Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Community Structure of Transplanted Corals by Shelf Method at Bangsring Beach, Banyuwangi Samuel, Pratama Diffi; Utomo, Anisa Dwi Riskiani; Handziko, Rio Christy; Dewi, Citra Satrya Utama
El-Hayah:Jurnal Biologi Vol 10, No 3 (2025): EL-HAYAH (VOL 10, NO 3 September 2025)
Publisher : Program Study of Biology, Science and Technology Faculty, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/elha.v10i3.35944

Abstract

Coral reef ecosystems that have been damaged require restoration actions. The study's goal was to identify transplanted coral species on Bangsring Beach, as well as to assess the importance of community structure and community role. Location is determined through selective sampling and direct data capture. Descriptive data analysis, including the diversity index, uniformity, and dominance. The community's part was determined through interviews and questionnaires distributed to the residents of Bangsring. Corals transplanted at Bangsring Banyuwangi Beach include 12 genera and 30 species of coral. The Acropora genus includes Favia, Merulina, Pavona, Pocillopora, Porites, Stylophora, Turbinaria, Nepthea, Tubipora, and Hetroxenia. Block 4 has the greatest diversity index (2.75), followed by blocks 3, 2, 5, and 1. Coral species diversity was relatively high throughout all blocks, with no dominant species. The role of local communities cannot be ruled out in the sustainability of coral reef conservation activities. The community's and managers' active participation in coral transplantation at Bangsring Beach is critical to its success. The transplanted corals at the Bangsring Beach Area are monitored on a regular basis to observe changes in the coral community structure.
DISTRIBUSI HABITAT PAKAN DUGONG, DAN ANCAMANNYA DI PULAU – PULAU KECIL INDONESIA Dewi, Citra Satrya Utama; Sukandar, Mr.; Subhan, Beginer; Arafat, Dondy
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 2 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.9

Abstract

Dugong merupakan mamalia laut yang termasuk dalam ordo Sirenia, dan tergolong organisme langka yang tercatat dalam IUCN.  Rendahnya populasi dugong disebabkan oleh faktor biologi reproduksinya, perburuan oleh manusia, dan kerusakan habitatnya.  Dugong diketahui memiliki pola makan sebagai herbivora, dan menghabiskan waktu untuk aktivitas makan di padang lamun.  Penelitian terdahulu terhadap isi perut dugong di Indonesia menyebutkan bahwa, 90% perut dugong berisi daun lamun jenis Thalassia hemprichii, Halodule sp., Halophila sp., dan Cymodocea sp., sementara sisanya adalah rumput laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi padang lamun sebagai habitat pakan dugong, dan ancamannya di Indonesia.  Penelitian ini dilakukan sepanjang Tahun 2012, di 15 pulau kecil wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi transek garis (Line Intercept Transect-LIT) dan transek kuadrat di setiap stasiun ditemukannya padang lamun.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamun jenis Thalassia hemprichii, Halodule sp., Halophila sp., dan Cymodocea sp. ditemukan di seluruh stasiun pengamatan.  Keempat jenis lamun tersebut ditemukan membentuk padang lamun monospesies maupun heterospesies, dengan kondisi kualitas perairan yang relatif baik untuk tumbuh dan berkembang biak.  Padang lamun sebagai habitat pakan dugong yang ditemukan  selama penelitian di 15 pulau kecil diketahui memiliki ancaman lingkungan beragam, antara lain proses sedimentasi dan konversi lahan oleh manusia. 
ANALISIS KARBON TERSIMPAN PADA LAMUN Enhalus acoroides DI PERAIRAN PACIRAN, KECAMATAN PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN Ndari, Eva Falantika; Sartimbul, Aida; Dewi, Citra Satrya Utama
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.7

