Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Desain Flipped Classroom Berbasis Teknologi Sebagai Suatu Alternatif dalam Pembelajaran Secara Online Ishak, Hasriani; Suratno, Joko; Ardiana, Ardiana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i1.7278

Abstract

Artikel ini merupakan study literatur  untuk meneliti tentang masalah pembelajaran matematika   secara online . Hal ini merupakan suatu langkah yang diambil guna mencari suatu alternatif model pembelajaran Matematika secara online  yang meyenangkan bagi siswa . Dalam hal ini dibutuhkan suatu sistem pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membutuhkan waktu tatap muka yang lama. Beberapa pemanfaatan teknologi yang dianggap penting dalam pembelajaran online, terutama dalam bidang matematika adalah diantaranya sistem pembelajaran dengan menggunakan video visual dalam penyampaian materi pada proses pembelajaran dan penggunaan aplikasi matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif  dengan bentuk studi literatur. Dari beberapa artikel penelitian sebelumnya diperoleh kesimpulan bahwa  penyampaian materi dengan metode Flipped classroom menggunakan video  atau  menggunakan aplikasi dalam pembelajaran matematika, dapat membantu  siswa dalam memahami  materi matematika secara online.
Peningkatan Mutu Pendidikan di Kelurahan Rua melalui Sosialisasi Pendidikan dan Penggunaan E-Modul Ishak, Hasriani; Waliyanti, Ida Kurnia; Ardiana, Ardiana; Sapsuha, Yusri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.627

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan masyarakat, namun Kelurahan Rua menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk keterbatasan fasilitas, kualitas pengajaran, dan aksesibilitas materi ajar. E-modul, yang merupakan modul pembelajaran berbasis elektronik, menawarkan berbagai keunggulan, seperti aksesibilitas yang fleksibel, integrasi berbagai media pembelajaran, dan kemampuan untuk personalisasi. Melalui penerapan e-modul, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan materi yang lebih menarik dan interaktif. Implementasi e-modul memerlukan pelatihan guru, infrastruktur teknologi yang memadai, pengembangan konten yang sesuai, dan evaluasi berkelanjutan. Kegiaatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan e-modul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Kelurahan Rua Kota Ternate. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa penggunaan e-modul di Kelurahan Rua memiliki potensi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan, dapat membantu mengatasi berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi. Dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Kelurahan Rua melalui penggunaan e-modul. Serta meningkatkan keterampilan digital di kalangan siswa dan pendidik.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Head Together (NHT) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Arifin, Ramaddhan Z.; Suharna, Hery; Ishak, Hasriani
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i1.11418

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT; 2) Apakah terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Desain penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design Eksperiment. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala 5, Uji N-Gain dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, diperoleh 3 siswa (11%) memperoleh kualifikasi memuaskan, 14 siswa (54%) memperoleh kualifikasi baik, 8 siswa (31%) memperoleh kualifikasi cukup dan 1 siswa (4%) memperoleh kualifikasi kurang; 2) terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya model pembelajaran NHT, diperoleh nilai N-Gain sebesar 0,78 dengan interprestasi tinggi, dan thitung = 13,27 dan ttabel = 1,708 atau thitung ttabel, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya model pembelajar NHT. 
Penguatan Literasi Matematika Berbasis Permainan Tradisional Cenge-Cenge Waliyanti, Ida Kurnia; Afandi, Ahmad; Angkotasan, Nurma; Ishak, Hasriani; Saidi, Soleman; Ardiana, Ardiana
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3712

Abstract

Matematika masih sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan oleh sebagian besar anak, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan motivasi belajar. Kondisi ini menjadi semakin kompleks pada anak-anak putus sekolah, yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran formal, sehingga kemampuan literasi, khususnya literasi matematika, cenderung rendah. Rendahnya literasi matematika berimplikasi pada kesulitan anak dalam memahami dan memecahkan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah penguatan literasi melalui pemanfaatan permainan tradisional, salah satunya permainan Cenge-cenge. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada kelompok anak-anak putus sekolah binaan organisasi Dharma Wanita Persatuan Kota Ternate yang tergabung dalam Wahana Edukasi Masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat dan motivasi belajar anak terhadap matematika serta mengembangkan kemampuan literasi matematika melalui pendekatan pembelajaran berbasis permainan. Metode yang digunakan meliputi kegiatan pendampingan, eksplorasi konsep matematika sederhana, serta pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dalam permainan Cenge-cenge. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat belajar, partisipasi aktif anak, serta pemahaman konsep matematika dasar, sehingga anak mulai menyadari bahwa matematika memiliki manfaat nyata dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Inferentialism-Based Mathematics Learning Model To Improve Students' Mathematical Reasoning Abilities Simanungkalit, Rick Hunter; Angin, Renita Br Perangin; Mayasari, Dian; Junarti, Junarti; Ishak, Hasriani; Saragih, Ewin Handoco
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal pendidikan, sains sosial, dan agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v6i2.2603

