Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Sondir

ANALISIS PENANGANAN KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX): STUDI KASUS JL. JOYO AGUNG, JL. JOYOSARI, JL. JOYO UTOMO, JL. JOYO TAMBAKSARI, KEC. MERJOSARI, KOTA MALANG Nadhila Salsabilla; Nusa Sebayang; Eding Iskak Imananto
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.811 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2542

Abstract

Jalan Joyo Agung, Jalan Joyosari, Jalan Joyo Utomo dan Jalan Joyo Tambaksari yang merupakan jalan lokal yang berada di Kecamatan Merjosari, Kota Malang. Panjang total ke 4 ruas jalan ini sebesar 3.513 meter dan termasuk ke dalam jalan kelas III. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jenis kerusakan yang terjadi dan melakukan pemilihan jenis penanganan yang dapat diterapkan sesuai dengan tingkat kerusakan yang diperoleh berdasarkan Metode Bina Marga dan Metode PCI (Pavement condition index). Pelaksanaan penelitian ini meliputi survei lalu lintas dan survei kerusakan jalan secara visual dengan membagi ruas Jalan Joyo Agung – Jl. Joyo Tambaksari per 100 meter sebanyak 37 segmen. Data survei kemudian digunakan untuk menentukan kondisi jalan dengan menggunakan Metode Bina Marga dan Metode PCI (Pavement condition index). Setelah memperoleh nilai kondisi jalan per ruas dengan dua metode, kemudian ditentukan jenis pemeliharaan dengan program pemeliharaan rutin. Terdapat 6 jenis kerusakan yaitu : Kekasaran Permukaan, Amblas, Tambalan, Lubang, Retak Kulit Buaya, dan Retak Memanjang/ Melintang. Sesuai dengan hasil analisis penentuan kondisi jalan dengan Metode PCI (Pavement condition index), diperoleh tingkat kondisi kerusakan untuk Jl. Joyo Agung sebesar 41,72 (Sedang), Jl. Joyosari sebesar 40,50 (Sedang), Jl. Joyo Utomo sebesar 51,50 (Sedang), Jl. Joyo Tambaksari sebesar 62,00 (Sedang). Nilai urutan prioritas berdasarkan Metode Bina Marga untuk Jl. Joyo Agung dan Jl. Joyo Utomo adalah 7, sedangkan Jl. Joyosari dan Jl. Joyo Tambaksari adalah 8 yang artinya kondisi jalan tersebut masuk kedalam program penanganan pemeliharaan rutin.
EVALUASI KINERJA PERSIMPANGAN JALAN GAJAYANA – JALAN SIMPANG GAJAYANA MALANG Astri Wida Perwitasari; Kamidjo Raharjo; Nusa Sebayang
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.186 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i1.2562

Abstract

Simpang gajayana merupakan simpang tak bersinyal dengan tiga lengan. Dengan tingkat kepadatan arus kendaraan lalulintas yang sangat tinggi. Analisa kinerja simpang tak bersinyal ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 untuk perhitungan derajat kejenuhan, tundaan, dan antrian. Sedangkan untuk evaluasi tingkat pelayanan/kinerja simpang menggunakan Peraturan Menteri Perhubungan No. 14 KM Tahun 2006. Pada kondisi eksisting didapatkan volume total 27270.1 smp/jam, kapasitas 2800.69 smp/jam, derajat kejenuhan 1.365, tundaan rata-rata 21.94 det/kend dengan tingkat pelayanan D. Alternatif perbaikan yang direncanakan adalah perbaikan geometrik, pengurangan hambatan samping, dan larangan belok kanan pada Jl. Gajayana (utara). Dari alternatif tersebut didapatkan nilai derajat kejenuhan 0.843, tundaan rata-rata 8.099 det/kend dengan tingkat pelayanan B, dimana lebar awal Jl. Gajayana (utara) 7.2 m menjadi 12 m, Jl. Gajayana (selatan) 7 m menjadi 12 m, dan pada Jl. Simpang Gajayana 4.3 m menjadi 10 m. Dengan pemasangan lampu lalu lintas didapatkan volume rata-rata sebesar 7793.17 kend/jam. Pemasangan lampu lalu lintas dengan kondisi geometrik eksisting. Didapatkan nilai derajat kejenuhan 1.035, tundaan rata-rata 23.901 det/kend dengan tingkat pelayanan C dan panjang antrian 172.182 m. Karena hasil kinerja dari alternatif masih tidak baik maka direncanakan lampu lalu lintas dengan perbaikan geometrik, dimana lebar awal Jl. Gajayana (utara) 7.2 m menjadi 10 m, Jl. Gajayana (selatan) 7 m menjadi 10 m, dan pada Jl. Simpang Gajayana 4.3 m menjadi 7 m. Didapatkan tundaan rata-rata 10.688 det/kend dengan tingkat pelayanan B, panjang antrian 59.859 m dan kapasitas pada masing-masing pendekat CS = 1249.428 smp/jam, CB = 671.881 smp/jam, dan CU = 1303.575 smp/jam, derajat kejenuhan 0.716
STUDI EVALUASI KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN DI SEKITAR KAWASAN MALL DINOYO CITY Viki Rajamuda; Dr. Ir. Nusa Sebayang; MT. Ir. Togi H. Nainggolan, MS
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.948 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2569

