Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT TUTUR RANAH KELUARGA PERNIKAHAN ANTAR BANGSA JEPANG DAN BALI I Made Yawara Sumi Putra; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Wayan Meidariani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.06 KB)

Abstract

This research aims to analyze the function of speech acts in the dialogue of Japanese and Balinese intermarriage family and identify the type of speech level in speech acts contained in the results of Japanese and Balinese intermarriage family. The research uses the theory of sociopragmatics, supported by the theory of speech act function, another supporting theory is the theory of context. The methods and techniques of data collection used in the research are listening method and chap method followed by note-taking and classification techniques. The methods and techniques of data analysis used are qualitative descriptive methods. While the method and technique of presenting data analysis using informal methods. The results showed that in the Japanese and Balinese Intermarriage Family Spoken Level there are ten data of speech act functions consisting of, assertive speech act functions as much as two data, expressive speech act functions as much as three data, directive speech act functions as much as three data, and commissive speech act functions as much as two data, and five data of speech level types consisting of, three data of futsuugo speech level types, two data of teineigo speech level types.
Analisis Makna Dalam “A Faint New World” Karya Envy i Ketut Adi Putra Bonitu; Ni Wayan Meidariani
Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan Vol. 4 No. 1 (2024): Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Envy adalah band rock asal Jepang yang terbentuk di Tokyo pada tahun 1992. Pada 2020 mereka merilis album yang berjudul The Fallen Crimson. Dalam album tersebut terdapat lagu yang berjudul A Faint New World. Lagu tersebut tersebut dipilih karena lirik dalam lagu ini memiliki makna yang mendalam. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menemukan makna-makna yang terkandung dalam lagu ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori semiotika Michael Riffaterre sebagai kajiannya. Hasil dari tulisan ini menunjukan bahwa lagu A Faint New World karya Envy memiliki makna tentang perjalanan emosional yang penuh dengan penyesalan, kehilangan, dan pencarian makna. Di tengah-tengah kesulitan dan kehancuran, ada harapan untuk menemukan kedamaian dan koneksi yang lebih dalam. Lagu ini juga menyampaikan pesan tentang perjuangan manusia untuk menemukan makna dan kedamaian di tengah-tengah kesulitan hidup, dengan menggunakan simbolisme dan metafora yang mendalam.
Variasi Bahasa Sosiolek pada Movie Detective Conan: Crimson Love Letter Risma Shelsha Dilha; Ni Wayan Meidariani
AYUMI : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra Vol 12 No 1 (2025): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Japanese Literature Study Program, Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/ayumi.v12i1.9741

Abstract

Sociolect, a branch of sociolinguistics, examines language variations influenced by social class, community groups, and the status of speakers. One form of sociolect is colloquial language, an informal type of speech commonly used in daily interactions. This study aims to describe the use of colloquial language variations in the anime Detective Conan: Crimson Love Letter, focusing on how such language reflects the social dynamics among characters. The research was conducted using a descriptive qualitative approach based on primary data collected directly from the anime's dialogues. The analysis revealed five colloquial language variations influenced by factors such as situation, age, social status, gender, and geographical background. These findings demonstrate that the use of colloquial language not only enriches character portrayal but also strengthens the emotional connections in their communication. Keywords: anime; colloquial; Detective Conan; movie; Sosiolect
PEMANFAATAN MEDIA KARTU DALAM PEMBELAJARAN KATAKANA PADA POKDARWIS DI DESA PENGLIPURAN KABUPATEN BANGLI Sudipa, Made Henra Dwikarmawan; Meidariani, Ni Wayan; Meilantari, Ni Luh Gede
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1957

