Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penentuan Tingkat Kerawanan Banjir menggunakan Metode Overlay di Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Tullah, Nur Hidaya; Jumardi, Andi; Akramunnisa, Akramunnisa
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.621

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan mengingat Kecamatan Masamba merupakan wilayah yang kerap terdampak banjir, sehingga diperlukan informasi spasial yang akurat untuk mendukung upaya mitigasi bencana secara tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat potensi kerawanan banjir di wilayah Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, dengan menggunakan pendekatan overlay dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif dengan desain deskriptif untuk menggambarkan kondisi kerawanan banjir di Kecamatan Masamba secara rinci. Data yang dianalisis mencakup elemen geografis seperti topografi, penggunaan lahan, curah hujan, jenis tanah, elevasi, dan kerapatan sungai. Setiap parameter diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerawanannya dan kemudian diproses secara spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8 dan QGIS. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Seluruh data kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui proses digitalisasi dan analisis spasial guna menghasilkan peta kerawanan banjir yang akurat dan informatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai skoring terendah adalah 1,9 dan tertinggi 4,4. Skor tersebut kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori tingkat kerawanan banjir, yaitu: rendah (1,9–2,73), sedang (2,73–3,56), dan tinggi (3,56–4,4). Wilayah dengan tingkat kerawanan rendah ditunjukkan dengan warna hijau dan tersebar di Desa Lero, Sumilin, Lantang Tallang, Balebo, dan Sepakat. Daerah yang tergolong cukup rawan ditandai dengan warna kuning, meliputi sebagian wilayah Desa Kamiri dan Pincara. Sementara itu, kawasan dengan kerawanan tinggi yang ditandai warna merah, meliputi bagian selatan Kecamatan Masamba, mencakup Kelurahan Masamba, Bone, Kappuna, Baliase, Kasimbong, serta desa seperti Pombakka, Rompu, Pandak, Lapapa, Laba, Pongo, Toradda, dan sebagian Kamiri serta Pincara. Peta hasil overlay ini memberikan informasi visual yang akurat untuk mendukung perencanaan penanggulangan bencana secara lebih efektif.
Clustering Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Dengan Algoritma K-Means Jumarniati, Jumarniati; Akramunnisa, Akramunnisa; Patmaniar, Patmaniar
BANDWIDTH: Journal of Informatics and Computer Engineering Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/bandwidth.v3i1.1275

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengidentifikasi pola slustering Indeks Massa Tubuh mahasiswa melalui penerapan Algoritma K-Means dalam studi kuantitatif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan algoritma tersebut, menghasilkan beberapa kelompok: mahasiswa dengan indeks massa tubuh sangat kurus terdiri dari data nomor 9 dan 11; kelompok indeks massa tubuh kurus mencakup data nomor 2, 14, dan 16; kelompok indeks massa tubuh normal meliputi data nomor 1, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 15, 17, dan 19; serta kelompok indeks massa tubuh gemuk terdiri dari data nomor 3, 8, 18, dan 20. Tidak ada data yang masuk ke dalam kategori indeks massa tubuh obesitas. Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa dengan indeks massa tubuh normal mendominasi dibandingkan dengan kategori sangat kurus, kurus, maupun gemuk
Transformasi Rantai Nilai dan Penjualan Produk Olahan Sagu di Desa Waelawi Melalui Sistem Promosi dan Penjualan Produk Berbasis Digital Iriansa, Iriansa; Cambaba, Sunarti; Akramunnisa, Akramunnisa; Masluki, Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7459

Abstract

Produk olahan sagu memiliki potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat Desa Waelawi, namun kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan masih terbatas akibat rendahnya literasi digital dan belum optimalnya strategi pemasaran. Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani sagu dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan pemasaran digital melalui pelatihan dan pendampingan terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan pemasaran digital (media sosial, marketplace, dan website e-commerce), serta pendampingan selama dua hingga tiga bulan untuk memastikan implementasi strategi digital marketing. Pengumpulan data dilakukan melalui pre–post test, wawancara, observasi, dan monitoring berkelanjutan.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital peserta, di mana seluruh 35 peserta mampu membuat akun bisnis, mengunggah produk, dan mempraktikkan promosi digital. Skor pengetahuan terkait media sosial, marketplace, dan website e-commerce meningkat antara 82% hingga 114%. Pada tahap pendampingan, peserta mulai menghasilkan konten promosi, mengunggah produk, dan berinteraksi aktif dengan konsumen. Penerapan digital marketing meningkat tajam, ditunjukkan oleh kenaikan penggunaan media sosial dari 20% menjadi 90%, marketplace dari 0% menjadi 85%, serta adopsi website e-commerce oleh 70% peserta. Dampaknya terlihat pada peningkatan pembeli bulanan sebesar 150%, transaksi online hingga 95 transaksi per bulan, serta peningkatan kepuasan konsumen dari 62% menjadi 88%. Program ini mampu meningkatkan kompetensi pemasaran digital dan daya saing UMKM berbasis sagu. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan jangka panjang dan dukungan infrastruktur digital desa agar transformasi pemasaran dapat terus berkembang