Wibowo, Yosi Irawati
1) Departemen Farmasi Klinis Dan Komunitas, Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya, Surabaya, Indonesia 2) Pusat Informasi Obat Dan Layanan Kefarmasian (PIOLK), Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Ketidaksesuaian Pemberian Statin pada First-user Statins di Apotek UBAYA Yaputra, Dody Mulia; Wibowo, Yosi Irawati; Aditama, Lisa; Brata, Cecilia; Irawati, Sylvi
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 5 No. 1 (2023): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v5i1.5494

Abstract

Penyakit kardiovaskular adalah salah satu penyebab kematian terbesar, baik di Indonesia dan di dunia. Statin telah terbukti efektif untuk pencegahan primer dan sekunder penyakit kardiovaskular. Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan penggunaan statin untuk indikasi tersebut masih belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi factor-faktor yang mempengahruhi ketidaksesuaian penggunaan statin pada pengguna statin pertama kali (first-user). Penelitian ini adalah penelitian retrospektif yang melibatkan 102 orang pasien yang berkunjung ke Apotek UBAYA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,9% pasien yang terlibat adalah perempuan dan 42,2% pasien berada pada kelompok usia 51-60 tahun. Berdasarkan perhitungan tingkat risiko kardiovaskular 10-tahun, sebesar 24.5% pasien mengalami ketidaksesuaian penggunaan statin. Ketidaksesuaian penggunaan statin ini khususnya ditemukan pada kelompok risiko tinggi (51,7%) dan kelompok risiko sangat tinggi (23,7%). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian penggunaan statin adalah memiliki diabetes mellitus (adjusted odds ratio, aOR 10,61; 95% CI 2,84-39,68; p = 0,00) dan memiliki asuransi kesehatan (aOR 4,96; 95% CI 1,49-16,48; p = 0,01). Cardiovascular disease (CVD) is one of the leading causes of deaths both in Indonesia and in the world. Statins have been proven to be effective for primary and secondary prevention of CVDs. However, several studies show that the use of statins for those indications are still sub optimal. The aimof this study was to identify factors influencing inappropriateness use of statins in the first-user statins. This was a retrospective study involving 102 patients visited the UBAYA Pharmacy. The result of the study showed that 56.9% of the patients involved were women and 42.2% of the patients were in the age group of 51-60 years. Based on the 10-year cardiovascular risk estimation, as many as 24.5% of the patients inappropriately used statins. The inappropriateness use of statins was especially found in the high-risk group (51.7%) and in the very high-risk group (23.7%). Factors influencing the inappropriateness use of statins in the first-user statins were having diabetes mellitus (adjusted odds ratio, aOR 10.61; 95% CI 2.84-39.68; p = 0.00) and having health insurance (aOR 4.96; 95% CI 1.49-16.48; p = 0.01).
Persepsi Dokter tentang Strategi Antimicrobial Stewardship Program di Sebuah Rumah Sakit Umum di Surabaya Wardhani, Dian Kusuma; Wibowo, Yosi Irawati; Setiawan, Eko
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.5-14.2020

Abstract

Antimicrobial Stewardship Program (ASP) dikembangkan untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik melalui implementasi kebijakan, strategi maupun pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi dokter terhadap ASP dan mengeksplorasi pilihan beserta pertimbangan pemilihan suatu jenis strategi ASP. Pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan dokter yang aktif bekerja di sebuah rumah sakit umum di kota Surabaya dilakukan dengan bantuan panduan wawancara semi terstruktrur untuk mengeksplorasi: i) sikap terhadap implementasi ASP, dan ii) strategi ASP yang disarankan. Hasil wawancara diolah secara thematic analysis. Sebanyak 27 dokter bersedia terlibat. Secara umum, partisipan memiliki sikap yang baik terhadap implementasi ASP. Terdapat tiga tema terkait implementasi ASP, yaitu: 1) persetujuan implementasi sebagai konsekuensi dari bagian komunitas profesi di rumah sakit (RS); 2) relevansi implementasi bagi perbaikan kualitas RS, dan 3) tuntutan pemenuhan sumber daya sebelum diimplementasikan. Pembuatan pedoman terapi atau clinical pathway merupakan strategi yang paling banyak dipilih oleh partisipan. Pertimbangan dalam memilih suatu strategi adalah: 1) kesepakatan oleh komunitas RS; 2) practicability dan feasibility; dan 3) penggunaan bukti penelitian sebagai dasar penyusunan strategi. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai persepsi dokter terkait dengan implementasi ASP. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam merancang strategi ASP yang tepat dalam konteks RS di Indonesia.
Diare Akibat Penggunaan Antibiotik pada Anak: Apa Saran yang Diberikan oleh Apoteker Komunitas? Putri, Virginia Johanes; Setiadi, Adji Prayitno; Rahem, Abdul; Brata, Cecilia; Wibowo, Yosi Irawati; Setiawan, Eko; Halim, Steven Victoria
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.3.218-228.2020

