Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pelatihan Penerapan Model Pembelajaran Saintifik di Pondok Pesantren Al-Rusydiny Kecamatan Jeromaru Kabupaten Lombok Timur Sumardi, Lalu; Zubair, Muh.; Alqadri, Bagdawansyah; Sawaludin; Hudori, Ahmad; M. Alhadika
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8669

Abstract

In learning, the quality of the process is a concern for every teacher because the learning process determines learning outcomes. There are four competencies that must be possessed by teachers to be able to create a quality learning process, namely: content competence, pedagogic competence, social competence, and personality competence. This training aims to improve the pedagogical competence of teachers at PONPES Al-Rusydiny in applying learning models based on a scientific approach. The methods used in this training activity are lectures, brainstorming, discussions, and context analysis. To determine the impact of the training on teachers' understanding, measurements were taken using an online test based on Google Forms. Meanwhile, to determine the quality of the process, observation and interview techniques were used. Based on the test, it is known that their understanding of scientific learning models has increased. From the pretest, it is known that 12.5% of teachers have the wrong understanding of scientific learning models. As for the posttest, 100% of the teachers understood it well. Based on observation and interview techniques, it is known that the activities carried out are fun, interactive, and easy to follow. So, it can be concluded that the training conducted was able to improve the understanding of teachers at PONPES Al-Rusydiny about scientific learning models.
STRATEGI SEKOLAH MENGATASI PELANGGARAN TATA TERTIB SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SMAN 2 NARMADA JANNAH, SITI AISATUN; ZUBAIR, MUH.; KURNIAWANSYAH, EDY; MUSTARI , MOHAMMAD
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i3.3315

Abstract

School rules are an important part of the discipline component that students must obey. Violation of school discipline is a deviant behavior committed by students that is not in accordance with existing regulations. This study aims to determine the school's strategy to overcome violations of school rules in shaping the disciplinary character of students at SMAN 2 Narmada and the obstacles faced by schools to overcome violations of school rules in shaping the disciplinary character of students at SMAN 2 Narmada. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. Data collection was done by interview, observation, and documentation techniques. The results showed that the school's strategy to overcome violations of school rules in shaping the disciplinary character of students at SMAN 2 Narmada are (a) Preventive strategy: socializing to students, habituation, and activating extracurricular activities, (b) Repressive strategy: giving advice, giving sanctions/punishments and conducting supervision, (c) Curative strategy: coaching to students and summoning parents. As for the character of student discipline, namely (1) Internal factors, namely within students and facilities and infrastructure (2) External factors, namely the family environment, playmates and the living environment. ABSTRAKTata tertib sekolah merupakan bagian penting dari komponen disiplin yang wajib dipatuhi oleh siswa. Pelanggaran tata tertib sekolah merupakan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siwa tidak sesuai dengan atruran yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi sekolah mengatasi pelanggaran tata tertib sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMAN 2 Narmada dan kendala yang dihadapi sekolah mengatasi pelanggaran tata tertib sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMAN 2 Narmada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sekolah mengatasi pelanggaran tata tertib sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMAN 2 Narmada yakni (a) Strategi preventif: melakukan sosialisasi kepada siswa, pembiasaan, dan mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler, (b) Strategi represif: memberikan nasehat, pemberian sanksi/hukuman dan melakukan pengawasan, (c) Strategi kuratif: pembinaan kepada siswa dan pemanggilan orang tua. Adapun karakter disiplin siswa yakni (1) Faktor internal yaitu dalam diri siswa dan sarana dan prasarana (2) Faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga, teman bermain dan lingkungan tempat tinggal.
TRADISI BEJANGGERAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KARAKTER REMAJA : STUDI DESA KESIK KECAMATAN MASBAGIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR SAPUTRA, ANGGUN ANGGITA; SUMARDI, LALU; ALQADRI, BAGDWANSYAH; ZUBAIR, MUH.
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i3.3330

