Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of Visual Art on the Psychological Response in Stroke Survivors : A Systematic Review Yoga Ayom Pangestu; Yurike Septianingrum; Imamatul Faizah
Journal Of Nursing Practice Vol. 6 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v6i2.308

Abstract

Background: Stroke causes disability and has an impact on the psychological needs of patients who are often not met so they are at risk for depression, anxiety, stress, isolation, and other negative impacts. Purpose: This study is a systematic literature review aimed at identifying and discussing the benefits and effectiveness of visual arts interventions on psychological responses in post-stroke patients. Methods: Article searches are performed from Pubmed, ProQuest, Sage, and other search results databases. Results: A total of 8 articles were selected and a discussion was carried out regarding visual art interventions on psychological responses in post-stroke patients. Visual arts therapy (drawing, painting, and digital) has been to be effective for psychological responses in stroke survivors. Conclusion: The benefits and effectiveness of therapy can be felt from 7 to >20 sessions with varying durations for each session. Apart from having a positive impact on psychology, visual arts therapy can also train motor, cognitive, and memory functions in post-stroke patients.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PENDERITA GERD (GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE) Riska Rohmawati; Imamatul Faizah; Ratna Yunita Sari; Siti Nur Hasina; Rahmadaniar Aditya Puri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.2.2026.111-118

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang menimbulkan gejala yang berdampak pada kesehatan fisk dan psikologis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan subjective well-being penderita GERD. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 82 pasien terdiagnosis GERD, dan 76 responden dipilih sebagai sampel dengan teknik sample random sampling, yang didapat dengan mengguankan rumus slovin. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu dukungan sosial dan variabel dependen yaitu subjective well-being. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Satisfaction With Life Scale (SWLS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien GERD memiliki tingkat dukungan sosial yang tinggi (72,04%) dan tingkat subjective well- being yang tinggi (56,6%), dengan nilai signifikansi (ρ value : < 0,012). Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan dengan subjective well-being, tetapi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhinya.. Oleh karena itu, dukungan sosial perlu dipandang sebagai salah satu komponen penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis pasien GERD.
The EFEKTIVITAS LATIHAN TERA TERHADAP TINGKAT GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Tipe 2 : Kadar gula darah Riska Rohmawati; Imamatul Faizah; Ratna Yunita Sari
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol. 15 No. 1 (2026): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v15i1.802

Abstract

Background: Blood sugar levels in type 2 DM sufferers tend to increase mildly but progressively because they are low self-care management in people with type 2 DM. One non-pharmacological therapy that can help blood sugar levels remain stable is tera exercise. Purpose: This study aimed to analyze the effectiveness of tera exercise on blood sugar levels in type 2 DM sufferers at the Wonokromo Community Health Center. Methods: The design of this study is RCT (Randomized Controlled Trial). The number of samples for each group was 24 in the control group and 24 in the intervention group. The study was conducted at the Wonokromo Community Health Center from July – 4 August times, every Tuesday and Friday for 2 weeks, with a duration of 45 minutes, using the technique of Simple Random Sampling. The independent variable in this study is physical exercise, and the dependent variable is blood sugar levels. The instrument in this study was the tera gymnastics SOP and blood sugar level observation sheet. The statistical test used is paired t-test and independent t-test with a significance level of α = 0.05. Results: The test result obtained a p-value of 0.000, which means that there is a significant difference in blood sugar levels before and after participating in tera exercise activities. Test results independent t-test A significant value was obtained of 0.034 (p < 0.05), which means tera exercise influences the blood sugar levels of type 2 DM patients at the Wonokromo Community Health Center Conclusion: Tera exercise effectively reduces blood sugar levels in type 2 DM sufferers at the Wonokromo Community Health Center. The term exercise is hoped to be used as an independent intervention in the elderly posyandu program at the Wonokromo Community Health Center
Hubungan Obesitas dengan Peningkatan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Riska Rohmawati; Imamatul Faizah; Siti Nur Hasina; RatnaYunita Sari; Rahmadaniar Aditya Putri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.434

Abstract

Perilaku seksual dapat menimbulkan banyak resiko yang dapat menggangu kelangsungan reproduksi remaja dimasa mendatang seperti resiko tertular penyakit kelamin dan kehamilan pada usia dini yang tidak dinginkan. Penelitian yang dilakukan oleh Purnama, 2020 didapatkan hasil kurang dari separoh  responden mengalami perilaku seksual yang beresiko (37,3%) dan  lebih dari separoh responden mengalami perilaku seksual yang tidak beresiko  (62,7%).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran Orang tua terhadap perilaku seksual remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah  deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang telah dilakukan pada tanggal 11-12 Agustus tahun 2025. Populasi  semua orang siswa sebanyak 553 orang dengan jumlah sampel 85 orang siswa dengan cara simple random sampling. Instrumen yang digunakan  pada penelitian ini adalah kuesioner peran Orang tua dan perilaku seksual . Pengumpulan data di olah dengan menggunakan uji statistik Chi-Square adalah untuk melihat adanya hubungan peran orang tua terhadap perilaku seksual remaja (p value = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan peran orang tua terhadap perilaku seksual remaja.