Abstract

Desa Penglipuran merupakan desa wisata yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini sering dikunjungi oleh wisatawan, salah satunya dari Jepang. Namun kurangnya pemahaman tentang bahasa Jepang menyebabkan kurang maksimalnya dalam memasarkan produk usaha kepada wisatawan Jepang. Melihat kondisi seperti ini, tim pelaksana pengabdian terjun ke lapangan untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan menulis huruf Jepang katakana. Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu selama delapan kali dimulai tanggal 20 Juni 2021 sampai 8 Agustus 2021. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang menetap di desa Penglipuran. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang kepada Pokdarwis desa Penglipuran dalam mempromosikan usahanya. Kemudian memanfaatkan waktu luang akibat menurunnya jumlah wisatawan karena pandemi Covid-19. Dengan harapan ketika kondisi wisata sudah normal, Pokdarwis desa Penglipuran sudah memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang mumpuni. Media yang digunakan adalah media kartu pembelajaran untuk mempermudah dalam mengingat huruf katakana. Dalam pelaksanaannya, tim pelaksana menggunakan media kartu untuk mengajak peserta untuk mengingat kembali huruf yang telah dijelaskan sebelumnya. Media kartu digunakan sebagai bentuk latihan membaca dan menulis kosakata menggunakan huruf katakana. Untuk membuat kegiatan pengajaran menjadi lebih menarik dengan games, seperti tebak huruf, mencari huruf secara acak, dan sebagainya. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa para peserta Pokdarwis desa Penglipuran yang sebelumnya tidak memahami penulisan huruf Jepang katakana menjadi terbantu melalui kegiatan pengabdian ini. Hasil evaluasi menunjukkan 76.9% peserta sudah mampu membaca huruf katakana dan 53.8% peserta sudah mampu menulis dan membaca huruf katakana. Para peserta juga menjadi lebih tertarik dalam mempromosikan kegiatan pariwisata desa Penglipuran kepada wisatawan Jepang
KETRAMPILAN BERBAHASA ASING PRAMUNIAGA DI TOKO DEUS UBUD Meidariani, Ni Wayan; Widiastika, I Wayan Wahyu Cipta
LOKATARA SARASWATI Vol 4 No 1 (2025): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/lokasaraswati.v4i1.11566

Abstract

Perkembangan pariwisata di Bali semakin membaik dari tahun 2022. Peningkatan pariwisata di Bali, telah menyebabkan peningkatan dalam sektor industri dan usaha. Setiap sektor usaha, selain menonjolkan produk yang ditawarkan kepada wisatawan, juga menonjolkan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Toko Deus Ubud sebagai mitra merupakan produk brand pakaian asal Australia yang mana target pasar utamanya adalah Eropa dan Asia. Dalam dunia usaha di daerah pariwisata, ketrampilan berkomunikasi menjadi salah satu kunci untuk telibat dalam dunia usaha pariwisata. Ketrampilan berkomunikasi dalam bahasa asing merupakan nilai tambah dalam pemberian pelayanan, mulai dari interaksi dengan konsumen dan memberikan pelayanan secara lebih memuaskan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan berbahasa asing bagi para pramuniaga di toko DEUS Ubud. Tim pelaksana memberikan pelatihan bahasa asing selama dua tiga bulan, yang terdiri dari dua bulan memberikan pelatihan dan satu bulan melakukan observasi untuk memantau keberhasilan pelatihan. Mitra kegiatan mampu menggunakan bahasa Jepang dalam menangani pelanggan wisatawan Jepang untuk memberikan salam dan menjelaskan harga barang. Pelanggan wisatawan Jepang merasa nyaman karena disambut dengan bahasa Jepang oleh pramuniaga di Toko DEUS Ubud.
Honorific Words in Japanese and Balinese Languages: A Case Study of Social Interaction Dynamics Ida Ayu, Putri Gita Ardiantari; Meidariani, Ni Wayan; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian
Humanus Vol 24, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/humanus.v24i2.133929

Abstract

Honorifics are words that show respect and politeness. They are important in languages like Balinese and Japanese because they reflect the culture and social rules of the society This study aims to examine the use of honorifics in Balinese and Japanese languages, with a focus on their dynamic role in everyday communication. The research investigates how honorific expressions reflect cultural norms, social hierarchies, and interpersonal relationships in both linguistic contexts. A qualitative comparative method was employed, using data collected from native speakers through participant observation, and structured interviews. The primary sources of data include recorded conversations, cultural texts, and interviews with Balinese and Japanese speakers. Data collection techniques involved field study and discourse analysis, while the data were analyzed using sociolinguistic and pragmatic frameworks. The results showed that Balinese honorifics come from traditions like caste, age, and social status, while Japanese honorifics depend more on the situation and how people relate to each other, influenced by context and the nature of interpersonal relationships. These results highlight the role of honorifics in maintaining social harmony and expressing cultural values. The study contributes to a deeper understanding of politeness strategies across cultures and offers insights for cross-cultural communication and sociolinguistic research
EFEKTIVITAS VIDEO PROFIL SEKOLAH SEBAGAI SARANA PROMOSI Ni Wayan Meidariani; Made Henra Dwikarmawan Sudipa
LOKATARA SARASWATI Vol 3 No 2 (2024): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/lokasaraswati.v3i2.10184

