Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Akses Informasi Kesehatan Reproduksi melalui Media Sosial dengan Pengetahuan Remaja Putri tentang Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri 5 Pekanbaru Agustin, Astia; Puswati, Desti; Dyna, Fitri; Febriyeni, Cindy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6843

Abstract

Media sosial menjadi salah satu sumber utama bagi remaja untuk mengkases informasi. Media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook banyak dimanfaatkan remaja karena kemudahan akses dan kecepatan penyebaran informasi. Informasi yang tersedia di media sosial memiliki kualitas yang beragam dan tidak seluruhnya berasal dari sumber yang dapat dipercaya, sehingga akses informasi tersebut dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Kondisi ini berpotensi memengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan berkaitan dengan berbagai permasalahan kesehatan reproduksi yang masih ditemukan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dengan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 211 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan responden adalah instagram sebanyak 90 responden (42,6%). Sebagian besar responden memiliki tingkat akses informasi kesehatan reproduksi yang tinggi, yaitu 106 responden (50,2%), sedangkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi didominasi kategori kurang, yaitu 118 responden (55,9%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dengan pengetahuan remaja putri (p = 0,001; p < 0,05). Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi yang sistematis dan berbasis sumber ilmiah.
Analisis Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Remaja Putri Pebryanti, Kania Putri; Dyna, Fitri; Puswati, Desti; Maulinda, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6981

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anemia pada remaja dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar dan prestasi akademik, serta kualitas kesehatan jangka panjang, termasuk kesehatan reproduksi di masa dewasa. Pemerintah telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) melalui sekolah dengan mekanisme distribusi satu tablet per minggu sepanjang tahun. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsinya, yang hingga kini masih tergolong belum optimal. Rendahnya kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari individu maupun lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di SMP Negeri 12 Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri, dengan jumlah sampel dalam sebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner kepatuhan konsumsi TTD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan 52,5% responden patuh mengonsumsi TTD dan responden yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 51,7%. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD (p = 0,006; OR: 2,7). Remaja dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung lebih patuh dibandingkan remaja dengan pengetahuan rendah. Pengetahuan yang memadai membantu remaja memahami dampak anemia dan manfaat konsumsi TTD, sehingga mendorong terbentuknya perilaku kepatuhan. Diperlukan adanya upaya peningkatan promosi kesehatan serta penguatan peran lingkungan sekolah untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja.
Hubungan Literasi Digital Dengan Perilaku Pencegahan Seks Pranikah Pada Remaja Di SMA Negeri 5 Pekanbaru Rahmadani, Lola Nur Awalia; Dyna, Fitri; Deswinda, Deswinda; Maulinda, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7010

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memudahkan remaja dalam mengakses berbagai jenis konten digital, termasuk informasi terkait seksualitas yang tidak selalu sejalan dengan nilai kesehatan, norma sosial, dan budaya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko perilaku seksual pranikah apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Literasi digital menjadi faktor penting yang membantu remaja dalam memilah, memahami, menganalisis, serta mengevaluasi informasi secara kritis sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan mencegah perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah pada remaja di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI, dengan jumlah sampel sebanyak 281 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner literasi digital dan kuesioner perilaku pencegahan seks pranikah yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi digital dalam kategori baik sebanyak 171 responden (61,2%) dan perilaku pencegahan seks pranikah dalam kategori tinggi sebanyak 159 responden (56,6%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi digital dan promosi kesehatan reproduksi berbasis media digital di lingkungan sekolah untuk mendukung perilaku preventif remaja.
Intervensi Non-Farmakologi Kompres Bantal Hangat Dalam Menurunkan Nyeri Dismenorea Pada Mahasiswi Amini, Suci Hidayatul; Dyna, Fitri; Puswati, Desti; Febriyeni, Cindy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorea merupakan nyeri pada abdomen bawah yang dapat menjalar ke pinggang dan muncul sebelum atau selama menstruasi. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga berdampak pada prestasi akademik serta kesehatan reproduksi mahasiswi. Berbagai metode penatalaksanaan dismenorea telah dikembangkan, meliputi pendekatan farmakologis dan non-farmakologis. Terapi farmakologis efektif dalam menurunkan nyeri, namun berpotensi menimbulkan efek samping apabila digunakan dalam jangka panjang. Kekhawatiran terhadap efek samping penggunaan terapi farmakologis menjadikan terapi non-farmakologis sebagai alternatif yang relevan untuk diterapkan. Salah satu metode non-farmakologis yang mudah diterapkan adalah kompres bantal hangat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres bantal hangat terhadap intensitas nyeri ]dismenorea pada mahasiswi. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswi tingkat I Program Studi S1 Keperawatan sebanyak 238 orang, dengan 200 mahasiswi (84%) mengalami dismenorea. Sampel penelitian berjumlah 34 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Intervensi berupa pemberian kompres bantal hangat dilakukan satu kali, dengan pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi sebesar 6,38 (SD = 1,181) dan setelah intervensi sebesar 3,32 (SD = 0,878). Hasil analisis menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres bantal hangat efektif menurunkan intensitas nyeri dismenorea pada mahasiswi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan desain pre-test and post-test dengan kelompok kontrol.
Hubungan Pengetahuan Dengan Pemeriksaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Hilvadani, Tita; Dyna, Fitri; Maulinda, Dini; Nita, Yureya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7080

