Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Optimalisasi Pencegahan Stunting melalui Peran Kemitraan Posyandu dan Pemanfaatan Aplikasi Smart Kampung Wahyudiono, Andhika; Aryanda Valentio R; Amelia, Adaline
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v1i2.396

Abstract

Stunting menjadi masalah kesehatan serius di Kecamatan Kalipuro Kelurahan Gombengsari, Banyuwangi, dengan peningkatan kasus dari 79 anak pada tahun 2023 menjadi 100 anak pada tahun 2024, yang menunjukkan perlunya tindakan segera. Program pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting melalui pemantauan dan edukasi gizi dengan memanfaatkan aplikasi Smart Kampung Banyuwangi dan Tentang Anak. Metodologi kegiatan meliputi observasi data prevalensi stunting menggunakan aplikasi Smart Kampung Banyuwangi, diikuti dengan analisis kebutuhan untuk memahami faktor penyebab dan kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, koordinasi dilakukan dengan kader Posyandu untuk merancang intervensi yang melibatkan edukasi gizi melalui aplikasi Tentang Anak dan penyuluhan kepada ibu mengenai pentingnya asupan gizi yang tepat. Pembahasan menunjukkan bahwa integrasi aplikasi dan kerjasama dengan kader Posyandu sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi stunting, serta memperbaiki status gizi anak-anak di wilayah Gombengsari melalui pendekatan terintegrasi dan kolaboratif.
Optimalisasi Potensi Pemasaran Digital melalui Workshop Ipteks dan Pemberdayaan UMKM di Kalipuro Asri Wahyudiono, Andhika; Waluyo, Bidara Loka; Saputra, Hendi Firman Aji
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v1i3.398

Abstract

Perkembangan digital saat ini, pemasaran online telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis, terutama untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Kalipuro Asri, banyak UMKM yang belum sepenuhnya memanfaatkan potensi pemasaran digital, sebagaimana ditemukan melalui survei yang melibatkan Ketua RT dan RW setempat. Program pengabdian masyarakat yang dijadwalkan pada 14 Juli 2024 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM mengenai pemasaran digital dan branding produk. Metodologi program meliputi observasi kondisi UMKM, penilaian kebutuhan, koordinasi dengan Ketua RT dan RW, serta pengajuan izin kepada kepala daerah. Program ini akan dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif yang mencakup sesi tanya jawab dan diskusi. Workshop dirancang untuk mengajarkan teknik pemasaran digital dan strategi branding yang efektif, serta membantu pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk mereka. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa penerapan strategi pemasaran digital yang efektif akan membantu UMKM di Kalipuro Asri memperluas pangsa pasar, meningkatkan visibilitas produk, dan mencapai kesuksesan jangka panjang dengan memadukan teknologi dan metode pemasaran yang konsisten.
ANALISIS HAK PATEN KOPI DAN LOCAL WISDOM DALAM TEORI GOOD GOVERNANCE UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI LOKAL Wahyudiono, Andhika; Supranoto; Edy Wahyudi; Panca Oktawirani; Wheny Khristianto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/sg9cxh32

Abstract

Kesejahteraan petani kopi Banyuwangi masih rendah meskipun produksi tahunan menunjukkan peningkatan signifikan. Oleh karena itu, integrasi local wisdom dan hak paten kopi diperlukan menjaga nilai komersial produk. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi mekanisme tata kelola berbasis good governance untuk memperkuat kesejahteraan petani. Selain itu, penelitian menganalisis integrasi budaya lokal, indikasi geografis, serta perlindungan hak kekayaan intelektual secara kontekstual. Dengan demikian, penelitian memberikan kontribusi teoritis maupun praktis pada tata kelola kopi Banyuwangi. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desk study dengan teori administrasi publik Waldo serta konsep nilai publik. Selain itu, penelitian menggunakan teori good governance untuk menelaah prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam konteks perlindungan hak paten. Data penelitian bersumber dari laporan produksi BPS, kajian Basalamah, serta panduan DJKI mengenai indikasi geografis. Selanjutnya, triangulasi digunakan memperkuat validitas data agar interpretasi akademik menjadi konsisten. Oleh sebab itu, metodologi ini menekankan integrasi teori administrasi publik dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan hak paten dan indikasi geografis meningkatkan posisi tawar petani kopi. Selain itu, diferensiasi produk berbasis kearifan lokal memperkuat daya saing ekonomi daerah. Pembahasan memperlihatkan integrasi hukum dan budaya menciptakan sinergi keberlanjutan sektor kopi Banyuwangi. Kesimpulan menegaskan tata kelola inklusif meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. Rekomendasi diarahkan pada pemerintah daerah serta asosiasi petani untuk memperkuat perlindungan hukum.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATA KULIAH PENGANTAR PENDIDIKAN DI JURUSAN PGSD FKIP UNIVERSITAS MUSAMUS Rival Hanip; Rudolfus Ruma; Andhika Wahyudiono; Lay Riwu; Yonarlianto Tembang
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/1fz8fa03

