Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sosio e-kons

Pengaruh Desain Daftar Menu Terhadap Keputusan Pembelian Widya - Nuriyanti; Siska Maya
Sosio e-Kons Vol 9, No 3 (2017): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.43 KB) | DOI: 10.30998/sosioekons.v9i3.1544

Abstract

ABSTRACTMenu listing design needs to have a visual power that attracts the attention of consumers and to be able to compete with other cafes. Design Objectives in the menu list becomes important, because its existence is not limited to the menu information offered but as the attraction of the cafe and can increase sales. In addition to the Design in the menu list also to find out how much influence on consumers in purchasing decisions. This study uses a quantitative approach where quantitative research emphasizes the testing of theories through measurement of research variables with numbers and performs analysis with statistical procedures. Data collection techniques using questionnaires that refer to the three aspects of the variable from the menu list of elements of color, typeface, text, illustrations or drawings. The results show that the elements of color, text, illustrations and images have an important effect on the design of the cafe menu list of purchasing decisions. Of the three most dominating elements in purchasing decisions is the color element because the color menu design is more important than the black and white café menu designKeywords: Cafe, List menu, Purchase DecisionABSTRAK Desain daftar menu perlu memiliki kekuatan visual yang menarik perhatian konsumen dan agar mampu bersaing dengan kafe lainnya. Tujuan Desain dalam daftar menu menjadi penting, karena keberadaannya bukan sebatas informasi menu yang ditawarkan tetapi sebagai daya tarik dari kafe tersebut dan dapat meningkatkan penjualan. Selain itu Desain dalam daftar menu juga untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap konsumen dalam keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dimana penelitian kuantitatif lebih menekankan pada pengujian teori- teori melalui pengukuran variabel- variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis dengan prosedur statistik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang mengacu pada tiga aspek variabel dari daftar menu yaitu elemen warna, jenis huruf, tulisan, ilustrasi atau gambar. Hasil menunjukkan bahwa elemen warna, tulisan, ilustrasi dan gambar berpengaruh penting dalam desain daftar menu kafe terhadap keputusan pembelian. Dari ketiga elemen yang paling mendominasidalam keputusan pembelian adalah elemen warna karena desain menu berwarna lebih penting dari desain menu kafe yang  hitam putih. Keywords: Kafe, Daftar Menu, Keputusan Pembelian
Peran Media Sosial dalam Perkembangan Industri Kreatif Widya Nuriyanti
Sosio e-Kons Vol 11, No 2 (2019): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v11i2.3102

Abstract

Teknologi saat ini melahirkan suatu jaringan internet yang mempermudah masyarakat untuk melakukan segalanya. Jaringan internet semakin dikembangkan tidak hanya sebatas sambungan telepon melalui sistem seperti desktop, laptop, tab dan smartphone hadir memberikan kemudahan dalam mengakses internet dengan layanan paket data dimanapun dan kapanpun sehingga sangat terbuka luas bagi para pelaku Industri Kreatif untuk lebih memperkenalkan produk atau jasanya melalui internet. Saat ini banyak kita jumpai media sosial sebagai sarana atau media dalam perkembangan perekonomian suatu bangsa. Tidak hanya situs jejaring sosial facebook media sosial lainnya seperti blog, twitter, instagram dan aplikasi marketplace kini menjadi jalur dalam strategi komunikasi pemasaran yang langsung dapat diterima oleh pengguna internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pemahaman yang berdasarkan pada metodologi dan menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Subjek penelitian dari hasil survey Jamalul Izza ketua dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) melalui website resmi (www.apjii.or.id) pada tahun 2017, pengguna internet di Indonesia sepanjang tahun 2016 menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung dengan internet  Dari hasil survei khusus ekonomi kreatif, pelaku industri kreatif umumnya menjual produk langsung ke konsumen, di mana pasarnya masih berada dalam wilayah domestik. Lebih lanjut, fenomena ekonomi digital ternyata sudah berjalan dengan baik karena sebagian besar pelaku usaha sudah menggunakan media sosial sebagai alat promosi. Current technology gives birth to an internet network that makes it easier for people to do everything. The internet network is increasingly being developed not only limited to telephone connections through systems such as desktops, laptops, tabs, and smartphones. It provides convenience in accessing the internet with data package services wherever and whenever so it is very wide open for creative Industries to introduce more products or services through the internet. We have now encountered much social media as a medium or media in the development of a nation's economy. Not only other social media Facebook social networking sites such as blogs, twitter, Instagram and marketplace applications are now the paths in marketing communication strategies that can be directly received by internet users. This study uses a qualitative approach that is understanding based on methodology and investigating a social phenomenon and human problems. Research subjects from the results of the survey by Jamalul Izza chaired the Indonesian Internet Network Organizing Association (APJII) through the official website (www.apjii.or.id) in 2017, internet users in Indonesia throughout 2016 found that 132.7 million Indonesians were connected with internet From the results of a special survey of creative economics, creative industries generally sell products directly to consumers, where the market is still in the domestic territory. Furthermore, the phenomenon of the digital economy has turned out to be going well because most business people have used social media as a promotional tool.
Dampak Transformasi Layanan Digital Perpajakan terhadap Tingkat Produktivitas Pegawai di KPP Pratama Jakarta Cakung Syahid, Syahid; Nuriyanti, Widya; Akitsa, Dhanar Putra
Sosio e-Kons Vol 16, No 1 (2024): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v16i1.22764

Abstract

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Cakung adalah salah satu unit vertikal atau unit pelaksana teknis di bidang administrasi perpajakan yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai eselon I. Sebagai instansi yang diberi amanah oleh Undang[1]Undang untuk mengumpulkan penerimaan negara tentunya juga harus memiliki pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Pengelolaan SDM secara modern tidak dapat lepas dari pengelolaan kinerja yang unsur utamanya adalah tingkat produktivitas pegawai. Perkembangan teknologi digital dan kecanggihannya dianggap mampu meningkatkan tingkat produktivitas pegawai secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami pengaruh transformasi layanan digital terhadap tingkat produktivitas pegawai di KPP Pratama Jakarta Cakung. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampling jenuh. Dalam rangka mengukur output produktivitas secara objektif, KPP Pratama Jakarta Cakung memanfaatkan Dashboard Monitoring Penyelesaian Permohonan Wajib Pajak. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif, pendekatan penelitian deskriptif, dan pengumpulan data dengan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan atas tingkat produktivitas pegawai sejak KPP Pratama Jakarta Cakung melakukan transformasi digital atas seluruh layanan yang dapat digunakan oleh Wajib Pajak secara komprehensif pada tahun 2021 dengan rasio peningkatan sebesar 2,45 kali.