Abstract

Diare akibat penggunaan antibiotik (antibiotic-associated diarrhea; AAD) merupakan salah satu gangguan klinis yang seringkali terjadi pada anak dan perlu mendapat intervensi dari dokter untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan mempertimbangkan bahwa swamedikasi seringkali menjadi pilihan masyarakat ketika menghadapi kasus diare, apoteker di komunitas memiliki peran penting dalam mengarahkan masyarakat ke dokter untuk mengatasi masalah terkait AAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan ketepatan rekomendasi apoteker dalam menanggapi permintaan swamedikasi terkait kasus AAD pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di wilayah Timur kota Surabaya. Sebuah kuesioner yang berisi pertanyaan terkait karakteristik peserta dan sebuah kasus digunakan pada proses pengambilan data. Validasi isi dari kasus serta penentuan kunci jawaban dilakukan melalui diskusi yang melibatkan pakar farmasi klinis, farmasi praktis, dan kesehatan masyarakat. Total terdapat 84 apoteker terlibat dalam penelitian ini; response rate 38,71%. Pemberian rekomendasi produk obat baik dengan maupun tanpa rujukan ke dokter atau saran non-farmakologi diberikan oleh 75 (89,29%) partisipan dan jenis obat yang paling sering direkomendasikan adalah probiotik, kaolin-pektin, domperidon, attapulgit. Sebanyak 26 apoteker (30,95%) memberikan rekomendasi yang tepat, yaitu: rujuk dokter segera dengan atau tanpa disertai rekomendasi lain. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya intervensi untuk mengoptimalkan pemberian rekomendasi apoteker komunitas pada kasus AAD anak.
Pemberian Rekomendasi oleh Mahasiswa Farmasi pada Kasus Nyeri Pinggang di Setting Komunitas: Penelitian di Sebuah Institusi Ramadanti, Friska Yanuar; Setiadi, Adji Prayitno; Aditama, Lisa; Brata, Cecilia; Wibowo, Yosi Irawati; Setiawan, Eko; Halim, Steven Victoria
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.190-199.2021

Abstract

Salah satu tujuan dalam kurikulum pendidikan farmasi adalah mempersiapkan mahasiswa agar mampu memberikan rekomendasi terkait gangguan kesehatan ringan di komunitas. Sampai saat ini, informasi terkait kemampuan mahasiswa dalam memberikan rekomendasi di Indonesia belum ditemukan dalam literatur terpublikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan ketepatan rekomendasi mahasiswa prodi apoteker di sebuah institusi pendidikan farmasi saat menghadapi permintaan swamedikasi pada kasus nyeri pinggang (low-back pain; LBP). Pengambilan data pada penelitian potong lintang ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari karakteristik partisipan dan sebuah kasus LBPyang diadaptasi dari pustaka terpublikasi. Ketepatan rekomendasi ditetapkan melalui diskusi pakar dan bukti penelitian digunakan sebagai dasar dalam mendefinisikan rekomendasi yang tepat. Data karakteristik partisipan dan ketepatan rekomendasi dianalisis secara deskriptif. Total terdapat 86 partisipan terlibat dalam penelitian ini (response rate 82,69%). Sebagian besar partisipan (91,86%) memberikan rekomendasi obat, dan 61 dari antaranya merekomendasikan obat golongan anti-inflamasi non-steroid (AINS; baik oral maupun topikal). Sebanyak 70,93% partisipan memberikan rekomendasi tepat, yaitu: obat analgesik golongan AINS dan topikal counter-irritantsdengan/tanpa rekomendasi lainnya. Penelitian ini menunjukkan partisipan dalam penelitian ini mampu memberikan rekomendasi yang tepat dalam menanggapi kasus LBP. Namun demikian, penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi penyebab ketidaktepatan rekomendasi pada sebagian mahasiswa diperlukan sebagai upaya perbaikan aktivitas pembelajaran dan kurikulum pendidikan
TINGKAT KEMAMPUAN MAHASISWA S1 FARMASI DAN APOTEKER DALAM MENYELESAIKAN KASUS SWAMEDIKASI DI JAWA TIMUR Brevmana Brevmana; Yosi Irawati Wibowo; Cecilia Brata; Eko Setiawan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.312

