Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Teachers' Difficulties in the Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SMAN 5 Mataram Siddiq, Muhammad Faqih; Mustari, Mohammad; Alqadri, Bagdawansyah; Zubair, Muh.
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol 10, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v10i1.13632

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is an integral part of the Independent Curriculum which aims to develop students' character and competencies holistically. However, the implementation of P5 in the field, especially at SMAN 5 Mataram, still faces various challenges. This study aims to identify and describe the difficulties faced by teachers in the implementation of P5 at SMAN 5 Mataram. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through in-depth interviews with teachers, observation of the implementation of P5, and documentation studies. The results of the study show several difficulties faced by teachers, including: (1) lack of teachers' understanding of the concept and objectives of P5; (2) limited time and resources in project planning and implementation; These findings have important implications for policymakers and schools to improve the effectiveness of P5 implementation through the provision of adequate training, mentoring, and resources for teachers.
Penerapan Pendekatan TaRL dengan Model PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VIII.B SMPN 11 Mataram Aulia, Dina; Zubair, Muh.; Astuti, Yusriwanti Terta
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3120

Abstract

Kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang beragam memerlukan treatment yang tepat dalam pembelajaran untuk meningkatkan potensi yang ada termasuk pada hasil belajar. Peserta didik yang beragam di dalam kelas tentunya memiliki tingkatan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dan model pembelajaran yang tepat untuk peningkatan kemampuan berfikir guna pemerataan kesenjangan pengetahuan. Kreatifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik sangat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan pendekatan TaRL yang disandingkan dengan model PBL pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMPN 11 Mataram. Subjek penelitian ini ditujukan pada kelas VIII.B yang berjumlah 29 peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan instrument observasi dan tes. Selain itu, peneliti menganalisis informasi dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan evaluasi, ditemukan hasil belajar antara siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan. Pada siklus 1, presentase ketuntasan peserta didik mencapai 55% yakni terdapat 16 dari 29 peserta didik mencapai nilai tuntas. Selanjutnya terjadi peningkatan presentase ketuntasan pada siklus 2 yang mencapai 79% atau terdapat 23 dari 29 peserta didik yang mencapai ketuntasan. Peningkatan hasil belajar ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) yang disandingkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Implementation of Independent Curriculum in Civics Education and Pancasila Subjects at SMA Negeri 1 Pringgabaya Mahendra, Wisnu; Yuliatin, Yuliatin; Alqadri, Bagdawansyah; Zubair, Muh.
Journal of Educational Sciences Vol. 8 No. 2 (2024): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.8.2.p.222-238

Abstract

The independent curriculum is a learning curriculum related to interests and talents for the improvement of the 2013 curriculum. One of the schools that implements an independent curriculum is SMA Negeri 1 Pringgabaya. This study aims to identify the implementation of independent curriculum in Civics Education and Pancasila subjects at SMA Negeri 1 Pringgabaya, what are the factors that affect the implementation of independent curriculum in Civics Education and Pancasila subjects at SMA Negeri 1 Pringgabaya. This research method uses a qualitative research approach method. The results showed that independent curriculum in Civics Education and Pancasila subjects at SMA Negeri 1 Pringgabaya has been implemented with the flow of Civics Education and Pancasila learning objectives, Civics Education and Pancasila teaching modules and Civics Education and Pancasila learning assessments, as well as supporting and inhibiting factors that influence the implementation of independent curriculum in Civics Education and Pancasila subjects at SMA Negeri 1 Pringgabaya. It can be concluded that independent curriculum in Civics Education and Pancasila subjects at SMA Negeri 1 Pringgabaya is implemented with the flow of learning objectives, teaching modules and learning assessments, as well as the factors that influence it.
Pelatihan Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) Sebagai Alternatif Pengganti Larutan Nutrisi AB Mix pada Pertanian Sistem Hidroponik di BON Farm Narmada Ilhamdi, M. Liwa; Khairuddin, Khairuddin; Zubair, Muh.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v2i1.20

Abstract

Sistem hidroponik merupakan salah satu teknologi bercocok tanam dengan menggunakan media tanam air, nutrisi dan oksigen tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya. Faktor nutrisi adalah penentu keberhasilan dalam bercocok tanam sistem hidroponik. Nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman diperoleh melalui pemberian larutan yang mengandung unsur makro dan mikro. Larutan nutrisi yang biasa digunakan oleh petani adalah larutan AB Mix. Mahalnya harga pupuk AB Mix memperbesar biaya produksi, sehingga dibutuhkan inovasi sebagai alternatif pengganti nutrisi untuk tanaman hidroponik. Pupuk Organik Cair (POC) merupakan salah satu alternatif yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahan tersebut. POC mengandung komposisi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman seperti halnya pupuk AB Mix, namun bisa diperoleh dengan harga yang sangat murah karena berasal dari fermentasi bahan organik. Pelatihan Penerapan POC ini akan dilakukan di BON Farm Narmada. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik pertanian hidroponik, (2) Mengimplementasikan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif pengganti pupuk AB Mix pada pertanaian hidroponik. Kegiatan pengabdian ini akan dilakukan dalam bentuk penyampaian teori, pelatihan dan pendampingan praktek yang disampaikan oleh tim pengabdian dan  diikuti oleh Kelompok Pemuda Mandiri BON Farm Narmada, Lombok Barat. Pada akhir kegiatan pengabdian diharapkan masyarakat mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam bertani sistem hidroponik dan menggunakan POC sebagai alternatif pengganti pupuk AB Mix. Kata kunci: Pelatihan, Hidroponik, Nutrisi, POC, AB Mix
Efektivitas Program MBKM Melalui Pelaksanaan Kampus Mengajar Terhadap Peningkatan Raport Mutu Pendidikan Sekolah di Kota Mataram Alqadri, Bagdawansyah; Hadi, M. Samsul; Zubair, Muh.; Edi, Maria Grace Putri; Aulia, Dina; Nurmayanti, Ayu
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4086

Abstract

Program MBKM merupakan terobosan yang dilakukan Kemendikbud Ristek untuk memberikan pengalaman baru yang mampu meningkatkan wawasan berfikir, relasi dan peningkatan karakter guru, siswa, mahasiswa dan dosen. Program kampus mengajar adalah salah satu program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program MBKM melalui pelaksanaan Kampus Mengajar terhadap peningkatan raport mutu pendidikan sekolah di Kota Mataram. Jenis Penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk melihat Efektivitas Program MBKM Melalui Pelaksanaan Kampus Mengajar Terhadap Peningkatan Raport Mutu Pendidikan Sekolah di Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas program Kampus Mengajar terhadap mutu sekolah dapat dilihat dari dampak pelaksanaannya. Pelaksanaan program Kampus Mengajar memiliki dampak terhadap mutu satuan pendidikan terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui program yang dilaksanakan mahasiswa di sekolah, serta managemen sekolah yang berdampak pada keberlanjutan program kampus mengajar, pembentukan budaya sekolah sampai pada prestasi siswa.
Penguatan Kearifan Lokal (Local Wisdom) dan Watak Kewarganegaraan (Civic Disposition) Melalui Sabtu Budaya di SMP Negeri Se-Kota Mataram Sawaludin, Sawaludin; Zubair, Muh.; Tripayana, I Nengah Agus; Basariah, Basariah; Artina, Fitriah; Auvia, Sirrul; Khanim, Khairil
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sabtu Budaya dalam memperkuat kearifan lokal (local wisdom) dan membentuk watak kewarganegaraan (civic disposition) siswa SMP Negeri di Kota Mataram. Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan pendidikan di Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, holistik, dan berakar pada nilai budaya lokal, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (case study design). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan Sabtu Budaya di beberapa sekolah negeri di Kota Mataram. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabtu Budaya berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman (experiential learning) yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Sasambo ke dalam pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Kegiatan seperti begibung, pertunjukan seni, dan permainan tradisional menumbuhkan rasa kebanggaan budaya, kedisiplinan, tanggung jawab sosial, gotong royong, serta toleransi di kalangan siswa. Lebih jauh, praktik ini memperkuat civic disposition melalui keterlibatan aktif dan refleksi sosial budaya yang menumbuhkan sikap partisipatif, empati, dan kesadaran demokratis. Implementasi Sabtu Budaya juga memperlihatkan keterpaduan antara nilai lokal dan visi Global Citizenship Education, di mana siswa belajar menjadi warga global tanpa kehilangan akar budaya lokalnya. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan variasi dukungan kebijakan, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan komunitas budaya mampu menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, Sabtu Budaya menjadi model pembelajaran transformatif yang tidak hanya melestarikan tradisi Sasambo, tetapi juga membentuk generasi muda yang kritis, kreatif, toleran, dan berkarakter Pancasila.
The Effect Of The Application Of Problem-Based Learning Model On Learning Outcomes In Ppkn Subjects For Class XI Students At MAN 2 Mataram Adnin, Olyvia; Zubair, Muh.; Kurniawansyah, Edy; Ismail, M.
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 9 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v9i4.13172

