Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Pengaruh Radiasi Matahari Terhadap Tegangan Dan Arus Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hartono, Hartono; Ramadhan, Fauzan; Ghifari, Rizky
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 7, No 1 (2025): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v7i1.23374

Abstract

Energi surya merupakan salah satu energi yang sedang giat dikembangkan saat ini oleh pemerintah Indonesia karena sebagai negara tropis, Indonesia mempunyai potensi energi surya yang cukup besar. Lampu Light Emitting Diode (LED) DC hemat energi merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasai masalah penerangan di daerah terpencil yang mendapat suplay energi dari PLTS. Dengan adanya penerangan dapat menunjang aktivitas sosial, ekonomi dan pendidikan masyarakat terutama pada malam hari. Untuk keperluan tersebut penggunaan lampu yang memerlukan daya rendah sangatlah penting. Pada penelitian ini didapatkan bahwa radiasi matahari atau intensitas cahaya matahari sangat mempengaruhi penghasilan Tegangan dan Arus. Tegangan mencapai angka tertinggi sebesar 3,90 V, Arus mencapai Angka tertinggi sebesar 0.0093 A. 
Absorption and Sinking Speed of Artocarpus Stems Rope (Artocarpus sp.) and Carex Grass Rope (Carex sp.) in Freshwater and Seawater Fitri, Amraini; Nofriza, Nofriza; Jhonnerie, Romie; Ramadhan, Fauzan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 3 (2022): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Artocarpus stems (Artocarpus sp.) and Carex grass (Carex sp.) have not been applied to fishing gear materials. The fibers produced made into a rope, where this rope is used to absorption and sinking speed test in fresh water and sea water.The absorption of Artocarpus stems rope was 320.30% and 282,60% in fresh water and sea water. Meanwhile for sinking speed have a 5,78 cm/s and 5,08 cm/s for fresh water and sea water. For the Carex grass rope, the absorption in fresh water and sea water was 287,67% and 218,02%. Sinking speed value 2,97 cm/s and 2,67 cm/s for fresh water and sea water. The value of absorption and sinking speed in fresh water is higher than in sea water for both types of rope
The Effect of Light Color of Lamp on Bagan Tancap Catching Equipment on Catches in the Waters of Sadai Village South Bangka Regency Gunawan, Irvan; Lisna, Lisna; Ramadhan, Fauzan; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Fishermen in the waters of Sadai Village mostly use the Bagan tancap by catching using different colors of lights. The study aimed to determine the effect of light colors (white, red, yellow, green, and blue) on the Bagan tancap fishing gear on catches in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. This research was conducted on April 28 - May 28 2022 in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. The method used is an experimental method using a randomized block design (RBD) and Duncan's further test. The data collected includes the type of catch, the total weight of the catch, the number of catches, and environmental parameters. The results showed that the treatment of different light colors affected the number (fish) and weight (kg) of the catches on the Bagan tancap. The composition of the catch on the Bagan tancap for the species caught is squid (Loligo sp) and Curvespine cuttlefish (Sepia recurvirostra) which are the main catch (HTU) while Starry triggerfish (Abalistes stellaris), mackerel (Rastrelliger brachysoma), Yellowtail scad (Atule mate), and Doublewhip threadfin bream (Nemipterus nematophorus) are by-catch. Based on the results, it can be concluded that blue light is a good color for catches in the form of number (fish) and weight (kg) on ​​the Bagan tancap fishing gear.
Perbedaan Waktu Tangkap Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Lele Limbat (Clarias nieuhofii) pada Alat Tangkap Bubu Kawat di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Wibisono, Krisdianto; Kaswari, Teja; Ramadhan, Fauzan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penangkapan yang berbeda dengan alat tangkap bubu kawat terhadap hasil tangkapan lele limbat di kanal PT. Makin Group Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Materi penelitian ini adalah Lele Limbat yang di peroleh dari hasil tangkapan bubu kawat dan umpan buah kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Maret sampai 15 April 2022 di Kanal Perkebunan PT. Makin Group Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Metode yang digunakan adalah experimental fishing. Waktu penangkapan dilakukan pada siang dan malam dengan tujuan untuk mengetahui pada waktu penangkapan mana yang lebih selektif dalam menangkap ikan lele limbat. Data yang dihimpun meliputi parameter lingkungan, jumlah total hasil tangkapan, berat total hasil tangkapan. Uji beda rata-rata digunakan untuk mengetahui suhu permukaan air selama penelitian. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif uji Independent sampel t-test. Hasil penelitian menujukkan jumlah total hasil tangkapan pada malam hari adalah 304 ekor ikan lele limbat (Clarias nieuhofii), sedangkan jumlah total hasil tangkapan pada waktu siang hari adalah 82 ekor ikan lele limbat (Clarias nieuhofii). Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah total hasil tangkapan pada malam hari lebih banyak dari pada siang hari.
