Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN LEMBAGA SOSIAL DESA MENUJU LEMBAGA MANDIRI BERBASIS PENGABDIAN YANG BERKELANJUTAN Didin Hadi Saputra; Nasuhi Nasuhi; Mufidah Mufidah; Masdani Masdani; Ria Harmayani; Teni Susanty
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2020): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.08 KB)

Abstract

Dalam menghasilkan sebuah proses keilmuan, LSM tentu memiliki kewajiban sebagai tempat atau lokasi pengabdian kepada masyarakat, serta memiliki tujuan untuk memiliki serta menghasilkan keseimbangan atau balancing dalam berperan aktif mencerahkan dan atau memberikan pengetahuan kepada pihak mitra. Pada praktinya, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) harus mampu turut serta dalam menggali, mengembangkan, serta memperkuat segala potensi yang ada melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Salah satu media atau obyek yang mampu menjadi wadah dalam menuangkan kegiatan pengabdian adalah Lembaga Sosial Desa (LSD) Anjani, Lombok Timur. Lembaga ini merupakan lembaga yang di didirikan oleh kelompok pemuda kreatif dan inovatif yang berada di salah satu desa di Lombok Timur. Materi atau bahan yang digunakan serta yang dipakai dalam pelaksanaan pengabdian kali ini adalah diskusi bersama dan ceramah.
Income Analysis Of Layer Business In Barabali Village Batukliang Sub-District Central Lombok Purwadi Purwadi; Ria Harmayani; Yuni Mariani; Ni Made Andry Kartika
Baselang Vol 2, No 2: OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v2i2.69

Abstract

Laying hens are one of the poultry commodities that have an important role as egg producers in supporting the availability of cheap and easy to obtain animal protein. Provincial government NTB has determined that one of six strategic programs in the vision and mission of the 2019-2023 Regional Medium Term Development Plan (RPJMD) is animal husbandry and processing industries (DisKop NTB, 2022), including laying hens. This study aims to determine the amount of business income and the efficiency of the laying hen farming business which was carried out in Barabali Village, Batukliang District, Central Lombok Regency from August to October 2022. The method used in this research is a survey method and interviews with laying hen breeders who have chicken farms with a capacity of 500-1,000 heads. The types of data used are primary data and secondary data. The data analysis used is business income analysis by using the formula: π = TR – TC or income (π) is obtained from the difference in total revenue/acceptance (TR) and total cost/variable costs, while business efficiency is calculated using the formula RC Ratio = PK (Gross Income) divided by TBP (Total Cost of Production). The results showed that the average income of laying hens in Barabali Village was Rp. 380,080,000,-. The efficiency level of laying hen farming business based on the R/C ratio is 2.29, meaning that this business is feasible to develop. Laying chicken farms in rural areas should increase production by increasing capacity because they still have vacant land and utilize chicken manure waste and used feed sacks as additional income to increase business revenue.
Level Of FSH And LH Of Boer Goat Based On The Type Of Birth: Triplets And Single Abyadul Fitriyah; Ni Made Andry Kartika; Ria Harmayani; Yuni Mariani; Nefi Andriana Fajri; Aisah Jamili; Isyaturriyadhah Isyaturriyadhah
Baselang Vol 3, No 1: APRIL 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v3i1.92

