Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Periodesasi Penulisan Hadis Nabi Saw Iskandar, Muhammad
DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 1 No. 01 (2020): DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/dirayah.v1i01.21

Abstract

Writing the traditions of the Prophet Muhammad or in Arabic terms al-kitâbah has occurred since the time of the Prophet SAW lived. Although there are some controversies about his ability. But the process of writing the hadith itself occurred during the time of the Prophet Muhammad, as well as writing the Qur'an also took place. This is the fact. The codification or in Arabic is called at-tadwîn is an effort to collect the traditions of the Prophet Muhammad both originating from the notes and memorization of the muhaddist, then then the validity of both the sides of the Sanad and the eyes and finally collected in one book. In this paper, the author will explain the stages of writing the hadith of the Prophet SAW since the Prophet SAW was still alive until the codification of hadith at the end of the first century hijiriyah. Among the things that will be discussed in this study is the understanding of the scholars of the traditions of the Prophet Muhammad about the prohibition and skill of writing the traditions of the Prophet SAW. Because this has been a matter of debate even today. Also very important to explain is the role of the Companions in maintaining the authenticity of the hadith of the Prophet after his death. In this study, it will be explained the persistence of the Companions and Tabinin in making a very rigorous selection in accepting a history that was based on the Prophet Muhammad. This attitude is also the forerunner to the emergence of sanad sciences. The condition of the Islamic community played a role in the codification of the hadith of the Prophet. The year of the death of the third caliph in Islam Uthman bin Affan in 35 H was known as the year of slander, after which the Muslims began to split into several groups. This turned out to have an impact on the emergence of false traditions among Muslims with the aim of seeking justification for their group. Likewise with the emergence of kalam science, schools of fiqh, bigotry towards tribes as well as in Islamic societies, many have caused the emergence of false traditions. Penulisan hadis-hadis Rasulullah SAW atau dalam istilah bahasa arab al-kitâbah sudah terjadi sejak masa Nabi SAW hidup. Walaupun terdapat beberapa kontroversi tentang kebolehannya. Namun proses penulisan hadis itu sendiri terjadi pada Masa Rasulullah SAW, sebagaimana penulisan al-Qur’an juga terjadi. Ini adalah faktanya. Adapun kodifikasi atau dalam bahasa arab disebut at-tadwîn merupakan upaya mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah SAW baik yang bersumber dari catatan-catatan maupun hafalan para muhaddist, lalu kemudian diteliti validitasnya baik dari sisi sanad maupun mata dan akhirnya dikumpulkan dalam satu kitab. Di dalam tulis ini, penulis akan memaparkan tahapan-tahapan penulisan hadis Nabi SAW sejak Nabi SAW masih hidup sampai terjadinya kodifikasi hadis pada akhir abad pertama hijiriyah. Di antara hal yang akan dikupas dalam kajian ini adalah pemahaman ulama terhadap hadis-hadis Rasulullah SAW tentang larangan dan kebolehan menulis hadis Nabi SAW. Karena hal ini menjadi hal yang diperdebatkan bahkan sampai saat ini. Hal yang juga sangat penting untuk dipaparkan adalah peran para sahabat dalam menjaga keautentikan hadis Nabi SAW setelah wafatnya beliau. Dalam kajian ini akan dipaparkan kegigihan para sahabat dan tabi’in melakukan seleksi yang sangat ketat dalam menerima suatu riwayat yang disandarkan kepada Rasulullah SAW. Sikap ini juga merupakan cikal bakal munculnya ilmu-ilmu kajian sanad. Kondisi masyarakat Islam turut berperan dalam terjadinya kodifikasi hadis Nabi SAW. Tahun wafatnya khalifah ketiga dalam Islam Utsman bin Affan pada tahun 35 H dikenal dengan tahun fitnah, dimana setelah itu umat Islam mulai terpecah dalam beberapa kelompok. Hal ini ternyata berdampak pada munculnya hadis-hadis palsu di kalangan umat Islam dengan tujuan untuk mencari pembenaran terhadap kelompoknya. Begitu juga dengan kemunculan ilmu kalam, mazhab-mazhab fiqh, kefanatikan terhadap suku juga di dalam masyarakat Islam telah banyak menyebabkan munculnya hadi-hadis palsu.