Abstract

Swamedikasi menjadi alternatif yang banyak dipilih masyarakat untuk meredakan atau menyembuhkan keluhan kesehatan ringan atau untuk meningkatkan keterjangkauan akses terhadap pengobatan. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, kecacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan S1 Farmasi dalam menyelesaikan kasus swamedikasi, meningkatkan kemampuan apoteker di apotek dalam menyelesaikan kasus swamedikasi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi karakteristik apoteker dan kemampuan apoteker dalam menyelesaikan kasus swamedikasi. Metode penelitian menggunakan desain cros-sectional untuk membandingankan ketepatan rekomendasi mahasiswa S1 farmasi dan apoteker dalam pemberian pelayanan swamedikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan rekomendasi yang diberikan oleh apoteker terkait kasus sakit kepala, diare, maag, migraine, dan bantuk kering yang sering ditemukan dalam kasus. Tidak terdapat hubungan antara karakteristik apotek dan apoteker dengen ketepan jenis rekomdasi untuk seluruh kasus swamedikasi.
Studi Efektivitas Ketorolak Versus Metamizol Untuk Nyeri Paska Operasi Transurethral Resection Of The Prostate (TURP) Ita Octafia; Riza Mazidu Sholihin; Yosi Irawati Wibowo; Adji Prayitno Setiadi
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik No 1 (2024): JIFFK Special Edition Suppl. 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v2i1.9197

Abstract

Limited evidence was available on the use of analgesic post-transurethral resection among patients with Benign Prostate Hyperplasia (BPH). This research was conducted at dr. Harjono Ponorogo Regional Public Hospital in September – November 2021. A total of 90 patients with BPH was randomly assigned to receive Ketorolac injection 30 mg (n=45) and Metamizole 1000 mg injection (n=45) post-TURP. Numeric Rating Scale (NRS) was used to measure the level of pain before surgery (T0); and 30 minutes (T1), 1 hour (T2), 2 hours (T3), 4 (T4) and 6 hours (T5) after surgery. In addition, haemoglobin (Hb) values and adverse events were observed. Inferential statistical tests were used to analyze differences between the two groups. The level of pain in the Metamizole group was lower than Ketorolac group at T1 and T2 (2.71 versus 2.18, p=0.001; and 2.51 versus 2.11, p=0.000; respectively). The AUC values between the two groups showed a statistical difference (p=0.02). The Hb values pre- and post-TURP were significantly different in Metamizole as well as Ketorolac groups (all p=0.001), but there was no difference between groups. This finding indicates that Metamizole injection can be considered as an alternative  for post-TURP analgesic with better availability and lower cost
Literature Review: Analisis Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Sutejo, Erwin; Setiadi, Adji Prayitno; Wibowo, Yosi Irawati; Gondokesumo, Marisca Evalina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16917