Abstract

Infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang serius karena berisiko tinggi menularkan infeksi dari ibu ke anak. Pemeriksaan triple eliminasi merupakan upaya penting untuk mendeteksi dan mencegah penularan ketiga infeksi tersebut sejak dini. Namun, cakupan pemeriksaan triple eliminasi belum sepenuhnya optimal, salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Payung Sekaki dengan jumlah 84 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu hamil dan lembar ceklis untuk mengetahui status pemeriksaan triple eliminasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (82,1%) dan hampir seluruh ibu hamil telah melakukan pemeriksaan triple eliminasi (95,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan triple eliminasi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil perlu terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan cakupan pemeriksaan triple eliminasi sebagai upaya pencegahan penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN BERBASIS MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR Ramadani, Fairus; Dyna, Fitri; Deswinda, Deswinda; Harahap, Afrida Sriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55513

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian utama pada wanita dan masih menjadi masalah kesehatan serius, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Kanker serviks dapat dideteksi secara dini melalui pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Pemeriksaan IVA telah disediakan oleh pemerintah sebagai upaya deteksi dini lesi prakanker, tetapi cakupannya masih rendah yaitu 5% dari target pemerintah 80 %. Cakupan pemeriksaan IVA masih sangat rendah, meskipun layanan ini tersedia secara gratis. Rendahnya cakupan ini salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan wanita usia subur mengenai pemeriksaan IVA. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan WUS dengan intervensi edukasi kesehatan berbasis media video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan berbasis media video terhadap pengetahuan WUS tentang pemeriksaan IVA. Desain penelitian menggunakan Quasy Experiment dengan One Group Pretest-Posttest Without Control Design. Penelitian dilakukan di Puskesmas Langsat, Kota Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur. Sampel penelitian berjumlah 67 orang sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling . Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah  dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata pengetahuan WUS sebelum intervensi 13,25 sesudah intervensi 15,87. Analisis didapatkan  p value (0,000) artinya edukasi kesehatan berbasis media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan IVA. Diharapkan pelayanan kesehatan meningkatkan promosi kesehatan tentang pemeriksaan IVA
Efektivitas Media Sosial Tiktok Sebagai Sarana Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Putri, Selly Amanda; Dyna, Fitri; Puswati, Desti; Febriyeni, Cindy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan prevalensi 66.271 kasus baru dan angka kematian mencapai 22.598 jiwa. Sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut, yang menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan pengetahuan perempuan mengenai upaya deteksi dini kanker payudara. Padahal, kanker payudara dapat dideteksi sejak dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang bersifat sederhana, mudah dilakukan, dan tidak memerlukan biaya. Rendahnya praktik SADARI, khususnya pada remaja, berkaitan dengan kurangnya pengetahuan mengenai deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi berbasis media TikTok terhadap pengetahuan remaja tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan rancangan one group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X dan XI di SMK Perpajakan Riau, dengan sampel sebanyak 36 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan edukasi adalah 13,94 (SD 4,242) dan meningkat menjadi 24,28 (SD 2,374) setelah diberikan edukasi. Hasil analisis uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa edukasi berbasis media TikTok efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan intervensi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada perubahan perilaku SADARI.
EFFECT OF DAHLIA TUBER INULIN EXTRACT ON THE THICKNESS OF THE THORACIC AORTIC TUNICA INTIMA-MEDIA IN TYPE 2 DIABETIC RATS MODEL Natswa Deanra, Cantika; Ismawati, Ismawati; Saryono, Saryono; Juananda, Desby; Anggraini, Suci; Agung S, Timotius; Dayu Putri, Veni; Yanti, Sri; Dyna, Fitri
Biomedika Vol 18, No 1 (2026): Biomedika February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inulin is a natural polysaccharide that improves glucose metabolism and reduces cholesterol levels through the formation of short-chain fatty acids, which may contribute to preventing atherosclerosis in type 2 diabetes mellitus (T2DM). Therefore, this study aimed to evaluate the effect of dahlia tuber inulin extract on the thickness of the thoracic aortic tunica intima-media (TIM) in T2DM-induced rats. A total of 20 male Wistar rats were divided into five groups: control, T2DM, T2DM + 0.5 mg/gBW/day inulin extract, T2DM + 1.0 mg/gBW/day inulin extract, and T2DM + 1.5 mg/gBW/day inulin extract. T2DM induction was performed using 60 mg/kgBW streptozotocin and 120 mg/kgBW nicotinamide. Measurement of TIM thickness was conducted using a Leica light microscope with hematoxylin-eosin staining. The results showed no statistically significant differences among the groups (p = 0.051), although a decreasing trend in TIM thickness was observed at the 1.5 mg/gBW/day dose. In this context, dahlia tuber inulin extract demonstrated a tendency to reduce TIM thickness in T2DM-induced rats.