Abstract

Student learning outcomes are the result of changes in a person's behavior obtained during interaction with the environment which includes cognitive aspects, affective aspects, and psychomotor aspects. This study aims to determine the effect of applying the Problem-Based Learning model on the learning outcomes of grade XI students in Civics subjects. The research method used is a quantitative approach with the type of research quasi-experimental design and sampling through purposive sampling using two classes, as well as data collection through observation and multiple-choice tests. Based on the results of data analysis of the average class value, the experimental class average on the pretest was 68.03, and on the posttest was 82.29. In contrast, the control class obtained an average value on the pretest of 62.35 and the posttest of 69.62. Using the t-test calculation with the Paired Sample t-test formula at a significance level of 5% with a Sig value. (2-tailed) 0.000 <0.05 then Ha is accepted and Ho is rejected or the two population averages differ. This means that there is an effect of applying the Problem-Based Learning learning model on learning outcomes in Civics subjects for grade XI students at MAN 2 Mataram compared to only using conventional learning models
The Role of PPKn Teachers in Developing Civic Disposition of Grade VII Students Through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in the OSIS Democracy Voice Activity at SMP Negeri 1 Mataram Fitri, Raudatul; Zubair, Muh.; Hudori, Ahmad; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 9 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v9i4.13204

Abstract

This study aims to describe the role of PPKn teachers in developing civic disposition of grade VII students through the Pancasila student profile strengthening project (P5) in the OSIS democratic voice activity at SMP Negeri 1 Mataram. This study uses a qualitative approach with a case study research type with data collection techniques through documentation, observation, interviews. The data analysis technique used is the data analysis technique according to Milles and Huberman which consists of three stages, namely data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this study are that PPKn teachers have an important role in shaping student character in accordance with Pancasila values. The role of PPKn teachers is as a facilitator, project supervisor, evaluator. The supporting and inhibiting factors experienced by PPKn teachers are supporting factors, namely facilities and infrastructure and P5 guidebooks, while inhibiting factors are time and funding. The implementation of the Pancasila student profile strengthening project (P5) through the OSIS democratic voice activity was carried out well and ran according to the guidelines used, namely the module in accordance with the project guidebook. 
Increasing Students' Active Participation in PPKN Subject Through Portfolio-Based Learning Model in Class VIII-G at SMPN 5 Mataram Adawiah, Radiatul; Zubair, Muh.; Hudori, Ahmad; Sawaludin, Sawaludin
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 9 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v9i4.13206

Abstract

This study aims to increase students' active participation in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject through the application of a portfolio-based learning model for class VIII-G at SMP Negeri 5 Mataram. This study uses research. This study uses Classroom Action Research (CAR) with data collection techniques through interviews, observations, tests, and documentation. The stages in this study are planning, action, observation and reflection. The subjects of the classroom action research were students of class VIII-G of SMP 5 Mataram. The data analysis techniques used were qualitative and quantitative. In cycle I, the percentage of active student participation reached 57% of the total number of students present, but after improvements were made in cycle II, the percentage of active student participation increased to 87% and in cycle III, the percentage of active student participation increased to 94%. Therefore, the portfolio-based learning model can increase the active participation of students where the percentage of success in this classroom action research has exceeded the indicator of the success of active student participation that has been determined from the beginning, a minimum of 75% success of the action. Based on the results of the data for each cycle, it shows that the use of a portfolio-based learning model in learning Pancasila and Citizenship Education (PPKn) in class VIII-G at SMP Negeri 5 Mataram can increase the active participation of students
Teachers' Difficulties in the Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SMAN 5 Mataram Siddiq, Muhammad Faqih; Mustari, Mohammad; Alqadri, Bagdawansyah; Zubair, Muh.
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2025): Januari
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v10i1.13632

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is an integral part of the Independent Curriculum which aims to develop students' character and competencies holistically. However, the implementation of P5 in the field, especially at SMAN 5 Mataram, still faces various challenges. This study aims to identify and describe the difficulties faced by teachers in the implementation of P5 at SMAN 5 Mataram. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through in-depth interviews with teachers, observation of the implementation of P5, and documentation studies. The results of the study show several difficulties faced by teachers, including: (1) lack of teachers' understanding of the concept and objectives of P5; (2) limited time and resources in project planning and implementation; These findings have important implications for policymakers and schools to improve the effectiveness of P5 implementation through the provision of adequate training, mentoring, and resources for teachers.