Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pelayanan Orientasi Pasien Baru di Rumah Sakit Melalui Pengembangan Media Edukasi Berbasis Video QR Code Rauf, Syamsiah; Patima; Amal, Andi Adriana; Abidin, Andi Mustika; Prasetya, Khoirunnisa Qurratul Aini
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v3i1.169

Abstract

Proses orientasi pasien yang masih manual dan tidak konsisten menjadi hambatan dalam pelayanan rumah sakit. Salah satu pendekatan inovatif yang dapat diterapkan adalah penggunaan video orientasi pasien berbasis QR code sebagai sarana informasi mandiri bagi pasien dan keluarga yang dapat diakses kapan saja, guna mengatasi keterbatasan komunikasi petugas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media orientasi pasien baru berbasis video QR code dengan metode edukasi yang dievaluasi melalui observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner pre-test dan post-test pada 12 orang pasien baru yang dirawat di ruang perawatan Pusat Jantung Terpadu Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi berupa video orientasi pasien baru terbukti efektif meningkatkan pemahaman pasien, dibuktikan oleh peningkatan signifikan skor dari pretest ke posttest. Berdasarkan hasil evaluasi kasus, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media video berbasis QR code terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien baru terkait orientasi penerimaan di rumah sakit. Disarankan agar rumah sakit mengimplementasikan secara berkelanjutan video orientasi pasien berbasis QR code sebagai bagian dari standar pelayanan, serta mengoptimalkan pemanfaatannya melalui pengembangan konten dan sosialisasi kepada tenaga kesehatan.
KONSEP FITRAH: PERWUJUDANNYA DALAM LINGKUNGANPENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF HADIS Mustika Abidin; Muhammadiyah Amin; La Ode Ismail Ahmad
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol. 7 (1) 2024
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam merupakan agama yang sempurna dan kesempurnaannya mencakup setiap aspek kehidupan. Berangkat dari kesempurnaan Islam, maka seluruh umat Islam harus menjadikan Islam sebagai rujukan dalam setiap persoalan yang dihadapinya. Hanya dengan kembalinya manusia pada fitrahnya yang semula barulah ia dapat memperoleh keamanan, kebaikan, kedamaian, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Karena Islamlah manusia mampu merancang lingkungan pendidikannya dengan baik, karena Islam selalu memberikan perhatian yang sangat serius dan prioritas terhadap lingkungan pendidikan Islam. Setidaknya ada beberapa lingkungan pendidikan Islam yang dapat dijadikan tempat mengembangkan potensi atau fitrah manusia, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.  Penelitian ini mengkaji tentang Konseps Fitrah: Perwujudannya dalam Lingkungan Pendidikan Islam Perspektif Hadis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menyusun dan menganalisa data menggunakan literatur atau bahan bacaan berupa buku, jurnal, dan kitab hadis. Hasil penelitian ini didasarkan pada Hadis Abu Daud nomor 4091 yang didukung oleh Hadis Bukhari nomor 1296 tentang “setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuannya-lah yang menjadikan ia yahudi atau nashrani”. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan keluarga, madrasah, dan masyarakat harus diperhatikan secara matang agar sejalan dengan ajaran Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan hadis, guna menumbuhkan/mengembangkan fitrah tersebut. Sebab, ketiga lingkungan ini dapat menjadi faktor pemersatu yang mendorong proses perkembangan pendidikan Islam bagi manusia.
EVALUATION OF THE HOLISTIC EDUCATION BASED LEARNING PROGRAM AT THE INTEGRATED ISLAMIC HIGH SCHOOL A. Mustika Abidin; Misykat Malik Ibrahim; St. Syamsudduha; Ilyas Ismail; Sitti Mania; Nur Syamsiah; Muh Rapi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 02 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v15i02.10225