Abstract

The learning process in higher education requires contextual textbooks that are relevant and able to meaningfully adapt to the characteristics of students. However, at Musamus University, most teaching materials still rely on general textbooks from outside sources, which insufficiently represent the realities of local education in Papua. This research aims to produce a contextual-based Introduction to Education textbook tailored to the needs of Primary School Teacher Education (PGSD) students at Musamus University. The study employed a Research and Development method with a quantitative approach through a quasi-experimental design. The development process encompassed needs analysis, product design, expert validation, limited trials, revision, and large-scale trials. Validation results indicated an average score of 84.5%, categorised as very good, thereby deeming the product suitable for use. Furthermore, the practicality of the limited trial obtained a student response score of 84% and an activity observation score of 90%. Subsequently, the effectiveness results demonstrated an improvement in pre-test–post-test scores by 21.25 points with an effect size of 2.69. The conclusion affirmed that the contextual-based Introduction to Education textbook is feasible and effective for use by PGSD students at Musamus University. Additionally, students evaluated positively the aspects of clarity, design appeal, integration of local content, and usefulness of practice exercises. Therefore, it is recommended that the study programme adopt this textbook into the official curriculum to promote more contextual learning. Moreover, lecturers should receive specific training to optimise the utilisation of the textbook. Finally, further research may extend the application of the textbook to other study programmes in order to achieve more comprehensive results.
Pluralisme Hukum dalam Layanan Publik: Model Perlindungan Kopi Indikasi Geografis Banyuwangi Berbasis Aturan Lokal Petani Wahyudiono, Andhika; Supranoto, Supranoto; Wahyudi, Edy; Oktawirani, Panca; Khristianto, Wheny
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 12 (2025): GJMI - Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i12.1911

Abstract

Rendahnya penerjemahan aturan lokal (petik merah) ke standar layanan publik formal, sehingga IG berisiko menjadi dokumen administratif tanpa kontrol kualitas riil. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi model layanan publik pluralistik yang mengharmonisasikan hukum negara dan living law komunitas petani untuk menjaga reputasi serta nilai ekonomi kopi. Metodologi menggunakan desain yuridis empiris kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara informan purposif, dan dokumen legal. Analisis memakai triangulasi teori. Teori utama mencakup pluralisme hukum Griffiths, tata kelola komunal Ostrom, dan perspektif budaya kekayaan intelektual Coombe. Lokasi penelitian mencakup empat kecamatan produsen kopi seluas 9.959 Ha. Hasil menunjukkan formalisasi IG oleh DJKI berdampak pada kenaikan harga Green Bean hingga 62% dan harga petik merah menyentuh Rp90.000/kg karena kepatuhan SOP komunal yang dimonitor MPIG. Kesimpulan menegaskan model layanan publik pluralistik yang fasilitatif memperkuat legitimasi aturan lokal dan keberlanjutan kualitas. Rekomendasi mencakup institusionalisasi model LPP di Pemkab, penguatan MPIG, standar verifikasi substantif, dan replikasi kebijakan IG komoditas lokal secara nasional.
RESPONSIVITAS PUBLIK: MENGINTEGRASIKAN INDIKASI GEOGRAFIS KOPI DAN MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL OSING DALAM TATA KELOLA BANYUWANGI Andhika Wahyudiono; Supranoto Supranoto; Edy Wahyudi; Panca Oktawirani; Wheny Khristianto
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/qbavxb80

Abstract

The coffee industry in Banyuwangi requires formal legal safeguards to protect its communal value; nevertheless, the incorporation of Osing local wisdom into Geographic Indications (GI) governance remains routinely overlooked, posing risks to the cultural and economic reputation of coffee producers. This study aims to examine the proactive responsiveness of local government, bureaucratic adaptation mechanisms, and the influence of GI certification on farmer reputation. The methodology outlines a descriptive qualitative approach conducted within primary coffee-producing centres, employing purposeful sampling, interpretative narrative analysis, and data triangulation to ensure research validity. The core theoretical basis comprises communal governance responsiveness, common property regimes, and policy integration models. Findings indicate that local authorities have acted pre-emptively in consolidating technical and cultural datasets into bureaucratic processes; these measures have contributed to a 300–400 per cent rise in coffee production and market value whilst reaffirming Osing customary norms as a central pillar of reputational preservation. The study concludes that GI frameworks have upheld communal ownership principles, strengthened bureaucratic responsiveness, and supported sustainable economic trajectories for farmer communities. Key recommendations propose institutional reinforcement of the MPIG, formalisation of customary standard operating procedures, and market promotion rooted in communal narrative strategies.
Pelatihan Arsiparis Perpustakaan SD Muhammadiyah Merauke: Penguatan Indeksasi, Digitalisasi, dan Sistem Temu Kembali Cepat Hanip, Rival; Wahyudiono , Andhika; Ruma Bay, Rudolfus; Hetharia , Eklofien; Yusri, Yusri
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v4i2.139

Abstract

Program pengabdian berupa pelatihan arsiparis perpustakaan di SD Muhammadiyah Merauke disusun sebagai respon terhadap rendahnya kompetensi pengelolaan arsip di sekolah dasar daerah. Metodologi menggunakan pendekatan mixed methods, mencakup survei awal, analisis kebutuhan, penyusunan modul, implementasi melalui lokakarya, pendampingan, dan evaluasi hasil melalui perbandingan nilai pretest dan posttest. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana nilai rata-rata peserta naik dari 52,4 menjadi 78,5, efektivitas indeksasi meningkat dari 40% menjadi 85%, serta rata-rata waktu pencarian arsip berkurang dari 5,2 menit menjadi 1,8 menit. Berdasarkan pembahasan, pelatihan berbasis partisipatif terbukti mengurangi resistensi terhadap teknologi, meski kendala infrastruktur masih ada, sehingga kesimpulannya pelatihan kontekstual ini efektif, berkelanjutan, dan layak direplikasi secara luas.
Optimalisasi Pemasaran Digital UMKM melalui Pemanfaatan Whatsapp Business dan Marketplace) Wahyudiono, Andhika
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i2.14

Abstract

Kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sangat beragam. Banyak pelaku usaha mengalami kesulitan dalam memahami cara penggunaan aplikasi dan platform digital secara efektif. Pengetahuan yang terbatas mengenai strategi pemasaran digital membuat mereka tidak mampu mengoptimalkan alat yang tersedia. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM dan membekali mereka dengan pengetahuan tentang pemasaran digital yang efektif. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait dan narasumber. Workshop mengadopsi metode ceramah dan praktik, diikuti dengan diskusi interaktif untuk menggali solusi permasalahan UMKM. Program pengabdian ini melibatkan 50 pelaku UMKM yang bergerak di sektor usaha kecil dan menengah di bidang kuliner dan kerajinan. Sebanyak 75 peserta mengikuti workshop yang diselenggarakan dengan metode ceramah, praktik langsung, serta diskusi interaktif.  Hasil pengabdian masyarakat melalui workshop menunjukan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dalam pemasaran digital. Pelaku UMKM menghadapi berbagai tantangan terkait literasi digital, yang menghambat kemampuan mereka untuk mengelola pemasaran secara efektif. Melalui ceramah dan sesi praktik, peserta diajarkan cara menggunakan whatsapp business dan marketplace untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar. Antusiasme peserta terlihat dalam diskusi interaktif, yang mencerminkan kebutuhan mereka untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan solusi atas masalah yang dihadapi. Kesimpulan pengabdian adalah pemasaran digital penting bagi perkembangan UMKM di era digital. Pelatihan ini meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri peserta. Keberlanjutan program mendukung pertumbuhan UMKM melalui pemanfaatan teknologi secara optimal.
Digitalisasi Layanan Aduan Pelanggan PDAM Banyuwangi Melalui Pendekatan Collaborative Governance Andhika Wahyudiono; Dimas Imaniar
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.1138

Abstract

Abstrak Sistem penanganan pengaduan manual di PDAM Banyuwangi menyebabkan lambatnya respons, rendahnya kepuasan pelanggan, dan kurangnya akuntabilitas layanan, yang menuntut pendekatan kolaboratif berbasis teknologi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang, menerapkan, dan mengevaluasi sistem pengaduan digital yang mengintegrasikan prinsip collaborative governance antara petugas PDAM, pelanggan, dan pemerintah daerah. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: pra-implementasi melalui observasi partisipatif dan diskusi kelompok terfokus dengan 15 staf serta 30 pelanggan, pengembangan dan pelatihan sistem berbasis web yang dirancang bersama pengguna, serta evaluasi campuran melalui survei kepuasan (n = 75) dan pengukuran waktu respons. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata waktu penyelesaian pengaduan menurun dari 4,8 hari menjadi 1,6 hari, dan indeks kepuasan pelanggan mencapai 78,2 dari skala 100, mengindikasikan peningkatan efisiensi dan persepsi keadilan. Selain itu, forum pemantauan bersama dan umpan balik rutin berhasil memperkuat kepercayaan dan transparansi antara perusahaan daerah dan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa perpaduan collaborative governance dengan digitalisasi layanan pengaduan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik secara terukur, meskipun keberlanjutannya memerlukan komitmen kelembagaan dan pemutakhiran sistem secara berkala.