Abstract

Pemanasan global merupakan fenomena yang menjadi perhatian sejak masa pra-industri. Konsentrasi gas CO2 yakni sekitar 280 ppm hingga 379 ppm pada 2005. Pengetahuan masyarakat mengenai kemampuan penyerapan CO2 yang tersimpan pada lamun dalam bentuk biomassa, dapat menjadi langkah awal dalam mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan kadar CO2 di atmosfer. Fungsi ekologi lamun terdapat di Pantai Paciran, Lamongan yang salah satunya sebagai penyerap CO2 di atmosfer, masih perlu adanya data akan potensi tersebut. Untuk itu, penulis melakukan penelitian dengan Judul Analisis Karbon Tersimpan Pada Lamun Enhalus acoroides Di Pantai Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, bertujuan mengetahui luasan penutupan, kerapatan, jumlah biomassa, dan total karbon yang terdapat di Pantai Paciran, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilakukan pada Juni 2017 yang berlokasi di perairan Pantai Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan dengan kondisi lamun yang membentuk kelompok-kelompok atau tidak merata. Penghitungan biomassa dan karbon pada lamun dilakukan di Laboratorium Ekologi, Fakultas MIPA Universitas Brawijaya dengan menerapkan metode Loss on Ignition. Kondisi penutupan lamun di Pantai Paciran termasuk dalam kategori baik karena ketiga stasiun memiliki nilai penutupan lebih dari 60%, yakni dengan kisaran rata-rata 75±15 – 96,67±5,77%. Nilai kerapatan lamun berkisar antara 116,67 - 216,67 ind/m2 sehingga kondisi tersebut termasuk pada kategori Rapat hingga Sangat Rapat. Biomassa lamun tertinggi mencapai 1859 gbk/m2 dan terendah yakni 1101,03 gbk/m2. Jumlah karbon pada lamun dengan nilai tertinggi sebesar 246,99gC/m² sedangkan yang terendah sebesar 145,58 gC/m².
Oxygenase Enzyme Activity and Compound Profile in Hydrocarbon Bioremediation by Pseudomonas aeruginosa and Rhodococcus erythropolis Consortium Yanuar , Adi Tiya; Amin, Abd. Aziz; Salamah , Lutfi Ni'matus; Sujadi, Frentina Murty; Wiratno, Ekwan Nofa; Dewi, Citra Satrya Utama; Kurniawan, Andi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i1.45528

Abstract

Abstract Hydrocarbon contamination is one of the most significant environmental problems, including in the marine environment. Several methods, such as chemical and physical remediation, have been constructed to remediate pollutants but remain side effects and have a relatively high cost. Bioremediation is an alternative method for degrading contaminants due to its eco-friendliness and low cost. During bioremediation, the enzyme oxygenase is produced by bacteria to degrade pollutants. However, the oxygenation enzyme's activity and compound profile during this bioremediation process are still sparsely explored. This study aimed to analyze oxygenation enzyme activity and compound profiles during the hydrocarbon bioremediation process by bacterial consortia of Pseudomonas aeruginosa and Rhodococcus erythopolis. The materials of this research were the oxygenase enzyme activity, compound profile, and amount of BOD and COD during the bioremediation process. The results showed that the monooxygenase enzyme has activity between 0.257 and 3.859 U/mL. Meanwhile, the dioxygenase enzyme has activity between 0.579 and 5.402 U/mL. The final incubation compound profile found that Hexadecanoic acid methyl ester (C17H34O2) decreased by up to 47.66%. Moreover, BOD and COD reductions were 68.59% and 67.51%, respectively. This study concluded that oxygenation enzymes were produced to degrade pollutant compounds during the hydrocarbon bioremediation process. Further research is needed to improve the effectiveness of bioremediation by enhancing enzyme activity. Highlight Research The potential of hydrocarbon-degrading bacteria (Rhodococcus erythropolis and Pseudomonas aeruginosa) for pollutant degradation in the marine environment. Enzyme activity of hydrocarbon-degrading bacteria and degradation profile of pollutants. The dynamics of BOD and COD during the bioremediation process.
PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA LAMUN SERTA SENYAWA FITOKIMIA TERKANDUNG DI DALAMNYA (STUDI KASUS: PESISIR KABUPATEN MALANG) Dewi, Citra Satrya Utama; Kasitowati, Rarasrum Dyah; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Yamindago, Ade; Rohenda, Amelia; Fatmawati, Riska
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.32228

