Claim Missing Document
Check
Articles

Increasing Knowledge Through Health Education About 3m To Prevent DHF (Dengue Haemoragic Fever) Amanda Indrika, Elke; Sulaiha, Siti; Soleha, Umdatus; Faizah, Imamatul; Kamariyah, Nurul
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue fever is a disease transmitted by mosquitoes and occurs in tropical and subtropical regions worldwide. Mild dengue fever causes high fever and flu-like symptoms. Prevention of dengue fever can be done by providing knowledge about its prevention, namely through the 3M approach. This community service implementation aims to educate about the prevention of dengue fever. The method used is by providing health education through pre-tests and post-tests to families and patients. This activity was carried out during March 2023 in Room Azzahra 1, Jemursari Hospital, Surabaya. The research results show that the activity has achieved the intended objectives, which include participants actively participating in the activity, a significant difference between pre-tests and post-tests, and participants providing feedback during the counseling session. The conclusion of this research is that providing education on the 3M approach effectively enhances participants' knowledge in the prevention of dengue fever.
Efektivitas Senam Bugar Tehadap Insomnia Pada Lansia di Kelurahan Tambak Sawah Sidoarjo Rohmawati, Riska; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Soleha, Umdatus
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 1 (2020): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v15i1.86

Abstract

As we get older, the need for sleep in most elderly people tends to decrease. The purpose of the study is to analyze the effect of yoga exercises on insomnia in the elderly in the Sidoarjo Add Sawah Village. This type of research uses a pre-experimental design with one group pretest - posttest design, using a sampling technique that is a total sampling of 30 respondents. 15 groups and 15 intervention groups. Giving fit exercise is done three times a week, in the morning. Data was collected using insomnia rating scale questionnaire before it was done and after the intervention. Then the data were analyzed by Willcoxon and Mann Whitney tests. The results showed that fit exercise was significant in insomnia levels. The results of the test analysis obtained p count of 0.002 in the intervention group and 0.317 in the control group. This means that fit exercise three times a week can reduce insomnia levels in the elderly in the village of Tambak Sawah Sidoarjo. The conclusion of the research shows that fit exercise can reduce insomnia level, for that reason, it should be better in Tambak Sawah village in Sidoarjo to do fitness fit so that the elderly do not experience insomnia.Keywords: Insomnia, Exercise Fitness, Elderly
Pengaruh Pre-Operative Teaching Islami Terhadap Tingkat Cemas Pasien Pre-Operasi TUR-P di RSI Jemursari Surabaya Sari, Ratna Yunita; Rohmawati, Riska; Faizah, Imamatul; Heris, Wesiana
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 1 (2020): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v15i1.87

Abstract

Transurethral Resection of the Prostate (TURP) is a surgical procedure to treat benign prostate hyperplasia. The planned surgical procedure will make the patient feel anxious. The purpose of this study was to determine the effect of Islamic-based preoperative teaching on the anxiety level of TUR-P preoperative patients in the Azzara 2 hospital room. Islam Jemursari Surabaya. Quasi-experimental research design with a pre and post-test control group design approach. The sample size used 24 residential respondents, which were then divided into 12 respondents in the intervention group and 12 respondents in the control group. The procedure is performed when the patient is hospitalized until near the operation. Data collection was carried out by measuring the level of anxiety before and after the Islamic-based preoperative teaching. Data were then analyzed using the Willcoxon and Mann Whitney tests. The results showed that Islamic-based preoperative teaching affected reducing anxiety levels in pre-operative patients. TUR-P analysis of the Mann-Whitney test showed a p-value of 0.002. The conclusions of the study show that Islamic-based preoperative teaching can reduce patient anxiety levels, nurses should be able to apply Islamic-based preoperative teaching to overcome anxiety experienced by patients before surgery.Keywords: TUR-P, Islami Preoperative Teaching, Anxiety
Aktivasi Kader Surabaya Hebat melalui Stroke Self-Management Program pada Penderita Stroke Faizah, Imamatul; Kartini, Yanis; Sari, Ratna Yunita; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur; Septianingrum, Yurike; Aulia, Nurlisa Naila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16051