Abstract

ABSTRACT Drug logistics management is a series of activities related to planning, storing, distributing, and disposing of drugs that are managed optimally to ensure the right amount and type of drugs and medical supplies. This study analyzes drug logistics management at the District/City Health Service Pharmacy Installation. Ten articles were retrieved through Google Scholar to conduct a literature review using drug logistics, pharmaceutical installation, and health service. The search results show that the implementation of logistics management is directly related to several problems, including human resources, facilities and infrastructure, planning, storage, distribution, recording, and reporting of drugs. All health services, especially pharmacy, must meet the requirements of drug logistics management. From the literature review results, if implemented properly, drug logistics management at the district/city health service pharmacy installation can increase the efficiency and productivity of services in health facilities Keywords: Disease Drug Logistics, Pharmacy Installation, Health Service ABSTRAK Manajemen logistik obat adalah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, penyimpanan, pendistribusian, dan penghapusan obat yang dikelola secara optimal untuk memastikan jumlah dan jenis obat dan perbekalan kesehatan yang tepat. Studi ini menganalisis pengelolaan manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Untuk melakukan peninjauan literatur, sepuluh artikel diambil melalui Google Scholar dengan  kata kunci logistik obat, instalasi farmasi, dan dinas kesehatan. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa penerapan manajemen logistik terkait langsung dengan beberapa masalah, termasuk sumber daya manusia, sarana dan prasarana, perencanaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, dan pelaporan obat. Semua layanan kesehatan, terutama kefarmasian, harus memenuhi persyaratan manajemen logistik obat. Dari hasil literatur review dapat diambil kesimpulan yaitu manajemen logistik obat di instalasi farmasi dinas kesehatan kabupaten/kota dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pelayanan di fasilitas kesehatan jika diterapkan dengan baik. Kata Kunci: Logistik Obat, Instalasi Farmasi, Dinas Kesehatan
Kajian Literatur : Harapan Pasien Terhadap Layanan Konseling di Apotek Auliyana, Iftitah Putri; Setiadi, Antonius Adji Prayitno; Wibowo, Yosi Irawati; Gondokesumo, Marisca Evalina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18098

Abstract

ABSTRACT Drug Counseling is an interactive process between pharmacists and patients/families to increase knowledge, understanding, awareness and compliance so that changes in behavior in drug use occur and resolve problems faced by the patients. This literature review aims to look at the expectations that affect patient or consumer involvement in counseling at the pharmacy. The articles in this literature review use one database, namely Pubmed. Search results using the keyword combination (community pharmacy) AND (counseling OR communication OR patient counseling factors OR patient participation) AND (patient expectations) yielded 408 articles that met the inclusion criteria in this study are 13 articles. The results of the literature review show that the expectations that affects the patient or consumer involvement in counseling at the pharmacy are providing good information with appropriate communication skills, the layout of the pharmacy and the relationship between the pharmacist or pharmacist staff and the patient being good, friendly and polite. Keywords: Community Pharmacy, Counseling, Patient Counseling, Patient Expectations, Patient Participation. ABSTRACT Konseling Obat merupakan proses interaktif antara apoteker dengan pasien/keluarga untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kepatuhan sehingga terjadi perubahan perilaku dalam penggunaan obat dan menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien. Kajian literatur ini bertujuan untuk melihat harapan yang mempengaruhi keterlibatan pasien atau konsumen dalam konseling di Apotek.  Artikel pada kajian literatur ini menggunakan satu database yaitu Pubmed. Hasil pencarian dengan kombinasi kata kunci (community pharmacy) AND (counseling OR communication OR patient counseling factors OR patient participation) AND (patient expectations) menghasilkan 408 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dalam kajian ini yaitu sebanyak 13 artikel. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa harapan yang mempengaruhi keterlibatan pasien atau konsumen dalam konseling di Apotek yaitu pemberian informasi yang baik dengan keterampilan komunikasi yang tepat, tata letak apotek dan hubungan apoteker atau staf apoteker dengan pasien baik, ramah dan sopan. Kata Kunci: Farmasi Komunitas, Konseling, Konseling Pasien, Harapan Pasien, Partisipasi Pasien
CLINICAL RECOMMENDATIONS BY PHARMACY STUDENTS USING THE CLINICAL VIGNETTE METHOD: A STUDY ON PEDIATRIC ACUTE DIARRHEA CASES Astuti, Briandini Dwi; Brata, Cecilia; Wibowo, Yosi Irawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45095