Pasang Surut Peran Wanita dalam Periwayatan Hadis Iskandar, Muhammad
DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 1 No. 02 (2021): DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/dirayah.v1i02.33

Abstract

Tidak bisa dipungkiri, bahwa wanita memiliki peran besar dalam periwatan hadis-hadis Nabi SAW, baik pada masa Rasulullah SAW hidup dan sesudahnya. Di dalam Kitab al-Mu’jam al-Kabîr Karangan Imam at-Thabarânî (360 H) terdapat 281 perawi wanita dari berbagai thabaqat. Sebagaian besar perawi wanita berasal dari kalangan sahabiyyat yaitu sebanyak 168 perawi, dari kalangan tabi’iyyat terdapat 95 perawi; dan dari kalangan tabi’iyyat tabi’in 18 orang perawi wanita.Dalam penelitian ini, penulis lebih menekankan peran dari segi kuantitas perawi wanita mulai dari generasi Shahabiyaat sampai Tabi’iyyat Tabi’in yang terdapat di dalam kitab al-Mu’jam al-Kabîr karya Imam Thabarânî (360 H). Alasan pemilihan kitab ini karena ia merupakan kitab hadis terbesar dan dikategorikan kitab hadis yang lahir pada abad keempat Hijriyah dengan asumsi akan dapat menemukan lebih banyak perawi wanita dibandingkan kitab hadis yang lain.Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan bersifat deskriptif analitis. Sumber data primer dalam penelitian ini untuk menemukan nama-nama perawi wanita adalah kitab al-Mu’jam al-Kabir. Adapun untuk menelusuri thabaqat para perawi, penulis merujuk pada kitab-kitab tarajum, yaitu: al-Ishâbah fî Tamyîzi ash-Shahâbah, Tahdzîbu at-Tahdzîb, Taqribu at-Tahdzîb ketiganya karya Ibn Hajar, Tahdzibu al-Kamâl karya al-Mizzy, ats-Tsiqât Ibn Hibban, Siyar A’lam an-Nubala` karya adz-Dzahabi, Usudu al-Ghâbah fi Ma’rifati ash-Shahâbah karya Ibnu ‘Atsir.
BUZZER DALAM PERSPEKTIF HADIS: (Kajian Hadis Tematik) Iskandar, Muhammad
DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 2 No. 01 (2021): DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/dirayah.v2i01.53

Abstract

The existence of a buzzer is a new phenomenon in society as an effect of the development of science and technology. Buzzer is a term for a person or group of people who are active on social media and whose profession is to disseminate certain content massively. At first, buzzer services were used as a marketing strategy in the business world to popularize a product. And in its development, buzzer services are used in various aspects of life, including social and political. This research is an attempt to see the existence of the buzzer from the aspect of the Hadith of the Prophet Muhammad SAW. The author assumes that even though the buzzer profession did not exist in the time of the Prophet Muhammad, the basis or guidance for the buzzer profession can be obtained by studying in depth the hadiths of the Prophet Muhammad. Therefore, this study is thematic (maudhu'i), namely by making the buzzer the main theme, then the author explores the books of hadith and takhrij hadiths that are related to buzzer activities. Primary data sources in this study are books, journals or articles related to the title of the discussion. Then refer to the main books of hadith, especially the Kutub as-Sittah and its syarah, the books of Rijal Hadith to find out the biography and quality of the narrators, and the book of Jarh wa Ta'dil as a basis for finding a way out if there are narrators or traditions that contradictory. The secondary data inthis study are all books, and journals related to the research theme.
PERANCANGAN ANIMASI MOTION GRAPHIC SEBAGAI MEDIA KAMPANYE PELESTARIAN HEWAN ENDEMIK SURILI UNTUK MASYARAKAT KABUPATEN BANDUNG Farhanudin, Feisal; Iskandar, Muhammad; Sumarlin, Rully
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak hewan di Jawa Barat yang populasinya terancam punah, salah satu fauna tersebutadalah surili (Presbytis comata). Berdasarkan red list IUCN 2015 hewan endemik ini termasuk ke dalam status Endangered atau terancam bahaya. Beberapa faktor yang menjadikan populasi hewan ini terus berkurang karena perburuan liar, menyusutnya habitat surili karena alih fungsi hutan menjadi lahan dan pemukiman, serta terjadinya bencana alam di sekitar habitat surili. Dari fenomena ini maka penulis bermaksud untuk membuat perancangan video animasi motion graphic sebagai media kampanye dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terutama daerah Kabupaten Bandung akan terancamnya populasi surili, dengan harapan masyarakat setempat menjadi lebih peduli dalam pelestarian hewan endemik ini. Metode yang digunakan penulis dalam pengumpulan data adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data primer dari observasi, kuesioner, dan studi pustaka yang dibutuhkan sebagai dasar perancangan video animasi motion graphic sebagai media kampanye pelestarian hewan Surili. Hasil akhir dari perancangan motion graphic ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian hewan endemik Surili.Kata Kunci: Hewan Endemik, Kampanye, Surili, Animasi, Motion graphic.
