Articles
DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PASCA PUTUS CINTA PADA DEWASA AWAL
Jovina Amanda Sugiarto Sugiarto;
Christiana Hari Soetjiningsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27826
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang dengan pasca putus cinta pada dewasa awal. Dukungan sosial adalah suatu proses hubungan yang terbentuk dari individu dengan persepsi bahwa seseorang dicintai dan dihargai, disayang untuk memberikan bantuan kepada individu yang mengalami tekanan dalam kehidupannya. Dukungan sosial yang dimaksud dalam penelitian ini adalah dukungan sosial orang tua. Subjek penelitian ini adalah laki-laki dan perempuan berusia 18-40 tahun yang mengalami putus cinta maksimal 1 tahun terakhir dan mengalami kesedihan yang mendalam pasca putus cinta. Skala dukungan sosial yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala dari Weiss dan skala Psychological Well Being menggunakan dari Ryff. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan sosial orang tua tinggi sebesar 68,75% dan Psychological Well Being yang tinggi juga sebesar 81,25%. Hipotesis penelitian ini diterima dengan hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara dukukungan sosial orang tua dengan psychological well being dengan r = 0,611 dan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Artinya semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi juga psychological well being yang dimiliki oleh dewasa awal pasca putus cinta demikian sebaliknya.
GAMBARAN PYSCHOLOGICAL WELL BEING PADA LANSIA YANG BERSTATUS JANDA
Nikita Cestin Nalle;
Christiana Hari Soetjiningsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v16i1.19146
The purpose of this research is to know psychological well-being to the widowed elderly after their husbands’ death and what the factors that influence the widowed elderly when their husbands’ death. This research is done to the widowed elderly by using phenomenological qualitative approach. Interpretative phenomenological analysis (IPA) is used of the data analysis. This research was successful to identify the psychological well-being. Both of the participants were able to accept their condition as widowed elderly and overcome their bad experiences in the past by getting social support from their children, joining positive activities outside of their houses, and building a good relationship with God. The next researchers who are interested to do a research about psychological well-being to the widowed elderly can research the causes of divorce or another condition.Keywords : Widowed Elderly; Husbands’ Death; Psychological Well-Being; Social Support; Relationship with God
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN PERILAKU DIET PADA SISWI DI SMA KRISTEN 1 SALATIGA
Chatarina Anita Lyana Sari;
Christiana Hari Soetjiningsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27822
Body image adalah proses memahami gambaran mental terhadap bentuk dan ukuran tubuh seseorang individu. Kepedulian terhadap penampilan dan body image yang ideal dapat mengarah kepada upaya obsesif seperti mengontrol berat badan terlebih pada siswi SMA yang sering merasa memiliki body image negative, sehingga banyak dari mereka yang melakukan diet untuk mendapatkan body image yang mereka inginkan. Pengambilan sampel dengan menggunakan non-random sampel yaitu peneliti memilih Snowbal sampling. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional yang bertuuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan perilaku diet pada siswi SMA Kristen 1 Salatiga. Populasi dan sampel penelitian ini adalah 50 orang siswi di SMA Kristen 1 Salatiga. Penelitian ini menggunakan dua buah skala sebaga alat ukur, yaitu Skala Bodi Image dan Skala Perilaku Diet. Skala Body Image terdiri dari 25 item dan dengan koefisien 0,896 sedangkan skala perilaku diet terdiri dari 19 item dengan koefien 0,198.Analisa penelitian menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil analisa bahwa terdapat hubungan negative antara body image dengan perilaku diet dengan nilai r = -0,484 dengan sig. = 0,000 (p<0,05). Yang artinya semakin positing body image maka intensitas perilaku diet yang dilakukan akan semakin rendah begitu pula dengan sebaliknya, semakin negative body image maka intensitas perilaku diet yang dilakukan akan semakin tinggi
HUBUNGAN ANTARA WORK FAMILY CONFLICT DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA IBU YANG BEKERJA SEBAGAI PERAWAT DI RUMAH SAKIT SUMBER KASIH CIREBON
Ignatia Dimarda Pamintaningtiyas;
Christiana Hari Soetjiningsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v16i1.19142
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan work family conflict dengan psychological well-being pada ibu yang bekerjasebagai perawat di RS Sumber Kasih Cirebon. Hipotesis yang diajukan adalah ada korelasi negatif signifikan antara work family conflict dengan psychological well-being pada ibu yang bekerjasebagai perawat. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang bekerja sebagai perawat di RS Sumber Kasih Cirebon sebanyak 50 perawat. Pengumpulan data di lakukan dengan skala work family conflict dan skala psychological well-being. Analisis data menggunakan metode korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif signifikan antara work family conflict dengan psychological well-being, dengan nilai r = -0,572 dan nilai signifikansi = 0,000 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi work family conflict maka psychological well-being nya semakin rendah yang dimiliki oleh Ibu yang bekerja sebagai perawat di RS Sumber Kasih Cirebon .Demikian sebaliknya, semakin rendah work family conflictmaka semakin tinggi psychological well-being yang dimiliki ibu yang bekerja sebagai perawat di RS Sumber Kasih Cirebon.Kata Kunci: Work Family Conflict, Psychological Well-Being, Ibu Perawat
KEBAHAGIAAN PADA WANITA DEWASA MADYA YANG MELAJANG
Sindhy Mariam Magdalena Pello;
Christiana Hari Soetjiningsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v16i1.19147