Abstract

ABSTRAK Penderita post stroke perlu mendapatkan pendidikan kesehatan secara menyeluruh dan memerlukan jangka waktu yang panjang dalam mengelola dirinya untuk mencegah kejadian stroke berulang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengaktivasi Kader Surabaya Hebat dalam pemberian edukasi Stroke Self-Management Program sebagai upaya peningkatan kemandirian dan kemaknaan hidup penderita post stroke. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan dan memberikan penyuluhan stroke self-management program, beserta pelatihan stroke self-management program. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 24 kader dan masyarakat. Sebelum dilakukan pelatihan tentang Self-Management program, hampir seluruhnya (75%) responden memiliki pengetahuan dan keterampilan kurang dan setelah dilakukan pelatihan didaptkan hampir seluruhnya (83%) memiliki pengetahuan dan keterampilan baik. Aktivasi kader Surabaya sehat melalui stroke self-management program dan peningkatan pengetahuan kader serta masyarakat. Kata Kunci: Kader, Stroke Self-Management Program, Penderita Stroke  ABSTRACT Post-stroke sufferers need to receive comprehensive health education and need a long period of time to manage themselves to prevent recurrent strokes. Implementation of this community service activity aims to activate the Great Surabaya Cadre in providing Stroke Self-Management Program education as an effort to increase the independence and meaning of life for post-stroke sufferers. The method used in this community service activity is to provide health education and provide education on the stroke self-management program, along with stroke self-management program training. This activity was carried out for one month and was attended by 24 cadres and the community. before the training on the Self-Management program was carried out, almost all (75%) of the respondents had poor knowledge and skills and after the training it was found that almost all (83%) had good knowledge and skills. activation of healthy Surabaya cadres through the stroke self-management program and increasing knowledge of cadres and the community. Keywords: Kader, Stroke self-management program, penderita stroke
Optimalisasi Self-Management Diabetes melalui Health Coaching bagi Kader Kesehatan Sebagai Upaya Pengontrolan Kadar Gula Darah Penderita DM Sari, Ratna Yunita; Septianingrum, Yurike; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Irawan, Danny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15984

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus dengan kadar gula tidak terkontrol menyebabkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular yang dapat menurunkan dan memperburuk kualitas hidup penderitanya. Komplikasi terjadi diakibatkan oleh self management yang rendah, perilaku perawatan diri yang buruk sehingga kadar gula darah tidak terkontrol. Hal ini, jika tidak diatasi dan melaksanakan self management yang tepat, dampak terburuknya menyebabkan kematian akibat komplikasi. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan warga tentang self-management diabetes melalui health coaching sebagai upaya pengontrolan kadar gula darah penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di lingkup wilayah RT 09 RW 08 Kelurahan Banyuurip Kota Surabaya. Metode kegiatan menggunakan pelatihan pendekatan partisipatif dengan cara ceramah, diskusi, tukar pendapat dan demonstrasi guna meningkatkan pengetahuan kader dan warga mengenai spiritual diabetes self-management health coaching untuk pengontrolan kadar gula darah penderita DM. kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2024 dan diikuti oleh 2 kader dan 15 penderita diabetes mellitus. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang ditunjukkan dengan hasil pretest 54% meningkat menjadi 95% hasil posttest dan disertai ketrampilan yang meningkat baik kader dan warga dapat melaksnakan Self-Management Diabetes Melalui Health Coaching dan kader mampu memberikan penyuluhan terhadap warga secara langsung maupun daring, sehingga dapat menjadi support system bagi warganya mempertahankan status kesehatan di area binaanya.   Keywords: Diabetes Mellitus, Health Coaching, Kadar Gula Darah, Self-Management Diabetes  ABSTRACT Diabetes Mellitus with uncontrolled sugar levels causes microvascular and macrovascular complications which can reduce and worsen the sufferer's quality of life. Complications occur due to low self-management, and poor self-care behavior so that blood sugar levels are not controlled. This, if not addressed and implemented with proper self-management, can have the worst impact of causing death due to complications. This service activity aims to increase the knowledge and skills of cadres and residents regarding diabetes self-management through health coaching to control blood sugar levels in DM sufferers. Community service activities are carried out in the area of RT 09, Banyuurip Village, Surabaya City. The activity method uses participatory approach training using lectures, discussions, exchange of opinions and demonstrations to increase the knowledge of cadres and residents regarding spiritual diabetes self-management health coaching for controlling blood sugar levels in DM sufferers. This activity was carried out in May-July 2024 and was attended by 2 cadres and 15 diabetes mellitus sufferers. The results of the evaluation of training activities showed that there was an increase in knowledge and skills as shown by the pretest results increasing from 54% to 95% posttest results and accompanied by increased skills, both cadres and residents were able to carry out Diabetes Self-Management through Health Coaching and cadres were able to provide counselling to residents directly. or online, so that it can become a support system for residents to maintain their health status in the areas they support. Keywords: Diabetes Mellitus, Health Coaching, Blood Sugar Levels, Diabetes Self-Management
PENGUATAN KAPASITAS SANTRIWATI DALAM MENGATASI PENYAKIT MENULAR DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA SURABAYA Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska; Putri, Rahmadaniar Aditya; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Muhith, Abdul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26513

