Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penentuan Tingkat Kerawanan Banjir menggunakan Metode Overlay di Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Tullah, Nur Hidaya; Jumardi, Andi; Akramunnisa, Akramunnisa
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.621

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan mengingat Kecamatan Masamba merupakan wilayah yang kerap terdampak banjir, sehingga diperlukan informasi spasial yang akurat untuk mendukung upaya mitigasi bencana secara tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat potensi kerawanan banjir di wilayah Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, dengan menggunakan pendekatan overlay dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif dengan desain deskriptif untuk menggambarkan kondisi kerawanan banjir di Kecamatan Masamba secara rinci. Data yang dianalisis mencakup elemen geografis seperti topografi, penggunaan lahan, curah hujan, jenis tanah, elevasi, dan kerapatan sungai. Setiap parameter diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerawanannya dan kemudian diproses secara spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8 dan QGIS. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Seluruh data kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui proses digitalisasi dan analisis spasial guna menghasilkan peta kerawanan banjir yang akurat dan informatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai skoring terendah adalah 1,9 dan tertinggi 4,4. Skor tersebut kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori tingkat kerawanan banjir, yaitu: rendah (1,9–2,73), sedang (2,73–3,56), dan tinggi (3,56–4,4). Wilayah dengan tingkat kerawanan rendah ditunjukkan dengan warna hijau dan tersebar di Desa Lero, Sumilin, Lantang Tallang, Balebo, dan Sepakat. Daerah yang tergolong cukup rawan ditandai dengan warna kuning, meliputi sebagian wilayah Desa Kamiri dan Pincara. Sementara itu, kawasan dengan kerawanan tinggi yang ditandai warna merah, meliputi bagian selatan Kecamatan Masamba, mencakup Kelurahan Masamba, Bone, Kappuna, Baliase, Kasimbong, serta desa seperti Pombakka, Rompu, Pandak, Lapapa, Laba, Pongo, Toradda, dan sebagian Kamiri serta Pincara. Peta hasil overlay ini memberikan informasi visual yang akurat untuk mendukung perencanaan penanggulangan bencana secara lebih efektif.
Clustering Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Dengan Algoritma K-Means Jumarniati, Jumarniati; Akramunnisa, Akramunnisa; Patmaniar, Patmaniar
BANDWIDTH: Journal of Informatics and Computer Engineering Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/bandwidth.v3i1.1275

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengidentifikasi pola slustering Indeks Massa Tubuh mahasiswa melalui penerapan Algoritma K-Means dalam studi kuantitatif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan algoritma tersebut, menghasilkan beberapa kelompok: mahasiswa dengan indeks massa tubuh sangat kurus terdiri dari data nomor 9 dan 11; kelompok indeks massa tubuh kurus mencakup data nomor 2, 14, dan 16; kelompok indeks massa tubuh normal meliputi data nomor 1, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 15, 17, dan 19; serta kelompok indeks massa tubuh gemuk terdiri dari data nomor 3, 8, 18, dan 20. Tidak ada data yang masuk ke dalam kategori indeks massa tubuh obesitas. Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa dengan indeks massa tubuh normal mendominasi dibandingkan dengan kategori sangat kurus, kurus, maupun gemuk
Transformasi Rantai Nilai dan Penjualan Produk Olahan Sagu di Desa Waelawi Melalui Sistem Promosi dan Penjualan Produk Berbasis Digital Iriansa, Iriansa; Cambaba, Sunarti; Akramunnisa, Akramunnisa; Masluki, Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7459