Abstract

The community service partner in this article is elementary schools in West Denpasar District. This activity aims to help partners find solutions regarding student adequacy because the partner is a school with the smallest number of students compared to schools in the West Denpasar District. Based on the analysis, the team designed a school profile video. Profile videos are an effective medium for promotion. The content of the video profile consists of the school's vision, mission, history, and facilities. The results of this community service activity would become an inventory of school facilities and infrastructure as promotional material on social media. The method used in making the video is the observation method with recording and interview techniques. The making video process was divided into several steps. In the first step, the implementation team made observations by observing the surrounding conditions and interviewing one of the teachers at this school. This activity aims to make the material into a video. The second step is to cover the video by recording videos of school conditions and school facilities. The third step is the process of making and editing the video. The video is a product of this community service activity. This video was uploaded on partner social media to introduce the school to the community. This video is a promotional tool for actively sharing content on media sites. The results of this service activity have a long-term impact because it takes time to determine the effectiveness of the video in efforts to equalize students in West Denpasar District.
PELATIHAN DARING BAHASA JEPANG PERHOTELAN KARYAWAN HOTEL DI BALI Meidariani, Ni Wayan; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Ardiantari, Ida Ayu Putri Gita
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1106

Abstract

Pandemi covid-19 yang melanda dunia membawa dampak yang buruk terhadap perekonomian negara, salah satu negara yang mengalami dampak pademi covid-19 adalah Indonesia. Bali yang merupakan salah satu pulau di Indonesia, sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pariwisata. Adanya wabah covid-19 ini menyebabkan kebangkrutan usaha pariwisata khususnya bidang akomodasi sehingga banyak karyawan hotel yang mengalami putus hubungan kerja. Dalam situasi yang sulit ini, peran masyarakat lainnya sangat diperlukan untuk saling membantu. Bentuk bantuan yang diperlukan masyarakat tidak hanya sebatas pengadaan sembako atau bantuan uang tunai saja. Salah satu upaya untuk membantu para karyawan hotel adalah memberikan pelatihan gratis kepada mereka tentang pengenalan budaya Jepang dan bahasa Jepang perhotelan. Tujuan pelatihan bahasa Jepang perhotelan untuk menambah kemampuan berbahasa Jepang sehingga dapat meningkatkan hospitality para pekerja hotel dalam melayani wisatawan Jepang. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan tidak akan habis dan dapat meningkatkan SDM karyawan hotel saat pariwisata dibuka. Pelatihan dilakukan secara online menggunakan media jitsi. Berdasarkan hasil evaluasi disimpulkan bahwa 80% karyawan hotel tidak mengetahui etika dalam melayani wisatawan Jepang karena mereka tidak paham tentang perbedaan budaya Jepang. Bahasa Jepang yang digunakan oleh para karyawan hotel masih menggunakan ragam santai tanpa memperhatikan kedudukan lawan bicara karena menganggap bahasa Jepang seperti bahasa Indonesia yang tidak mengenal tingkatan berbahasa
Umpatan Dalam Bahasa Pergaulan Siswa SMA di Denpasar Ni Wayan Meidariani; I Wayan Wahyu Cipta Widiastika; Wayan Nurita
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.2613

