Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MAKANAN IKAN PELAGIS PLANKTIVOR PADA BAGAN TANCAP DENGAN INTENSITAS CAHAYA LAMPU NEON Jumrawati, Jumrawati
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3147

Abstract

Zooplankton memegang peranan penting dalam rantai makanan pada ekositem perairan, yakni sebagai konsumer primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi makan memakan ikan pelagis kecil pada bagan tancap dengan intensitas cahaya lampu neon. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan November 2015 sampai Mei 2016 di perairan Desa Tekkolabua Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan pengambilan sampel ikan sebanyak 840 ekor pada alat tangkap bagan tancap. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis plankton dalam usus ikan tembang yaitu Protozoea Penaeus sp 17%, Meganyctiphanes sp 17%, larva annelida 17%, Microsetella sp 16%, dan larva Polychaeta 15%.  Usus ikan selar terdapat Meganyctiphanes sp 34%, Oikopleura 33%, dan larva annelida 33%. Jenis plankton yang dominan dalam usus ikan selar kuning yaitu Meganyctiphanes sp 22%, larva annelida 20%, calanus sp 20% dan larva polychaeta 18%. Sedangkan pada usus ikan kembung terdapat Calanus sp 35%, larva annelida 34% dan Meganyctiphanes sp 31%. Disimpulkan bahwa terdapat model interaksi makan memakan pada alat tangkap bagan tancap yang menggunakan jenis lampu neon. Jumlah zooplankton yang dimakan empat spesies ikan pada bagan tancap dengan lampu Neon sekitar  1.393 individu.
Project Citizen Dalam Membangun Civic Literacy Mahasiswa di Era Digital Basariah, Basariah; Ismail, Mohammad; Rispawati, Rispawati; Jumrawati, Jumrawati; Edi, Maria Grace Putri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i3.2577

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran proyek warga negara berbasis digital memengaruhi kemampuan berbahasa warga negara siswa di era kewarganegaraan digital (digital citizenship). Penelitian ini dilakukan melalui eksperimen semu yang menggunakan model pembelajaran proyek warga negara. Kelas eksperimen adalah kelas yang termasuk dalam program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini melibatkan seluruh siswa semester dalam enam kelas, dengan dua sampel per kelas. Data dikumpulkan melalui metode observasi dan tes tertulis. Kemudian, data dianalisis dalam dua (dua) tahap: uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji normalitas dan homogenitas adalah uji prasyarat, dan uji t menentukan apakah hipotesis memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dampak pada implementasi model proyek warga digital.
Peningkatan Profesionalisme Pendidik melalui Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah di Kota Mataram Herianto, Edy; Ismail, M.; Sumardi, Lalu; Edi, Maria Grace Putri; Jumrawati, Jumrawati; Hidayah, Nurul; Yarti, Suci; Listianingsih, Wulan; MZ, Astiana Soparia; Istiningsih, Siti
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 3 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i3.640

Abstract

This community service program aimed to enhance teacher professionalism through scientific article writing training in Mataram City. The program was motivated by the low academic writing competence among teachers, with only about 30% having prior publication experience. A total of 35 participants, consisting of 25 junior high school teachers and 10 pre-service teachers, were involved in activities that included socialization, intensive workshops, mentoring, and the use of supporting technologies such as Mendeley, Turnitin, and Google Classroom. Evaluation through pre-test and post-test demonstrated an improvement in participants’ scores from 67% to 78%, representing an 11% increase, with the highest achievement in academic ethics (85%). Furthermore, participants successfully developed article drafts, one of which was prepared for submission to a SINTA 4–accredited journal, and established a scientific writing community along with the production of a textbook Writing Educational Articles: From Ideas to Publication as additional outputs. These results indicate that practice-based training, personal mentoring, and the integration of technology are effective in improving academic literacy and teacher professionalism. The novelty of this program lies in combining academic literacy training with the creation of sustainable outputs (textbook and community), making it a replicable model for other regions with similar challenges.
Membangun Identitas Kebangsaan di Tanah Rantau: Studi Kualitatif Adaptasi Sosial Mahasiswa PPKn Putri Edi, Maria Grace; Hadi, M. Samsul; Jumrawati, Jumrawati; Rosyidah, Feryna Nur; Hudori, Ahmad; Sopiani, Sopiani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang merantau membangun identitas kebangsaan melalui proses adaptasi sosial di lingkungan kampus. Sebagai individu yang hidup dalam lingkungan multikultural, mahasiswa perantau menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri terhadap perbedaan budaya, bahasa, dan nilai sosial. Pendekatan penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan mahasiswa PPKn perantau di Universitas Mataram. Proses analisis dilakukan dengan mengadopsi model Miles dan Huberman, yang mencakup tahapan pemilahan dan penyederhanaan data, penyajian informasi secara sistematis, serta perumusan temuan sebagai bentuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi sosial mahasiswa berlangsung melalui komunikasi lintas budaya, keterbukaan diri, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial di kampus. Proses ini tidak hanya membantu mahasiswa menyesuaikan diri secara sosial, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan rasa cinta tanah air. Faktor yang memengaruhi proses tersebut meliputi kesiapan mental, motivasi, dukungan sosial, dan lingkungan kampus yang inklusif. Dengan demikian, adaptasi sosial mahasiswa PPKn perantau menjadi sarana penting dalam membangun karakter kebangsaan yang kuat dan berkepribadian luhur.
Integrasi Experiential learning Berbasis Outbound pada Mata Kuliah Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Civic skills Mahasiswa Jumrawati, Jumrawati; Putri Edi, Maria Grace; Hadi, M. Samsul; Alhudori, Ahmad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4408

Abstract

Meningkatnya kompleksitas sosial, kemajuan teknologi, serta dinamika global abad ke-21 menuntut pembaruan pendekatan dalam pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. Sebagai mata kuliah wajib kurikulum, Kewarganegaraan berperan tidak hanya sebagai sarana pemahaman konsep hak dan kewajiban warga negara, tetapi juga sebagai wahana pembentukan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) yang mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam kehidupan demokratis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi experiential learning berbasis outbound dalam perkuliahan Kewarganegaraan serta mengidentifikasi civic skills yang berkembang melalui penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi experiential learning berbasis outbound berlangsung melalui siklus pengalaman konkret, refleksi kritis, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif yang terstruktur secara sistematis pada tahap persiapan, pelaksanaan, hingga refleksi. Mahasiswa menginternalisasi nilai kewarganegaraan melalui dinamika kelompok, permainan edukatif, dan simulasi peran. Civic skills yang berkembang mencakup berpikir kritis, komunikasi demokratis, kepemimpinan, kerja sama, pengambilan keputusan kolektif, serta partisipasi sosial-politik yang bertanggung jawab. Dengan demikian integrasi experiential learning berbasis outbound dalam Mata Kuliah Kewarganegaraan berfungsi sebagai pendekatan pedagogis reflektif yang mendorong pemahaman mendalam terhadap nilai demokrasi, keberagaman, dan tanggung jawab sosial, sekaligus membentuk profil smart citizen dan good citizen.