Abstract

Seagrass, yang umum disebut sebagai lamun dalam bahasa indonesia merupakan satu satunya tumbuhan tingkat tinggi yang dapat hidup terendam air laut. Padang lamun memiliki peran kunci dalam ekosistem, antara lain sebagai produsen primer, habitat hidup organisme bentik, menstabilkan sedimen, dan menyimpan karbon di laut dangkal. Komunitas lamun monospesies dapat ditemukan di Kabupaten Malang, namun penelitian terkait lamun di Kabupaten Malang juga masih terbatas, sehingga kajian ini dirasa penting untuk dilakukan. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan daun dan biomassa lamun, serta mengetahui kandungan fitokimianya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus hingga November Tahun 2014 dan Tahun 2015. Pengukuran laju pertumbuhan daun dan biomassa lamun dilakukan secara in situ dengan metode penandaan selama satu minggu, serta pengambilan contoh daun lamun dilakukan secara acak di lokasi penelitian. Tahap selanjutnya bahan diekstraksi dengan methanol untuk mendapatkan kandungan senyawa fitokimia. Analisis data di Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan, FPIK–UB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis lamun, yaitu Syringodium isoetifolium di Pantai Kondang Merak dan Thalassia hemprichii di Pantai Bale Kambang. Laju pertumbuhan daun kedua jenis lamun secara berurutan menunjukkan nilai positif yaitu 0,45±0,19 cm/hari dan 0,25±0,14 cm/hari. Nilai biomassa kedua jenis lamun menunjukkan bahwa biomassa pada bagian bawah substrat lebih tinggi dibandingkan bagian atas substrat. Uji fitokimia menunjukkan bahwa kedua jenis lamun ini mengandung senyawa bioaktif jenis flavonoid dan saponin.
Diversitas Ikan Kecil dalam Populasi Teri yang Dijual di Pasar Anduonohu, Kendari Dewi, Citra Satrya Utama; Ghiffari, Syauqi Muhammad; Yamindago, Ade; Anam, Choirul
Journal of Tropical Diversity Vol 1 No 1 (2025): Februari
Publisher : Penerbit Brainy Bee

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64283/jotdiverse.2025.1(1):2

Abstract

Anchovies have an economical price, high nutritional value, and a savory and delicious taste. As a result, they are widely favored by the public and are very easily obtained in traditional markets, including the Anduonohu Market in Kendari. The objectives of this study were to determine (1) the diversity of small fish species in the anchovy population sold at Anduonohu Market, Kendari through morphological characteristics; and (2) the status of these species in IUCN and CITES. The collection of the anchovy population was carried out in December 2021 at Anduonohu Market, Kendari, Southeast Sulawesi. Data analysis of fish species and their status in the International Union for Conservation of Nature (IUCN) and the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) was carried out descriptively by considering the morphology and morphometry of the fish, adjusted to FishBase, a World Wide Web electronic publication www.fishbase.org. There are two types of small fish in Anduonohu Market, namely lureh (anchovy) and small rembang. Meanwhile, in the anchovy population, ten other species of small-sized fish were found. All identified small fish species have an IUCN status of least concern - low risk and have not been evaluated in CITES.
Induksi Teknologi Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) Untuk Rumah Pangan Generasi Milenial Pramudia, Zulkisam; Moehammad, Khibar Syiar; Susanti, Yogita Ayu Dwi; Dewi, Citra Satrya Utama; Dailami , Muhammad; Gafur, Abdul
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i2.4769

Abstract

Purpose: The 1000 Villages Strategic Service Activity aims at community service activities with this strategic service scheme to introduce household-scale cultivation technology, namely Budikdamber, for millennial generation food houses to support increased food security in Bondowoso Regency. Methodology/approach: This service was carried out in Bondowoso Regency Maes an. These locations are at SMK Negeri 1 Maesan, and the Az Zahra Mosque Youth Secretariat, Pekingan Village. The method for implementing Strategic Service Grant activities is designed using a participatory approach, where both the activity implementer (UB) and the recipient (target partner) are proactive in carrying out service activities. Results/findings: The parameter for success is that the millennial generation has succeeded in increasing their knowledge and practice of fish cultivation through induction of Budikdamber technology, assistance with the Budikdamber system to increase analytical skills in cultivating aquaponic systems, and the process of mentoring water quality management. Conclusion: The community service program was successfully implemented by partner participants as a household-scale aquaculture solution. Its success was demonstrated through their understanding of water quality management based on CBIB principles. Limitations: The study cultivating aquaponic systems, and the process of mentoring water quality management. Contribution: This community service activity is the induction of household-scale aquaculture technology, namely Budikdamber, for millennial home-based food systems to support improved food security in Bondowoso Regency, which was successfully implemented and carried out by the partners.