Abstract

Produk olahan sagu memiliki potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat Desa Waelawi, namun kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan masih terbatas akibat rendahnya literasi digital dan belum optimalnya strategi pemasaran. Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani sagu dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan pemasaran digital melalui pelatihan dan pendampingan terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan pemasaran digital (media sosial, marketplace, dan website e-commerce), serta pendampingan selama dua hingga tiga bulan untuk memastikan implementasi strategi digital marketing. Pengumpulan data dilakukan melalui pre–post test, wawancara, observasi, dan monitoring berkelanjutan.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital peserta, di mana seluruh 35 peserta mampu membuat akun bisnis, mengunggah produk, dan mempraktikkan promosi digital. Skor pengetahuan terkait media sosial, marketplace, dan website e-commerce meningkat antara 82% hingga 114%. Pada tahap pendampingan, peserta mulai menghasilkan konten promosi, mengunggah produk, dan berinteraksi aktif dengan konsumen. Penerapan digital marketing meningkat tajam, ditunjukkan oleh kenaikan penggunaan media sosial dari 20% menjadi 90%, marketplace dari 0% menjadi 85%, serta adopsi website e-commerce oleh 70% peserta. Dampaknya terlihat pada peningkatan pembeli bulanan sebesar 150%, transaksi online hingga 95 transaksi per bulan, serta peningkatan kepuasan konsumen dari 62% menjadi 88%. Program ini mampu meningkatkan kompetensi pemasaran digital dan daya saing UMKM berbasis sagu. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan jangka panjang dan dukungan infrastruktur digital desa agar transformasi pemasaran dapat terus berkembang
Lokakarya Integrasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Luwu Abdul Zahir; Erni, Erni; Akramunnisa, Akramunnisa
MALAQBIQ Vol. 4 No. 2 (2025): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan hal baru pada tahun ajaran baru ini. Madrasah sebagai satuan pendidikan dalam naungan Kementerian Agama harus mampu mengintegrasikan PM dan KBC dalam perencenaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Sebagai sesuatu yang baru, maka guru madrasah mesti perlu mengadaptasi dan hal ini memerluakan pemahaman, keterampilan, dan sikap positif.. Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Luwu sebagai penyelenggara layanan pendidikan perlu membekali guru-gurunya untuk profesional mengintegrasikan PM dan KCB..Lokakarya PM dan KCB menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatan kompetensi guru. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggak 27--28 Agustus 2025 menjadi gerakan penting bagi 54 peserta yang berasal dari guru yang ada di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Luwu. Kegiatan dengan pendekatan lokakarya atau workshop melalui 5 tahapan kegiatan yang pada akhirnya mampu mencapai tujuan yang ditetapkan, yakni 1) perubahan pola pikir guru dari sebelumnya tetap (yang penting tugas dan tanggung jawab selesai atau berada di zona nyaman) menjadi pola pikir bertumbuh (selalu ingin maju dan melakukan perubahan), 2) guru mampu memahami konsep pembelajaran mendalam yang meliputi pemahaman 8 dimensi profil lulusan, implementasi 3 prinsip pembelajaran mendalam, aktualisasi 3 pengalaman belajar, dan pemahaman 4 kerangka pembelajaran, dan pengintegrasian konsep cinta dalam pembelajaran, 3) guru mampu menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), 4) guru mampu mengimplementasikan RPM terintegrasi KBC dengan baik, dan 5) guru memahami dan punya hasrat besar untuk berkolaborasi dengan pihak lain untuk meningkatkan kualitas perencanaan, proses dan hasil belajar peserta didik
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJUALAN HANDMADE BEADS VYOLET BERBASIS WEBSITE SEBAGAI MEDIA PROMOSI DI ERA GEN Z Wulandari, Putri; Akramunnisa, Akramunnisa; Kurniadi, Wisnu
TRANSFORMASI Vol 21, No 2 (2025): TRANSFORMASI
Publisher : STMIK BINA PATRIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56357/jt.v21i2.468

Abstract

This study aims to design and build a sales information system that meets the needs of the Gen Z era. The research method used is Research and Development (RD), with a waterfall development model approach consisting of five stages, namely: needs analysis, system design, writing program code, system testing, and implementation. This application was developed using the PHP programming language, HTML, Laravel Framework, Visual Studio Code as a code editor, XAMPP as a local server, MySQL as a database management system and Unified Modeling Language (UML) is used to design and describe the system. System testing was carried out using the black box method, and validation testing was carried out by two validators. The validation results showed that the first validator gave a score of 4, while the second validator gave a score of 3.6, resulting in an average score of 3.8 which is included in the "Very Feasible" category. In general, the sales information system that has been built is considered feasible to use and can help the sales process effectively and efficiently.Keywords: Rancang Bangun, Media Promosi, Gen Z, Website, PHP, Laravel, Black Box.
Menumbuhkan Kesadaran Digital Sejak Dini di SDN 47 Tompotika Abdul Zahir; Akramunnisa, Akramunnisa; Imeldianti Saida; Nur Asmi; Nelsa Mali Sanda Padang; Jusniar, Jusniar; Waldi, Waldi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.601