Abstract

Boer goats are one of the imported goats from other countries. The purpose of this study was to determine the differences between FSH and LH levels in the blood of Boer goat based on the type of birth namely triplets and single-birth type. This is the method in goat selection to determine goats with triplet birth types. This research was conducted from June to October 2022 in Kediri, Lombok Barat, Indonesia. This study used four (4) Boer goats with 12 triplets and four (4) Boer goats with four (4) singletons (as a control). This research was carried out by measurement of quantitative’s performance, blood sampling, measurement of FSH and LH level in the blood. Analysis of FSH and LH levels has been performed at Laboratorium Imunobiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (MIPA) Universitas Mataram. The data obtained were analyzed using t-test. The results showed that the triplet’s birth-type (BK) of Boer goats had lower production performance (morphometric size) than the single-birth type (BT) but showed an increase in levels (mlU/ml) of FSH and LH in the blood by comparison of FSH = 3.612±0.06 (BK) vs 3.531±0.09 (BT) and LH = 3.493±0.27 (BK) vs 3.371±0.20 (BT). FSH and LH levels in the blood of goats are positively correlated with their quantitative performance. It can be concluded, the selection in goats with the potential to give birth with the triplet’s birth-type, it can be detected from the quantitative’s performance and the level of FSH and LH in the blood.
EDUKASI PENTINGNYA PENANAMAN HIJAUAN PAKAN DAN MENJAGA PRODUKSI BANK PAKAN PADA PETERNAK DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Ria Harmayani; Abyadul Fitriyah; Alimuddin Alimuddin; Yuni Mariani; Ni Made Andry Kartika; Nefi Andriana Fajri; Sahrul Gunadi; Hari Permadi; Yuniarti Yuniarti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 12: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk melakukan edukasi penanaman hijauan pakan dan menjaga produksi bank pakan pada peternak di Kecamatan Kediri dan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dilakukan tim PKM diantaranya melakukan survey lokasi dan peternak, sosialisasi pentingnya penanaman hijauan pakan, penyuluhan dan pendampingan penanaman hijauan pakan, serta melakukan monitoring dan evaluasi penanaman hijauan pakan dan produksi bank pakan milik peternak atau kelompok ternak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kegiatan pengabdian pada masyarakat berjalan dengan baik, dari 50 orang peternak sapi dan kambing di Desa Ombe Baru dan Desa Lembuak Lombok Barat sebagian besar (70% peternak) mampu memahami pentingnya penanaman tanaman pakan dan menjaga produksi bank pakan miliknya terbukti sudah mampu menanam HMT unggul, mampu memahami kriteria HMT unggul bernutrisi tinggi dan sesuai dengan kebutuhan ternaknya serta memiliki bank pakan secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini juga memberikan motivasi kepada peternak yang belum melakukan usaha penanaman hijauan pakan untuk memulai penanaman hijauan pakan, dan peternak yang sudah memiliki bank pakan terus menjaga dan memelihara produksi tanaman hijauan pakan di bank pakan miliknya atau milik kelompok tani, sehingga ketersediaan dan kontinuitas hiajuan pakan tetap terjaga dan mampu meningkatkan pendapatan karena mengurangi biaya pembelian pakan hijauan serta mengefisiensikan waktu pencarian dan pemberian pakan.
EDUKASI PAKAN TERNAK BERNUTRISI TINGGI KEPADA PETERNAK KAMBING BERANAK KEMBAR DI DESA OMBE KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT Harmayani, Ria; Fitriyah, abyadul; Alimuddin, Alimuddin; Mariani, Yuni; Andry Kartika, Ni Made; Andriana Fajri, Nefi; Permadi, Hari; Gunadi, Sahrul; Damar Pamenang, Galang; Aminah Zaim Alyaminy, Ishmah Humaidatul; Nazar Fajri, Lalu Moh.
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 7: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i7.8036

