Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Temperatur Austenit dengan Holding Time 2 Jam Terhadap Kekerasan dan Ketangguhan Baja ST 42 Nitha; Yafet Bontong; Petrus Sampelawang; Lantana Dioren Rumpa; Nofrianto Pasae; Fikran
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol. 7 No. 2 (2024): Journal of Electrical and System Control Engineering
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jesce.v7i2.11332

Abstract

Steel is an alloy metal with iron as the basic element and carbon as the main alloying element. The carbon content in steel ranges from 0.2% to 2.1% by weight according to the grade. The function of carbon in steel is as a hardening element. This research aims to determine the effect of austenite temperature with a holding time of 2 hours on the hardness and toughness of ST 42 steel. The material for this research is ST 42 steel. This research was carried out experimentally using the Vickers method and impact method, with temperature variations of 950℃, 960℃, 970℃, 980℃. From the results of the hardness research, it can be concluded that the higher the austenite temperature variation with a holding time of 2 hours, the higher the hardness value in ST 42 steel, where the highest value at a temperature of 980℃ is 204.8 kg/mm2, and the lowest is in a normal specimen with a value of 186.6 kg/mm2, and from the toughness research results it can be concluded that the higher the austenite temperature variation with a holding time of 2 hours, the lower the toughness value of ST 42 steel, where the highest value at an austenite temperature of 960°C is 2,023 Joules/mm2 and the lowest in normal specimens it is 0.866 Joules/mm2.
PERILAKU MEKANIS BAJA KARBON AKIBAT PACK CARBURIZING DENGAN MEDIA ARANG TULANG KERBAU Yafet Bontong; Nitha; Mius Barto Belopadang
Jurnal Dynamic Saint Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v7i1.2391

Abstract

Arang Tulang Kerbau merupakan salah satu energizer yang dapat digunakan pada proses carburizing khususnya pada karburasi padat. Mengingat ketersediaan tulang kerbau terlebih di daerah Toraja dari rumah potong hewan dan dari pesta pemakaman masyarakat Toraja. Hal ini sangat menunjang pemanfaataan tulang kerbau dalam penelitian pack carburizing ini. Arang tulang kerbau yang digunakan dengan ukuran arang mesh 20 dan 30 dengan persentase volume arang dan Barium Carbonat 60%ATK+40%BaCO3, 70%ATK+30%BaCO3, 80%ATK+20%BaCO3 yang dipanaskan dalam tungku pada suhu 8500C dan 9500C digunakan untuk sumber karbon pada baja karbon rendah untuk mengetahui pengaruhnya proses karburasi padat terhadap kekerasan baja karbon rendah tersebut. Penelitian kekerasan untuk bahan normal atau tanpa perlakuan untuk baja karbon rendah 92,7 Kg/mm2 dan setelah mengalami proses karburasi padat diperoleh kekerasan tertinggi pada baja karbon rendah pada mesh 20 dan temperatur pemanasan 8500C dengan persentase arang tulang kerbau 80%ATK+20%BaCO3 yakni 318,749 kg/mm2. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa proses karburasi padat dengan media arang tulang kerbau meningkatkan nilai kekerasan baja karbon rendah.
Analisa Keausan Mata Pahat HSS pada Proses Pembubutan Kering dengan Variasi Gerak Makan dan Putaran Spindel Johan, Chendri; Allo, Angga Linggi; Bontong, Yafet; Bethony, Frans Robert
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v7i2p66-71