Abstract

Hingga saat ini, informasi mengenai kemampuan mahasiswa farmasi di Indonesia terkait permintaan obat swamedikasi untuk kasus diare akut anak masih jarang ditemukan dalam literatur yang dipublikasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tipe dan ketepatan rekomendasi mahasiswa farmasi saat menangani kasus diare akut pada anak. Pengambilan data pada penelitian potong lintang ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari karakteristik partisipan dan dua kasus diare akut anak. Dua kasus diare akut anak yang digunakan adalah diare akut anak tanpa alarm symptoms dan diare akut anak dengan dehidrasi. Tipe rekomendasi yang diberikan dianalisis dengan content analysis. Ketepatan rekomendasi ditetapkan berdasarkan pedoman dari literatur dan melalui diskusi pakar. Total 136 partisipan terlibat dalam penelitian ini (response rate 100%). Tipe rekomendasi yang diberikan sebagian besar partisipan 70,59% pada kasus diare akut anak tanpa alarm symptoms dan 75,74% kasus diare akut anak dengan dehidrasi adalah memberikan produk. Dari 136 partisipan, ketepatan rekomendasi pada kasus diare akut anak tanpa alarm symptoms diberikan oleh 16,92% partisipan dan pada kasus diare akut anak dengan dehidrasi diberikan oleh 6,61% partisipan. Penelitian ini menunjukkan ketepatan rekomendasi yang sub optimal pada partisipan mahasiswa farmasi dalam menanggapi kasus diare akut anak. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi penyebab ketidaktepatan rekomendasi pada mahasiswa sebagai upaya perbaikan capaian  pembelajaran.
An Overview of knowledge level of adolescent girls about anemia disease and prevention in Badung area, Bali Sari, Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa; Wibowo, Yosi Irawati; Yana, I Gusti Agung Ari Kusuma; Megawati, Fitria
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Introduction: Adolescent anemia in Indonesia is still a high health problem, despite the implementation of government programs related to adolescent anemia prevention. Knowledge is one of the factors and influences the success of anemia prevention programs in adolescents. Objective: To provide an overview of knowledge related to blood supplement tablets and anemia in adolescent girls in Badung area. Methods: A survey study using a questionnaire was conducted on 193 adolescent girls enrolled in one of the junior high schools in Badung. There were twenty knowledge questions related to blood supplement tablets and anemia. Data were analyzed descriptively based on the variables measured. Results: The knowledge level of adolescent girls mostly had sufficient knowledge (74.6%), good knowledge (11.9%) and poor knowledge (13.5%). Conclusion: In this study, there were still adolescent girls who had insufficient knowledge. Educational efforts need to be made in various approaches to improve the knowledge of adolescent girls.
Co-Authors Abdul Rahem Abdul Rahem, Abdul Adji Prayitno Adji Prayitno Setiadi Adji Prayitno Setiadi Adji Prayitno Setiadi Adji Prayitno Setiadi Adji Prayitno Setiadi Adji Prayitno Setiadi Agung Anggara, I Gede Yudi Antonius Adji Prayitno Antonius Adji Prayitno Antonius Adji Prayitno S Antonius Adji Prayitno Setiadi Antonius Adji Prayitno Setiadi Antonius Adji Prayitno Setiadi Astuti, Briandini Dwi Auliyana, Iftitah Putri Bobby Presley, Bobby Brata, Cecilia Brevmana Brevmana Candra, Sansan Cecilia Brata Dhanang Prawira Nugraha Dhitama, I Made Yogista Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dyah Ayu Febiyanti Edbert, Sonny Eko Setiawan Eko Setiawan Eko Setiawan Eko Setiawan Eko Setiawan Erna Susanti Fisia Niti Admadja Friska Yanuar Ramadanti Halim, Steven Victoria Hardani, Ika I Gede Yudi Anggara I Gusti Agung Ari Kusuma Yana I Made Yogista Dhitama Irawati, Lyna Istiqomah, Reza Amelia Ita Octafia Karina Kumaladewi Widjaja Karinda, Itsna Laudzy Lailla, Putri Rohmatu Linda Fidya Ningsih Lisa Aditama, Lisa Lovarya, Gabby Marisca Evalina Gondokesumo, Marisca Evalina Megawati, Fitria Muslimin, Muhammad Ashar Natasya, Priscilia Amanda Ningsih, Linda Fidya Nurul Amalia Octafelia, Yustina Pratama, Jeffry Refananto Primulyanto, Brevmana Anugrah Putri, Ida Ayu Elsa Ratu Satwika Putri, Virginia Johanes Rahmadini, Azilah Ramadanti, Friska Yanuar Razanah, Afina Riza Mazidu Sholihin Santoso, Devina Erawati Setiadi, Adji Prayitno Setiadi, Antonius Adji Prayitno Setiawan, Eko Setyaningrum, Krysnadewi Shieny Agustin Santoso Sholikhah, Ima Mar’atus Sirajudin Solly Aryza Sonny Edbert Stevan Victoria Halim Sulisetiorini Sulisetiorini, Sulisetiorini Sunderland, Brucce Sunderland, Bruce Sutejo, Erwin Sylvi Irawati Virginia Johanes Putri Wahyuni, Khurin In Yana, I Gusti Agung Ari Kusuma Yaputra, Dody Mulia