Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Ruang

EVALUASI KINERJA JALAN LALOVE SEBAGAI ALTERNATIF MENGURAI KEPADATAN LALU LINTAS DI JALAN I GUSTI NGURAH RAI Amylia, Amanda Verina; Sarifuddin; Patunrangi, Jurair; Irfandi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 17 No 1 (2023): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v17i1 Maret.17

Abstract

Transportasi merupakan aspek penting yang menunjang pergerakan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari hari. Terutama di Kota Palu pasca gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pemerintah membuat Jembatan Palu V (lalove) untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalan I gusti ngurah rai maka dalam penelitian ini memuat analisis kinerja jalan lalove yang terhubung langsung dengan Jembatan Palu V. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis sumber data primer dan sekunder serta observasi lapangan dan studi dokumen. Berdasarkan penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kapasitas jalan lalove belum terlalu padat sehingga masih memiliki daya tampung yang cukup. Apabila dilihat dari derajat kejenuhan, Jalan lalove termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayanan C yaitu arus stabil yang menyebabkan kelas hambatan samping jalan Lalove terletak pada notasi L yaitu kelas rendah. Sehingga kondisi jalan dalam keadaan baik. Berdasarkan fungsinya dan status jalannya, kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas di jalan lalove masih masuk ke dalam ketentuan yang telah ditetapkan. Dari segi pegunaan lahan, Trip rate dari permukiman adalah 0.0082 smp/jam/m2 dengan volume pergerakan guna lahan 1.375,14 smp/jam. Diketahui, kapasitas dasar jalan lalove 2.900 smp/jam. Sehingga, aktifitas volume pergerakan guna lahan yang dihasilkan masih dapat di tampung oleh jalan lalove serta berdasarkan hasil perhitungan kapasitas jalan dan jumlah arus lalu lintas, Jalan lalove mampu menjadi alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi pada ruas jalan I Gusti Ngurah Rai
PENGARUH NILAI LAHAN TERHADAP HARGA LAHAN PADA KORIDOR JALAN I GUSTI NGURAH RAI KOTA PALU Sarifuddin; Pratama, Agung; Irfandi; Arafat, Yasir
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 16 No 2 (2022): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v16i2 September.29