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu yang kerap sekali menjadi lokasi penularan penyakit akibat padatnya santri yang bermukim. Padatnya aktivitas santri dan kurangnya pengetahuan dan kesadaran santri dalam perilaku kesehatan, menyebabkan santri mudah tertular penyakit. Penguatan kapasistas santri dalam mengpenyatasi akit menular melalui edukasi kesehatan untuk membantu santri dalam memecahkan masalah, menangani, mencegah, dan memutus rantai penyakit. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas santri melalui edukasi yang diberikan dan mampu membantu menjaga kesehatan individu ataupun kelompok. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi tentang penyakit menular menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan bantuan media edukasi microsoft power point, Buku Panduan Penyakit Menular, dan lembar kuesioner pre test-post test. Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya. Hasil edukasi penyakit menular di Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya, sebesar 27,6% santri cukup memahami tentang penyakit menular, sedangkan 72,4%% santri memahami dengan baik bagaimana penanganan dan pencegahan penyakit menular. Setelah dilakukan edukasi, tingkat pemahaman santri tentang penyakit menular meningkat menjadi 96,5% baik, dan 3,5% masih cukup memahami tentang edukasi yang diberikan. Terdapat perbedaan dampak perlakuan antara edukasi penyakit menular sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan.
PELATIHAN PENGOLOLAHAN MAKANAN DENGAN 3J SEBAGAI UPAYA KURATIF PADA PENDERITA DM Rohmawati, Riska; Muhith, Abdul; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Hasina, Siti Nur; Putri, Rahmadaniar Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30453

Abstract

Perubahan msyarakat dari kehidupan agraris ke masyarakat modern memperikan dampak terhadap lifestyle yang dapat memicu terjadinya beberapa penyakit, diantaranya adalah Diabetes Melitus (DM). Adanya fast food mendorong masyarakat mengkonsumsi makanan secara berlebih dan kurangnya aktivitas menyebabkan prevalensi DM menjadi tinggi. Salah satu model manajemen diet yang digunakan pada pasien diabetes mellitus dalam mengendalikan kadar gula darah adalah model 3 J. Setelah dilakukan pelatihan diketahui gula darah pasien diabetes mengalami penurunan sebesar 80 mg/dl, rata-rata gula darah sebelum olahraga sebesar 290 mg/dl dan mengalami penurunan sebesar 200 mg/dl. Selain itu, pengetahuan pasien dalam mengatur pola makan 3J meningkat rata-rata 40-78 poin. Pelatihan penerapan pola makan 3J bagi penderita diabetes memotivasi mereka untuk menyesuaikan kebiasaan makan, jadwal makan yang tepat dan porsi makanan yang sehat sehingga dapat mengontrol kadar gula darah penderita diabetes.
PENGUATAN PENGETAHUAN SPIRITUAL CARE DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL PENDERITA DIABETES MELLITUS Hasina, Siti Nur; Shodiq, M.; Misutarno, Misutarno; Putri, Rahmadaniar Aditya; Noventi, Iis; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Sari, Ratna Yunita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32066