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran digital sejak dini pada peserta didik SDN 47 Tompotika melalui penguatan literasi digital yang terarah dan terintegrasi dalam proses pembelajaran sehari hari, kesadaran digital dimaknai sebagai kemampuan siswa dalam menggunakan perangkat teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab, serta memahami etika dalam berinteraksi di ruang digital, pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, pendampingan, dan praktik langsung yang melibatkan guru dan siswa, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, diskusi, wawancara singkat, dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung, program pengabdian difokuskan pada pengenalan keamanan penggunaan internet, etika bermedia sosial, serta pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran yang positif, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya perilaku digital yang baik, siswa menjadi lebih berhati hati dalam menggunakan teknologi dan mulai memahami tanggung jawab serta kontrol diri dalam aktivitas digital, selain itu peran guru dan dukungan lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan pengabdian ini karena guru berperan sebagai pendamping dan teladan dalam pembentukan sikap sadar digital, sehingga melalui kegiatan pengabdian ini siswa tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga memiliki etika dan sikap yang tepat dalam menghadapi tantangan era digital
Perancangan Interface Game Edukasi Game Edukasi Belajar Berhitung Berbasis Augmented Reality Akramunnisa, Akramunnisa; Jumarniati, Jumarniati; Shindy Ekawati
Peripheral: Jurnal Ilmu Komputer Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/peripheral.v2i1.7791

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat mendorong pemanfaatan media digital dalam dunia pendidikan, termasuk penggunaan game edukasi berbasis Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka (interface) game edukasi berbasis Android untuk pengenalan angka pada siswa Sekolah Dasar, khususnya di SDN 43 Takkalala, Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate), dengan fokus utama pada tahap desain interface. Hasil penelitian berupa rancangan antarmuka aplikasi game edukasi yang mencakup menu utama, materi, petunjuk, kuis, dan tombol keluar, yang diharapkan dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap konsep dasar berhitung. Rancangan ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak seperti Construct 2, Adobe Photoshop, dan Audacity, serta divalidasi melalui diagram aktivitas (activity diagram) untuk memastikan alur sistem yang intuitif dan efektif.
Inovasi Teknologi Produksi dan Olahan Sagu Sebagai Sumber Pangan Bergizi di Desa Waelawi Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Iriansa, Iriansa; Cambaba, Sunarti; Akramunnisa, Akramunnisa; Masluki, Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.491

Abstract

Tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif sekaligus penggerak ekonomi lokal, namun pengelolaannya di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, masih dilakukan secara tradisional dengan produktivitas rendah dan minim diversifikasi produk. Kondisi ini menyebabkan nilai tambah sagu belum optimal serta pemasaran terbatas hanya di pasar lokal, sehingga kontribusinya terhadap kesejahteraan petani masih rendah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Pemberdayaan Kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan tujuan meningkatkan produktivitas, keterampilan diversifikasi olahan, dan memperkuat pemasaran berbasis digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, transfer teknologi tepat guna (mesin ekstraksi pati, pemarut termodifikasi, mesin mie, vacuum sealer), hingga pendampingan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi pati, penguasaan keterampilan pembuatan produk olahan seperti mie sagu, cireng, keripik, dan kue kering, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra hingga 96% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain berdampak pada peningkatan produktivitas dan peluang ekonomi baru, program ini juga memperkuat kerjasama kelompok, meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat untuk mengembangkan sagu sebagai komoditas unggulan daerah yang berdaya saing tinggi.