Abstract

Keausan pahat merupakan peristiwa terlepasnya material atau atom dari permukaan material akibat deformasi plastis dan gaya mekanik. Keausan pada pahat potong akan menyababkan perubahan bentuk benda kerja sehingga akan mengakibatkan geometri dan kualitas permukaan material akan mengalami penurunan.Proses pemesinan bubut merupakan proses pemesinan yang menggunakan pahat bermata tunggal (single point cutting tools). Perbedaan parameter potong merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat laju keausan mata pahat. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya keausan pahat yaitu putaran spindel, gerak makan, kedalaman potong. Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana pengaruh gerak makan dan putaran spindel terhadap keausan pahat serta bagaimana hubungan antara gerak makan dan putaran spindel terhadap keausan pahat pada proses bubut konvensional. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yang bertujuan agar penelitian tersebut dapat berjalan baik dan lancar dimulai dari tahap persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis hasil penelitian. Pada penelitian ini merupakan eksperimen yang membandingkan tingkat keausan mata pahat HSS ½ x 4 inch. Material yang digunakan adalah baja ST 42 dengan Panjang spesimen 300 mm dan diameter 25 mm dan di bubut dengan Panjang 250 mm dengan menggunakan variasi gerak makan 0,6, 0,7, 0,8 mm/put dan putaran spindel 400 rpm, 500 rpm, 600 rpm. Kemudian di timbang menggunakan timbangan digital.
Korelasi Media Pendingin pada Pengelasan SMAW Terhadap Kekerasan Material ST 37 Post Preheating Nitha, Nitha; Sangkung, Jhensen; Fikran, Fikran; Pasae, Nofrianto; Bontong, Yafet; Sampelawang, Petrus
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.18004

Abstract

Abstrak Pengelasan adalah suatu proses penyambungan dua material atau lebih, berupa logam, dengan menggunakan energi panas sampai material yang akan disambung tersebut meleleh (malted) kemudian berpadu (fused), dengan memberikan tekanan atau tidak, serta dengan memberikan bahan tambah (consumable). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pendingin udara, air, oli SAE 20, oli SAE 30, terhadap kekerasan baja ST 37 post preheating, dan untuk mengetahui besar korelasi pengaruh media pendingin udara, air, oli SAE 20, oli SAE 30 terhadap kekerasan baja ST 37 post preheating. Pengujian ini menggunakan metode eksperimen yaitu memberikan perlakuan panas (heat treaatmen) pada material baja ST 37 dengan temperatur pemanasan sebesar 200ºC, dengan holding time 15 menit. Dimana spesimen uji akan dilakukan proses penyambungan menggunakan proses pengelasan tipe SMAW menggunakan elektroda E6013 diameter 3,2 mm dengan arus 120 A menggunakan kampuh V. Setelah itu, proses pendingin dilakukan dengan memvariasikan media pendingin berupa udara, air, oli SAE 20, dan oli SAE 30 yang akan diuji. Selanjutnya pengujian dilakukan dengan menggunakan pengujian kekerasan metode Rockwell. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa, media pendingin berpengaruh terhadap kekerasan baja ST 37 post preheating dimana nilai kekerasan terendah pada media pendingin udara dengan nilai kekerasan 107,3 kg/mm² dan nilai kekerasan tertinggi pada media pendingin oli SAE 30 dengan nilai kekerasan 108,1 kg/mm². Dan diperoleh juga bahwa media pendingin berkorelasi positif terhadap nilai kekerasan baja ST 37 post preheating dimana besar korelasi yang terjadi sebesar 99,76 % yang berarti media pendingin sangat mempengaruhi nilai kekerasan material post preheating pada proses pengelasan SMAW. Kata Kunci : Kekerasan, Korelasi Positif, Media Pendingin, Pengelasan SMAW, Material ST 37, Temperatur Preheating
Analisis Permukaan Baja ST 42 dalam Pengaruh Variasi Kecepatan Spindel dan Kedalaman Pemotongan pada Kekasaran Hasil Teknologi Pemesinan Chendri Johan; Alfendi Ranteallo; Yafet Bontong; Sallolo Suluh; Pineng, Martina
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2025): Journal of Electrical and System Control Engineering
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jesce.v8i2.13159

