Articles
WORK ENGAGEMENT PENGEMUDI OJEK ONLINE GOJEK: KAITANNYA DENGAN RESILIENSI
Zecoleony Patricia;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psibernetika Vol 14, No 2 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i2.2903
Pengemudi Gojek diminta untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan. Sehingga perusahaan Gojek membutuhkan pengemudi yang memiliki dedikasi tinggi dan penuh energi, yaitu pengemudi Gojek yang memiliki work engagement dalam mengerjakan tugasnya. Salah satu faktor yang bisa mempengaruhi munculnya work engagement seseorang adalah resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan work engagement pada pengemudi ojek online Gojek di wilayah Jakarta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 60 orang pengemudi ojek online Gojek di wilayah Jakarta Utara yang menggunakan motor telah bekerja secara fulltime sebagai pengemudi Gojek minimal selama 1 tahun yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dan skala work engagement. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara resiliensi dengan work engagement dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,227 dan nilai signifikansi 0,041 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi juga work engagement yang dimiliki oleh pengemudi ojek online Gojek di wilayah Jakarta Utara. Dan sebaliknya, semakin rendah resiliensi maka semakin rendah juga work engagement yang dimiliki. Dengan kontribusi resiliensi terhadap work engagement yaitu 5% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif antara resiliensi dengan work engagement pada pengemudi ojek online Gojek di wilayah Jakarta Utara.Kata Kunci: resiliensi, work engagement, pengemudi gojek
Body Image Ditinjau dari Jenis Kelamin pada Masa Dewasa Awal
Omega Lambulalo Rengga;
Christiana Hari Soetjiningsih
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26623/philanthropy.v6i1.4851
Abstract. Body image consists of self-perception, emotional cognition, and behavior related to one's physical appearance. Evaluating how individuals react to changes in body shape, capacity, and function is very important for men and women in early adulthood. The evaluation results can produce a positive body image or a negative body image. The purpose of the study was to examine the differences in body image between men and women in early adulthood. The participants consisted of 54 men and 54 women. The research instrument used was the Multidimensional Boddy Self-Relation Questionnaire Appearance Scale (MBRSQ-AS). Data analysis used an independent sample T-test. The results of the comparison test show that there is no difference in body image between men and women in early adulthood. Keywords: Body Image, Gender, Early AdulthoodAbstrak. Body image terdiri dari persepsi diri, kognisi emosi, dan perilaku yang terkait dengan penampilan fisik seseorang. Mengevaluasi bagaimana individu bereaksi terhadap perubahan bentuk tubuh, penampilan dan fungsi sangat penting untuk laki-laki dan perempuan masa dewasa awal. Hasil evaluasi dapat menghasilkan body image positif ataupun body image negatif. Tujuan penelitian menguji perbedaan body image antara laki-laki dan perempan pada masa dewasa awal. Partisipan terdiri dari 54 laki-laki dan 54 perempuan. Instrumen penelitian menggunakan skala Multidimensional Boddy Self-Relation Questionnaire Apperance Scale (MBRSQ-AS). Analisis data menggunakan Uji Independent Sample T-test. Hasil uji komparasi menunjukan tidak ada perbedaan body image antara laki-laki dan perempuan pada masa dewasa awal. Kata kunci: Body Image, Jenis Kelamin, Masa Dewasa Awal
Hubungan Konformitas Teman Sebaya dan Kecenderungan Kenakalan Remaja Laki-Laki
Beatrix Agustina Ganta;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7984
This research aims to determine the relationship of peer comformity with tendency of juvenile delinquency on male students at SMP X. Participants in this study were male students in grade 2 SMP X as many as 39 students. The data was collected using the peer conformity scale and the juvenile delinquency tendency scale. The data analysis used the Pearson product moment correlation method. The results showed that there was a significant positive relationship between peer conformity and juvenile delinquency with a value of r = 0.821 and significance = 0.000 (p <0.05). This means that the higher peer conformity, the higher the tendency for delinquency in male students, and conversely the lower peer conformity in male students, juvenile delinquency is also low. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konformitas teman sebaya dengan kecenderungan kenakalan remaja pada siswa laki-laki di SMP X. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas 2 SMP X sebanyak 39 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala konformitas teman sebaya dan skala kecenderungan kenakalan remaja. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu menggunakan metode korelasi product moment dari Pearson. Hasil studi menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara konformitas teman sebaya dan kecenderungan kenakalan remaja dengan nilai r = 0,821 dan signifikasi = 0,000 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin tinggi kecenderungan kenakalan pada siswa laki-laki, dan sebaliknya semakin rendah konformitas teman sebaya pada siswa laki-laki maka kenakalan remaja juga rendah
