Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Desain Flipped Classroom Berbasis Teknologi Sebagai Suatu Alternatif dalam Pembelajaran Secara Online Ishak, Hasriani; Suratno, Joko; Ardiana, Ardiana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i1.7278

Abstract

Artikel ini merupakan study literatur  untuk meneliti tentang masalah pembelajaran matematika   secara online . Hal ini merupakan suatu langkah yang diambil guna mencari suatu alternatif model pembelajaran Matematika secara online  yang meyenangkan bagi siswa . Dalam hal ini dibutuhkan suatu sistem pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membutuhkan waktu tatap muka yang lama. Beberapa pemanfaatan teknologi yang dianggap penting dalam pembelajaran online, terutama dalam bidang matematika adalah diantaranya sistem pembelajaran dengan menggunakan video visual dalam penyampaian materi pada proses pembelajaran dan penggunaan aplikasi matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif  dengan bentuk studi literatur. Dari beberapa artikel penelitian sebelumnya diperoleh kesimpulan bahwa  penyampaian materi dengan metode Flipped classroom menggunakan video  atau  menggunakan aplikasi dalam pembelajaran matematika, dapat membantu  siswa dalam memahami  materi matematika secara online.
Peningkatan Mutu Pendidikan di Kelurahan Rua melalui Sosialisasi Pendidikan dan Penggunaan E-Modul Ishak, Hasriani; Waliyanti, Ida Kurnia; Ardiana, Ardiana; Sapsuha, Yusri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.627

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan masyarakat, namun Kelurahan Rua menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk keterbatasan fasilitas, kualitas pengajaran, dan aksesibilitas materi ajar. E-modul, yang merupakan modul pembelajaran berbasis elektronik, menawarkan berbagai keunggulan, seperti aksesibilitas yang fleksibel, integrasi berbagai media pembelajaran, dan kemampuan untuk personalisasi. Melalui penerapan e-modul, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan materi yang lebih menarik dan interaktif. Implementasi e-modul memerlukan pelatihan guru, infrastruktur teknologi yang memadai, pengembangan konten yang sesuai, dan evaluasi berkelanjutan. Kegiaatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan e-modul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Kelurahan Rua Kota Ternate. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa penggunaan e-modul di Kelurahan Rua memiliki potensi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan, dapat membantu mengatasi berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi. Dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Kelurahan Rua melalui penggunaan e-modul. Serta meningkatkan keterampilan digital di kalangan siswa dan pendidik.
Pemberdayaan Masyarajat Kelurahan Jati Kota Ternate melalui Pelatihan Pembuatan Bakso Suryati Tjokrodiningrat; Sri Lestai; Yusnaini Yusnaini; Yunus Syafie; Nurdiyanawati Djumadil; Hasriani Ishak; Yusri Sapsuha
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4579

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat. Urgensi pengabdian ini terletak pada kebutuhan transfer teknologi sederhana (resep, pengemasan, dan sanitasi) sehingga produk bakso rumahan bisa bersaing di pasar lokal dan meningkatkan standar kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu di Kelurahan Jati, Kota Ternate melalui pelatihan pembuatan bakso sebagai salah satu produk pangan bernilai ekonomis tinggi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan bakso, serta pendampingan dalam praktik langsung dengan instrumen kegiatan meliputi kuesioner, wawancara serta pre-test dan post-test. Pelatihan diikuti oleh ibu-ibu di Kelurahan Jati sebanyak 30 orang peserta. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk melihat capaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta berhasil membuat bakso dengan tekstur kenyal dan cita rasa baik, 70% memahami standar higienitas, dan 60% menyatakan minat untuk menjadikan keterampilan ini sebagai usaha rumahan. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan mencapai 87%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan sederhana mampu meningkatkan keterampilan kuliner ibu-ibu sekaligus membuka peluang wirausaha.
Retractive Thinking Characteristics of Mathematics Education Students in Solving Differential Equation Problems: Evidence from a Qualitative Case Study Ardiana Ardiana; Hasriani Ishak; Ida Kurnia Waliyanti
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1266

Abstract

Purpose: This study aims to identify and describe the characteristics of students’ retractive thinking in solving differential equation problems. The research focuses on how students recognize errors, evaluate solution procedures, and revise their mathematical reasoning during the problem-solving process. Methods: This qualitative study employed a case study design involving eight mathematics education students who had completed a Differential Equations course. Participants were selected through purposive sampling. Data were collected using think-aloud protocols, semi-structured interviews, and documentation of students’ written work. Data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation and member checking to ensure credibility. Findings: The findings reveal three main characteristics of retractive thinking. First, students demonstrate error recognition, shown by their ability to identify inconsistencies in their solution steps during or after problem solving. Second, students exhibit procedural re-examination, where they return to earlier steps to verify formulas and computational processes. Third, students apply solution revision strategies, ranging from correcting algebraic errors to restructuring entire solution procedures. However, retractive thinking is not consistently supported by conceptual understanding, as many revisions remain procedural rather than conceptual. This indicates a gap between procedural fluency and conceptual awareness in differential equation problem solving. Research Implications: The findings suggest the importance of integrating metacognitive strategies in teaching differential equations, particularly activities that promote self-monitoring, error analysis, and reflective revision. These strategies can strengthen students’ retractive thinking abilities. However, this study is limited by its small sample size and case study design, which restrict generalization. The findings are therefore context-bound and intended to provide analytical insight rather than statistical generalization. Originality: This study contributes to the literature by specifically identifying and describing retractive thinking characteristics in the context of differential equation problem solving, offering a process-oriented perspective beyond procedural error analysis
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Head Together (NHT) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Ramaddhan Z. Arifin; Hery Suharna; Hasriani Ishak
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i1.11418