Abstract

This study aims to evaluate the process of holistic education based learning programs at SMAIT Al-Fityan School Gowa. The research focuses on learning development, learning integration, teacher strategies, student responses, learning interactions, and the use of methods. This study employs an evaluative research design using a mixed-methods approach with an explanatory sequential design. Quantitative data collection and analysis were conducted first through the distribution of questionnaires to 30 students, followed by qualitative data collection through interviews with 3 teachers and 6 students to gain a more comprehensive understanding. The findings indicate that the evaluation of the holistic education-based learning program at SMAIT Al-Fityan School Gowa showed that 73.3% of the outcomes were at the “sufficiently achieved” or “fairly good” level. The learning process has developed students’ knowledge, attitudes, skills, and character; integrated various dimensions of holistic education namely intellectual, emotional, physical, social, and spiritual dimensions; employed varied learning strategies; created a pleasant classroom atmosphere; and strengthened student interactions. However, the implementation of the learning process still faces challenges, particularly in developing students’ skills, integrating physical aspects, and maintaining consistency in learning strategies. This study concludes that holistic education-based learning is important to implement in the classroom because it emphasizes the holistic and integrated development of students, encompassing intellectual, emotional, social, spiritual, and physical aspects. This approach views the learning process not merely as the transfer of knowledge, but as the process of forming the whole person, which takes place within specific social, cultural, and value systems.
Integrasi Data Warehouse dan Sistem Informasi Geografis untuk Analisis Spasial Persebaran Mahasiswa Baru Irmayani Irmayani; Rahman Rahman; Syahbudin Syahbudin; Asrul Azhari Muin; A. Mustika Abidin
Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Vol. 4 No. 3 (2025): September : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupsim.v4i3.5460

Abstract

Higher education institutions face challenges in managing large volumes of new student data, hindering strategic geographical distribution analysis. This research focuses on designing and building an integrated system utilizing a Data Warehouse and Geographic Information System (GIS) to analyze the distribution patterns of new students at UIN Alauddin Makassar. The system development uses the Waterfall model(I Putu Agus Eka Pratama, 2021), which includes structured stages from secondary data collection from the Academic Information System (SIAKAD), an ETL (Extract, Transform, Load) process into a Data Warehouse with a star schema architecture (Coronel & Morris, 2022), to spatial data visualization using GIS (Botha et al., 2023). The analysis of 15,826 student records from 2022-2024 reveals a high geographic concentration, with the top five regencies contributing 53.2% of all new students. The resulting web-based system provides an interactive thematic map that identifies regions with high applicant concentrations, offering strategic insights to support data-driven decision- making for university leadership (Corrin et al., 2023). This research demonstrates how the integration of Data Warehouse and GIS technology can optimize educational data governance and provide a solid foundation for strategic new student admission planning.
Pengaruh Penerapan Kegiatan Keagamaan di Lembaga Pendidikan Formal Terhadap Peningkatan Kecerdasan Spiritual Anak A. Mustika Abidin
AN-NISA Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.571 KB) | DOI: 10.30863/an.v12i1.452

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kegiatan keagamaan di lembaga pendidikan formal memberikan pengaruh terhadap peningkatan kecerdasan spiritual anak. Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan keagamaan merupakan sistem kepercayaan dan peribadatan dimana seseorang bisa mengungkapkan dengan jelas secara lahiriah mengenai spiritualitasnya. Sehingga, seseorang yang memiliki agama yang baik atau hubungan yang kuat dengan Allah swt., akan memiliki kecerdasan spiritual yang baik pula sehingga akan berdampak pula kepada kepandaian orang tersebut dalam berinteraksi dengan manusia, karena dibantu oleh Allah yaitu hati manusia dijadikan cenderung kepada-Nya. Untuk itu, lingkungan sekolah yang merupakan lembaga formal juga mempengaruhi kecerdasan spiritual anak karena selain memperoleh pengetahuan, anak juga harus diberi contoh atau pemahaman akan perbuatan atau nilai. Jika guru memberi nilai kehidupan (ajaran keagamaan) yang baik untuk anak, maka akan membuat kecerdasan spiritual anak akan baik pula sehingga diharapkan anak mampu memaknai hidupnya dengan lebih baik.This research shows that the application of religious activities in formal educational institutions has an influence on increasing children's spiritual intelligence. As it is known that religious activities are a system of beliefs and worship where a person can express clearly outwardly about his spirituality. So, someone who has a good religion or a strong relationship with God Almighty, will have a good spiritual intelligence so that it will also affect the intelligence of these people in interacting with humans, because it is assisted by God that human hearts are made inclined towards Him. For this reason, the school environment which is a formal institution also influences children's spiritual intelligence because in addition to gaining knowledge, children must also be given examples or understanding of their actions or values. If the teacher gives a good life value (religious teachings) for the child, it will make the children's spiritual intelligence will be good too so that the child is expected to be able to interpret his life better.
MOTIVASI INTRINSIK ORANG TUA MEMILIH SEKOLAH BERBASIS AGAMA DI MTS NURUL TSAQALAIN KABUPATEN MALUKU TENGAH Abidin, Andi Rahmat; Abidin, Andi Mustika; Mony, Nadila Sakina
AN-NISA Vol. 16 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v16i2.5344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Motivasi Intrisik Orang Tua Memilih Sekolah Berbasis Agama di MTs Nurul Tsaqalain Desa Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.  Penelitin ini menggunakan tipe penelitian lapangan dan penedekatan penelitiannya adalah kualitatif. Jenis penelitian lapangan ini yaitu pengumpulan  data yang di lakukan di tempat untuk memeriksa keadaan yang konkrit. yang bertujuan untuk memahami fenomena yang di alami subjek, seperti perilaku, pengamatan, motivasi yang bertindak secara keseluruhan dengan bantu narasi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, serta metode ilmiah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya motivasi orang tua dalam memilih sekolah di Madrasah Tsanawiyah Nurul Tsaqalain dilihat dari harapan dan keinginan para orang tua. Hal ini dapat dijelaskan melalui faktor-faktor intrinsik para orang tua  dalam memilih sekolah di Madrasah Nurul Tsaqalain yaitu faktor kemauan, para orang tua mempunyai kemauan yang besar terhadap anaknya. Dari penjabaran uraian diatas bahwa motivasi instrinsik orang tua memilih sekolah di MTs Nurul Tsaqalain merupakan hal yang mutlak sebab para orang tua memiliki harapan agar anak-anaknya dapat menjadi pribadi yang dapat menta’ati dan menjalankan perintah agama islam sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh allah dan rasulnya.
PENERAPAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISME DALAM PEMBELAJARAN (STUDI PADA ANAK) Abidin, A. Mustika
AN-NISA Vol. 15 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v15i1.3315

Abstract

This article discusses the application of behaviorism learning theory in learning (studies in children) through the literature review method. In behaviorism learning theory has a basic concept that learning is an interaction between stimulus (stimulus) and response (response). This theory prioritizes measurement, because measurement is an important thing to see whether or not there is a change in behavior in children. The application of this theory requires teachers to identify learning objectives, conduct learning analysis, identify early characteristics and abilities of children, determine indicators of learning success, develop teaching materials, develop learning strategies to be used, observe stimuli that might be given to children such as exercises or assignments, observing and analyzing student responses, providing reinforcement, both positive and negative reinforcement, and finally revising learning activitiesArtikel ini membahas mengenai penerapan teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran (studi pada anak) melalui metode tinjauan literatur. Dalam teori belajar behaviorisme memiliki konsep dasar bahwa belajar merupakan interaksi antara rangsangan (stimulus) dan tanggapan (respon). Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku pada anak. Penerapan teori ini menuntut guru agar mengindentifikasi tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal anak, menentukan indikator keberhasilan belajar, mengembangkan bahan ajar, mengembangkan strategi pembelajaran yang akan digunakan, mengamati stimulus yang mungkin bisa diberikan kepada anak seperti latihan atau tugas, mengamati dan menganalisis respon pembelajar, memberikan penguatan (reinforcement) baik penguatan positif maupun negatif, dan terakhir merevisi kegiatan pembelajaran.