Abstract

Swearing involves using harsh words and is employed in both serious and casual contexts. Most swearing is studied based on its use in speech as a sociolinguistic study. Based on this, it is very important to discuss swearing based on the relationship of its constituent elements with a semantic approach so that the meaning of swearing is known based on the relationship of the referred referents. This study aims to elucidate the meaning of swearing in relation to the constituent elements of cognitive semantics. Thus, the meaning and function of swearing in the slang of high school students are known. This type of research is qualitative, focusing on oral communication in slang within the high school student community. Data were obtained from observations of communication among high school students in Denpasar who were born between 2008 and 2010. Data collection used observation and interview methods. The study's results found that high school students in Denpasar use animal words, such as "dog," "monkey," and "pig," in their swearing forms. In addition, the referred references are also found to be psychological terms related to the psyche. High school students use swear words indirectly, thus conveying implicit meanings. High school students express emotions through swear words, which use comparisons to referents within their cognitive domains. This study found that swear words are classified as non-literal. The function of swear words in the colloquial language of high school students is to convey annoyance and joking, intended to foster camaraderie with fellow students.
Psikoanalsis Tokoh Minato Yukina Dalam Anime Bang Dream Episode of Roselia I: Promise magnolia magnolia; Ni Wayan Meidariani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the character of Minato Yukina in the anime BANG DREAM EPISODE OF ROSELIA I: PROMISE using a psychoanalytic approach. The research focuses on Minato Yukina's ambition to perform at the FWF(Future World Fes) event. Using Sigmund Freud's psychoanalytic theory, the study applies a descriptive qualitative method with a character analysis approach. The data sources include visual clips, dialogues, and the plot of the anime. The analysis shows that Minato Yukina's Id is dominated by the ambitious drive to be the best. Her Ego acts as a mediator, handling this ambition realistically by forming the band Roselia. Meanwhile, her Superego is reflected in the moral and ideal standards she holds, which involve treating music as something serious and dedicated to.
Co-Authors A.A.Ayu Dian Andriyani Adiana, Putu Septia Anak Agung Ayu Dian Andriyani Anak Agung Dian Andriyani Andriyani, Anak Agung Dian Anggrahini, Vita Yulia Aris, Ni Nyoman Bedriany Yedesilva Hadiah Betty Aritonang Betty Aritonang Betty Debora Aritonang Darmawan, I Wayan Andi Dewi, Ni Kadek Annora Dharma, Wilyem Gede Timika Wijaya Geta, Bertolomeus I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Gede Arya Lanang I Gusti Ayu Regina Dhira I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri I Ketut Adi Putra Bonitu I Made Indra Kusuma, Pangestu I Made Vikananda Satrya Wibawa I Made Yawara Sumi Putra I Nyoman Rifno Riyadi I Putu Gede Parameswara I Putu Wipayana I Wayan Arip Kertanegara I Wayan Ferdy Chandra Palguna I Wayan Saka Adi Permana I Wayan Wahyu Cipta , Widiastika I Wayan Wahyu Cipta Widiastika I Wayan Wahyu Cipta Widiastika Ichi Rosalia Artha Ida Ayu Ngurah Yurika Puteri Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu, Putri Gita Ardiantari Imelda Wahyuning Tyas Kemala Dewi, Ni Luh Gede Diah Komang Ayu Nuriasih Ladycia Sundayra Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made Henra Dwikarmawan Sudipa magnolia magnolia Maretya, Gex Nitya Dwi Megawati Dewi Ni Ketut Mentari Nur Addinda Raharjo Mertha, Ni Putu Bella Ayuni Ni Kadek Annora Dewi Ni Kadek Nennytha Armayanthi Ni Komang Nanik Purnami Ni Luh Ayu Aprilita Ni Luh Gede Meilantari Ni Luh Gede Meilantari Ni Luh Gede Meilantarii Ni Nengah Megayanti Ni Nyoman Sariyanti Ni Putu Ayu Gita Septeadianti Ni Putu Diah Tirta Ningsih Ni Putu Pradnyasumita Nakami Ayu Pranadila, Rosana Putu Apriani Putu Diah Purnami Sari Rifaldo Antonio Nicholas Vianey Rina Devi Wijayanthi Risma Shelsha Dilha SANG AYU ADE ARIE DEWAYANTI Siagian, Elizabeth Siahaan, Bastian Wiryo Prakoso System, Administrator Titisari Puspa Indrati Wahyu Wahyu, I Wayan Wahyu Cipta Widiastika Wahyuni, Ni Luh Putu Rai Wayan Nurita Wayan Nurita Wayan Nurita Widiastika, I Wayan Wahyu Cipta