PERANCANGAN ANIMASI MOTION GRAPHIC SEBAGAI MEDIA PELATIHAN UNTUK TENAGA PEMASAR DI PT MARSIT BANGUN SEJAHTERA Novianto, Andhika; Ramdhan, Zaini; Iskandar, Muhammad
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Marsit Bangun Sejahtera adalah perusahaan yang melakukan pemasarandari produk perbankan. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan ini bergantungpada kualitas sumber daya manusia terutama para tenaga pemasarnya. Keberhasilanseorang tenaga pemasar dilihat dari hasil pencapaian penjualannya setiap bulan,faktor yang mempengaruhi dapat berupa pemahaman tenaga pemasar tersebut akansales process dan motivasi dari diri sendiri. Namun sayangnya masih ada beberapayang belum memahami sales process yang menyebabkan menurunnya pencapaiandan berdampak pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuahmedia pembelajaran berbentuk video animasi motion graphic. Metode yangdigunakan dalam mengumpulkan data untuk perancangan ini adalah dengan teknikobservasi, wawancara, dan studi pustaka. Objek sasaran penelitian ini adalah seluruhtenaga pemasar PT Marsit Bangun Sejahtera berusia 23-35 tahun di seluruhIndonesia.Kata kunci: motion graphic, media pembelajaran, tenaga pemasar
PERANCANGAN STORYBOARD UNTUK ANIMASI 2D SEBAGAI MEDIA INFORMASI TENTANG PERISTIWA PERANG KUSAMBA UNTUK REMAJA BALI Putra, Anak Agung Gede Agung Swami Divasaka Dewata; Iskandar, Muhammad; Lionardi, Angelia
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali  tercatat  dalam  sejarah  bangsa  sebagai  salah  satu  daerah  yang memberikan perlawanan  hebat  dalam menentang  kolonialisme  Belanda,  salah  satunya  adalah  Perang Kusamba yang terjadi pada tahun 1849. Namun, sayangnya, peristiwa bersejarah  tersebut tidak bertahan lama dalam ingatan remaja Bali sekarang, bahkan ada dari mereka yang tidak tahu  sama  sekali  tentang  peristiwa  Perang  Kusamba.  Penelitian  bertujuan  untuk mendokumentasikan  kisah  tersebut dalam sebuah  karya dan memperkenalkannya  kepada khalayak  luas  khususnya  kaum  remaja  Bali  agar  kisah  ini  lestari.  Secara  khusus,  dilakukan perancangan storyboard animasi 2D dengan cerita yang mengadaptasi kisah Perang Kusamba. Perancang menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan  kalangan  muda  tentang  peristiwa  Perang  Kusamba  disebabkan  oleh terbatasnya media informasi yang tersedia bagi remaja untuk bisa mengenal peristiwa Perang Kusamba.  Oleh  sebab  itu,  perancangan  storyboard  animasi  2D  yang mengadaptasi  cerita perang  Kusamba  akhirnya  dirancang  sebagai  solusi  alternatif  bagi  kaum  remaja  Bali  agar semakin mengenal kisah Perang Kusamba.  Kata kunci: animasi 2D, Perang Kusamba, remaja, sejarah, storyboard
PENATAAN AUDIO DALAM ANIMASI SERIES MENGENAI PAMALI Nurbaiti, Hanifah; Surdayat, Yayat; Iskandar, Muhammad
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Modernisasi membuat masyarakat lupa bahwa Pamali berfungsi sebagai patokan etika berperilaku dan hanya memandang Pamali sebagai hal-hal mistis. Fenomena ini membuat nilai-nilai yang disampaikan melalui Pamali menurun. Masyarakat menjadi lupa akan peran pamali terhadap kehidupan. Pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan data studi pustaka, wawancara, dan observasi. Hasil dari perancangan ini dibuat dalam bentuk animasi karena animasi merupakan salah satu media komunikasi yang paling diminati oleh masyarakat semua kalangan terutama anak hingga remaja. Dalam animasi sendiri, suara merupakan salah satu unsur yang memiliki peran penting. Suara dalam media multimedia sering disebutkan sebagai jembatan imajinasi audiens dengan visual yang diberikan. Hal ini karena suara dapat membangun suasana dari suatu visual dan membuatnya terkesan nyata. Namun, dalam produksi suatu media penataan suara sering tidak dianggap penting sehingga masih jarang diminati produksinya oleh orang-orang. Dengan menata suara yang bagus, kualitas dari perancangan animasi dapat dibantu karena dapat membuat animasi terasa lebih realistis.Kata kunci: Pamali, etika, modernisasi, animasi, suara.