Abstract

The birth of twin goats needs to be prepared and supported by paying attention to the genetic characteristics and environment of the goats, especially the management of animal feed, especially the nutrition of pregnant animal feed, where it is important to increase the quantity and quality of feed. The stages in this service include observation, planning, follow-up and evaluation. The training implementation method is lecture and direct practice, question and answer method and discussion. The results of community service activities in Ombe Baru Village showed that of the 40 goat breeders in Ombe Baru Village, the majority (70% of breeders) were able to select twin and single type goat breeds, were able to improve their feeding management and were able to understand the criteria for high nutritional feed, the concept of feeding according to the needs of the livestock as well as feed requirements to increase the reproduction of goats with twins. It is hoped that breeders will continue to be committed to maintaining the sustainability of twin goat farming, continuing to improve feeding management such as providing superior forages and high nutritional feed, especially for goats with twins.
PENDAMPINGAN MODEL DESA WISATA BERBASIS TERNAK DI DESA BATU KUTA LOMBOK BARAT Alimuddin, Alimuddin; Syukur, Abdul; Hilyana, Siti; Harmayani, Ria; Fitriyah, Abyadul; Mariani, Yuni; Andry Kartika, Ni Made; Andriana Fajri, Nefi; Permadi, Hari; Gunadi, Sahrul; Damar Pamenang, Galang; Aminah Zaim Alyaminy, Ishmah Humaidatul; Jupri Hadi, Marham; Nazar Fajri, Lalu Moh.
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 7: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i7.8041

Abstract

Livestock-based tourism villages are one option in developing village potential. Apart from being a significant source of income for local communities, it is also able to develop the agricultural and livestock sectors, able to improve the local economy and create jobs for its residents. Tourists who visit villages not only have a direct economic impact obtained from visiting fees and purchasing local products, but can also strengthen small and medium businesses operating around the village. Batu Kuta Village, West Lombok has a village land area of ​​around 40,000 m2 which is called Kebon doe, which is currently a garden area planted with coconut and fruit plants which are no longer productive and have potential, so community service (PKM) is very necessary, related to the preparation of appropriate structuring and management strategies through the preparation of concepts and models for livestock-based tourism villages. The PKM method is implemented using the methods of observation, planning, implementation, follow-up, evaluation and mentoring. Mapping of village potential, preparation of concepts and models for the livestock-based Batu Kuta tourism village were carried out in coordination with the village government and local community. The concept and model of a livestock-based tourism village has the potential to be adopted and realized in Batu Kuta Village. Achievement of the objectives of this PKM activity reached 100% and 98% of participants were satisfied with the overall activity. Evaluation is carried out during the process and at the end of the activity, as well as giving questionnaires to participants. The role of all parties, especially youth organizations, Pokdarwis members, village government and the community as well as assistance from practitioners and academics, is expected to continue to actively participate and be communicative and cooperate with each other in facing concerns and challenges regarding the sustainability of the development of livestock-based tourism villages.
Identifikasi Sifat Kualitatif Induk Kambing Lokal Pada Peternakan Rakyat Di Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Harmayani, Ria; Alimuddin, Alimuddin; Tarmuji, Muhammad
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.167

