Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Gaya Hidup Frugal Living Dalam Penggunaan Kartu Kredit Menurut Pandangan Islam Asriyana, Asriyana; Sapa, Nasrullah Bin; Widjaja, Abdi; Daryanti, Daryanti
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 6, No 3 (2023): JIMB - VOLUME 6 NOMOR 3 Januari 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v6i3.23742

Abstract

Motif ekonomi sebagian masyarakat di Indonesia dalam menggunakan kartu kredit karena dorongan gaya hidup serta kepemilikan kartu kredit dianggap dapat meningkatkan gengsi (prestige), selain itu kartu kredit dapat mempermudah masyarakat dalam meringankan pembayaran seperti membeli barang sekarang namun membayar kemudian sehingga dengan mudah memperoleh barang atau jasa yang diinginkannya. Atas hal tersebut penulis tertarik membahas perilaku Frugal Living dalam penggunaan kartu kredit menurut pandangan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriftif. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan situasi yang sedang terjadi, sikap/pandangan yang terjadi didalam masyarakat, pertentangan dua keadaaan atau lebih, pengaruh terhadap suatu kondisi ataupun hal lainnya. Pemegang kartu kredit perlu mengontrol pengeluaran keuangan dengan menerapkan gaya hidup frugal living, diharapkan hal tersebut untuk tetap menjaga kestabilan pengeluaran dengan tidak menghambur-hamburkan hartanya dalam berbagai hal, bahkan untuk berinfak sekalipun. Hal ini dalam rangka menghindari perbuatan boros yang dapat mencelakakan manusia yang mana perbuatan tersebut sangat tidak disukai Allah SWT.
Pemikiran Ekonomi Islam Pada Masa Bani Umayyah Bakti, Andi Adi Prabowo Putra; Sapa, Nasrullah Bin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran ekonomi Islam pada masa Dinasti Bani Umayyah (661-750 M), yang merupakan periode penting dalam sejarah perkembangan eknomi Islam. Setelah wafatnya Nabi Muhammmad SAW, kepimimpinan umat Islam dilanjutkan oleh khulafaur Rasyidin, diikuti oleh transisi menuju sistem monarki dibawah Dinasti Umayyah. Dibawah kepemimpinan khalifah-khalifah seperti Muawiyyah bin Abi Sofyan, Abdul Malik bin Marwan, dan Umar bin Abdul Azis, berbagai kebijakan ekonomi yang inovatif diterapkan, termasuk reformasi fiskal, sistem perpajakn yang adil, dan pengelolaan zakat yang optimal. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya memperkuat perekonomian, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan ekonomi.Melalui pendekatan kualitatif yang dilihat dari data historis dan analisis literatur, penelitian ini memberikan pemahaman komprehensuf tentang sistem ekonomi yang dikembangakan pada masa Dinasti Bani Umayyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran dan kebijakan ekonomi pada masa ini memiliki dampak yang signifikan terhadap peradaban Islam dan dapat menjadi referensi dalam konteks ekonomi saat ini . Pemikiran ekonomi Islam pada masa Bani Umayyah lebih berorientasi pada implementasi kebijakan praktis untuk mengelola kekayaan negara yang melimpah akibat ekspansi wilayah, daripada perumusan teori ekonomi yang sistematis. Praktik ekonomi dan kebijakan fiskal yang diterapkan pada masa ini menjadi landasan penting bagi pengembangan pemikiran ekonomi Islam yang lebih terstruktur di masa Dinasti Abbasiyah selanjutnya.
Islamic Fintech in Indonesia: Between Innovation and Sharia Compliance Said, Muh. Sa’ad; J, Jumriani; Sapa, Nasrullah bin; H, Darmawati
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 4, No 1 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17879875

Abstract

Sharia Fintech represents a digital financial innovation that integrates technology with Islamic principles such as the prohibition of riba (usury), gharar (uncertainty), and maysir (gambling). This study analyzes the legal framework and Sharia compliance of fintech in Indonesia through a juridical-normative approach to OJK (Financial Services Authority) regulations and DSN-MUI (National Sharia Council–Indonesian Ulema Council) fatwas. The findings indicate that the application of Maqashid al-Shariah, particularly Hifz al-Mal (protection of wealth) and Hifz al-Din (protection of religion), serves as a crucial foundation for the development of fair and sustainable Sharia fintech. Although regulations such as OJK Regulations No. 3 and No. 26 of 2024, along with DSN-MUI Fatwa No. 117, have provided essential guidelines, there remains a gap between the ideality of fatwas and digital practices—especially in the implementation of the Murabahah contract. Therefore, institutional synergy and the strengthening of technology-based Sharia compliance governance are required to ensure a balance between innovation and Islamic principles.
CHALLENGES OF HALAL CERTIFICATION FOR TRADITIONAL FOOD MSMEs: A CASE STUDY OF HALUA KENARI D&J Sapsuha, Mubasysyyratul Ummah; Sapa, Nasrullah bin; Muthiadin, Cut
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/tadayun.v6i2.432

