Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Rhodamin-B pada Saos yang Beredar di Sekitar STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun dengan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-Vis Mohamad Afif Ramadhi; Susanti Erikania; Yetti Hariningsih
Jurnal Kartika Kimia Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v4i2.82

Abstract

Sauce is a flavoring and flavor enhancer that is thick and red in color. The sauce is suspected to contain Rhodamine-B as coloring agent because a bright red color fluorescence. This study aims to analyze qualitatively and quantitatively Rhodamin-B in the sauce circulating around STIKes Bhakti Husada Mulia. This research method used 5 sauce samples, analyzed qualitatively by TLC using silica gel GF254 stationary phase and mobile phase n-butanol:ethyl.acetate:ammonia (10:4:5), and quantitatively analyzed by UV-Vis Spectrophotometry with maximum wavelength determination 400-800 nm ​​with concentration 3 ppm. The results of qualitative analysis by TLC showed that 4 of 5 positive samples containing Rhodamine-B appeared orange stains on a 254 nm UV lamp and yellow fluorescence on a 360nm UV lamp, while the Rf value in sample B was 0.57; sample C was 0.58; sample D was 0.58 and sample E was 0.58, compared to the Rhodamine-B standard of 0.55. The results of quantitative analysis UV-Vis spectrophotometry at maximum wavelength of 558nm with absorbance value 0.538 A, the Rhodamine-B content in sample B was 1.216μg/ml±0.004; sample C 2.278μg/ml±0.005; sample D 1.681μg/ ml±0.007 and sample E 0.776μg/ml±0.004. The conclusion is sample C has the highest levels of Rhodamine-B compared to samples B, D and E. Keywords: TLC, Rhodamine-B, Sauce, and UV-Vis Spectrophotometry
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Yeni Utami; Karina Nur Ramadhanintyas; Yetti Hariningsih
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.312

Abstract

Stunting merupakan permasalahan terkait gizi yang menjadi perhatian dan isu penting di dunia, termasuk di Indonesia. Stunting dapat terjadi sebelum kelahiran disebabkan oleh asupan gizi yang sangat kurang saat masa kehamilan, pola makan yang sangat kurang, rendahnya kualitas makanan sejalan dengan frekuensi infeksi sehingga dapat menghambat pertumbuhan.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting sehingga dapat menurunkan angak kejadian stunting di desa Kerik. Metode yang digunakan adalah pre-test sebelum dilakuakn pendidikan dan post-test setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Hasil sebelum dilakuakn pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting pengetahuan ibu hamil masih kurang yaitu sebnayak 60% tetapi setelah dilakukan intervensi pendidikan kesehatan tentang stunting pengetahuan ibu hamil bertambah yaitu sebanyak 90%. 
ANALISIS RHODAMIN-B PADA LIP CREAM YANG BEREDAR DI APLIKASI BELANJA ONLINE SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI rofi'atul fauziah; Yetti Hariningsih; Vevi Maritha
Duta Pharma Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.748 KB) | DOI: 10.47701/djp.v1i1.1188

Abstract

Lip cream adalah salah satu jenis lipstik yang memiliki karakteristik liquid dan diaplikasikan pada bibir untuk menentukan bentuk dan memberi warna serta perlindungan terhadap lingkungan sekitar bibir. Rhodamin-B adalah zat warna sintetis yang memiliki bentuk serbuk kristal, tidak berbau, berwarna merah keunguan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahi panjang gelombang maksimal dari Rhodamin-B, kondisi optimum metode analisis Rhodamin-B secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi serta mengetahui kadar Rhodamin-B pada sampel lip cream yang beredar di aplikasi belanja online. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Terpadu STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Penelitian ini menggunakan 3 sampel lip cream yang dijual di aplikasi belanja online. Penentuan panjang gelombang maksimal dilakukan pada rentang panjang gelombang 400-800 nm. Penetuan kondisi optimum dilakuakan pada panjang gelombang maksimal terpilih, fase diam kolom C18, panjang kolom 250 mm, ukuran partikel 5 μm, detektor visible, laju alir 1 ml/menit, volume injeksi 20 μL, dan komposisi fase gerak menggunakan methanol: air: asetonitril. Sampel lip cream di ekstraksi selama 2 jam, kemudian di saring dan di injeksikan pada kolom KCKT. Hasil penelitan penentuan Panjang gelombang maksimal Rhodamin-B adalah 554 nm, kondisi optimum KCKT untuk analisis Rhodamin-B laju alir 1 ml/menit, volume injeksi 20 μL, panjang gelombang 554 nm dengan fase gerak methanol: asetonitril: air (47:47:6), fase diam kolom C18, suhu 25 oC, serta memenuhi syarat kesesuaian sistem. Kandungan Rhodamin-B yang terdapat pada sampel lip creambuntuk sampel A sebesar 2,023 ± 0,1880, sampel B sebesar 1,100 mg/L ± 0,0177 dan sampel C sebesar 5,101 mg/L ± 0,531. Kata kunci: Rhodamin-B, lip cream, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP BAKTERI Lactobacillus acidophillus dian yuliana; Yetti Hariningsih; Kuncara Nata Waskita
Duta Pharma Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.984 KB) | DOI: 10.47701/djp.v1i1.1189

Abstract

Lactobacillus acidophillus merupakan bakteri gram positif dalam rongga mulut penyebab karies gigi. Salah satu pilihan terapi yaitu menggunakan antibiotik namun dapat menimbulkan resistensi sehingga diperlukan alternatif lain dengan memanfaatkan tanaman sebagai antibakteri seperti daun alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun alpukat dengan konsentrasi 25%, 50% dan 100% terhadap bakteri Lactobacillus acidophillus. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi cakram disk dan membandingkan zona hambat yang terbentuk dari masing-masing perlakuan dengan kontrol positif yaitu Klindamisin dan kontrol negatif yaitu DMSO 10%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol dan fraksi daun alpukat memiliki respon hambatan yang kuat, kontrol positif sangat kuat dan kontrol negatif lemah. Berdasarkan Uji One Way Anova, ekstrak etanol dan fraksi daun apukat menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna dari masing-masing perlakuan dengan nilai signifikasi (p=<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Lactobacillus acidophillus pada konsentrasi 100% dengan rata-rata 16,91±0,15mm, fraksi etanol 13,56±0,38mm dan fraksi n-heksan 12,39±0,30mm. Ekstrak etanol memberikan daya hambat paling baik dengan rata-rata 16,91±0,15mm. Kata Kunci: Aktivitas Antibakteri, Daya Hambat, Ekstrak Etanol Daun Alpukat, Fraksi Daun Alpukat, Lactobacillus acidophillus.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL SELEDRI (Apium graveolens L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Actinomyces sp. dan Lactobacillus acidophilus Widriyatul Lianah; Novi Ayuwardani; Yetti Hariningsih
Duta Pharma Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.459 KB) | DOI: 10.47701/djp.v1i1.1190

Abstract

Bakteri Actinomyces sp. dan Lactobacillus acidophilus merupakan bakteri yang paling dominan di saluran akar gigi dan dalam rongga mulut serta sangat berperan dalam terjadinya karies gigi. Pencegahan karies gigi menggunakan obat kumur dengan zat aktif Chlorhexidine dalam jangka panjang tidak dianjurkan karena efek samping yang sangat merugikan sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam yang berpotensi antibakteri yaitu seledri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol seledri pada konsentrasi 12,5%; 25%; 50%;100% terhadap bakteri Actinomyces sp dan Lactobacillus acidophilus. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi cakram disk serta membandingkan zona hambat yang terbentuk dari masing-masing perlakuan dengan kontrol positif obat kumur “Minosep”. Hasil menunjukkan ekstrak etanol seledri memiliki respon hambatan kategori kuat terhadap bakteri Actinomyces sp dan Lactobacillus acidophilus. Uji One way Anova menunjukan adanya perbedaan yang signifikan dari masing-masing perlakuan yang dibuktikan dengan nilai (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol seledri memiliki aktivitas antibakteri terhadap Actinomyces sp dan Lactobacillus acidophilus dengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) masing-masing 12,5% dengan rata-rata zona hambat 10,21 mm dan 10,79 mm. Kata Kunci : Aktivitas antibakteri, ekstrak etanol herba seledri, Actinomyces sp, Lactobacillus acidophilus,daya hambat.
Anthelmintic Test of Combination of Carrot Peels (Daucus carota L.) and Pineapple Peels (Ananas comusus) Juice Against Silkworms (Tubifex sp) Yossy Febryarti; Yetti Hariningsih; Oktaviarika Dewi H
Duta Pharma Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.535 KB)

Abstract

Background: Anthelmintics is a treatment used as an anti-worm that can eradicate worms in the human and animal bodies, one of which is against silk worms (Tubifex sp). One of the plants that may be used as anthelmintics is carrot skin (Daucus carota L.) and pineapple skin (Ananas comusus). Carrot peel contains flavonoids, quercetin, and tannins as anthelmintics and pineapple peel contains flavonoids, bromealin enzymes and tannins, so researchers are interested in making a combination of carrot peel juice and pineapple peel juice as an anthelmintic against silk worms (Tubifex sp). Objective: This study aims to determine the effectiveness of the combination of carrot peel and pineapple peel juice in eradicating silk worms (Tubifex sp). Methods: The method used is the squeeze method, specific specific standardization, lethal time test, paralysis time test. , the anthelmintic activity test of the combination of carrot peel juice and pineapple peel extract with concentrations of F1 25%: 75%, F2 50%: 50%, F3 75%: 25% using positive control Albendazole 0.06% w/v. The research data were analyzed using the Oneway Anova test. Results: The results of this study showed that the combination of carrot peel extract 75%: pineapple peel 25% had the best anthelmintic effectiveness against the lethal time. The anthelmintic effectiveness test obtained from the combination of carrot juice 25%: pineapple juice 75% showed the best results during paralysis time. The lethal time test of the combination of carrot peel and pineapple juice obtained an average time of death in F1 of 15.32 minutes. In F2, the average time of death was 18.155 minutes, while in F3 it was 20.37 minutes and the Oneway Anova result was p=0.000 (p<0.05). The paralysis time test for the combination of carrot peel and pineapple juice was found to have an average paralysis time of 13.625 minutes in F1. In F2, the average paralysis time was 13,733 minutes, while in F3 18,712 minutes and the Oneway Anova result was p=0,000 (p<0,05). Conclusion: The best combination of juice for the time of death is F1 with a concentration of 25% carrot juice: 75% pineapple juice, while the best combination for paralysis time is F1 with a 25% carrot juice concentration: 75% pineapple juice.                                                                          Keywords : Carrot Peels (Daucus carota L.), Pineapple Peels (Ananas comosus), Anthelmintics, Tubifex sp
Pengelolaan hasil tanaman obat keluarga (TOGA) jamu instan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) Rahmawati Raising; Novi Ayuwardani; Oktaviarika Dewi Hermawatiningsih; Yetti Hariningsih; Vevi Maritha; Tika Indrasari
INDRA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/indra.v4i1.176

Abstract

Community participation in health development with TOGA (Family Medicinal Plants) or commonly referred to as a live pharmacy, in order to meet the family's need for medicines. Cultivation of medicinal plants for families (TOGA) can stimulate small and medium enterprises in the field of herbal medicine. Red ginger is one of the herbal plants that has been widely known as a health support product by the public because empirically it has many health benefits such as anti-inflammatory, reducing nausea and immunomodulatory with few side effects. Therefore, training is needed to improve the skills of PKK team in making Red Ginger Instant herbal products, the target of this community service activity is PKK team, using presentation methods, demonstrations on how to make red ginger instant herbal products. The results of this community service activity increase understanding of making instant herbal medicine
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM WAJAH EKSTRAK KULIT BUAH KOPI ARABIKA (Coffea arabica.L) SEBAGAI ANTI-AGING Hestiyana Ekawati; Yetti Hariningsih
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i2.4981