PERANCANGAN BACKGROUND DALAM ANIMASI 2D KISAH DI BALIK PAMALI KELUAR DI WAKTU MAGRIB Anggraeni Rosadi, Alya; Surdayat, Yayat; Iskandar, Muhammad
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Modernisasi yang menyebabkan perubahan gaya hidup manusia dari tradisional menjadi lebih modern karena pengaruh teknologi yang semakin maju membuat masyarakat terutama para generasi muda menjadi lebih percaya pada hal-hal yang bersifat logis dan hanya dapat dibuktikan secara ilmiah. Hal ini mengakibatkan kepercayaan pada Budaya Indonesia yang berhubungan dengan hal-hal mistis seperti pamali jadi menurun, sedangkan pamali sendiri tidak hanya berfungsi untuk menakutnakuti, namun juga sebagai himbauan untuk melindungi diri sendiri. Untuk itu anak-anak zaman sekarang perlu diberitahu mengenai pentingnya nilai dan makna yang ada dalam Pamali terutama Pamali keluar di Waktu Magrib. Dengan melakukan pengumpulan data lewat observasi, studi pustaka, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif, maka kisah tentang pamali tersebut akan dirancang dalam bentuk media animasi yang menarik untuk ditonton terutama bagi para generasi muda. Dalam Animasi, environment dan background berperan penting untuk menggambarkan lingkungan tempat para karakter dan objek-objek lainnya saling berinteraksi, sehingga penonton dapat mengetahui tempat seperti apa yang memiliki kepercayaan pamali yang tinggi dalam suatu animasi secara jelas.Kata kunci: Animasi, Background, Modernisasi, Pamali.
PERANCANGAN CONCEPT ART UNTUK ANIMASI 2D "SERANG!" TERHADAP PENGGUNAAN TIGA KATA AJAIB (TOLONG, MAAF, DAN TERIMA KASIH) Yudisara Kasmus, Denia; Lionardi, Angelia; Iskandar, Muhammad
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kesadaran dan pemahaman mengenai etika dan sopan santun penting diajarkan pada generasi muda. Mengetahui hal ini, dibutuhkan media yang dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya pendidikan etika. Perancangan berfokus pada etika sopan santun penggunaan kata-kata dasar tolong, maaf, dan terima kasih atau dikenal dengan sebutan tiga kata ajaib. Animasi dapat menjadi media interaktif yang menarik bagi generasi muda. Perancangan concept art diperlukan sebelum melakukan pembuatan animasi, dengan tujuan mengumpulkan ide, referensi, dan informasi untuk menghasilkan animasi yang menarik. Concept art dirancang untuk generasi muda khususnya untuk anak-anak usia 4-7 tahun. Penelitian dilakukan melalui analisis kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka, observasi, serta wawancara. Hasil penelitian digunakan untuk menghasilkan perancangan desain karakter, desain environment, serta aset lainnya yang digunakan untuk menyampaikan pesan melalui concept art ini. Hasil akhir dikemas dalam bentuk artbook yang dapat digunakan sebagai panduan penyusunan media animasi atau media interaktif lainnya. Kata kunci: Animasi, Concept art, Pendidikan etika, Tiga kata ajaib
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER MAKHLUK LEGENDA URBAN INDONESIA DALAM ANIMASI 2D BERSERI PAMALI Dea Widiari, Ni Kadek; Sudaryat, Yayat; Iskandar, Muhammad
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pamali pada zaman dahulu digunakan sebagai sebuah aturan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, biasanya di ceritakan dari mulut kemulut. Dalam pamali sebagian besar nasehatnya disertai dengan hal-hal berbau mistis dan menakutnakuti pendengar dengan menyelipkan beberapa makhluk mistis pula atau yang disebut mahkluk leganda urban di tempat tersebut. Tetapi pada zaman modern ini dimana teknologi dan pengetahuan mudah di dapatkan, maka fungsi pamali pada saat ini berubah dan nilai-nilainya sudah tidak sesuai untuk diterapkan pada zaman modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif menyatakan 41.8% remaja jarang mendengar pamali disekitar mereka karena cara penyampaian dan nilainya yang sudah tidak sesuai, pamali sekarang lebih cocok menjadi salah satu bentuk budaya masyarakat tradisional milik bangsa Indonesia yang layak untuk di lestarikan dan direruskan kepada generasi seterusnya agar budaya pamali ini tidak hilang atau dilupakan begitu saja. Oleh karena itu upaya pelestariannya adalah membuat sebuah media animasi dengan tujuan hiburan dan pembelajaran tidak langsung yang disampaikan melalui berbagai karakter yang dibuat dengan penelitian agar anak-anak merasa familiar dengan diri mereka disertai pengenalan mahluk legenda urban pula.