Studi Konstruksi Alat Tangkap Pukat Cincin (Purse Seine) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan Kec. Medan Belawan Kota Medan Angelina, Sarah; Akmal, Akmal; Ramadhan, Fauzan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pengetahuan tentang alat tangkap, khususnya dari segi desain dan konstruksi sangat penting dalam pengembangan dan usaha perikanan. Alat tangkap pukat cincin adalah alat tangkap aktif karena dalam pengoperasian kapal, metode yang dilakukan yaitu pelingkaran jaring pada gerombolan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi alat tangkap purse seine dan juga menentukan tipe alat tangkap pukat cincin (purse seine) yang digunakan oleh nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan observasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan penaksiran pada berat jaring, berat tali dan gaya apung atau tenggelam pelampung, pemberat dan cincin. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pukat cincin di PPS Belawan termasuk kedalam pukat cincin tipe Jepang, hal ini dapat dilihat dari bentuknya yaitu empat persegi panjang dengan bagian bawah jaring berbentuk busur lingkaran dan bagian pembentuk kantong terletak di bagian tengah jaring. Konstruksi alat tangkap pukat cincin ini memiliki komponen yang sama dengan komponen pukat cincin pada umumnya yaitu jaring yang terdiri dari kantong jaring, badan jaring, dan sayap jaring. Pada tali temali terdiri dari tali ris atas, tali ris bawah, tali kolor, tali pelampung dan tali pemberat. Komponen selanjutnya yaitu terdiri dari pelampung, pemberat dan cincin.
Indeks Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jala (Cast net) di Sungai Tabir Kelurahan Mampun Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Bibit, Bibit; Lisna, Lisna; Budiansyah, Agus; Nelwida, Nelwida; Wiyanto, Eko; Ramadhan, Fauzan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman ikan yang tertangkap pada Jala di Sungai Tabir meliputi jenis ikan, bobot ikan serta memberikan informasi mengenai kondisi perikanan di sungai Tabir saat ini. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 mei 2022 sampai 19 juli 2022 di Sungai Tabir Kelurahan Mampun Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Analisis data yang digunakan adalah Komposisi Jenis, Indeks Keanekaragaman, Indeks Keseragaman dan Indeks Dominansi. Hasil tangkapan Jala selama 15 hari penelitian di Sungai Tabir yaitu Ikan Seluang Rasbora argyotaenia 234 ekor dengan rata-rata per hari 15,6 ekor, Ikan Senggiring Mystus Sp. 119 ekor dengan rata-rata 7,93 ekor, Ikan Kapiat Barbonymus schwanenfeldii 89 ekor dengan rata-rata 5,93 ekor, Ikan Nilem Osteochilus vittatus 77 ekor dengan rata-rata 5,13 ekor dan Ikan Beterung Pristolepis fasciata 55 ekor dengan rata-rata 3,67 ekor. Hasil indeks keanekaragaman 1,47, indeks keseragamannya 0,91 dan indeks dominansi 0,26. Dapat diambil kesimpulan bahwa Indeks Keanekaragaman Sedang, Indeks keseragamannya Tinggi, sedangkan Indeks Dominansi rendah.
Keanekaragaman Crustacea dengan Menggunakan Alat Tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur Mawaddah, Prizky; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Ramadhan, Fauzan; Lisna, Lisna; M. Afdal, M. Afdal
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Mayoritas masyarakat di Mendahara ilir berprofesi sebagai nelayan Sondong merupakan alat tangkap yang banyak dioperasikan oleh nelayan di Mendahara ilir. Alat tangkap Sondong adalah alat tangkap aktif yang tujuan operasinya adalah menangkap udang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman Crustacea dengan menggunakan alat tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilakukan di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama 30 hari, dari tanggal 15 Desember 2021 sampai 15 Januari 2022. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang di himpun dalam penelitian ini adalah jumlah total udang dan ikan (ekor), berat per jenis dan berat total udang dan ikan (kg), dan parameter lingkungan. Analisis data yang digunakan adalah komposisi jenis, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil dari penelitian ini Jumlah hasil tangkapan yang didapat selama penelitian sebanyak 776,62 kg. Hasil tangkapan crustacea di Mendahara Ilir adalah udang loreng (Parapenaeopsis sculptilis), udang kapur (Metapenaeus dopsoni), udang jerbung (Penaeus merguiensis), udang agogo (P.indicus), udang mantis (Harpiosquilla raphidea), rajungan (Portunus pelagicus), belangkas (Carcinoscorpius). Selain itu hasil tangkapan sampingan (By-Catch) sondong seperti ikan selar (Selaroides leptolepi), gulamah (Johnius trachycephalus), Pari (Dasyatis sp), ikan lidah (Cynoglossus lingua). Hasil tangkapan tertinggi, yaitu udang Loreng sebanyak 196,2 kg hasil tangkapan terendah yaitu udang mantis sebanyak 2,63 kg, hasil indeks keanekaragaman 0,98, indeks keseragamannya yaitu 0,50 dan dominansi yaitu 0,43. Kesimpulannya adalah Keanekaragaman crustacea hasil tangkapan sondong di perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk dalam kategori sedang, indeks keseragaman sedang dan dominansi rendah.