Abstract

Nilai lahan adalah suatu penilaian lahan didasarkan pada kemampuan secara ekonomis dalam hubungannya dengan produktivitas dan strategi ekonominya. Jalan I Gusti Ngurah Rai masuk dalam jalam local primer dan menjadi jalur pemhubung antara kecamatan Tatanga dan kecamatan Palu Selatan dimana dikoridor jalan tersebut didominasi oleh perdanganag jasa sehinggah serta lokasinya yang strategis seperti dekat dengan pusat kota,permukiman dan perdanganng sehinga berpengaruh terhadap harga lahan yang ada pada koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai. Mengetahui pengaruh nilai lahan terhadap harga lahan pada koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kuantitatif. Dengan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis korelasi dan analisis regresi berganda.Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimanan pergaruh nilai lahan terhadap harga lahan pada koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa harga lahan di koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai berkisaran antara Rp 500.000,00 – Rp 3.500.000,00 per meter jauh di atas harga NJOP yang berkisar antara Rp. 285.000,00 – Rp 394.000,00 per meter. Perubahan harga lahan dipengaruhi oleh 3 faktor yakni lokasi strategis, pemanfaatan lahan dan ketersediaan fasilitas. Hasil analisis korekasi kofisien korelasi R 0,801ᵃ hal ini menunjukkan bahwa variabel lokasi strategis (X1), pemanfaatan lahan (X2) dan ketersediaan fasilitas (X3), harga lahan (Y) memiliki pengaruh sangat kuat.Hasil analisis regresi berganda diperoleh hasil uji nilai signifikan dimiliki Lokasi Strategis (X1),Pemanfaatan Lahan (X2) dan ketersedian Fasilitas (X3) dengan nilai lebih kecil dari pada 0,05 yaitu 0,002, 0,005 dan 0,003 Sedangkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel yakni yaitu Lokasi Strategis (X1) 1.321, Pemanfaatan Lahan (X2) -0,633 dan ketersedian Fasilitas (X3) 2.687. Kesimpulan dari hasil ini menunjukan bahwa variabel yang memiliki hubungan dan pengaruh yang sangat signifikan adalah ketersediaan fasilitas memiliki X3 yang ada pada koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota Palu sebesar 82% dibandingkan dengan X1 dan X2.diperoleh bahwa nilai lahan memiliki pengaruh terhadap harga lahan yang ada pada koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota kota palu dengan kategori sangat kuat
KAJIAN PENERAPAN TATA RUANG TERBUKA HIJAU PADA LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KOTA PALU Kelo, Jusnan; Sarifuddin; Luthfiah; Herniwati, Andi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 13 No 1 Maret (2019): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v13i1 Maret.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hakekat fungsi dan peranan ruang terbuka hijau (RTH) dalam kaitannya dengan lingkungan permukiman kota, serta untuk memperoleh gambaran tentang kondisi tata ruang terbuka yang ada (existing condition)dan pengaruhnya terhadap lingkungan permukiman di kota Palu, yang selanjutnya untuk dijadikan bahan pertimbangan/ masukkan dalam mengemukakan penerapan tata ruang terbuka pada suatu lingkungan permukiman yang sesuai dengan kondisi fisik kota Palu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat, antara lain (i) sebagai usulan koreksional tata ruang terbuka hijau (RTH) yang ada yang dapat berfungsi secara optimal dan utamanya dapat meningkatkan nilai dan kualitas lingkungan permukiman kota, (ii) sebagai masukan bagi berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan Rancang – bangun perumahan & permukiman kota agar aspek tata ruang terbuka hijau tetap menjadi pertimbangan utama dan selayaknya terpadu, dalam arti tidak terpisahkan dengan pembangunan fasilitas fisik kota lainnya, demi tercapainya “pembangunan berwawasan lingkungan”, dan (iii) sebagai pedoman atau komparasi dalam kajian ilmu arsitektur dan lingkungan yang tentunya dapat dikembangkan dalam penelitian-penelitian lanjutan yang sejenis. Penelitian ini menggunakan metode “eksplorasi deskriptif”, yaitu mangamati (survey) dan menguraikan masalah-masalah serta faktor-faktor yang ada. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, akibat laju pertumbuhan penduduk Kota Palu yang cukup pesat, ditambah lagi dengan adanya kecenderungan warga kota untuk mendekati area pusat kota, maka timbul gejala bahwa makin ke pusat kota, pemanfatan lahan untuk pembangunan struktur kota semakin menuju maksimal. Sebaliknya semakin menuju minimal bagi peruntukkan ruang terbuka hijau. Berdasarkan kondisi tersebut maka untuk menjaga keseimbangan lingkungan mutlak diperlukan adanya pengendalian pertumbuhan dan perkembangan fisik kota , terutama di wilayah pusat kota, sehingga ada keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara area terbangun dan ruang terbuka hijau. Kedua, sistem tata hijau pada wilayah kota perlu dikembangkan secara terpadu dan menyeluruh, baik kualitas maupun kuantitasnya, karena hal ini merupakan faktor dominan dalam rangkaian tata ruang terbuka. Ketiga, dalam penataan sistem sirkulasi pada ruang terbuka dapat menjamin kelancaran dan keamanan bagi jalur pejalan kaki dan kendaraan yang besarannya disesuaikan dengan berdasarkan dimensi pergerakan manusia dan kendaraan. Keempat, berdasarkan kondisi geografis dan topografis kota Palu, maka dalam penerapan sistem pembatasan (tata ruang dan konstruksi pada ruang terbuka), selain melakukan penyesuaian juga masih perlu tindakan pembentukkan dan pematangan lahan sehingga tatanan ruang terbuka yang dinginkan dapat tercapai
Distribusi Fasilitas Persampahan Pada Kawasan Perumahan Silae Di Kelurahan Silae Mariela Kaloan; Deltri Dikwardi Eisenring; Sarifuddin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 17 No 2 (2023): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v17i2 September.162

Abstract

Kelurahan silae merupakan kelurahan yang tergolong kelurahan yang sadar akan kebersihan, namun kondisi eksisting pada Kelurahan Silae terutama pada distribusi fasilitas persampahannya khususnya untuk sistem pengelolaan sampahnya masih kurang baik. Walaupun sistem pembuangan sampahnya di atur dan dijadwal tiap minggunya berdasarkan urutan RW di Kelurahan Silae, hal ini tidak berjalan dengan baik dikarenakan jumlah volume sampah yang dapat tertampung pada kontainer TPS makin meningkat tiap harinya dan penyediaan kontainer TPS dikelurahan Silae untuk umum hanya ada 1 unit saja dan hanya digunakan khusus oleh pegawai PLN Silae. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang memperoleh data langsung saat observasi langsung maupun saat survei ke lapangan, data yang digunakan untuk mencari data dari hasil wawancara yang peroleh melalui instansi kelurahan Silae, dan masyarakat Silae. Hasil dari penelitian menghasilkan Distribusi pesampahan yang di lakukan dengan melakukan pengangkutan dan pengelolaan di tiap minggunya di Kelurahan Silae. Sehingga sampah yang ada telah di angkut kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang di proses melalui TPS3R yang tersedia di Kelurahan Silae, sampah yang masih produktif seperti sampah plastik akan di daur ulang kembali dan sisanya akan dibuang di TPA Kawatuna.