Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The study of ICT-use bybiology students before distance learning takes place during COVID-19 pandemic Muhammad Luthfi Hidayat; Sukirman Sukirman
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceding International Webinar on Education 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The study was carried out before the pandemic Covid-19 broke out, changing thecourse of lectures into distance learning. The initial idea of this study was to determine the intensity and familiarity of prospective Biology teacher students and their descriptions of how they used the Software in lecturing and completing Blended learning-based Microteaching assignments. This study also wants to illustrate the familiarity of respondents from some software that supports learning and teaching in Microteaching courses. All 71 respondents were undergraduate students, 88.7% were female, and 11.3% were male, aged between 18-23 years. Students must work on assignments given at the beginning of the semester to conduct teaching simulation (microteaching). Through this activity, students will gain their own experience to prepare their performance in microteaching, such as arranging lesson plans, developing learning media, and making presentations that are appropriate for their class. Therefore, the data collected meets the requirements for analysis using statistical Software. The study found that pre-service Biology teacher students have a high preference for the use of Android-based smartphones, Whatsapp, and internet cellular connectivity to fulfill their course work. The benefits of this research are media information or application materials that can be used in distance learning
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POTENSI LOKAL (SIMPOLL) BERBASIS OPEN SID DI RW 08 KALORAN, KLATEN, JAWA TENGAH Muhammad Luthfi Hidayat; Erma Widyastuti; Nisrina Akbar; Sukirman Sukirman; Yahya Muhammad; Rizky Daffansyah Geraldy; Yoppie Ihza Hendriansyah
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i4.3670

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen pelayanan publik dan pemberdayaan warga di wilayah RW 08 Kaloran, Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan melalui penerapan sistem digital berbasis komunitas, yaitu SIMPOLL (Sistem Informasi Masyarakat dan Potensi Lokal). Kawasan Kaloran termasuk wilayah peri-urban yang menghadapi tantangan administrasi, data kependudukan, dan keterbatasan literasi digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan: (1) sosialisasi program, (2) pelatihan teknis, (3) penerapan teknologi, (4) pendampingan dan evaluasi, serta (5) strategi keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan capaian 80% dari target yang direncanakan. Sebanyak 12 unit CCTV berhasil dipasang di titik strategis untuk mendukung keamanan lingkungan, 19 warga berpartisipasi sebagai pengawas keamanan digital, dan sekitar 50% dari 251 kepala keluarga telah memanfaatkan layanan mandiri berbasis SIMPOLL. Karang Taruna Gema 08 berperan aktif sebagai pendamping lokal, pelatih teknologi, dan pengelola konten berita kampung. Dampak program ini mencakup peningkatan literasi digital warga, transparansi administrasi, serta penguatan ekonomi lokal melalui fitur katalog UMKM. SIMPOLL terbukti mampu menjadi model digitalisasi pelayanan publik yang efektif di tingkat kampung, sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kolaborasi warga dalam konteks masyarakat peri-urban. Ke depan, diperlukan keberlanjutan berupa pengangkatan admin khusus dan dukungan kelembagaan agar model ini dapat direplikasi ke wilayah lain sebagai embrio smart community berbasis teknologi terbuka.
Citizen Science Berbantuan AI untuk Pembelajaran IPAS Kontekstual bagi Guru SMP Muhammadiyah di Kabupaten Klaten Muhammad Luthfi Hidayat; Titik Suryani; Paramitha Cahyani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8925

Abstract

Keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pendekatan citizen science ke dalam pembelajaran IPAS/ biologi menjadi tantangan dalam mewujudkan pembelajaran abad ke-21 yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Permasalahan ini dialami oleh guru-guru SMP Muhammadiyah di Kabupaten Klaten yang belum optimal memanfaatkan AI untuk mendukung kegiatan outdoor learning. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian menyelenggarakan workshop pembelajaran IPAS/ biologi berbasis  citizen science berbantuan AI menggunakan aplikasi PlantNet. Kegiatan diikuti oleh 24 guru melalui tahapan sosialisasi, pelatihan konsep citizen science dan AI, praktik identifikasi tumbuhan menggunakan PlantNet, penyusunan modul ajar, serta pendampingan implementasi di sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner persepsi, dokumentasi kegiatan, dan penilaian portofolio. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat baik dengan skor rata-rata 4,33 dari skala 5,00. Persepsi guru terhadap potensi AI dalam pembelajaran memperoleh skor 4,08, sedangkan kesiapan implementasi mencapai skor 3,67. Sebanyak 11 dari 24 guru (45,8%) berhasil menerapkan pembelajaran outdoor learning berbasis citizen science berbantuan AI di sekolah masing-masing. Implementasi tersebut dibuktikan melalui portofolio modul ajar, dokumentasi kegiatan bersama siswa, dan verifikasi oleh tim pengabdian. Temuan ini menunjukkan bahwa program tidak hanya meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri guru, tetapi juga mendorong adopsi nyata inovasi pembelajaran IPAS/ biologi berbasis AI di sekolah.