Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MANAJEMEN PAKAN KUDA DALAM USAHA JASA KUDA KELILING PANTAI DI LOMBOK (HORSE FEED MANAGEMENT IN THE MOBILE HORSE SERVICE BUSINESS AT LOMBOK BEACH) Harmayani, Ria; Alimuddin, Alimuddin; Fitriyah, abyadul; Aminah Zaim Alyamini, Ishmah Humaidatul; Risfianty, Dwi Kartika; Haekal, Muhammad Haekal
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i1.1806

Abstract

The Mobile horse service business at Lombok Beach has the potential to increase local community income and support sustainable tourism. Its success heavily depends on effective feed management, as feed influences horse health and performance. This study analyzes feeding patterns, factors influencing feed selection, and their impacts on horses in the Lombok Beach area. The methods used include direct observation, interviews, questionnaires, and feed testing at 13 locations over three months. The results show that feed is usually provided twice daily in the form of forage and concentrate, with most respondents giving 8-12 kg per horse per day, consisting of grinting grass, udel-udelan spear grass, spear grass, merakan grass, and field grass. Concentrates range from 1 to 3 kg per horse per day, but challenges include the supply of quality forage and high costs. Less optimal feed management increases the risk of parasitic diseases and decreases horse performance. Sustainable efforts include developing feed from agricultural waste, training, partnerships, and waste management and fermented feed practices. It is recommended that farmers/ managers and policymakers strengthen innovation, training, and health monitoring to support the sustainability of this business.Keywords: Beach touring horses, Feed management, Horse feed, Horse health, Horse service business, Horseback riding tourism.
IMPLEMENTASI BIOSLURRY SEBAGAI PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH BERKELANJUTAN Harmayani, Ria; Fitriyah, Abyadul; Alimuddin; Risfiyanty, Dwi Kartika; Alyaminy, Humaidatul Aminah Zaim
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i1.48

Abstract

Food security and organic waste management are major challenges in the modern era that require sustainable and environmentally friendly solutions. Bioslurry, a nutrient-rich fermented liquid from organic waste, emerges as an innovation to support waste management while enhancing agricultural productivity. This community service activity aims to increase public awareness and capacity to produce and utilize bioslurry independently from household and agricultural waste, thereby supporting food security and sustainable waste management. Through training and demonstrations over a period of 7-14 days using EM4, the community is taught the fermentation process and the application of bioslurry as an organic liquid fertilizer. Evaluation results show an increase in knowledge, adoption of simple technology, and economic and environmental benefits. As a result, community members are able to produce bioslurry independently, which is then used to fertilize crops such as tomatoes and chili peppers, leading to a yield increase of 20-30%. Additionally, this activity contributes to reducing the volume of organic waste polluting the environment, increasing farmers’ income, and strengthening local policies on sustainable waste management. Overall, this activity successfully improved awareness, knowledge, and practices in sustainable organic waste management, providing economic, social, and environmental benefits to the target community.  
Pelatihan Pengukuran Pada Bayi dan Balita Menggunakan Alat Antropometri Kit Pada Kader di Desa Perampuan Adiputri, Ni Wayan Ari; Pamungkas, Catur Esty; Harmayani, Ria
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i3.482

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama di daerah pedesaan, yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Posyandu sebagai program kesehatan masyarakat, berperan penting dalam memantau tumbuh kembang anak. Pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) adalah cara utama untuk mengevaluasi status gizi anak, dan diperlukan pelatihan kader untuk melakukannya secara akurat. Tujuan: meningkatkan kapasitas kader Posyandu di Desa Perampuan dalam menggunakan alat antropometri kit untuk mengukur bayi dan balita, guna memastikan pertumbuhan anak sesuai standar kesehatan. Metode: Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan evaluasi. Subyek kegiatan ini adalah 42 kader dari 7 Posyandu di Desa Perampuan. Alat yang digunakan meliputi stadiometer, timbangan digital, baby scale, dan meteline. Kegiatan berlangsung melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dan Pembahasan: Kegiatan pelatihan dilakukan pada 6 Oktober 2024, dengan materi tentang pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala. Kader Posyandu menerima bantuan alat antropometri kit untuk masing-masing Posyandu. Evaluasi dilakukan sehari setelahnya dan ditemukan beberapa hambatan, seperti latar belakang pendidikan kader yang berbeda-beda dan masalah kalibrasi alat. Kesimpulan: Pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan kader dalam mengukur pertumbuhan anak menggunakan alat antropometri kit. Hasil pemeriksaan dapat digunakan sebagai data yang valid untuk menilai status gizi anak. Evaluasi dan pendampingan penggunaan alat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan kegiatan.
Sosialiasi dan Vaksinasi Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku di Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgesela Ni Made Andry Kartika; Yuni Mariani; Nefi Andriana Fajri; Ria Harmayani; Abyadul Fitriah; Alimuddin
Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/7zt93307