Abstract

Surface roughness is an important aspect in machining that affects the appearance and function of the product. This study examines the effect of spindle speed and depth of cut on the surface roughness of ST 42 steel using HSS tools. Workpieces with a length of 300 mm and a diameter of 25 mm were processed with variations in spindle speed of 250, 350, and 450 rpm and depths of cut of 0.6, 0.7, and 0.8 mm. Roughness measurements were carried out using a surface tester. The results showed that at 250 rpm, the surface roughness was 0.0554 μm, at 350 rpm, 0.0517 μm, and at 450 rpm, 0.0416 μm. For the depth of cut, the roughness values were 0.0509 μm (0.6 mm), 0.0523 μm (0.7 mm), and 0.0542 μm (0.8 mm), respectively. The conclusion shows that increasing spindle speed reduces surface roughness, while depth of cut has a less significant effect.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN DI LEMBANG RANTE, KECAMATAN NANGGALA, KABUPATEN TORAJA UTARA Nitha, Nitha; Fikran, Fikran; Bontong, Yafet; Sampelawang, Petrus; Tarru, Reni Oktaviani; Tarru, Harni Eirene; Pasae, Nofrianto; Banne, Jendri; Ling, Heng Li; Mutia, Surianti; Issan, Dayu Octavian; Manga, Angelin D. R.; Payung, Wiwin Suriani; Tandiallo, Kejora; Sumule, Olivia; Kallang, Mince; Tallega, Uci; Limbong, Sulestri Tiku; Pala’biran, Kelvin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49138

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Lembang Rante, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, dengan berorientasi pada pertanian organik salah satunya yakni pemanfaatan kotoran hewan dalam hal ini kotoran kerbau menjadi salah satu bahan dasar dari pembuatan pupuk organik yang nantinya akan menjadi sampel edukasi bagi masyarakat di daerah tersebut. Adapun kegiatan ini meliputi proses produksi pupuk organik, mulai dari pengumpulan bahan baku organik seperti kohe (kotoran hewan), sekam, dan dan berbagai jenis limbah organic yang ada disekitar. Hal ini memberi edukasi kepada masyarakat khususnya petani lokal untuk mempelajari teknik pencampuran yang benar dan prosedur pengolahan yang baik untuk menghasilkan serta memanfaatkan pupuk organik dan fermentasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, mendukung pertumbuhan alami tanaman dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Selain manfaat tersebut, usaha produksi pupuk organik juga membantu mengurangi sampah organik yang dihasilkan, menjaga keseimbangan ekosistem pertanian serta mendorong kemajuan di bidang pertanian. Peningkatan produksi di bidang pertanian akan menunjang peningkatan sumber pendapatan dengan efesiensi biaya yang lebih besar (±30%) yang nantinya akan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di terkhusus di Lembang Rante.
Efisiensi Turbin Air Gorlov Empat Sudu Helical dengan Variasi Pitch Angle Nitha, Nitha; Pasa, Nofrianto; Fikran, Fikran; Bontong, Yafet; Sampelawang, Petrus
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.15325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur torsi, daya, dan efisiensi maksimum dari prototipe turbin air Gorlov 4 (empat) sudu helical dengan variasi pitch angle (sudut kemiringan) dan twist angle (sudut puntir) 60 derajat. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini untuk menguji kinerja prototipe turbin air dengan variasi pitch angle (sudut kemiringan) untuk mengukur torsi, daya, dan efisiensi mekanis. Selanjutnya, data diambil dengan tachometer, alat ukur putaran. Pengujian turbin air Helical Gorlov dengan variasi pitch angle 30 °, 45 °, dan 60 ° menghasilkan torsi maksimum sebesar 3,88Nm pada beban 11 kg, daya maksimum sebesar 19,1 Watt dengan putaran 93,9 rpm, dan efisiensi maksimum sebesar 7,24% dengan putaran 93,9 rpm.
Eksperimen Pengaruh Kecepatan Aliran Fluida Terhadap Karakteristik Perpindahan Panas pada Pelat Besi Nitha, Nitha; Fatra Tallulembang; Sampelawang, Petrus; Bontong, Yafet
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21009