Abstract

The purpose of this study is to develop a valid, practical, and effective inferentialism-based learning model so that it is suitable for improving the mathematical reasoning abilities of junior high school students. The inferentialism-based learning model has a syntax consisting of 6 (six) phases, namely: 1) Apperception, 2) Responsive to Reasoning, 3) Space of Reasoning, 4) Scorekeeping, 5) Deduce, and 6) Closing. This development research uses a development model design adapted from Borg & Gall which consists of 3 (three) stages, namely: 1) Preliminary stage, 2) Design stage, and 3) Testing stage. The results of the study show: 1) The inferentialism-based learning model is valid, reviewed from a) content validity meets the needs and current knowledge, b) the developed learning tools are categorized as valid and can be used; 2) The inferentialism-based learning model is practical, reviewed from the implementation of the model in limited trials and extensive trials and 3) The inferentialism-based learning model is effective, reviewed from: a) its influence on students' mathematical reasoning abilities, and b) students' responses to the learning tools and learning processes that have been carried out are categorized as good.
Pemberdayaan Masyarajat Kelurahan Jati Kota Ternate melalui Pelatihan Pembuatan Bakso Suryati Tjokrodiningrat; Sri Lestai; Yusnaini Yusnaini; Yunus Syafie; Nurdiyanawati Djumadil; Hasriani Ishak; Yusri Sapsuha
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4579

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat. Urgensi pengabdian ini terletak pada kebutuhan transfer teknologi sederhana (resep, pengemasan, dan sanitasi) sehingga produk bakso rumahan bisa bersaing di pasar lokal dan meningkatkan standar kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu di Kelurahan Jati, Kota Ternate melalui pelatihan pembuatan bakso sebagai salah satu produk pangan bernilai ekonomis tinggi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan bakso, serta pendampingan dalam praktik langsung dengan instrumen kegiatan meliputi kuesioner, wawancara serta pre-test dan post-test. Pelatihan diikuti oleh ibu-ibu di Kelurahan Jati sebanyak 30 orang peserta. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk melihat capaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta berhasil membuat bakso dengan tekstur kenyal dan cita rasa baik, 70% memahami standar higienitas, dan 60% menyatakan minat untuk menjadikan keterampilan ini sebagai usaha rumahan. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan mencapai 87%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan sederhana mampu meningkatkan keterampilan kuliner ibu-ibu sekaligus membuka peluang wirausaha.
Retractive Thinking Characteristics of Mathematics Education Students in Solving Differential Equation Problems: Evidence from a Qualitative Case Study Ardiana Ardiana; Hasriani Ishak; Ida Kurnia Waliyanti
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1266

Abstract

Purpose: This study aims to identify and describe the characteristics of students’ retractive thinking in solving differential equation problems. The research focuses on how students recognize errors, evaluate solution procedures, and revise their mathematical reasoning during the problem-solving process. Methods: This qualitative study employed a case study design involving eight mathematics education students who had completed a Differential Equations course. Participants were selected through purposive sampling. Data were collected using think-aloud protocols, semi-structured interviews, and documentation of students’ written work. Data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation and member checking to ensure credibility. Findings: The findings reveal three main characteristics of retractive thinking. First, students demonstrate error recognition, shown by their ability to identify inconsistencies in their solution steps during or after problem solving. Second, students exhibit procedural re-examination, where they return to earlier steps to verify formulas and computational processes. Third, students apply solution revision strategies, ranging from correcting algebraic errors to restructuring entire solution procedures. However, retractive thinking is not consistently supported by conceptual understanding, as many revisions remain procedural rather than conceptual. This indicates a gap between procedural fluency and conceptual awareness in differential equation problem solving. Research Implications: The findings suggest the importance of integrating metacognitive strategies in teaching differential equations, particularly activities that promote self-monitoring, error analysis, and reflective revision. These strategies can strengthen students’ retractive thinking abilities. However, this study is limited by its small sample size and case study design, which restrict generalization. The findings are therefore context-bound and intended to provide analytical insight rather than statistical generalization. Originality: This study contributes to the literature by specifically identifying and describing retractive thinking characteristics in the context of differential equation problem solving, offering a process-oriented perspective beyond procedural error analysis