Abstract

Abstract This study examines the challenges faced by traditional food MSMEs in implementing halal certification in an island-based region, using the Halua Kenari D&J enterprise in North Maluku as a case study. Employing an empirical legal research design within a socio-legal framework, the research integrates a statutory approach with a case study method. Data were collected in Wailau Village, Sula Islands, through in-depth interviews, direct observation, and document review to assess absolute compliance with the Halal Product Assurance Law. The findings reveal a significant gap between regulatory standards and on-the-ground conditions. The main obstacles include: (1) technical barriers, such as production facilities that are integrated with household living areas; (2) administrative barriers, particularly inconsistencies in raw-material documentation; and (3) structural barriers, including the absence of halal assistance infrastructure at the village level. The study concludes that current halal regulations are not yet fully inclusive for rural MSMEs. Decentralized assistance services and targeted facility-improvement incentives are needed to bridge these gaps. Abstrak Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi UMKM pangan tradisional dalam mengimplementasikan sertifikasi halal di wilayah kepulauan, dengan studi kasus pada usaha Halua Kenari D&J di Maluku Utara. Menggunakan jenis penelitian hukum empiris (socio-legal research), penelitian ini memadukan pendekatan perundang-undangan dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan di Desa Wailau, Kepulauan Sula, melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen untuk menilai realitas kepatuhan terhadap UU Jaminan Produk Halal. Temuan penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara standar regulasi dan kondisi riil di lapangan. Hambatan utama meliputi: (1) kendala teknis, berupa fasilitas produksi yang menyatu dengan area domestik rumah tangga; (2) kendala administratif, khususnya inkonsistensi dokumentasi bahan baku; dan (3) kendala struktural, yakni ketiadaan infrastruktur pendampingan halal di tingkat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi halal saat ini belum sepenuhnya inklusif bagi UMKM pedesaan. Diperlukan layanan pendampingan yang terdesentralisasi serta insentif perbaikan fasilitas yang tepat sasaran untuk menjembatani kesenjangan tersebut
Islamic Microfinance Innovation: BMT Strategies for Enhancing Financial Inclusion and Economic Empowerment Affandi, Ahmad Zulkifli; Syatar, Abdul; Sapa, Nasrullah Bin
JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jes.v10i2.15881

Abstract

Baitul Mal wa Tamwil (BMT), as an Islamic microfinance institution, plays a pivotal role in providing fair and inclusive financial access to micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. This study aims to comprehensively analyze the functions, product variations, and socio-economic roles of BMT, while also identifying the opportunities and challenges for BMT development in the modern era. Employing a qualitative descriptive approach through literature review, this research examines various sources related to Islamic microfinance and BMT. The analysis reveals that BMT not only serves as a provider of Sharia-compliant financing and manager of religious social funds, but also acts as an agent of community economic empowerment. In the digital era, BMT has significant opportunities to expand its services through product innovation and technology integration; however, it also faces challenges such as limited human resources, the need for stronger governance, and adaptation to evolving regulations and technologies. These findings highlight the importance of enhancing institutional capacity, strengthening Sharia financial literacy, and fostering collaboration with various stakeholders to optimize BMT’s role in supporting community economic empowerment and advancing sustainable Islamic financial inclusion.
Maqasid al-Shariah dan Integrasi Etika dalam Rantai Pasokan Halal: Peluang dan Tantangan bagi UMKM di Kabupaten Jeneponto Syaripuddin, Syaripuddin; Sapa, Nasrullah Bin; Muthiadin, Cut
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi prinsip Maqasid al-Shariah dan etika dalam rantai pasokan halal serta dampaknya terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jeneponto. Dengan semakin meningkatnya permintaan akan produk halal, UMKM dihadapkan pada peluang untuk berkembang melalui adopsi praktik bisnis yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tinjauan pustaka untuk menganalisis alasan di balik penerapan prinsip Maqasid al-Shariah dalam bisnis halal, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi hambatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UMKM di Kabupaten Jeneponto memiliki peluang signifikan untuk memasuki pasar halal, tantangan seperti keterbatasan pengetahuan, sumber daya, dan teknologi tetap menjadi hambatan utama. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengembangan kebijakan dan dukungan bagi UMKM, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya integrasi etika dan Maqasid al-Shariah dalam menciptakan rantai pasokan halal yang berkelanjutan dan etis. Rekomendasi juga diberikan untuk meningkatkan kerjasama antar pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi prinsip-prinsip halal dan etika yang lebih baik di sektor UMKM.