi partisipatif, yang meliputi pemetaan kebutuhan, pelatihan literasi karier, asesmen minat dan bakat berbasis teori Holland, workshop pembuatan CV digital dan portofolio karier, penyusunan career mapping wall, serta pelatihan personal branding melalui media sosial professional yaitu LinkedIn. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan remaja dalam mengenali potensi diri, membuat CV dan portofolio digital, serta menyusun rencana karier yang lebih sistematis. Selain itu, peserta mulai memanfaatkan media sosial profesional seperti LinkedIn untuk membangun citra diri positif. Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan remaja dalam menghadapi dunia kerja, tetapi juga memperkuat peran Karang Taruna sebagai pusat pembinaan pemuda berbasis literasi digital. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan remaja di era digital sekaligus mendukung pengurangan angka pengangguran di kalangan generasi muda. Kata kunci: potensi; remaja karang taruna; profil karier digital; career portofolio; career mapping wall. Abstract This community service activity was carried out through the Thematic KKN program with the aim of increasing the potencal of youth Karang Taruna (Youth Organization) in Ulapato B Village, Telaga Biru District, Gorontalo Regency, in developing digital career profiles through career portfolios and career mapping walls. The main problems faced by youth are low career literacy, limited digital skills, and a lack of understanding of the importance of future planning. To address these issues, the activity was designed using an experiential learning approach and participatory education, which included needs mapping, career literacy training, interest and talent assessments based on Holland's theory, workshops on creating digital CV and career portfolios, developing career mapping walls, and personal branding training through professional social media that is LinkedIn. The results of the activity showed an increase in the youth's ability to recognize their potential, create CVs and digital portfolios, and develop more systematic career plans. In addition, participants began utilizing professional social media such as LinkedIn to build a positive self-image. The impact of this activity not only increased the youth's self-confidence and readiness to face the world of work, but also strengthened the role of Karang Taruna as a center for youth development based on digital literacy. This program is expected to become a model for youth empowerment in the digital era while also supporting the reduction of unemployment rates among the younger generation. Keywords: potential; youth organization; digital career profile; career portofolio; career mapping wall.