Burnout dan Kaitannya dengan Tipe Kepribadian Introvert
Yuniar Siwi Dwi Atia;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psycho Idea Vol 18, No 1 (2020): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.961 KB)
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v18i1.5824
ABSTRACTThis purpose of this study is to examine whether introvert personality types can lead to burnout at nurses who work in RSUD Karanganyar. The subjects of this study involved 84 nurses with the characteristics of the subject being nurses who had worked for at least 1 year. Data collection methods used in this study are introvert personality scale and burnout scale. The results of data analysis show that there is a significant positive relationship between introvert personality types and burnout at nurses who work in RSUD Karanganyar, which is the higher the introvert personality types owned by nurses, the higher the chance of burnout, so the hypothesis of this study is accepted. This indicates that the introvert personality types is determining the chances of burnout appearing at nurses.Keywords: Introvert Personality Type, Burnout, NurseABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah tipe kepribadian introvert dapat mengakibatkan burnout pada perawat yang bekerja di RSUD Karanganyar. Subjek penelitian ini melibatkan perawat sebanyak 84 orang dengan karakteristik subjek adalah perawat yang minimal sudah bekerja selama 1 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepribadian introvert dan skala burnout. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dengan burnout pada perawat RSUD Karanganyar, dimana semakin tinggi tipe kepribadian introvert yang dimiliki oleh perawat, maka semakin tinggi peluang munculnya burnout, sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tipe kepribadian introvert menentukan peluang munculnya burnout pada perawat.Kata kunci: Tipe Kepribadian Introvert, Burnout, Perawat
Fear of Missing Out (FOMO) dengan Kecanduan Media Sosial pada Mahasiswa
Linda Kusuma Dewi Rahardjo;
Christiana Hari Soetjiningsih
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 2 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/bocp.v4i3.328
This study is a quantitative study that aims to determine the relationship between Fear of Missing Out and social media addiction in college students. The participants in this study were 67 active students of the Satya Wacana Christian University Faculty of Psychology, class of 2018-2020 who used social media for a minimum of 5 hours. The research instrument uses 2 measuring instruments, namely the Bergen Social Media Addiction Scale (BMAS) Indonesian version modified by Maheswari and Dwiutami (2013) and the Indonesian Fear of missing Out Scale (FoMOS) modified by Kaloeti, Kurnia, and Tahamata (2021). Based on the results of data analysis using the Pearson product moment correlation test, there is a significant positive relationship between Fear of Missing Out and social media addiction with a correlation coefficient of 0.564 with a significance value of 0.000 (p < 0. 05) which means that the higher the level of Fear of Missing Out, the higher the level of addiction to social media, and conversely the lower the level of Fear of Missing Out, the lower the level of addiction to social media. The results of this study can be used as a basis for making activities to reduce the level of addiction to social media.
Kesepian dengan Nomophobia Pada Mahasiswa
Andrea Christine Santoso;
Christiana Hari Soetjiningsih
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 2 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/bocp.v4i2.331
This research is quantitative research that aims to acknowledge the relationship between loneliness and nomophobia for Psychology students from Satya Wacana Christian University. The population in this research are both male and female students from batch 2018 to 2021. The participants were taken randomly, a total of 76 participants. The researcher applieds incidental sampling in taking the sample for this research. There are two measurement tools in this research. The first measurement tool is UCLA Loneliness Scale Version 3, which was developed by Rusell and the second is Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) scale which was developed by Yildrim and Correia. Based on the result of the analysis using the product-moment Pearson correlation, it was found that there is a significantly positive relationship between loneliness and nomophobia for students of the Psychology study program from Satya Wacana Christian University. It can be inferred that a higher loneliness level leads to a higher chance of nomophobia, and vice versa, lower loneliness leads to a lower chance of nomophobia. The result of this research can be used as a reference in trying to decrease loneliness and increase the effectiveness of smartphone usage to avoid nomophobia.
DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK DALAM MENYELESAIKAN TUGAS KULIAH DARING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA
Marcellyna Purede;
Christiana Hari Soetjiningsih
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v5i2.6465
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial orang tua dengan prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan tugas kuliah daring pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKSW Salatiga berjumlah 93 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala prokrastinasi akademik (Pratama, 2020) dan skala dukungan sosial (Rayyan, 2016). Analisis data menggunakan metode korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan negatif signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan prokrastinasi akademik dengan nilai r = -0,355 dan signifikasi = 0,000 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin rendah prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah, dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial orang tua maka prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah semakin tinggi
Terapi Reminiscence: Memberdayakan Lansia untuk Mencapai Successful Aging
Timotius Iwan Susanto;
Christiana Hari Soetjiningsih;
David Samiyono
Buletin Psikologi Vol 28, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.01 KB)
|
DOI: 10.22146/buletinpsikologi.49339
Penuaan manusia merupakan proses yang kompleks, dimulai sejak lahir, dan dipengaruhi banyak faktor. Oleh karena itu penuaan yang berhasil (successful aging) perlu dipersiapkan sebaik mungkin sejak manusia dilahirkan. Komponen successful aging yaitu: (1) tidak rentan terjangkit penyakit dan efeknya; (2) kapasitas fungsional kognitif dan fisik yang baik; (3) keterlibatan aktif dalam kehidupan; dan (4) spiritualitas positif. Sebagian lansia termasuk dalam kategori successful aging rendah dan terdapat kesenjangan kultural antara lansia dan generasi di bawahnya berkaitan dengan kemajuan teknologi. Dari penelitian sebelumnya salah satu terapi yang terbukti efektif untuk meningkatkan successful aging adalah reminiscence, yaitu terapi dengan aktivitas mengenang masa lalu sehingga lansia bisa menerima pengalaman dengan positif. Saat ini metode terapi reminiscence dapat dirancang secara kreatif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang sesuai dengan kondisi lansia. Kajian pustaka ini dapat menjadi acuan dalam merancang model reminiscence untuk meningkatkan successful aging lansia dengan teknologi (gerotechnology) agar dibuktikan melalui penelitian empiris.
PERILAKU KONSUMSI MINUMAN ALKOHOL DAN PERILAKU AGRESIF MAHASISWA RANTAU ASAL X DI SALATIGA
Venessya Manuhutu;
Christiana H. Soetjiningsih
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36582/pj.v2i4.5626
Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku konsumsi minuman alkohol dengan perilaku agresif pada mahasiswa asal X yang kuliah di Salatiga. Instrumen penelitian menggunakan The Alcohol Use Disorders Identification Test (AUDIT) dan “The Aggression Questionnaire” yang telah memenuhi syarat reliabilitas yang baik. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 44 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara perilaku konsumsi minuman alkohol dengan perilaku agresif, yang bermakna makin tinggi perilaku konsumsi minuman alkohol maka makin tinggi perilaku agresif, dan sebaliknya. Sebanyak 17 mahasiswa (38,6%) berada pada zona IV (bermasalah) dalam perilaku konsumsi minuman alkohol. Hasil ini dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan upaya pencegahan konsumsi minuman alkohol.
EMPATI DAN PERILAKU PROSOSIAL PADA RELAWAN JOGO TONGGO
Christina Anggraeni Kusumawardani;
Christiana Hari Soetjiningsih
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 7: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jip.v3i7.2220
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan antara empati dengan perilaku prososial pada relawan Jogo Tonggo di Rukun Warga 32 Kecamatan X dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 54 relawan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala empati dan skala perilaku prososial. Penelitian ini menggunakan teknik analisa adalah teknik Pearson correlation. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil koefisien korelasi (r) = 0,320 dengan nilai signifikansi sebesar 0,009 atau p < 0,05 yang berarti terdapat hubungan positif antara empati dengan perilaku prososial pada relawan Jogo Tonggo di Rukun Warga 32 Kecamatan X.