Abstract

Mall Dinoyo merupakan pusat perbelanjaan yang tergolong masih baru di Kota Malang. Mall ini terletak di Jl. M.T. Haryono yang merupakan salah satu ruas jalan terpadat di Kota Malang. Dengan adanya Mall ini yang pastinya akan menghasilkan tarikan dan bangkitan pergerakan yang tentunya akan meningkatkan pembebanan terhadap ruas Jalan M.T. Haryono dan simpang tiga Jl. M.T. Haryono – Jalan Gajayana. Berdasarkan perhitungan didapatkan kinerja jaringan jalan pada ruas jalan M.T. Haryono pada kondisi eksisting dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,89 yang merupakan tingkat pelayanan E. Sedangkan pada simpang tiga Jl. M.T. Haryono – Jl. Gajayana pada kondisi eksisting nilai derajat kejenuhansebesar 1,64 sehingga kondisi simpang tersebut sudah over saturated. Berdasarkan perhitungan hubungan bangkitan kendaraan Mall Dinoyo City dan simpang yang terpengaruh didapatkan pengaruh dari bangkitan mall sebesar 1,05%.
ANALISIS PENGHEMATAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) PADA RENCANA PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN TELUK LEWAMORI KAB. BIMA PROV. NUSA TENGGARA BARAT Arif Budi Setyono; Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.679 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v2i1.2574

Abstract

Pembangunan infrastruktur mempunyai peranan yang sangat vital dalam pemenuhan hak dasar rakyat. Infrastruktur atau sarana dan prasarana memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan kesejahteraan sosial dan kualitas lingkungan juga terhadap proses pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Pembangunan jembatan merupakan salah satu solusi bagi pengguna jalan khususnya warga Kapubaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jembatan Lewamori direncanakan untuk mengurangi volume lalu lintas dan penghematan biaya pada ruas jalan Sila menuju ruas Panda, sehingga setelah ada jembatan tersebut diharapkan bisa bermanfaat bagi pengguna jalan. Dengan dibangunnya jembatan tersebut, maka pengguna jalan akan lebih diuntungkan dengan adanya berkurangnya biaya operasional kendaraan (BOK) dan waktu tempuh nya lebih pendek, untuk itu pada studi ini diestimasi besar penghematan BOK dan penghematan waktu tempuh (Time Saving). Data diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapat dengan melakukan survey lapangan seperti survey volume kendaraan yang dilakukan pada hari Senin 13 Februari 2017, survey kecepatan rata-rata kendaraan pada hari Rabu 15 Februari 2017 dan Kamis 16 Februari 2017, dan jumlah kendaraan yag berpotensi melewati jembatan dengan menggunakan metode Road Side Interview (RSI) pada hari Senin 20 Februari 2017. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari instansi maupun data dari studi terdahulu seperti peta lokasi, harga komponen dasar kendaraan. Adapun perhitungan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan diterapkan dalam program excel. Berdasarkan hasil analisa dan bahasan, diperoleh penghematan BOK sebesar Rp 997,627,848,716.16 pertahun. Hasil tersebut didapat dari perhitungan nilai manfaat pra jembatan Rp1,482,938,798,175.36 pertahun dikurangi dengan nilai manfaat pasca jembatan Rp485,310,949,459.20 pertahun.
EVALUASI KEMACETAN TERHADAP GANGGUAN KECELAKAAN LALU LINTAS MENGGUNAKAN MODEL TRANSMISI SEL : (STUDI KASUS RUAS JALAN PURWODADI-LAWANG) Oon Baktiarto; Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.018 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v2i2.2585

Abstract

Pada Ruas jalan Nasional Purwodadi - Lawang sering terjadi kecelakaan lalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan pada ruas tersebut. Salah satu faktor penyebabkan kecelakaan adalah kelalaian pengendara. Oleh sebab itu dilakukan studi ini dengan tujuan untuk mengetahui kerugian biaya bahan bakar akibat terjadinya kemacetan lalu lintas yang ditimbulkan oleh kecelakaan dan waktu yang dibutuhkan untuk normal kembali. Metode yang digunakan adalah Cell Transmission Model (CTM) yang bertujuan untuk menentukan berapa waktu yang dibutuhkan normal kembali saat terjadinya kemacetan akibat kecelakaan lalulintas. Survey dilakukan selama 1 hari, pada hari senin 4 April 2017. Kemudian dilanjutkan dengan survey sel untuk mengetahui kendaraan masuk maupun keluar dalam sel, yang dilakukan pengambilan data selama 5 menit pada hari senin 22 Mei 2017. Data-data yang diperoleh melalui pengukuran dan pengamatan dilapangan, selanjutnya dianalisa dan dihitung dengan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 yaitu untuk menganalisa kapasitas jalan, kecepatan dan volume kendaraan. Berdasarkan analisa perhitungan ruas jalan Purwodadi Lawang berada pada kondisi arus lalu lintas yang masih lancar dengan DS 0,58 (arah Surabaya – Malang) dan DS 0,60 (arah Malang – Surabaya). Waktu yang dibutuhkan untuk kembali normal saat terjadi kecelakaan lalu lintas dengan simulasi ruas jalan tertutup seluruhnya (arah Surabaya – Malang) selama 60 menit, untuk kembali normal selama 37 menit, tundaan 31,81 menit dan besar kerugian biaya Rp 3.265.763,- ,untuk simulasi (arah Malang - Surabaya) terjadi gangguan jalan yang menyebabkan tertutup seluruhnya selama 60 menit, untuk kembali normal selama 48,05 menit, tundaan 30,34 menit dan besar kerugian biaya Rp 2.264.128,-.
EVALUASI KINERJA DAN JUMLAH ARMADA ANGKUTAN UMUM DI KABUPATEN MALANG : (STUDI KASUS JALUR ANGKUTAN TRAYEK LAWANG – ARJOSARI) Dessy Arif Setiawan; Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT; Ir. Eding Iskak Imananto, MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.737 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v3i2.2593

Abstract

Dalam rangka peningkatan pelayanan angkutan umum di Kabupaten dan kota Malang kepada masyarakat, perlu diadakan evaluasi kinerja angkutan umum di kabupaten dan kota Malang demi terciptanya transportasi yang aman, nyaman, tertib dan teratur, terlebih lagi di ruas jalan Malang – Surabaya yang terkenal akan kemacetan yang tiada henti. Studi ini dilakukan dengan dukungan dari beberapa data primer dan data sekunder. Data Sekunder meliputi Peta trayek angkutan umum penumpang Kabupaten Malang trayek LA & Data Primer meliputi Survey penumpang naik dan turun, jarak tempuh masing-masing angkutan, jumlah angkutan umum yang disurvey. Sedangkan indikator untuk kinerja masing-masing moda dinyatakan dalam besarnya Tingkat Pengisian (Load Factor), Kecepatan, Frekuensi, Waktu antara (Headway), dan Biaya Operasi Kendaraan. Hasil evaluasi pada angkutan yang disurvey, menunjukkan bahwa Faktor Muat (LF) rata-rata untuk trayek LA masih dibawah standart. Frekuensi rata-rata belum memenuhi standartnya, Waktu antara (Headway) melebihi dari nilai Headway ideal 10-15 menit, Frekuensi rata-rata trayek LA belum memenuhi standartnya 4-6 kendaraan, Kecepatan perjalanan untuk rute angkutan umum LA tidak memenuhi syarat ketetapan kecepatan yaitu ≤ 20Km/Jam, Serta biaya perjalanan yang dikeluarkan masyarakat Kabupaten Malang masih lebih kecil dari standart yang disarankan.
Desain Teknologi Ipal Sistem Anaerobic Baffle Reactor Di Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat Surbakti, Sriliani; Nusa Sebayang; I Wayan Mundra
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i2.3193

Abstract

Rendahnya pelayanan sanitasi di Kelurahan Gunungsari memiliki konsekuensi terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan yang berkelanjuta. Bila semua limbah buangan rumah tangga yang dihasilkan dari berbagai macam kegiatan/aktifitas dibuang secara langsung ke perairan/badan air maka, akan menimbulkan pencemaran pada badan air. Pada Kelurahan Gunungsari Kecamatan Pasangkayu terdapat jumlah penduduk pada tahun 2016 sebesar 4517 jiwa dan secara umum masih membuang air limbah domestik (black water dan grey water) langsung ke badan air tanpa melalui pengolahan. Perencanaan ABR didasarkan atas proyeksi jumlah penduduk dari tahun 2017-2026 dengan hasil analisa proyeksi total volume air limbah buangan adalah sebesar 16,7658681 liter/detik (16,77 liter/detik). Konsentrasi limbah buangan sebelum masuk pengolahan limbah yaitu TSS : 473 mg/liter, BOD : 494 mg/liter, COD : 799 mg/liter. Hal ini menunjukkan bahwa parameter TSS, BOD,melebihi Ambang Baku Mutu Air Limbah. Telah direncanakan Anaerobik Baffle Reaktor (ABR) yang direncanakan sebagai sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah yang bisa menurunkan konsentrasi limbah buangan.
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR KENDARAAN PADA AREA PARKIR RSUD dr. MOHAMAD SALEH KOTA PROBOLINGGO Nainggolan, Togi H; Sebayang, Nusa; Nuncio G. De Jesus Henrique; I Nyoman Sudiasa
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4593

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)dr. Mohamad Saleh kota Probolinggo merupakan rumah sakit yang menjadi pilihan bagi warga kota probolinggo untuk tempat berobat, dengan ramainya pengunjung dibutuhkan penyedian fasilitas yang parkir yang memadai agar dapat menampung kendaraan bagi pengunjung dan karyawan rumah sakit. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas ruang parkir di RSUD dr.Moh. Saleh Probolinggo. Metode studi yang digunakan dalam pengumpulan data dengan Studi Cordon Count, dengan cara mencatat plat nomor dan waktu kendaraan yang masuk dan keluar area parkir sebagai data primer. Turnover Parking maksimal untuk mobil sebanyak 17,06 kendaraan/ruang/14jam, Turnover Parking maksimal untuk sepeda motor sebanyak 6,79 kendaraan/ruang/14jam. Indeks parkir maksimum untuk mobil sebesar 178% pada pukul 13.30 s/d 13.45 WIB, untuk sepeda motor sebesar 165% pada pukul 10.10 s/d 10.30 WIB. Durasi parkir untuk mobil tertinggi terjadi selama 15 s/d 30 menit dengan jumlah kendaraan sebanyak 54. Durasi parkir untuk sepeda motor tertinggi terjadi selama 0 s/d 15 menit sebanyak 255 kendaraan. Nilai headway rata-rata tertinggi untuk mobil selama 2,28 menit. Nilai headway rata-rata tertinggi untuk sepeda motor selama 0,48 menit. Kebutuhan Ruang Parkir (KRP) kendaraan roda empat sebesar 800 m2. Sedangkan luas area parkir untuk mobil sebesar 450 m2 artinya masih belum cukup untuk menampung kendaraan yang parkir. Sedangkan untuk kendaraan motor sebesar 1112 m2 masih tidak dapat menampung kendaraan yang parkir. Sedangkan luas area parkirnya hanya 675 m2.