Abstract

Pasien yang hidup dengan diabetes mengalami gangguan kejiwaan yang terjadi bersamaan, seperti depresi, dapat menghambat pengelolaan diabetes dengan menurunkan kepatuhan pengobatan. Meskipun diabetes dapat dikelola melalui pengobatan dan modifikasi gaya hidup seperti penurunan berat badan, pola makan, dan olahraga, manajemen spiritual dan psikologis juga sangat dibutuhkan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberdayakan masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan kader Kesehatan dan penderita diabetes mellitus melalui spiritual care dalam meningkatan kesehatan mental Penderita Diabetes Mellitus. sebelum mengikuti kegiatan masyarakat Sebagian besar 60% berpengatuan kurang dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan Sebagian besar 82% berpengetahuan baik. Hasil dari pengabdian masyarakat ini diharapkan para penderita diabetes hidup Bahagia dan meningkatnya kualitas hidupnya.
OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM REHABILITASI KOGNITIF DAN SPIRITUAL PENDERITA STROKE Faizah, Imamatul; Kartini, Yanis; Sari, Ratna Yunita; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur; Aulia, Nurlisa Naila
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8030

Abstract

Stroke is a major global health problem. Stroke survivors experience impairments in motor, cognitive, psychological, and sensory functions that can hinder daily activities. The independence of stroke survivors is highly dependent on family support for prolonged stroke care at home. Families and stroke survivors require education on self-management, diet, medication, and rehabilitation to prevent disability and death, thereby enhancing the meaning of life for stroke survivors. The purpose of this community service is to optimize the role of families in improving cognitive and spiritual rehabilitation for stroke survivors. The community service activities were carried out within the RW 06 area of ​​Wonokromo Village, Surabaya City. The training method used a participatory approach through lectures, discussions, brainstorming, and live demonstrations to increase family knowledge in optimizing spiritual and cognitive rehabilitation for stroke survivors. This activity was held from May to July 2025 and was attended by 56 families of stroke survivors. The results of the evaluation of the training activities showed an increase in knowledge and skills as indicated by the pretest results of 19.8% increasing to 50% of the posttest results accompanied by an increase in good skills where families can directly practice physical, spiritual and cognitive exercises that can improve neurological improvement and minimize the number of recurrent strokes.
OPTIMALISASI SELF-MANAGEMENT MELALUI HEALTH COACHING DAN PSIKOEDUKASI GIZI UNTUK KONTROL GULA DARAH OPTIMAL Sari, Ratna Yunita; Septianingrum, Yurike; Shodiq, M.; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8042

Abstract

Pengelolaan diabetes tipe 2 yang efektif sangat bergantung pada kemampuan pasien dalam melakukan self-management, termasuk pengendalian pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Namun, masih banyak pasien menghadapi kesulitan dalam mengendalikan gula darahnya akibat kurangnya pemahaman dan motivasi. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan warga tentang self-management diabetes melalui health coaching dan psikoedukasi gizi sebagai upaya pengontrolan kadar gula darah penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di lingkup wilayah RT 06 Kelurahan Wonokromo Kota Surabaya. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui ceramah, diskusi hingga demonstrasi guna meningkatkan pengetahuan kader dan warga mengenai self-management melalui health coaching dan psikoedukasi gizi untuk pengontrolan kadar gula darah penderita DM. kegiatan ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2025 dan diikuti oleh 10 kader dan 20 penderita diabetes mellitus. Hasil evaluasi Setelah pelaksanaan program, terdapat peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan motivasi pasien terkait self-management diabetes dengan hasil pretest 35% meningkat menjadi 86% hasil posttest dan disertai ketrampilan yang meningkat baik kader dan warga dapat melaksnakan Self-Management Diabetes Melalui Health Coaching dan psikoedukasi gizi. Pendekatan ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara luas dalam program pengelolaan diabetes di masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.