Abstract

Vaksinasi adalah usaha yang dilakukan untuk melindungi ternak dari serangan penyeakit PMK selain itu juga sebagai tameng untuk memperkecil resiko gejala yang timbul akibat serangan penyakit PMK pada ternak. Upaya – upaya tersebut diharapkan akan membantu mengurangi resiko yang timbul sehingga semua sapi yang ada di wilayah Lombok dapat terlindungi dengan baik. Pengabdian ini dilakukan di Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgesela. Program ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa UNW Mataram. Sosialisasi dilakukan kepada semua peternak yang ada di wilayah Desa Aik Dewa. Adapun tahapan dalam pengabdian ini ada 2 yaitu sosialisasi dan pemeriksaan ternak secara langsung. Pada tahap sosialisasi terdapat 35 peternak yang telah disosialisasi kemudian ada sekitar 2 kelompok yang dilakukan pemeriksaan fisik ternak. Hasil pengabdian menunjukan antusiasme peternak yang cukup tingga dalam mengikuti kegiatan selain itu juga kondisi ternak pasca PMK sudah semakin membaik karena telah dilakukan vaksinasi oleh dinas terkait bersama tim Fakultas Peternakan UNW Mataram.
The Potential Development Of Balinese Beef Business In Rato Village Lambu District Bima Regency Harmayani, Ria; Alimuddin, Alimuddin; Gunadi, Sahrul; Permadi, Hari; Afrizal, Afrizal
Baselang Vol 3, No 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v3i2.108

Abstract

This research was conducted in Rato village Lambu District Bima Regency on July-October 2022. The purpose of this research is to know the potential development of beef cattle in Rato Village Lambu district Bima regency. This research used study case method with reference toward restriction that study case is collecting data by taking some elements then those elements were analyzed and conclusion that was drawn only valid for those elements which have been investigated before. Data were analyzed using two ways, descriptive analysis and Economic Analysis. Descriptive analysis was used to know the state of beef cattle business and economic analysis was used to know the composition of production cost, income, profit of beef cattle and R/C ration. The development of beef cattle in Rato Village, Lambu District has the potential to be carried out as shown in the value of the return cost ratio (R/C) ratio and its business feasibility. The value of R/C 1 in the balinese cattle business is based on the number of livestock owned in Rato Village, Lambu District, Bima Regency. Small scale beef cattle business (1-5 heads) has an R/C ratio of 3.02, medium scale (6-10 heads) obtains an R/C ratio of 3.19 which illustrates that both small and medium scale beef cattle businesses get profit because the value of R/C Ratio 1 so that the farm is profitable.
Quantitative and Reproductive Performance of Single and Triplet Births of Etawah Crossbreed Goats In Lombok Island Fitriyah, Abyadul; Kartika, Ni Made Andry; Harmayani, Ria; Mariani, Yuni; Fajri, Nefi Andriana; Isyaturriyadhah, Isyaturriyadhah
Baselang Vol 3, No 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v3i2.116

Abstract

This study aims to select female goats that have the potential to give birth to triplets.  The analysis was carried out in four EC goats with triplets consisting of 12 twins and four single births. FSH and LH hormones were analyzed using the ELISA method (LIA kit). The t-test results showed that the average body size of single-born EC goats was significantly different (P0.05) in body weight (BW), chest circumference (CC), hip height (HH), and hip width (HW). The size of BW, CC, HH and HW were larger in the triplet than in the single birth type, with a ratio of BW (40.83±10.10 vs. 37.20±4.67) kg, CC (84.00±3,46 vs. 78.05±4.24) cm, HH (72.70±3.21vs 67.50±3.12) cm and HW (17.74±2.09 vs. 11.16±2.12) cm. Furthermore, there was a significant difference (P≤0.05) between the ages of single-born EC goats, which was higher than that of triplets, namely 4.20±1.41 vs. 1.67±1.03 (months). This had a significant effect (P≤0.05) on the body size, especially on the BW, BL, BH and HH. EC goats with twin birth types had significantly higher FSH hormone levels than those with single births, namely FSH (3.41±0.08 vs1.37±0.08) mlU/ml. In contrast, the EC goat kids did not show a significant difference.  Conclusion: Goats selection with the potential to give birth to triplets can be detected from hip size and FSH levels in their blood which correlate positively with body weight and chest circumference measurements.
Identifikasi Sifat Kualitatif Induk Kambing Lokal Pada Peternakan Rakyat Di Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Harmayani, Ria; Alimuddin, Alimuddin; Tarmuji, Muhammad
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.167

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi sifat kualitatif induk kambing lokal pada peternakan rakyat di Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan selama empat bulan dari bulan Februari-Mei 2023. Metode penelitian terdiri atas 3 tahapan yaitu tahap persiapan, pengumpulan data dan pengolahan serta menganalisa data hasil penelitian secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi dan persentasenya. Sampel yang digunakan sebanyak 35 ekor induk kambing lokal yang telah beranak dan dipelihara secara tradisional di peternakan rakyat Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Bima. Variabel yang diamati meliputi warna, profil muka, bentuk telinga dan bentuk rahang induk kambing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat kualitatif induk kambing lokal pada peternakan rakyat di Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah mengalami percampuran genetik dengan kambing kacang yang ditandai dengan warna induk kambing di Desa Woko berwarna tunggal hingga kombinasi yaitu sebanyak 48,57% memiliki warna coklat, 28,57% berwarna hitam, 14,29% berwarna putih, dan kombinasi warna coklat dan putih sebesar 8,57%. Bentuk muka induk kambing lokal di Desa Woko dominan pada bentuk muka datar dengan persentase 97,14%, sedangkan bentuk muka cembung sebesar 2,86%. Bentuk telinga induk kambing lokal di Desa Woko terdapat dua variasi yang berbeda pada dua dusun lokasi pengambilan sampel, bentuk telinga yang setengah menjuntai lebih dominan sebanyak 51,43% kambing, sedangkan bentuk telinga menjuntai ke bawah sebanyak 48,57%. Bentuk rahang atas sama dengan rahang bawah atau simetris dan normal sebanyak 100%. Normalnya bentuk rahang induk kambing lokal ini, kemungkinan karena peternak sudah mulai melakukan seleksi pada ternak kambing yang dijadikan sebagai tetua, sehingga bentuk rahang yang tidak normal tidak diperoleh pada penelitian ini (0%). Diharapkan para peternak di Desa Woko untuk melakukan seleksi kambing jantan bibit, dan bibit terbaik serta indukan agar mendapatkan bibit kambing lokal yang unggul serta perlu perbaikan manajemen pemeliharaan dan manajemen pemberian pakan kaya nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan kambing sebagai usaha dalam meningkatkan produktifitas kambing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.
MORPHOLOGICAL INDICES: DISTINGUISHING SINGLE AND TRIPLETS-BEARING BOER AND ETAWA GRADE GOATS IN LOMBOK BARAT Fitriyah, Abyadul; Mariani, Yuni; Kartika, Ni Made Andry; Fajri, Nefi Andriana; Alimuddin; Harmayani, Ria
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.7120