Abstract

Perpindahan panas dapat didefinisikan sebagai perpindahan energi dari satu daerah ke daerah lainnya karena akibat dari perbedaan suhu antara daerah-daerah tersebut dari temperatur fluida yang lebih tinggi ke fluida lain yang memiliki temperatur lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koefisien perpindahan panas konveksi (h) dan jumlah kalor konveksi (qkonv) akibat perubahan aliran fluida 2 m/s, 3 m/s, 4 m/s. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dimana dilakukan pengujian di dalam saluran udara segi empat yang berdimensi panjang 2200 mm, lebar 0 mm, tinggi 220 mm, dalam pengujian ini spesimen uji yang digunakan adalah plat besi SS400 dengan dimensi panjang 240 mm, lebar 190 mm dan tebal 10 mm. Parameter yang divariasikan dalam pengujian ini yaitu aliran fluida 2 m/s, 3 m/s, 4 m/s Dari hasil penelitian diperoleh koefisien perpindahan panas konveksi (h) sebesar 15,66 W/m2.℃ terjadi pada kecepatan aliran fluida 4 m/s dan jumlah kalor konveksi optimum q konv sebesar 55,29 Watt.
Low-carbon steel fatigue behavior after pack carburizing with buffalo bone charcoal and barium carbonate media Bontong, Yafet; Rante, Milka; Nitha, Nitha
Jurnal Polimesin Vol 22, No 2 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i2.4596

Abstract

The pack carburizing method is a technique that can be employed to enhance the surface hardness of Low-Carbon Steel (LCS). This method can potentially improve the hardness of the material while maintaining its strength. This study aims to investigate how different carburizing media, specifically varying percentages of Buffalo Bone Charcoal (BBC) powder as a carbon source, impact the mechanical properties of LCS. The temperature in the carburizing process ranges from 850°C and 950°C while maintaining a holding time of 2 hours. The carbon derived from buffalo bone charcoal is finely ground and mixed with barium carbonate (BaCO3) as the energizer during this process. This study used different ratios of BBC powder and BaCO3 as carburizing mediums. The ratios tested were 60% BBC + 40% BaCO3, 70% BBC + 30% BaCO3, and 80% BBC + 20% BaCO3, based on the weight of the BBC powder used in the carburizing process. The steel will be combined with BaCO3 and powdered BBC for this research. Next, the fatigue test was examined. BBC in the pack carburizing process increases LCS carbon content by 0.735% from 0.268%. This change alters the steel's microstructure, possibly increasing its hardness and wear resistance. The direct link between BBC concentration and LCS carbon enrichment shows the process's efficiency. Pack carburizing also improves LCS fatigue strength. This improvement is due to higher BBC concentration, smaller carburizing medium particles, and higher processing temperatures. After carburizing, the LCS can resist 36,625 to 61,435 cycles.
PEMBUATAN BRIKET DARI ARANG SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI LEMBANG SA’DAN BALLOPASANGE’ Pasae, Nofrianto; Bontong, Yafet; Sampelawang, Petrus; Nitha, Nitha; Fikran, Fikran; Rante, Milka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.25856

Abstract

Lembang Ballopasange’ , Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara merupakan salah satu desa yang perekonomiannya bertumpu pada sektor pertanian. Hampir seluruh masyarakat di Lembang Ballopasange’ berprofesi sebagai petani. Namun, ada satu permasalahan yang perlu diselesaikan yaitu limbah pertanian seperti sekam padi belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Limbah sekam padi selama ini dibuang dan dibakar begitu saja tanpa ada pemanfaatan, hal tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Sekam padi ini sebenarnya dapat dimanfaatkan, untuk pembuatan briket, tetapi minimnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pengolahan limbah sekam padi menjadi briket. Proses pembuatan briket tidak memerlukan teknologi tinggi dan biaya murah. Pelatihan pembuatan briket arang ini sangat berguna untuk dilakukan yang bertujuan agar masyarakat di wilayah tersebut mampu memanfaatkan limbah sekam padi menjadi suatu produk teknologi tepat guna secara berkesinambungan yaitu briket arang yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar pengganti BBM, dan juga meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan. Adapun kegiatan ini diantaranya yaitu (1) sosialisasi pemanfaatan sekam padi menjadi briket arang; (2) pelatihan cara pembuatan cerobong untuk membakar sekam padi; (3) pengolahan sekam padi menjadi arang; (4) pembuatan briket arang; (5) penerapan penggunaan briket sebagai bahan bakar. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun, serta mendapat sambutan yang baik dari warga desa setempat yang dilihat dari kehadiran dan keterlibatan dalam kegiatan, serta berhasil dalam memberikan ketrampilan khusus bagi para warga setempat terutama para petani yang terlibat langsung dalam pembuatan briket.