Abstract

Kulit buah kopi arabika memiliki kandungan senyawa antioksidan alami seperti antosianin, beta karoten, polifenol dan vitamin C. Dalam rangka pengembangan pemanfaatan kulit buah kopi peneliti ingin membuat sebagai bahan kosmetik serum wajah yang berfungsi sebagai anti Aging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah kopi arabika (coffea Arabica L.) jika diaplikasikan menjadi serum wajah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Konsentrasi yang digunakan adalah sebesar 1%, 2%, dan 3%. Ketiga formulasi di uji mutu fisik dan uji stabilitas selama 4 minggu yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan daya sebar. kemudian uji iritasi pada hewan, dan uji aktivitas antioksidan dengan melihat nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formulasi 2 dengan konsentrasi 2% memiliki uji mutu fisik yang paling baik.. Hasil aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah kopi arabika didapatkan nilai IC50 sebesar 12,739, Vitamin C sebesar 0,515, Fomulasi 1 sebesar 114,164, formulasi 2 sebesar 82,972, formulasi 3 sebesar 55,939. Pada uji anova data yang muncul adalah hasil signifikansi IC50 dari ekstrak, sediaan serum, serta vitamin C sebagai pembanding sebesar 0,000 (p = 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok ekstrak, sediaan serum dan juga vitamin C sebagai pembanding. Kata kunci— Antioksidan, Serum Wajah, Kulit Buah Kopi Arabika, DPPH
Pengaruh Variasi Konsentrasi Na-CMC Terhadap Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Pelepah Pisang Ambon (Musa paradisiaca L.) Yetti Hariningsih
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v8i2.1447

Abstract

Abstract The content of flavonoid in ambon banana extract (Musa paradisiaca L.) is considered responsible for the healing of various injuries. This study aims to determine the effect of Na-CMC variation as a gelling agent on the physical stability of gel ambon banana extract (Musa paradisiaca L.) The method used in this study is to compare Na-CMC concentration in all three formulations. The concentration used is 2,5%, 5,0% and 7,5%. All three formulations will be tested for their physical quality and the best formulation will be tested for physical stability for 4 weeks. The results showed that Formulation II had a good physical quality test based on test results conducted in accordance with the standard. Based on the results of stability test, Na-CMC concentration effect on the spread, the sticky and viscosity with significant value of 0,000. The pH stability test results stated that the Na-CMC concentration did not affect the pH of the preparation with significant value 0,052. Descriptively, organoleptic preparations remain stable from week 0 to week 4. Keywords : Na-CMC variation, ambon banana extract, Gel physical stability. 
FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA FORMATYPICA) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR Yetti Hariningsih; Aris Hartono
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Volume 1, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v1i2.213

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca formatypica) mengandung senyawa flavonoid jenis flavonoid 5, 6, 7, 4’-tetrahidroksi-3-4-flavon-diol yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan kulit buah pisang lainnya yang berperan dalam menghambat pertumbuhan fibrolast sehingga bisa memaksimalkan perawatan luka. Tujuan penelitian ini adalah membuat fomulasi sediaan krim dan untuk mengetahui efektifitas sediaan krim ekstrak etanol kulit pisang kepok sebagai penyembuh luka bakar. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pada penelitian ini dibuat fomulasi sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak kulit pisang kepok sebesar 1%, 2% dan 3%. Pengujian mutu fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Hasil yang diperoleh dari pengujian mutu fisik adalah formula II dengan konsentrasi 2% memiliki mutu fisik yang paling baik, dengan hasil evaluasi uji mutu fisik memenuhi persyaratan semua. Hasil uji stabilitas fisik formula II dengan rata-rata nilai pH sebesar 6,38±0,044, daya sebar 6,64±0,089, daya lekat 4,54±0,054, viskositas 2920±164,316, serta nilai signifikansi sebesar ρ > 0,05, menunjukkan bahwa tidak ada perubahan mutu fisik yg signifikan selama penyimpanan 4 minggu. Hasil uji efektifitas luka bakar terhadap kelinci adalah formula II krim ektrak kulit pisang kepok efektif dalam menyembuhkan luka bakar dengan lama penyembuhan 12 hari