Abstract

This study aimed to identify female goats with the potential to give birth to triplets by examining morphological characteristics correlated with FSH and LH hormone levels in the blood. It included four triplet-bearing Boer goats and four triplet-bearing Etawah grade goats, each with 12 kids, and four single-bearing Boer goats and four single-bearing Etawah grade goats, each with four kids. Morphological indices of body sizes, including weight, height slope, length index, width slope, depth index, foreleg length, and hormone levels, were observed. A t-test and descriptive analysis were conducted. The average body size of Boer goats was larger than Etawah grade goats, but there were no significant morphological differences between triplet-bearing Boer and Etawah grade goats. However, single-bearing Boer goats had a significantly higher height slope than single-bearing Etawah grade goats. FSH levels significantly increased in the blood of triplet-bearing Boer goats compared to single-bearing Boer goats. Morphological indices and hormone levels can help select goats likely to give birth to triplets.
Strategi Pakan Inovatif dalam Mengungkap Potensi Kelahiran Kembar Sapi Bali sebagai Solusi Ekonomi dan Produksi Nasional Fitriyah, Abyadul; Isyaturriyadhah, Isyaturriyadhah; Mariani, Yuni; Kartika, Ni Made Andry; Fajri, Nefi Andriana; Harmayani, Ria; Alimuddin, Alimuddin
STOCK Peternakan Vol 7, No 2 (2025): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v7i2.1817

Abstract

Ketergantungan Indonesia terhadap impor daging sapi dan sapi bakalan masih tinggi, yang menghambat pencapaian Program Swasembada Daging Sapi Nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, peternak di Nusa Tenggara Barat melaporkan kejadian alami kelahiran kembar pada sapi Bali, yang secara biologis merupakan spesies uniparous. Fenomena ini membuka peluang untuk meningkatkan populasi dan produktivitas sapi potong, namun data ilmiah mengenai dampaknya terhadap performa induk dan anak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi kelahiran kembar alami pada sapi Bali melalui pendekatan strategi pakan inovatif dan manajemen reproduksi yang tepat. Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten di Pulau Lombok, yaitu Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara, dengan total 80 ekor sapi Bali yang terbagi dalam empat kelompok: induk beranak kembar (BK), anak kembar (AK), induk beranak tunggal (BT), dan anak tunggal (AT). Selama enam bulan, variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, bobot badan, dan kadar hormon FSH dan LH dalam darah. Data dianalisis menggunakan uji t. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi nutrien induk sapi masih di bawah kebutuhan optimal, dengan protein kasar 9,2% (BK) dan 9,0% (BT), serta TDN sekitar 55%. Induk BK mengalami penurunan bobot badan signifikan (P0,01), namun menunjukkan peningkatan kadar hormon FSH (0,46±0,08 mIU/mL) dan LH (0,13±0,12 mIU/mL) dibandingkan BT (FSH = 0,38±0,06; LH = 0,12±0,09). Dapat disimpulkan bahwa kelahiran kembar pada sapi Bali berpotensi meningkatkan efisiensi reproduksi induk dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu strategi inovatif untuk meningkatkan pendapatan peternak serta mendukung swasembada daging nasional.
MORPHOLOGICAL INDICES: DISTINGUISHING SINGLE AND TRIPLETS-BEARING BOER AND ETAWA GRADE GOATS IN LOMBOK BARAT Fitriyah, Abyadul; Mariani, Yuni; Kartika, Ni Made Andry; Fajri, Nefi Andriana; Alimuddin; Harmayani, Ria
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.7120

Abstract

This study aimed to identify female goats with the potential to give birth to triplets by examining morphological characteristics correlated with FSH and LH hormone levels in the blood. It included four triplet-bearing Boer goats and four triplet-bearing Etawah grade goats, each with 12 kids, and four single-bearing Boer goats and four single-bearing Etawah grade goats, each with four kids. Morphological indices of body sizes, including weight, height slope, length index, width slope, depth index, foreleg length, and hormone levels, were observed. A t-test and descriptive analysis were conducted. The average body size of Boer goats was larger than Etawah grade goats, but there were no significant morphological differences between triplet-bearing Boer and Etawah grade goats. However, single-bearing Boer goats had a significantly higher height slope than single-bearing Etawah grade goats. FSH levels significantly increased in the blood of triplet-bearing Boer goats compared to single-bearing Boer goats. Morphological indices and hormone levels can help select goats likely to give birth to triplets.