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi sifat kualitatif induk kambing lokal pada peternakan rakyat di Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan selama empat bulan dari bulan Februari-Mei 2023. Metode penelitian terdiri atas 3 tahapan yaitu tahap persiapan, pengumpulan data dan pengolahan serta menganalisa data hasil penelitian secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi dan persentasenya. Sampel yang digunakan sebanyak 35 ekor induk kambing lokal yang telah beranak dan dipelihara secara tradisional di peternakan rakyat Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Bima. Variabel yang diamati meliputi warna, profil muka, bentuk telinga dan bentuk rahang induk kambing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat kualitatif induk kambing lokal pada peternakan rakyat di Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah mengalami percampuran genetik dengan kambing kacang yang ditandai dengan warna induk kambing di Desa Woko berwarna tunggal hingga kombinasi yaitu sebanyak 48,57% memiliki warna coklat, 28,57% berwarna hitam, 14,29% berwarna putih, dan kombinasi warna coklat dan putih sebesar 8,57%. Bentuk muka induk kambing lokal di Desa Woko dominan pada bentuk muka datar dengan persentase 97,14%, sedangkan bentuk muka cembung sebesar 2,86%. Bentuk telinga induk kambing lokal di Desa Woko terdapat dua variasi yang berbeda pada dua dusun lokasi pengambilan sampel, bentuk telinga yang setengah menjuntai lebih dominan sebanyak 51,43% kambing, sedangkan bentuk telinga menjuntai ke bawah sebanyak 48,57%. Bentuk rahang atas sama dengan rahang bawah atau simetris dan normal sebanyak 100%. Normalnya bentuk rahang induk kambing lokal ini, kemungkinan karena peternak sudah mulai melakukan seleksi pada ternak kambing yang dijadikan sebagai tetua, sehingga bentuk rahang yang tidak normal tidak diperoleh pada penelitian ini (0%). Diharapkan para peternak di Desa Woko untuk melakukan seleksi kambing jantan bibit, dan bibit terbaik serta indukan agar mendapatkan bibit kambing lokal yang unggul serta perlu perbaikan manajemen pemeliharaan dan manajemen pemberian pakan kaya nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan kambing sebagai usaha dalam meningkatkan produktifitas kambing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.
SOSIALISASI COVID 19 PADA IBU RUMAH TANGGA (IRT) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI DESA SELAT KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT Ria Harmayani; Ni Made Andry Kartika; Bukhori Muslim; Sukran Makmun
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 1 No 2 (2020): Edisi Agustus 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the visions and missions of national public health development is to improve the quality of human health. One way to achieve this is the implementation of the Covid-19 socialization program. The target of the Covid-19 socialization program is housewives who are given further understanding and assistance regarding Covid-19 so that they are able to independently improve the quality of their personal, family and environmental health in social life and change mindsets in maintaining health. The problem that the service team wants to solve in this service activity is the realization of increased awareness of personal and family health as well as the environment from Covid-19, namely management of maintaining health that is interrelated with the role of housewives as the spearhead of family health. Methods or implementation steps carried out in the service activities of lecturers from Nahdlatul Wathan University (UNW) Mataram, namely conducting socialization with the service team. The result of this service is the provision of Covid-19 material and management of maintaining health in service activities or programs to housewives as the target of activities. From this activity, it is able to increase passion and change in a broader mindset about the understanding of Covid-19, increase awareness of maintaining health and motivate the application of new normal adaptations and clean living habits of housewives so as to maximize the implementation of the responsibility of maintaining family health. In addition, housewives are provided with knowledge, direct practice and are involved in practicing the material that has been described.
Kajian Kandungan Nutrisi Bio-Slurry limbah Biogas dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik di Desa Batu Kuta Lombok Barat Fitriyah, Abyadul; Harmayani, Ria; Haryanto, Hery; Alimuddin, Alimuddin; Mariani, Yuni; Kartika, Ni Made Andry; Fajri, Nefi Andriana; Permadi, Hari; Gunadi, Sahrul; Pamenang, Galang Damar; Zaim Alyaminy, Ishmah Humaidatul Aminah; Jamili, Aisah
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.204

