Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Akses Informasi Kesehatan Reproduksi melalui Media Sosial dengan Pengetahuan Remaja Putri tentang Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri 5 Pekanbaru Agustin, Astia; Puswati, Desti; Dyna, Fitri; Febriyeni, Cindy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6843

Abstract

Media sosial menjadi salah satu sumber utama bagi remaja untuk mengkases informasi. Media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook banyak dimanfaatkan remaja karena kemudahan akses dan kecepatan penyebaran informasi. Informasi yang tersedia di media sosial memiliki kualitas yang beragam dan tidak seluruhnya berasal dari sumber yang dapat dipercaya, sehingga akses informasi tersebut dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Kondisi ini berpotensi memengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan berkaitan dengan berbagai permasalahan kesehatan reproduksi yang masih ditemukan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dengan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 211 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan responden adalah instagram sebanyak 90 responden (42,6%). Sebagian besar responden memiliki tingkat akses informasi kesehatan reproduksi yang tinggi, yaitu 106 responden (50,2%), sedangkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi didominasi kategori kurang, yaitu 118 responden (55,9%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dengan pengetahuan remaja putri (p = 0,001; p < 0,05). Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi yang sistematis dan berbasis sumber ilmiah.
Analisis Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Remaja Putri Pebryanti, Kania Putri; Dyna, Fitri; Puswati, Desti; Maulinda, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6981

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anemia pada remaja dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar dan prestasi akademik, serta kualitas kesehatan jangka panjang, termasuk kesehatan reproduksi di masa dewasa. Pemerintah telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) melalui sekolah dengan mekanisme distribusi satu tablet per minggu sepanjang tahun. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsinya, yang hingga kini masih tergolong belum optimal. Rendahnya kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari individu maupun lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di SMP Negeri 12 Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri, dengan jumlah sampel dalam sebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner kepatuhan konsumsi TTD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan 52,5% responden patuh mengonsumsi TTD dan responden yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 51,7%. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD (p = 0,006; OR: 2,7). Remaja dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung lebih patuh dibandingkan remaja dengan pengetahuan rendah. Pengetahuan yang memadai membantu remaja memahami dampak anemia dan manfaat konsumsi TTD, sehingga mendorong terbentuknya perilaku kepatuhan. Diperlukan adanya upaya peningkatan promosi kesehatan serta penguatan peran lingkungan sekolah untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja.
Hubungan Literasi Digital Dengan Perilaku Pencegahan Seks Pranikah Pada Remaja Di SMA Negeri 5 Pekanbaru Rahmadani, Lola Nur Awalia; Dyna, Fitri; Deswinda, Deswinda; Maulinda, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7010

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memudahkan remaja dalam mengakses berbagai jenis konten digital, termasuk informasi terkait seksualitas yang tidak selalu sejalan dengan nilai kesehatan, norma sosial, dan budaya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko perilaku seksual pranikah apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Literasi digital menjadi faktor penting yang membantu remaja dalam memilah, memahami, menganalisis, serta mengevaluasi informasi secara kritis sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan mencegah perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah pada remaja di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI, dengan jumlah sampel sebanyak 281 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner literasi digital dan kuesioner perilaku pencegahan seks pranikah yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi digital dalam kategori baik sebanyak 171 responden (61,2%) dan perilaku pencegahan seks pranikah dalam kategori tinggi sebanyak 159 responden (56,6%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi digital dan promosi kesehatan reproduksi berbasis media digital di lingkungan sekolah untuk mendukung perilaku preventif remaja.
Hubungan Pengetahuan Dengan Pemeriksaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Hilvadani, Tita; Dyna, Fitri; Maulinda, Dini; Nita, Yureya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7080

Abstract

Infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang serius karena berisiko tinggi menularkan infeksi dari ibu ke anak. Pemeriksaan triple eliminasi merupakan upaya penting untuk mendeteksi dan mencegah penularan ketiga infeksi tersebut sejak dini. Namun, cakupan pemeriksaan triple eliminasi belum sepenuhnya optimal, salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Payung Sekaki dengan jumlah 84 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu hamil dan lembar ceklis untuk mengetahui status pemeriksaan triple eliminasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (82,1%) dan hampir seluruh ibu hamil telah melakukan pemeriksaan triple eliminasi (95,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan triple eliminasi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil perlu terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan cakupan pemeriksaan triple eliminasi sebagai upaya pencegahan penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak.