Claim Missing Document
Check
Articles

UTILIZING ORAI APPLICATION TO ENHANCE STUDENTS’ ENGLISH SPEAKING PERFORMANCE Annisa Deliza; Irma Savitri Sadikin
PROJECT (Professional Journal of English Education) Vol 6, No 2 (2023): VOLUME 6 NUMBER 2, MARCH 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/project.v6i2.p329-337

Abstract

This study aims to determine how the Orai application could improve students' speaking performance and perceptions of using it as a learning tool. The subject of this study were 40 students of one class of a public senior high school in Tangerang. This particular research is categorized as one group pre-test and post-test experimental design. The data was gathered utilizing three instruments: a pre-test, a post-test, and an interview. The findings revealed that using the Orai application significantly impacts students' speaking abilities. As indicated by the results, using the Orai application could improve students' speaking abilities and perceptions of the Orai app as a learning medium in various areas, including pronunciation, grammatical accuracy, vocabulary, fluency, and interactive communication. The Wilcoxon signed test findings show a difference between the average pre-test and post-test scores after utilizing the Orai application for several treatments, with the value of asymp sig. (2-tailed) 0.000 being smaller than the alpha level of 5% (0.05). These statistics indicate that Orai, an application used to study English, particularly speaking, can help students improve their speaking performance more efficiently. In addition, the use of the Orai application is recommended for teaching instruction since it provides a joyful and engaging learning environment, and stimulated the students' enthusiasm and participation in classroom activities. Keywords:  Orai Application; Perception; Speaking
Terampil berbahasa Inggris melalui learning apps dalam mendukung sektor pariwisata dan UMKM Irma Savitri Sadikin; Lutfiyah Lutfiyah
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.17859

Abstract

Industri pariwisata di Indonesia semakin berkembang dengan pesat. Sektor pariwisata yang saat ini mengusung next normal di wilayah Indonesia semakin menggeliat. Salah satunya adalah sektor industri pariwisata yang berlokasi di Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Potensi desa wisata dengan keindahan alam dan wilayahnya yang strategis mendorong masyarakat setempat terutama para pemuda karang taruna untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dalam behasa Inggris untuk membangun dan mendorong  sektor industri pariwisata dan UMKM semakin lebih unggul dan maju di era industri 4.0. Peserta yang mengikuti pelatihan yaitu para pemuda karang taruna desa Kadugenep yang berjumlah 20 orang. Sebagian besar telah bekerja di Kawasan wisata daerah setempat dan juga sebagai pelaku ekonomi kreatif. Pembekalan dan pelatihan melalui beberapa aplikasi pembelajaran menjadi salah satu alternatif pembelajaran mendiri yang mampu membantu para pemuda karang taruna di desa Kadugenep belajar dan berlatih menggunakan bahasa Inggris dalam bidang pariwisata seperti greeting dan introduction, travel, shopping, dining and vacation, tourism and recreation, dan topik materi pengayaan bidang pariwisata lainnya. Metode yang digunakan selama dua sesi pelatihan adalah ceramah, tanya jawab, bermain peran, dan presentasi. Hasilnya menunjukan bahwa para peserta mampu mengikuti dan memahami materi dengan cukup baik. Sebagian besar peserta mulai percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris dan mampu memanfaatkan aplikasi sebagai media belajar dan berlatih bahasa Inggris secara mandiri yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun. 
Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Bahasa Inggris Siswa di Salah Satu SMP Negeri di Jakarta Mariana Damayanti; Irma Savitri Sadikin
ELTIN Journal Vol 11 No 2 (2023): VOLUME 11, ISSUE 2, OCTOBER 2023
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The level of success students has in school is strongly influenced by how much they enjoy learning. The objectives of this study are to analyze what factors influence student interest in learning English and to find out what is the dominant factor that influence students’ interest in learning English. A mixed-method approach was employed to describe some factors and dominant factors that influence students’ interest in learning English. Students in the eighth grade at one public Junior High School in Jakarta, involving 279 participants, were surveyed and interviewed to collect data. The findings of this study indicated that internal factors, which consist of physical and non-physical aspects such as attention, readiness, and intelligence could influence students’ interest in learning English. Besides, external factors from outside the individuals, such as families, schools and peers contribute to their learning interests. The result revealed that the internal factors showed 68,93%, while external factors showed 59,34%. Therefore, the result indicated that the internal factor was higher than the external factor in influencing students’ interest in learning English. The most influencing in internal factors are psychological, namely intelligence, readiness, and attention, rather than physical factors.
Terampil berbahasa Inggris melalui learning apps dalam mendukung sektor pariwisata dan UMKM Irma Savitri Sadikin; Lutfiyah Lutfiyah
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.17859

Abstract

Industri pariwisata di Indonesia semakin berkembang dengan pesat. Sektor pariwisata yang saat ini mengusung next normal di wilayah Indonesia semakin menggeliat. Salah satunya adalah sektor industri pariwisata yang berlokasi di Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Potensi desa wisata dengan keindahan alam dan wilayahnya yang strategis mendorong masyarakat setempat terutama para pemuda karang taruna untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dalam behasa Inggris untuk membangun dan mendorong  sektor industri pariwisata dan UMKM semakin lebih unggul dan maju di era industri 4.0. Peserta yang mengikuti pelatihan yaitu para pemuda karang taruna desa Kadugenep yang berjumlah 20 orang. Sebagian besar telah bekerja di Kawasan wisata daerah setempat dan juga sebagai pelaku ekonomi kreatif. Pembekalan dan pelatihan melalui beberapa aplikasi pembelajaran menjadi salah satu alternatif pembelajaran mendiri yang mampu membantu para pemuda karang taruna di desa Kadugenep belajar dan berlatih menggunakan bahasa Inggris dalam bidang pariwisata seperti greeting dan introduction, travel, shopping, dining and vacation, tourism and recreation, dan topik materi pengayaan bidang pariwisata lainnya. Metode yang digunakan selama dua sesi pelatihan adalah ceramah, tanya jawab, bermain peran, dan presentasi. Hasilnya menunjukan bahwa para peserta mampu mengikuti dan memahami materi dengan cukup baik. Sebagian besar peserta mulai percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris dan mampu memanfaatkan aplikasi sebagai media belajar dan berlatih bahasa Inggris secara mandiri yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun. 
MENGINTEGRASIKAN PENDEKATAN ILMIAH YANG BERPUSAT PADA MALL (MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS BAHASA INGGRIS Irma Savitri Sadikin; Oktian Fajar Nugroho; Muhamad Bahrul Ulum
ELTIN Journal Vol 12 No 1 (2024): VOLUME 12, ISSUE 1, APRIL 2024
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Writing has often been considered a challenging skill to master. The purpose of this research is to investigate the effect of a scientific approach based on Mobile Assisted Language Learning (MALL) on enhancing students' descriptive writing abilities. This investigation employed classroom action research with twenty-four ninth-grade junior high school students in West Jakarta as participants. The research was conducted in two cycles, utilizing observation, interviews, and a series of writing tests to collect data. The results indicated that students' writing improved as a consequence of the use of a scientific approach based on MALL. By engaging them in a number of practices at each meeting, working with websites and applications, and seeking feedback from both students and teachers, MALL tended to enhance students' writing abilities. Implementing a scientific approach supported by MALL has shown potential in helping learners enhance their ideas in writing. They demonstrated their ability to create lengthy paragraphs supplemented with relevant details. Students boosted their vocabulary learning by using digital dictionaries and watching videos. Regular feedback from peers and teachers were crucial in helping students understand the significance of punctuation and spelling accuracy in their written work. Therefore, it is advised to conduct additional scholarly research to examine the effectiveness of the scientific approach based on MALL, covering not just writing skills but also extending to reading, speaking, or listening skills.
PENYULUHAN BUDAYA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN POTENSI GENERASI MUDA MENUJU DESA WISATA YANG MANDIRI Malabay, Malabay; Kartini, Kartini; Fuad, Ahmad; Wuryan, Sophiyanto; Wiharto, Mulyo; Idris, Irdanuraprida; Sadikin, Irma Savitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i05.7673

Abstract

Di Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, diadakan diskusi dengan kepala desa dan anggota staf mengenai pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan diskusi yaitu meningkatkan potensi generasi muda dengan berbagi pengetahuan atau transfer pengetahuan tentang budaya digital. Ini akan mencakup peningkatan keterampilan dan pengetahuan melalui penggunaan teknologi informasi, seperti hardware dan software, dan menciptakan karya kreatif. Metode tatap muka dan diskusi aktif meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. Hasil dari pengetahuan dan kemampuan Generasi Muda tentang cara menggunakan teknologi informasi, seperti hardware dan software, untuk membuat karya atau produk bernilai yang kreatif dan inovatif berbasis digital, melakukan manajemen pemasaran berbasis digital dan serta kemampuan berbahasa Inggris praktis.
The Students and Teacher’s Perception of Mobile-Assisted Language Learning Integration in EFL Teaching-Learning Practices Fuady, Farhan; Sadikin, Irma Savitri
Linguistics and ELT Journal Vol 11, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/leltj.v11i2.19538

Abstract

In the ever-evolving landscape of language education, technology propelled people toward new horizons, acting as the wind in their sails. Mobile-Assisted Language Learning (MALL) stood at the helm of this digital voyage, reshaping how people acquired languages. When setting these targets, the researcher focused on considering the quality requirements of mobile applications, taking into account the perspectives of both users and instructors. Therefore, the study aimed to analyze students' and teachers' perceptions of MALL integration in teaching-learning practice. For this study, the researcher chose a descriptive qualitative approach. The researcher used a questionnaire and an interview to collect both quantitative and qualitative data perspectives. The researcher quantitatively presented the percentage data of the questionnaire, and qualitatively, an analysis of interview responses was conducted, obtained from three classes and a teacher from one of the Private Junior High Schools in Jakarta. In a quantitative data perspective, students demonstrated favorable ratings on measures of usefulness, ease of use, and satisfaction when utilizing MALL (Mobile-Assisted Language Learning) in their English classrooms, as indicated by responses collected through Google Forms. From a qualitative perspective, both teachers and students concurred that MALL held the potential for enhancing both soft and hard skills. It fostered learning focus and independent study, offered convenience through its availability anytime and anywhere, optimized battery and data consumption, and facilitated communication between students and teachers. The result was an expressed desire to utilize MALL in the future.
Efektifitas Penggunaan Aplikasi Bahasa Inggris sebagai Penunjang Desa Wisata Lutfiyah; Sadikin, Irma Savitri
FOCUS Vol 5 No 1 (2024): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v5i1.1487

Abstract

Desa wisata merupakan destinasi yang semakin populer dalam promosi pariwisata lokal. Dalam mengoptimalkan potensi desa wisata, penggunaan aplikasi berbasis Bahasa Inggris dapat menjadi salah satu solusi efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menunjukkan efektivitas penggunaan aplikasi Bahasa Inggris sebagai penunjang desa wisata. Kegiatan ini di adakan secara langsung untuk berinteraksi dengan warga di balai Desa Kadugenep, Serang. Di samping itu, kegiatan ini merupakan pengenalan teknologi berbasis aplikasi yang dapat memberikan wawasan bahwa penggunaan aplikasi Bahasa Inggris secara signifikan meningkatkan aksesibilitas informasi bagi wisatawan internasional, memperkuat citra desa wisata, meningkatkan partisipasi masyarakat lokal, dan pastinya memiliki dampak positif dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas pengelolaan desa, serta meningkatkan daya saing desa wisata secara global. Sehingga, aplikasi bahasa inggris dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk mendukung pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara holistik dalam memajukan desa wisata secara berkelanjutan
PELATIHAN INTEGRASI TEKNOLOGI BERMAKNA DALAMPROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Sadikin, Irma Savitri; Nurchaerani, Meiyanti; Lutfiyah, Lutfiyah
Community Services and Social Work Bulletin Vol 2, No 2 (2022): Community Services and Social Work Bulletin Volume 2 No. 2 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/cswb.v2i2.7322

Abstract

The present education policy of the Indonesian government has implemented post-Covid-19 face-to-face (offline) learning at nearly all levels of education, excluding primary school. This encouraged teachers to adjust teaching and learning to boost engagement in class. Educators must be able to facilitate engaging, dynamic, and fruitful learning by integrating meaningful learning technology models in to classroom. The purpose of this paper is to portray elementary school teachers' implementation of programs that promote competence of relevant offline learning. Guidance offered by the Community Service Lecturer Team (PKM) during three sessions: introduction, application, and practice. As a result of this commitment, subject teachers at SDIT have access to a variety of interactive, relevant, and enjoyable learning experiences through the use of authentic sources obtained from websites and applications that can be utilized in the classroom, therefore, allow learners to acquire the learning competencies.
Menyongsong Memberdayakan Generasi Muda Digital Natives: Menggali Potensi Literasi Teknologi melalui Aplikasi dan Situs Web Pembelajaran di SD Pusaka Rakyat 02 Sadikin, Irma Savitri; Fatonah, Khusnul; Mujazi, Mujazi; Damayanti, Irma
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.776

Abstract

Mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan telah menjadi elemen penting dalam membekali siswa menghadapi masa depan. Namun demikian, beberapa guru menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pengajaran dan pembelajaran, termasuk kurangnya pelatihan dan pendidikan, terbatasnya waktu dan persiapan, kurangnya kemahiran teknis, dan materi yang tidak memadai. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meminimalkan kesenjangan literasi teknologi di SD Pusaka Rakyat 02 dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam beberapa topik secara efektif. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Hasil penilaian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini efektif meningkatkan pemahaman dan kemahiran guru dalam literasi teknis di era digital. Praktik ini selaras dengan kebutuhan dan harapan guru serta secara efektif memotivasi mereka untuk menggunakan teknologi pembelajaran dalam pengajaran mereka. Pada akhirnya, inisiatif pengabdian masyarakat ini berfungsi sebagai sarana yang ampuh untuk meningkatkan literasi teknologi kepada guru, sehingga mampu memperkuat standar pendidikan secara keseluruhan di sekolah dasar. Integrating technology into education has emerged as a vital element in equipping students for the future. Nevertheless, several teachers encounter obstacles when it comes to integrating technology into the teaching and learning process, including insufficient training and education, limited time and preparation, lack of technical proficiency, and inadequate materials. The objective of this community service initiative is to minimize the technological literacy gap at Pusaka Rakyat 02 Elementary School by effectively integrating technology into several topics. The activity was conducted in three distinct phases: preparation, implementation, and assessment. The assessment results indicate that this community service activity effectively enhanced teachers' comprehension and proficiency in technical literacy within the digital age. This practice aligns with teacher needs and expectations and effectively motivates them to use learning technology into their teaching. Ultimately, this community service initiative serves as a potent means to enhance teachers' technology literacy, therefore, it enables to bolster the overall standard of education in primary schools.