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT; 2) Apakah terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Desain penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design Eksperiment. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala 5, Uji N-Gain dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, diperoleh 3 siswa (11%) memperoleh kualifikasi memuaskan, 14 siswa (54%) memperoleh kualifikasi baik, 8 siswa (31%) memperoleh kualifikasi cukup dan 1 siswa (4%) memperoleh kualifikasi kurang; 2) terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya model pembelajaran NHT, diperoleh nilai N-Gain sebesar 0,78 dengan interprestasi tinggi, dan thitung = 13,27 dan ttabel = 1,708 atau thitung > ttabel, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya model pembelajar NHT. 
Pemodelan Matematika dalam Pendidikan Guru: Studi Literatur Kurikulum Pendidikan Swedia Hasriani Ishak; Soleman Saidi; Ardiana Ardiana; Asmar Bani
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11865

Abstract

Penelitian ini merupakan studi Literatur pada pendidikan calon guru matematika di Swedia, yang membahas pentingnya pemodelan matematika dalam kurikulum pendidikan matematika, khususnya pada pendidikan calon guru matematika. Perkembangan teknologi yang pesat mendorong perubahan kurikulum matematika agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Pemodelan matematika dipandang sebagai pendekatan interdisipliner yang mampu menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata serta teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi mata kuliah pemodelan matematika dalam program pendidikan guru matematika di universitas-universitas Swedia serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah survei terhadap 26 universitas dan institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan guru matematika. Data diperoleh melalui kuesioner yang dikirimkan kepada dosen matematika, pendidikan matematika, dan administrator akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil universitas yang telah menyelenggarakan mata kuliah pemodelan matematika, sedangkan sebagian besar belum mengintegrasikannya karena keterbatasan kurikulum, kurangnya tenaga pengajar yang kompeten, serta pandangan bahwa pemodelan matematika bukan bagian dari “matematika murni”. Penelitian ini juga mengungkap bahwa pemodelan matematika mampu menjadi sarana efektif untuk mengevaluasi pemahaman konseptual mahasiswa terhadap kalkulus dan kemampuan berpikir kritis. Melalui studi kasus “Masalah Catwalk”, ditemukan bahwa banyak mahasiswa masih bergantung pada teknologi tanpa memahami konsep dasar perubahan dan gerak secara mendalam. Oleh karena itu, pemodelan matematika dinilai penting untuk dikembangkan dalam pendidikan guru guna meningkatkan kemampuan penalaran, pemecahan masalah, dan evaluasi argumentasi matematika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan matematika memerlukan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berbasis pemodelan agar calon guru mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis dan reflektif.
Keefektifan Penerapan Model Problem Based Leaning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa pada Materi Operasi Aljabar Fadjila Mansur; Hasriani Ishak; Marwia Tamrin Bakar; Ikram Hamid
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa pada materi operasi aljabar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang diterapkan model Problem Based Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir reflektif matematis, lembar observasi aktivitas siswa dan keterlaksanaan pembelajaran, serta angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji N-gain dan uji Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif matematis siswa setelah diterapkan model PBL mengalami peningkatan, terlihat dari rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 48,84 meningkat menjadi 62,2 pada rata-rata posttest. Berdasarkan hasil perhitungan N-gain, peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa berada pada kategori sedang dengan nilai sebesar 0,49. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann Whitney U menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga model Problem Based Learning dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa. Selain itu, aktivitas siswa selama pembelajaran mencapai 88% yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa seluruh sintaks PBL terlaksana secara sistematis dan sesuai prosedur. Respon siswa terhadap penerapan model PBL juga sangat positif dengan persentase sebesar 85,37%. Dengan demikian, model Problem Based Learning efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa pada materi operasi aljabar.
Penguatan Literasi Matematika Berbasis Permainan Tradisional Cenge-Cenge Ida Kurnia Waliyanti; Ahmad Afandi; Nurma Angkotasan; Hasriani Ishak; Soleman Saidi; Ardiana Ardiana
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3712

Abstract

Matematika masih sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan oleh sebagian besar anak, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan motivasi belajar. Kondisi ini menjadi semakin kompleks pada anak-anak putus sekolah, yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran formal, sehingga kemampuan literasi, khususnya literasi matematika, cenderung rendah. Rendahnya literasi matematika berimplikasi pada kesulitan anak dalam memahami dan memecahkan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah penguatan literasi melalui pemanfaatan permainan tradisional, salah satunya permainan Cenge-cenge. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada kelompok anak-anak putus sekolah binaan organisasi Dharma Wanita Persatuan Kota Ternate yang tergabung dalam Wahana Edukasi Masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat dan motivasi belajar anak terhadap matematika serta mengembangkan kemampuan literasi matematika melalui pendekatan pembelajaran berbasis permainan. Metode yang digunakan meliputi kegiatan pendampingan, eksplorasi konsep matematika sederhana, serta pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dalam permainan Cenge-cenge. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat belajar, partisipasi aktif anak, serta pemahaman konsep matematika dasar, sehingga anak mulai menyadari bahwa matematika memiliki manfaat nyata dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.