Abstract

Kajian pemanfaatan hasil sampingan biogas dari kotoran sapi (bio-slurry) sebagai pupuk organik di Desa Batu Kuta Lombok Barat bertujuan untuk mengintroduksikan pupuk organik yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi yaitu unsur hara makro dan mikro yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan tanaman, sehingga petani peternak di Desa Batu Kuta Lombok Barat mampu meminimalisir biaya pembelian pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Kegiatan penelitian dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu tahap pertama adalah pengujian kandungan unsur hara makro dan mikro yang terdapat pada Bio-Slurry padat dan cair, dan tahap kedua yaitu penentuan kandungan unsur hara tertinggi yang terdapat dalam Bio-Slurry padat maupun cair. Sampel bioslurry diuji berupa Bio-Slurry padat dan cair dianalisa di Laboratorium Pengujian BPTP NTB dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Mataram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kandungan unsur hara makro yang terdapat didalam Bio-Slurry padat dan cair masing-masing sebesar:  N-Total (ppm) = 0,54% dan 0,17%; P2O5 (ppm) = 0,74% dan 0,05%, K2O (ppm) =  0,96% dan 1,09%; Ca Total (ppm) = 0,15% dan 0,009%; dan Mg Total (ppm) = 0,57% dan 0,01%. Sedangkan unsur hara mikro masing-masing sebesar: Na Total (ppm) = 0,18% dan = 0,08 %; Fe Total  (ppm) = 0,49% dan 0,009 %; Mn Total (ppm) = 0,08 % dan 0,0001%; Zn Total (ppm) = 0,02 % dan 0,003 %; dan Cu Total (ppm) = 0,002% dan 0,0002 %. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, kandungan unsur hara pada Bio-Slurry padat lebih tinggi dibandingkan pada Bio-Slurry cair sehingga lebih menguntungkan jika dijadikan sebagai pupuk organik. Solusi pupuk organik ini, sangat membantu dalam budidaya tanaman jagung dan kedelai di Desa Batu Kuta Lombok Barat. Saran yang dapat diajukan dari hasil kegiatan ini bagi masyarakat desa Batu Kuta, perlunya pendampingan dalam memulai usaha atau bisnis pupuk organik Bio-Slurry.
Kajian Kandungan Nutrisi Bio-Slurry limbah Biogas dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik di Desa Batu Kuta Lombok Barat Fitriyah, Abyadul; Harmayani, Ria; Haryanto, Hery; Alimuddin, Alimuddin; Mariani, Yuni; Kartika, Ni Made Andry; Fajri, Nefi Andriana; Permadi, Hari; Gunadi, Sahrul; Pamenang, Galang Damar; Zaim Alyaminy, Ishmah Humaidatul Aminah; Jamili, Aisah
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.204

Abstract

Kajian pemanfaatan hasil sampingan biogas dari kotoran sapi (bio-slurry) sebagai pupuk organik di Desa Batu Kuta Lombok Barat bertujuan untuk mengintroduksikan pupuk organik yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi yaitu unsur hara makro dan mikro yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan tanaman, sehingga petani peternak di Desa Batu Kuta Lombok Barat mampu meminimalisir biaya pembelian pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Kegiatan penelitian dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu tahap pertama adalah pengujian kandungan unsur hara makro dan mikro yang terdapat pada Bio-Slurry padat dan cair, dan tahap kedua yaitu penentuan kandungan unsur hara tertinggi yang terdapat dalam Bio-Slurry padat maupun cair. Sampel bioslurry diuji berupa Bio-Slurry padat dan cair dianalisa di Laboratorium Pengujian BPTP NTB dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Mataram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kandungan unsur hara makro yang terdapat didalam Bio-Slurry padat dan cair masing-masing sebesar:  N-Total (ppm) = 0,54% dan 0,17%; P2O5 (ppm) = 0,74% dan 0,05%, K2O (ppm) =  0,96% dan 1,09%; Ca Total (ppm) = 0,15% dan 0,009%; dan Mg Total (ppm) = 0,57% dan 0,01%. Sedangkan unsur hara mikro masing-masing sebesar: Na Total (ppm) = 0,18% dan = 0,08 %; Fe Total  (ppm) = 0,49% dan 0,009 %; Mn Total (ppm) = 0,08 % dan 0,0001%; Zn Total (ppm) = 0,02 % dan 0,003 %; dan Cu Total (ppm) = 0,002% dan 0,0002 %. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, kandungan unsur hara pada Bio-Slurry padat lebih tinggi dibandingkan pada Bio-Slurry cair sehingga lebih menguntungkan jika dijadikan sebagai pupuk organik. Solusi pupuk organik ini, sangat membantu dalam budidaya tanaman jagung dan kedelai di Desa Batu Kuta Lombok Barat. Saran yang dapat diajukan dari hasil kegiatan ini bagi masyarakat desa Batu Kuta, perlunya pendampingan dalam memulai usaha atau bisnis pupuk organik Bio-Slurry.