Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peran Pola Asuh Demokratis dalam Memprediksi Kecerdasan Emosional pada Remaja Madya Dea Arleta Putri; Grin Rayi Prihandini
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh demokratis dalam memprediksi kecerdasan emosional pada remaja madya. Remaja madya merupakan individu yang berada pada rentang usia 13–17 tahun dan sedang mengalami berbagai perubahan dalam perkembangan, termasuk dalam aspek emosional dan pencarian identitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Responden dalam penelitian ini berjumlah 85 remaja madya berusia 13–17 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala kecerdasan emosional dan skala pola asuh demokratis. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui peran pola asuh demokratis dalam memprediksi kecerdasan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis berperan secara signifikan dalam memprediksi kecerdasan emosional pada remaja madya, dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 (p < 0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,780. Nilai R Square sebesar 0,096 menunjukkan bahwa pola asuh demokratis memberikan kontribusi sebesar 9,6% terhadap kecerdasan emosional, sedangkan 90,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa pola asuh demokratis berperan dalam memprediksi kecerdasan emosional pada remaja madya diterima.
PENGUATAN SELF-LEADERSHIP DAN LITERASI KESEHATAN PSIKOSEKSUAL PADA REMAJA SANTRI MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN Arbania Fitriani; Kamalia Kamalia; Grin Rayi Prihandini; Ida Saidah; Ety Nurhayati
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 7 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i7.3928

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan sehingga memerlukan dukungan pendidikan yang tepat untuk membantu remaja memahami perkembangan dirinya. Kurangnya pemahaman mengenai self-leadership dan kesehatan psikoseksual dapat menyebabkan remaja mengalami kesulitan dalam pengelolaan emosi, pengambilan keputusan, serta memahami perubahan yang terjadi pada masa pubertas. Dalam konteks pendidikan berbasis asrama seperti pesantren, kebutuhan akan edukasi yang terintegrasi antara penguatan karakter dan kesehatan reproduksi menjadi semakin penting. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan self-leadership serta pemahaman kesehatan psikoseksual pada remaja sebanyak 35 santri di Pesantren Inggris Assalam Bogor. Metode kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Tahap pelaksanaan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, pelatihan self-leadership, edukasi kesehatan psikoseksual, serta diskusi interaktif bersama peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran pre-test dan post-test untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait self-leadership dan kesehatan psikoseksual setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan rata-rata skor peserta dari 72,96 sebelum pelatihan menjadi 81,85 setelah pelatihan dengan hasil uji Wilcoxon yang menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,008). Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan serta peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mengelola emosi secara positif. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan yang baik dari pihak pesantren sebagai mitra kegiatan. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan self-leadership yang terintegrasi dengan edukasi kesehatan psikoseksual efektif dalam meningkatkan literasi psikososial remaja santri.
THE EFFECTIVENESS OF AFFIRMATION CARDS AND MUSIC AGAINST EMOTIONS, STRESS, AND ANXIETY IN EARLY ADULT INDIVIDUALS Sitti Rahmah Marsidi; Grin Rayi Prihandini; Jatayu Hadi Prakoso
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v6i2.977

Abstract

The study aims to determine the influence or effectiveness of affirmation cards and music on the emotions, stress, and anxiety of early adult individuals, as a curative action to support psychological well-being, mental health, and quality of life of individuals. This study uses experimental quantitative research methods. The research design is a mixed factorial repeated-measure design. The participants consisted of 9 people, but 1 person resigned. The research began with a pretest measurement of participants' emotions, stress, and anxiety. After being given treatment, namely the provision of affirmation cards and music, which was carried out for a week, a posttest was also carried out. A week later, the measurement was carried out again without any previous treatment (follow-up). The participant group was divided into 3 groups, namely morning, noon, and night groups, with 3 participants each. The results showed no significant changes from the combined stress, anxiety, and emotions after being given music and affirmation cards, and there were no significant differences in reductions in stress, anxiety, and emotions between the morning, noon, and night groups. In addition, giving music and affirmation cards did not show a significant impact on lowering stress, anxiety, and overall negative emotions. Nevertheless, there was a significant decrease in stress and anxiety after being given music and affirmation cards; As for emotions, it is insignificant, even if there is a direction.
Hubungan Emotional Intelligence dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) pada Pekerja Generasi Z di Indonesia Siti Zahroo Rihhadatul Aisy; Aisyah Ratnaningtyas; Grin Rayi Prihandini; Hellya Agustina
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.250

Abstract

Masuknya Generasi Z ke dunia kerja kerap memunculkan kesenjangan antara ekspektasi lingkungan kerja yang fleksibel dengan realitas tuntutan efisiensi yang tinggi. Kondisi ini menuntut pengelolaan emosi yang baik guna mendorong kesediaan menampilkan perilaku kerja sukarela di luar peran formal atau Organizational Citizenship Behaviour (OCB). Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara emotional intelligence dengan OCB pada pekerja Generasi Z di Indonesia. Menggunakan desain kuantitatif korelasional melalui teknik purposive sampling, penelitian melibatkan 100 pekerja Generasi Z berusia 18–28 tahun dengan masa kerja minimal satu tahun. Instrumen ukur berupa skala psikologis dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,900 untuk emotional intelligence dan 0,794 untuk OCB. Uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,730 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kedua variabel dengan kategori sedang secara keseluruhan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional pekerja Generasi Z, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk terlibat dalam perilaku kerja ekstra peran demi mendukung efektivitas organisasi. 
Pengaruh Regulasi Emosi Terhadap Burnout Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang sedang Mengerjakan Skripsi Khoirunnisa Khoirunnisa; Grin Rayi Prihandini
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.252

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi rentan mengalami burnout akademik akibat tuntutan penyelesaian tugas akhir yang tinggi dan berkepanjangan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menekan risiko burnout akademik ialah kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresional. Sampel penelitian berjumlah 125 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling jenis convenience sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout akademik dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,613 dan signifikansi < 0,001. Nilai R Square sebesar 0,217 menunjukkan bahwa regulasi emosi mampu memprediksi burnout akademik sebesar 21,7%, sedangkan 78,3% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, H1 yang menyatakan terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi dinyatakan diterima. Artinya, semakin tinggi regulasi emosi yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah burnout akademik yang dialami, dan sebaliknya.
Peran Kontrol Diri dalam Memprediksi Kecenderungan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Madya Wanda Hamidah; Grin Rayi Prihandini
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.261

Abstract

Remaja madya merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh meningkatnya dorongan seksual, rasa ingin tahu, ketertarikan terhadap hubungan romantis, serta kecenderungan mencoba pengalaman baru. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual pranikah, terutama ketika kemampuan pengendalian diri belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kontrol diri dalam memprediksi kecenderungan perilaku seksual pranikah pada remaja madya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental korelasional. Partisipan berjumlah 115 remaja madya berusia 15–18 tahun, berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan, serta sedang atau pernah menjalani hubungan pacaran. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Perilaku seksual pranikah diukur menggunakan skala berdasarkan teori Sarwono (2020) yang terdiri atas 19 item valid dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,936. Kontrol diri diukur menggunakan skala berdasarkan teori Averill (1973) yang terdiri atas 23 item valid dengan reliabilitas sebesar 0,956. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri berperan negatif dan signifikan dalam memprediksi kecenderungan perilaku seksual pranikah (B = -0,631; p < 0,001) dengan nilai R² sebesar 0,752. Artinya, kontrol diri menjelaskan 75,2% variasi kecenderungan perilaku seksual pranikah. Mayoritas responden memiliki kontrol diri tinggi (55,7%) dan kecenderungan perilaku seksual pranikah rendah (52,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri, semakin rendah kecenderungan perilaku seksual pranikah pada remaja madya.
Perbedaan Motivasi Belajar pada Siswa SMA Swasta dan SMA Negeri Kecamatan Bekasi Utara Mougli Ananda Prayitno; Siti Masitoh; Grin Rayi Prihandini
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.266

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan pencapaian tujuan akademik. Perbedaan karakteristik antara SMA Negeri dan SMA Swasta, seperti sistem pengelolaan, mekanisme penerimaan peserta didik, serta lingkungan pembelajaran, berpotensi berkaitan dengan kualitas motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan amotivasi pada siswa kelas XI SMA Negeri dan SMA Swasta di Kecamatan Bekasi Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Responden berjumlah 100 siswa, terdiri atas 50 siswa SMA Negeri dan 50 siswa SMA Swasta, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran motivasi belajar menggunakan instrumen Academic Motivation Scale (AMS) yang berlandaskan pada Self-Determination Theory. Instrumen akhir terdiri atas 28 item yang mencakup 11 item motivasi intrinsik, 14 item motivasi ekstrinsik, dan 3 item amotivasi, dengan nilai Cronbach’s Alpha masing-masing sebesar 0,942; 0,954; dan 0,829. Karena data tidak sepenuhnya memenuhi asumsi normalitas, analisis perbedaan dilakukan menggunakan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada motivasi intrinsik (U = 597,500; p < 0,001), dengan siswa SMA Swasta memiliki motivasi intrinsik lebih tinggi. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan signifikan pada motivasi ekstrinsik (p = 0,082) maupun amotivasi (p = 0,196). Dengan demikian, perbedaan motivasi belajar antara kedua jenis sekolah hanya ditemukan pada dimensi intrinsik. 
The Relationship Between Hedonic Lifestyle and Online Debt Behavior Among University Students in Indonesia Najwa Zahra; Marhisar Simatupang; Aisyah Ratnaningtyas; Grin Rayi Prihandini
Outline Journal of Education Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/0v55vj15

Abstract

A hedonic lifestyle among university students can drive individuals to prioritize pleasure, personal satisfaction, and the fulfillment of various desires. When expenditure exceeds one's financial capacity, students may turn to online lending services as an alternative source of financing. This condition indicates a link between hedonic lifestyle and online debt behavior. This study aims to examine the relationship between hedonic lifestyle and online debt behavior among university students in Indonesia. The research method used was quantitative with a correlational design. The sampling technique employed non-probability sampling of the purposive sampling type, with a total sample of 160 Indonesian university students who met the research criteria. The measurement instruments consisted of a hedonic lifestyle scale (Cronbach's Alpha reliability of 0.829, 19 valid items) and an online debt behavior scale (Cronbach's Alpha reliability of 0.898, 21 valid items). Data were analyzed using Spearman's Rank correlation test. The results showed a significance value of p = 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of r = 0.603, indicating that H0 was rejected and H1 was accepted. These results show a positive and significant relationship between hedonic lifestyle and online debt behavior among university students in Indonesia: the higher the students' hedonic lifestyle, the higher their online debt behavior, and vice versa.