Abstract

The Bejanggeran tradition is a tradition that is still widely practiced by the Sasak tribe. The people still really enjoy performing the Bejanggeran tradition, but in its implementation the Bejanggeran tradition often displays things that are not supposed to be shown and are not suitable for teenagers to see, thus having a negative impact on the character. teenager. The aim of this research is to explore the impact of the Bejanggeran tradition on the character of teenagers and what efforts can be made to prevent it. This research takes a qualitative approach, the data collection strategies used in this research are observation, interviews and documentation. Data that can be obtained include (1) the process of implementing the Bejanggeran tradition, (2) the impact of the Bejanggeran tradition on adolescent character, and (3) efforts made to overcome the impact of the Bejanggeran tradition on adolescent character. ABSTRAKTradisi Bejanggeran merupakan tradisi yang sampai saat ini masih banyak dilakukan oleh masyrakat suku sasak, masyrakat masih sangat menggemari pagelaran tradisi Bejanggeran namun dalam pelaksanaanya tradisi Bejanggeran sering kali menampilkan hal-hal yang tidak seharusnya ditampilkan dan tidak pantas disaksikan oleh remaja sehingga memberikan dampak negatif terhadap karakter remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali bagaimana dampak yang ditimbulkan dari tradisi Bejanggeran terhadap karakter remaja dan apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Penelitian ini mengambil pendekatakan kualitatif, strategi pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dapat diperoleh antara lain (1) proses pelaksanaan tradisi Bejanggeran, (2) dampak tradisi Bejanggeran terhadap karakter remaja, dan (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi dampak tradisi Bejanggeran terhadap karakter remaja.
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK DALAM PENINGKATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (STUDI DI SMA NEGERI 1 SIKUR) PUTRI, BAIQ INDAH RISKIA; ZUBAIR, MUH.; BASARIAH, BASARIAH; MUSTARI, MOHAMAD
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i3.3430

Abstract

The Driving School Program is one of the efforts to realize the vision of Indonesian Education in realizing an advanced Indonesia that is sovereign, independent and has personality through the creation of Pancasila Students. The Driving School Program focuses on developing holistic student learning outcomes which include competency (literacy and numeracy) and character, starting with superior human resources (school principals and teachers). The aim of this study is to explain the implementation of the driving school program in strengthening the profile of Pancasila students and the supporting and inhibiting factors. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The results obtained from the data include, among others. (1) the form of implementation of the Driving School program is through consultative and asymmetric mentoring interventions, data-based planning, new paradigm learning, strengthening school human resources, and school digitalization; (2) developing the profile of Pancasila students through the driving school program implemented through intracurricular, extracurricular and positive cultural activities, and (3) supporting factors in implementing the driving school program, namely full support by the school in carrying out various activities of the driving school program which is a support in the success of the program and the quality of human resources as well as collaboration between educational and educational staff. Meanwhile, the inhibiting factors are students who are heterogeneous, which becomes an obstacle in character formation and teaching staff who are still unable to switch from the old curriculum. ABSTRAKProgram Sekolah Penggerak merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan visi Pendidikan Indonesia yaitu Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dengan terciptanya Pelajar Pancasila. Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi program sekolah penggerak dalam penguatan profil pelajar pancasila dan faktor pendukung serta penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari data, antara lain. (1) bentuk implementasi program Sekolah Penggerak adalah melalui intervensi pendampingan konsultatif dan asimetris, perencanaan berbasis data, pembelajaran paradigma baru, penguatan SDM sekolah, dan digitalisasi sekolah; (2) pengembangan profil pelajar pancasila melalui program sekolah penggerak dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, ektrakurikuler dan budaya positif, dan (3) faktor pendukung dari pelaksanaan program sekolah penggerak yaitu dukungan penuh oleh sekolah dalam melaksanakan berbagai kegiatan program sekolah penggerak yang merupakan penunjamg dalam keberhasilam program dan kualitas SDM serta kolabirasi antara tenaga pendidk dan kependidikan. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu siswa yang heterogen sehingga menjadi kendala dalam pembentukan karakter dan tenaga pendidik yang masih belum bisa beralih dari Kurikulum lama.
Sosialisasi Urgensi Akreditasi Sekolah pada MA dan MTs Unwanul Falah NW Paok Lombok Zubair, Muh.; Sawaludin, Sawaludin; Fauzan, Ahmad; Alqadri, Bagdawansyah
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i1.3915

Abstract

Mutu pendidikan merupakan tolak ukur yang menjadi sebuah prestise pada setiap lembaga. Setiap lembaga atau pelaksanaa pendidikan memiliki kewajiban untuk mengukur mutu melalui program akreditasi. Pondok Pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok akan menghadapi masa pengajuan akreditasi sekolah, sehingga dibutuhkan sosialisasi Akreditasi Sekolah untuk dapat mempertahankan peringkat akreditasi yang dimiliki oleh sekolah. Kelayakan satuan pendidikan mengacu pada standar nasional pendidikan, karena standar nasional pendidikan merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan Akreditasi diharapkan menjadi pendorong dan dapat menciptakan suasana kondusif bagi perkembangan pendidikan serta memberikan arahan dalam melakukan penjaminan mutu sekolah/madrasah yang berkelanjutan, guna mencapai mutu yang diharapkan. Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak pengelola Pondok Pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok dan pihak Universitas Mataram yang telah bekerjasama untuk terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
Sosialisasi Undang-undang Narkotika dan Bahayanya Bagi Generasi Muda di Desa Janggawana Lombok Tengah Zubair, Muh.; Alqadri, Bagdawansyah; Sawaludin, Sawaludin
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Bahaya Narkotika kepada generasi muda di Desa Janggawana Kabupaten Lombok Tengah. Program pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya narkotika, melalui sosialisasi Undang-undang narkotika, sehingga melalui program ini dapat mencegah penyalahgunaan narkotika di masa yang akan datang. Kegiatan sosialisasi ini didasari oleh meningkatnya penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda di kota maupun di desa baik sebagai pengguna maupun sebagai pengedar narkoba. Berdasarkan data terkini di seluruh dunia, jumlah pengguna narkoba telah meningkat menjadi 296 juta orang, bertambah 12 juta dari tahun lalu. Ini setara dengan 5,8% populasi global berusia 15-64 tahun. Di Indonesia, survei nasional 2023 tentang penyalahgunaan narkotika menunjukkan angka 1,73%, yang berarti sekitar 3,3 juta warga Indonesia usia 15-64 tahun terlibat. Hasil survei juga mengindikasikan adanya kenaikan yang cukup besar dalam penggunaan narkoba di kalangan remaja dan dewasa muda berusia 15-24 tahun. Hal ini menandakan situasi "Darurat Narkotika" di Indonesia. Untuk menanggulangi permasalahan di atas penting dilakukan, sosialisasi bahaya narkotika. Kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang UU Narkotika, dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dengan tim penyuluh dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Melalui sosialisasi ini, para peserta tidak hanya dibekali dengan informasi mengenai aspek hukum terkait narkotika, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam tentang bahaya dan dampak negative jangkapanjang dari penyalahgunaan zat-zat terlarang tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan di kalangan generasi muda, sehingga mereka memiliki keteguhan hati dan kemampuan untuk menolak segala bentuk godaan atau tekanan yang berkaitan dengan penggunaan narkoba.
Membangun Warga Negara yang Baik (Good Citizen): Sosialisasi Anti-Narkoba di MA Bustanul Wa’izhin NW Janggawana Sawaludin, Sawaludin; Sawaludin; Haslan, Muhammad Mabrur; Zubair, Muh.; Alqadri, Bagdawansyah; Tripayana, I Nengah Agus; Artina, Fitriah; Pertiwi, Melisa
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rj4sgj23

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman nyata bagi generasi muda, termasuk di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses edukasi. Kondisi ini menuntut adanya intervensi berbasis pendidikan kewarganegaraan untuk membangun good citizen. Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Membangun Warga Negara yang Baik (Good Citizen): Sosialisasi Anti-Narkoba di MA Bustanul Wa’izhin NW Janggawana” dilaksanakan pada 06 September 2025 dengan melibatkan 25 siswa. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba bagi kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan; membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan bebas narkoba; dan menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, serta mendukung pembelajaran. Metode kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan (perancangan materi, koordinasi, dan perizinan), pelaksanaan (ceramah, diskusi, tanya jawab, serta penggunaan poster dan banner), serta evaluasi (observasi, respons peserta, dan kuesioner pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: pengetahuan jenis narkoba naik dari 35% menjadi 88%, pemahaman dampak kesehatan dan sosial dari 40% menjadi 92%, serta pengetahuan konsekuensi hukum dari 30% menjadi 85%. Pada aspek sikap, komitmen menjauhi narkoba meningkat dari 50% menjadi 90% dan kesediaan mengajak teman sebaya dari 45% menjadi 76%. Luaran kegiatan meliputi peningkatan pemahaman siswa, media kampanye berkelanjutan, pembentukan agen perubahan, publikasi artikel ilmiah minimal Sinta 5, serta naskah akademik. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa strategi sederhana, partisipatif, dan kontekstual efektif dalam membentuk warga negara yang baik (good citizen) sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Toleransi Antar Agama (Studi Pada Siswa di SMPN 09 Mataram) Ramadhani, Suci Yati; Ismail, M.; Alqadri, Bagdawansyah; Zubair, Muh.
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24780

Abstract

This study aims to describe the implementation of interfaith tolerance in students, supporting and inhibiting factors for the creation of interfaith tolerance in students, and. The research design used is a qualitative research design. The subjects in this study were 4 students, there were informants who were used as reinforcement. The researcher took informants from the Deputy Head of Student Affairs, PPKn Teacher, Hindu Religion Teacher, Islamic Religion Teacher purposively. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The results of the study showed that, 1) interfaith tolerance in SMPN 09 Mataram has been implemented well through five main indicators, namely: recognizing everyone's religious rights, respecting the religious beliefs of others, agreeing on differences, understanding each other, and awareness and honesty. Students are given the freedom to practice their religion according to their beliefs, respecting religious activities between students, and making diversity a means to strengthen togetherness.2) supporting factors for the creation of inter-religious tolerance at SMPN 09 Mataram, namely: students' willingness to accept differences, the availability of adequate religious facilities and infrastructure, and cooperation between educators who create various inter-religious activities. 3) inhibiting factors for the creation of inter-religious tolerance in students, namely personal factors including students' lack of understanding of the meaning of tolerance, Family environmental factors, lack of encouragement and understanding of parents regarding the importance of tolerance, and community environmental factors, fanaticism and lack of appreciation for religious differences also form intolerant attitudes in students.
Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal “Nggahi Rawi Pahu” Pada Pelajaran PPKn Kelas VIII SMPN 2 Dompu Kurniawan, Wawan; Zubair, Muh.; Hadi, Samsul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/31xchz32

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Nggahi Rawi Pahu pada pembelajaran PPKn kelas VIII di SMPN 2 Dompu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel purposive dan snowball, pengumpulan data dengan triangulasi, dan analisis data induktif. Subjek penelitian ini adalah beberapa siswa kelas VIII dan Guru PPKn SMPN 2 Dompu. Jenis penelitian yang digunakan adalah etnografi berdasarkan Spradley yang menekankan studi mendalam terhadap kebudayaan dengan pengamatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan). Keabsahan data dijamin dengan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai Nggahi Rawi Pahu berlangsung secara sistematis dan efektif dengan dukungan guru yang mengintegrasikan nilai budaya lokal secara kontekstual. Faktor pendukung meliputi dukungan guru, keluarga, masyarakat dan media pembelajaran berbasis budaya lokal, sementara faktor penghambat berasal dari kurangnya pemahaman siswa dan pengaruh budaya luar serta teknologi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan metode pembelajaran berbasis budaya lokal, penguatan peran keluarga dan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi secara positif untuk mendukung pelestarian nilai kearifan lokal dan pembentukan karakter siswa. Secara khusus, temuan utama penelitian mengungkap bahwa proses internalisasi berlangsung dalam tiga tahap sistematis: (1) tahap transformasi nilai melalui pemaparan materi dan cerita kontekstual oleh guru; (2) tahap transaksi nilai melalui diskusi dan simulasi kasus dalam pembelajaran; serta (3) tahap transinternalisasi dimana siswa mulai menerapkan nilai-nilai seperti rasa hormat dan tanggung jawab dalam interaksi sosial di sekolah.
Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal “Nggahi Rawi Pahu” Pada Pelajaran PPKn Kelas VIII SMPN 2 Dompu Kurniawan, Wawan; Zubair, Muh.; Hadi, Samsul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/31xchz32

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Nggahi Rawi Pahu pada pembelajaran PPKn kelas VIII di SMPN 2 Dompu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel purposive dan snowball, pengumpulan data dengan triangulasi, dan analisis data induktif. Subjek penelitian ini adalah beberapa siswa kelas VIII dan Guru PPKn SMPN 2 Dompu. Jenis penelitian yang digunakan adalah etnografi berdasarkan Spradley yang menekankan studi mendalam terhadap kebudayaan dengan pengamatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan). Keabsahan data dijamin dengan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai Nggahi Rawi Pahu berlangsung secara sistematis dan efektif dengan dukungan guru yang mengintegrasikan nilai budaya lokal secara kontekstual. Faktor pendukung meliputi dukungan guru, keluarga, masyarakat dan media pembelajaran berbasis budaya lokal, sementara faktor penghambat berasal dari kurangnya pemahaman siswa dan pengaruh budaya luar serta teknologi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan metode pembelajaran berbasis budaya lokal, penguatan peran keluarga dan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi secara positif untuk mendukung pelestarian nilai kearifan lokal dan pembentukan karakter siswa. Secara khusus, temuan utama penelitian mengungkap bahwa proses internalisasi berlangsung dalam tiga tahap sistematis: (1) tahap transformasi nilai melalui pemaparan materi dan cerita kontekstual oleh guru; (2) tahap transaksi nilai melalui diskusi dan simulasi kasus dalam pembelajaran; serta (3) tahap transinternalisasi dimana siswa mulai menerapkan nilai-nilai seperti rasa hormat dan tanggung jawab dalam interaksi sosial di sekolah.