Komposisi Hasil Tangkapan Menggunakan Alat Tangkap Belat di Perairan Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur Rosadi, Reza; Lisna, Lisna; Mairizal, Mairizal; Ramadhan, Fauzan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan dengan menggunakan alat tangkap belat di Perairan Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni – Juli 2021. Metode yang digunakan selama penelitian adalah metode survei, dengan pengamatan langsung ke lapangan dan melakukan wawancara dengan nelayan dan mencatat komposisi ikan yang tertangkap dengan alat tangkap belat. Metode Pengambilan sampel adalah sensus, terhadap 8 orang nelayan yang menggunakan alat tangkap belat. Pengambilan sampel dilakukan setiap hari selama 10 kali penangkapan. Parameter fisik dan kimia perairan yang diukur meliputi suhu, pH, kedalaman, kecepatan arus, salinitas. Hasil tangkapan belat di Perairan Kelurahan Tanjung Solok yaitu ikan gulama, ikan belanak, ikan sembilang, ikan, udang kapur, udang belang, udang agogo, kepiting belang, belut laut, ikan buntal. Komposisi hasil tangkapan alat tangkap belat berjumlah 80,701 ekor dan berat 3.724 kg. Persentasi tertinggi terdapat pada ikan gulama (Johnius trachycephalus) yaitu dengan nilai 45,32 %, sedangkan persentasi terendah terdapat pada belut (Gymnothorax dorsalis) yaitu 0,04%.
Absorption and Sinking Speed of Artocarpus Stems Rope (Artocarpus sp.) and Carex Grass Rope (Carex sp.) in Freshwater and Seawater Fitri, Amraini; Nofriza, Nofriza; Jhonnerie, Romie; Ramadhan, Fauzan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 3 (2022): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Artocarpus stems (Artocarpus sp.) and Carex grass (Carex sp.) have not been applied to fishing gear materials. The fibers produced made into a rope, where this rope is used to absorption and sinking speed test in fresh water and sea water.The absorption of Artocarpus stems rope was 320.30% and 282,60% in fresh water and sea water. Meanwhile for sinking speed have a 5,78 cm/s and 5,08 cm/s for fresh water and sea water. For the Carex grass rope, the absorption in fresh water and sea water was 287,67% and 218,02%. Sinking speed value 2,97 cm/s and 2,67 cm/s for fresh water and sea water. The value of absorption and sinking speed in fresh water is higher than in sea water for both types of rope
The Effect of Light Color of Lamp on Bagan Tancap Catching Equipment on Catches in the Waters of Sadai Village South Bangka Regency Gunawan, Irvan; Lisna, Lisna; Ramadhan, Fauzan; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Fishermen in the waters of Sadai Village mostly use the Bagan tancap by catching using different colors of lights. The study aimed to determine the effect of light colors (white, red, yellow, green, and blue) on the Bagan tancap fishing gear on catches in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. This research was conducted on April 28 - May 28 2022 in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. The method used is an experimental method using a randomized block design (RBD) and Duncan's further test. The data collected includes the type of catch, the total weight of the catch, the number of catches, and environmental parameters. The results showed that the treatment of different light colors affected the number (fish) and weight (kg) of the catches on the Bagan tancap. The composition of the catch on the Bagan tancap for the species caught is squid (Loligo sp) and Curvespine cuttlefish (Sepia recurvirostra) which are the main catch (HTU) while Starry triggerfish (Abalistes stellaris), mackerel (Rastrelliger brachysoma), Yellowtail scad (Atule mate), and Doublewhip threadfin bream (Nemipterus nematophorus) are by-catch. Based on the results, it can be concluded that blue light is a good color for catches in the form of number (fish) and weight (kg) on ​​the Bagan tancap fishing gear.