Happiness is a concept that relate to the emotion and positive activities felt by each individual except for the single people. The purpose of this research is to know the illustration of happiness to the adult females who decided to remain single and the influenced factors of happiness. Qualitative research method is used with phenomenological approach. The participants of this research are two adults’ females 40-65 years old who decided to remain single. Interpretative phenomenological analysis (IPA) is used for the data analysis technique. The results of this research showed that adults females who decided to remain single still felt happiness through the positive relationship with others by doing things or activities that they liked, finding the meaning of their days, and having optimism and resilience attitude. The most influenced factor of happiness is religiosity. Keywords: Happiness; Adult Female; Single; Religiousity; Success.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN SUCCESSFUL AGING PADA LANSIA DI RW 06 DESA BULU KECAMATAN AGROMULYO SALATIGA
Wayan Nandia Sari;
Christiana Hari Soetjiningsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v16i1.19148
This study aims to determine whether or not there is a relationship between family social support and successful aging in the elderly. Successful aging is meant to achieve success in old age with one of the factors being family social support. The subjects of this study were elderly aged between 60-85 years in RW 06 Desa Bulu kec. Argomulyo Salatiga. Data use taken quantitative method with a sample model of saturated and sampling nonprobability sampling. Based on the results of the study the results of correlation coefficient (r) = 0.042; p <0.05 with the influence of social support on successful aging at 4.8% and 95.2% influenced by other factors. The researcher concluded that there was a positive relationship between social support and successful aging in the elderly in RW 06 Desa Bulu Kec. Argomulyo Salatiga. Keywords: Family Social Support; Successful aging
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SISWA SMK
Deis Sabintoe;
Christiana Soetjiningsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v17i2.22073
This study aims to determine the relationship between emotional maturity with aggressive behavior in vocational students. This research was conducted on SMK students of class XI. The research sample of 63 students with saturated sampling technique. This type of research used in this study is a quantitative study with data collection procedures using a psychological scale that is the scale of emotional maturity from Katkhovsky and Gorlow (1976) totaling 47 items and the scale of aggressive behavior from Buss and Perry (1992) totaling 29 items. Statistical data analysis using Pearson Product Moment Analysis Test with the help of SPSS Statistics 16.0 for windows. The correlation coefficient obtained was -0.240 with a significance value of 0.029 (p <0.05). These results indicate that the hypothesis proposed by researchers, namely there is a negative relationship between emotional maturity with aggressive behavior in vocational students can be accepted. The negative correlation coefficient value indicates that the direction of the relationship between the two variables is negative, meaning that the higher the emotional maturity, the lower the aggressive behavior.
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN SELF ESTEEM PADA NARAPIDANA NARKOBA YANG DIREHABILITASI DI LAPAS NARKOTIKA YOGYAKARTA
Elia Febry Herniron Bandi;
Christiana Hari Soetjiningsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v16i1.19149
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan self esteem pada narapidana narkoba yang direhabilitasi di Lapas Narkotika Yogyakarta. Partisipan penelitian ini berjumlah 32 narapidana narkoba yang sedang direhabilitasi di blok edelweis Lapas Narkotika Yogyakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala dukungan sosial keluarga terdiri dari 24 aitem yang diadaptasi dari Social Provisions Scale yang dibuat oleh Cutrona dan Russel (1987) dan skala self esteem terdiri dari 54 aitem yang diadaptasi dari Coopersmith Self-Esteem Inventory (1967). Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment-Pearson dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil analisis data menunjukkan r = 0,547 dengan nilai sig. = 0,001 (P<0,05) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan self esteem pada narapidana narkoba yang direhabilitasi.Kata Kunci : Dukungan Sosial Keluarga; Self Esteem; Narapidana Narkoba; Rehabilitasi
Pemaafan (Forgiveness) oleh Istri terhadap Suami yang Berselingkuh untuk Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga
Bella Yundari;
Hari Soetjiningsih
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 2 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (147.456 KB)
|
DOI: 10.28932/hmn.v2i3.1747
Forgiveness is the attitude of individuals who have been hurt not to commit acts of revenge against perpetrators, no desire to stay away from the perpetrator, on the contrary the desire to reconcile and do good to the perpetrator, although the perpetrator has done a painful behavior. The purpose of this study is to explore more deeply about what a wife's forgiveness picture has ever been cheated by her husband. This study uses a qualitative approach involving two participants who experienced an affair by her husband to this day. The results showed that both participants have forgiven the husband who cheated, can be seen from the actions and behavior of both participants daily who still serve the needs of her husband. Participants still survive in marriage due to children, economic dependence on her husband and assume if she is divorced not necessarily participants will get a better husband than her current husband. Keywords: Forgiveness, infidelity, wife
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI
Chairina Gustian Putri;
Chr. Hari Soetjiningsih
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 3 No 5 (2019): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Mei
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.939 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif antara dukungan sosial keluarga dan motivasi belajar pada remaja yang orang tuanya bercerai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 Getasan dengan partisipan penelitian sebanyak 35 remaja yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran penelitian menggunakan skala dukungan sosial keluarga dan skala motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara dukungan sosial keluarga dan motivasi belajar pada remaja yang orang tuanya bercerai dengan r = 0,522 dengan sig. = 0,001 (p <0,05). Ini berarti bahwa semakin tinggi dukungan sosial keluarga yang diterima oleh remaja yang orang tuanya bercerai, semakin tinggi motivasi belajar mereka. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima.