Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efektivitas Media Sosial Tiktok Sebagai Sarana Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Putri, Selly Amanda; Dyna, Fitri; Puswati, Desti; Febriyeni, Cindy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan prevalensi 66.271 kasus baru dan angka kematian mencapai 22.598 jiwa. Sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut, yang menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan pengetahuan perempuan mengenai upaya deteksi dini kanker payudara. Padahal, kanker payudara dapat dideteksi sejak dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang bersifat sederhana, mudah dilakukan, dan tidak memerlukan biaya. Rendahnya praktik SADARI, khususnya pada remaja, berkaitan dengan kurangnya pengetahuan mengenai deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi berbasis media TikTok terhadap pengetahuan remaja tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan rancangan one group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X dan XI di SMK Perpajakan Riau, dengan sampel sebanyak 36 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan edukasi adalah 13,94 (SD 4,242) dan meningkat menjadi 24,28 (SD 2,374) setelah diberikan edukasi. Hasil analisis uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa edukasi berbasis media TikTok efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan intervensi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada perubahan perilaku SADARI.
EFFECT OF DAHLIA TUBER INULIN EXTRACT ON THE THICKNESS OF THE THORACIC AORTIC TUNICA INTIMA-MEDIA IN TYPE 2 DIABETIC RATS MODEL Natswa Deanra, Cantika; Ismawati, Ismawati; Saryono, Saryono; Juananda, Desby; Anggraini, Suci; Agung S, Timotius; Dayu Putri, Veni; Yanti, Sri; Dyna, Fitri
Biomedika Vol 18, No 1 (2026): Biomedika February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inulin is a natural polysaccharide that improves glucose metabolism and reduces cholesterol levels through the formation of short-chain fatty acids, which may contribute to preventing atherosclerosis in type 2 diabetes mellitus (T2DM). Therefore, this study aimed to evaluate the effect of dahlia tuber inulin extract on the thickness of the thoracic aortic tunica intima-media (TIM) in T2DM-induced rats. A total of 20 male Wistar rats were divided into five groups: control, T2DM, T2DM + 0.5 mg/gBW/day inulin extract, T2DM + 1.0 mg/gBW/day inulin extract, and T2DM + 1.5 mg/gBW/day inulin extract. T2DM induction was performed using 60 mg/kgBW streptozotocin and 120 mg/kgBW nicotinamide. Measurement of TIM thickness was conducted using a Leica light microscope with hematoxylin-eosin staining. The results showed no statistically significant differences among the groups (p = 0.051), although a decreasing trend in TIM thickness was observed at the 1.5 mg/gBW/day dose. In this context, dahlia tuber inulin extract demonstrated a tendency to reduce TIM thickness in T2DM-induced rats.
Gambaran Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Natasya, Fadni Fadila; Puswati, Desti; Dyna, Fitri; Harahap, Afrida Sriyani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6635

Abstract

Mahasiswa program profesi Ners berada pada fase transisi perkembangan dewasa muda yang sangat rentan terhadap fenomena Quarter Life Crisis. Beban kerja klinis yang tinggi, tuntutan kompetensi akademik yang ketat, jadwal praktik shift yang padat, serta kekhawatiran mengenai prospek karier setelah lulus menjadi faktor pemicu utama munculnya krisis emosional ini. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan kesejahteraan psikologis, motivasi belajar, dan performa profesional calon perawat, bahkan berpotensi memicu burnout dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran Quarter Life Crisis pada mahasiswa profesi Ners di Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa profesi Ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 128 responden yang dipilih dengan teknik probability sampling melalui pendekatan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Quarter Life Crisis yang telah divalidasi dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengidentifikasi distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami Quarter Life Crisis, yaitu sebanyak 106 mahasiswa (82,8%), sedangkan 22 mahasiswa (17,2%) tidak mengalami krisis. Temuan ini mengindikasikan tingginya kerentanan psikologis mahasiswa profesi Ners selama menjalani pendidikan klinis. Berdasarkan hasil tersebut, pihak institusi diharapkan menyediakan dukungan.
Intervensi Edukasi Kesehatan Reproduksi Melalui Media Video Terhadap Pengetahuan HIV/AIDS Pada Remaja Indri, Icha Rahmalia; Dyna, Fitri; Deswinda, Deswinda; Maulinda, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6762

Abstract

Prevalensi kasus HIV pada remaja pada tahun 2025 mencapai sekitar 2.700 kasus dan dipengaruhi oleh perilaku berisiko serta rendahnya tingkat pengetahuan mengenai penularan dan pencegahan penyakit tersebut, sehingga diperlukan strategi edukasi kesehatan yang efektif melalui media yang menarik seperti video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi edukasi kesehatan reproduksi berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan HIV/AIDS pada remaja. Metode yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pre-test dan post-test without control. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 5 Pekanbaru, dengan jumlah sampel sebanyak 64 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan HIV/AIDS yang telah diuji kelayakannya, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum intervensi sebesar 18,97 dan meningkat menjadi 20,80 setelah pemberian intervensi video. Analisis statistik memperlihatkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi melalui media video efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Oleh karena itu, program edukasi berbasis video direkomendasikan untuk dijadikan kegiatan rutin di sekolah sebagai upaya promotif dan preventif guna memperkuat pemahaman, sikap, serta kesiapsiagaan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS secara berkelanjutan.
Hubungan Akses Informasi Kesehatan Reproduksi melalui Media Sosial dengan Pengetahuan Remaja Putri tentang Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri 5 Pekanbaru Agustin, Astia; Puswati, Desti; Dyna, Fitri; Febriyeni, Cindy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6843

Abstract

Media sosial menjadi salah satu sumber utama bagi remaja untuk mengkases informasi. Media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook banyak dimanfaatkan remaja karena kemudahan akses dan kecepatan penyebaran informasi. Informasi yang tersedia di media sosial memiliki kualitas yang beragam dan tidak seluruhnya berasal dari sumber yang dapat dipercaya, sehingga akses informasi tersebut dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Kondisi ini berpotensi memengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan berkaitan dengan berbagai permasalahan kesehatan reproduksi yang masih ditemukan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dengan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 211 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan responden adalah instagram sebanyak 90 responden (42,6%). Sebagian besar responden memiliki tingkat akses informasi kesehatan reproduksi yang tinggi, yaitu 106 responden (50,2%), sedangkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi didominasi kategori kurang, yaitu 118 responden (55,9%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dengan pengetahuan remaja putri (p = 0,001; p < 0,05). Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi yang sistematis dan berbasis sumber ilmiah.
Analisis Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Remaja Putri Pebryanti, Kania Putri; Dyna, Fitri; Puswati, Desti; Maulinda, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6981

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anemia pada remaja dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar dan prestasi akademik, serta kualitas kesehatan jangka panjang, termasuk kesehatan reproduksi di masa dewasa. Pemerintah telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) melalui sekolah dengan mekanisme distribusi satu tablet per minggu sepanjang tahun. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsinya, yang hingga kini masih tergolong belum optimal. Rendahnya kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari individu maupun lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di SMP Negeri 12 Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri, dengan jumlah sampel dalam sebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner kepatuhan konsumsi TTD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan 52,5% responden patuh mengonsumsi TTD dan responden yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 51,7%. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD (p = 0,006; OR: 2,7). Remaja dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung lebih patuh dibandingkan remaja dengan pengetahuan rendah. Pengetahuan yang memadai membantu remaja memahami dampak anemia dan manfaat konsumsi TTD, sehingga mendorong terbentuknya perilaku kepatuhan. Diperlukan adanya upaya peningkatan promosi kesehatan serta penguatan peran lingkungan sekolah untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja.
Hubungan Literasi Digital Dengan Perilaku Pencegahan Seks Pranikah Pada Remaja Di SMA Negeri 5 Pekanbaru Rahmadani, Lola Nur Awalia; Dyna, Fitri; Deswinda, Deswinda; Maulinda, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7010

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memudahkan remaja dalam mengakses berbagai jenis konten digital, termasuk informasi terkait seksualitas yang tidak selalu sejalan dengan nilai kesehatan, norma sosial, dan budaya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko perilaku seksual pranikah apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Literasi digital menjadi faktor penting yang membantu remaja dalam memilah, memahami, menganalisis, serta mengevaluasi informasi secara kritis sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan mencegah perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah pada remaja di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI, dengan jumlah sampel sebanyak 281 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner literasi digital dan kuesioner perilaku pencegahan seks pranikah yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi digital dalam kategori baik sebanyak 171 responden (61,2%) dan perilaku pencegahan seks pranikah dalam kategori tinggi sebanyak 159 responden (56,6%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi digital dan promosi kesehatan reproduksi berbasis media digital di lingkungan sekolah untuk mendukung perilaku preventif remaja.
Hubungan Pengetahuan Dengan Pemeriksaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Hilvadani, Tita; Dyna, Fitri; Maulinda, Dini; Nita, Yureya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7080

Abstract

Infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang serius karena berisiko tinggi menularkan infeksi dari ibu ke anak. Pemeriksaan triple eliminasi merupakan upaya penting untuk mendeteksi dan mencegah penularan ketiga infeksi tersebut sejak dini. Namun, cakupan pemeriksaan triple eliminasi belum sepenuhnya optimal, salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Payung Sekaki dengan jumlah 84 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu hamil dan lembar ceklis untuk mengetahui status pemeriksaan triple eliminasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (82,1%) dan hampir seluruh ibu hamil telah melakukan pemeriksaan triple eliminasi (95,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan triple eliminasi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil perlu terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan cakupan pemeriksaan triple eliminasi sebagai upaya pencegahan penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak.