Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Sifat Ketangguhan Baja ST 42 Pasca Post Welding Heat Treatment dengan Media Pendingin Minyak Kelapa pada Variasi Holding Time Nitha, Nitha; Tandiara, Anis; Fikran, Fikran; Bontong, Yafet; Pasae, Nofrianto; Sampelawang, Petrus
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.55185

Abstract

Post-Weld Heat Treatment (PWHT) is applied in heat treatment processes, holding time, heating temperature, and cooling rate are very important factors. PWHT is also intended to relieve residual stresses (stress relieving). Therefore, this study aims to determine the effect of holding time with coconut oil as the cooling medium in PWHT on the toughness of ST 42 steel. The research method employed was an experimental method using a heat treatment temperature of 590°C, holding times of 1, 2, 3, 4, and 5 hours, and coconut oil as the cooling medium, after SMAW welding at a current of 120 A, using an E6013 electrode, flat welding position, and V-groove joint. Subsequently, toughness testing was carried out using the Charpy impact method. The steel material used in this study was ST 42. The results showed that holding time affected the toughness of PWHT-treated steel, where the lowest toughness value was 0.84 J/mm² at a holding time of 5 hours, and the highest toughness value was obtained at a holding time of 1 hour, with a toughness value of 1.366 J/mm². This proves that a longer holding time in the furnace leads to a decrease in the toughness of ST 42 steel subjected to PWHT at a temperature of 590°C.
POMPA SPIRAL SEBAGAI ALAT ALTERNATIF IRIGASI PERSAWAHAN DI LEMBANG RANDANAN KABUPATEN TANA TORAJA Nitha Nitha; Nofrianto Pasae; Fikran Fikran; Suri Toding Lembang; Reni Oktaviani Taru; Harni Eirene Tarru; Yafet Bontong; Petrus Sampelawang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42294

Abstract

Lembang Randanan, kecamatan Mengkendek, kabupaten Tana Toraja merupakan daerah dengan kondisi geografis yang dominan berbukit, yang mana lahan pertanian terutam sawah merupakan sawah tadah hujan. Hal ini berdampak pada produksi padi yang minim karean hanya dapat digarap pada musim penghujan. Sehingga hal ini menjadi latar belakang untuk membuat alat yang dapat membantu petani mengairi sawah dengan mensuplai air dari sumber air yang terletak lebih rendah dari sawah, dalam hal ini adalah pompa spiral. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan ilmu, pengetahuan, dan teknologi embuatan pompa spiral yang sederhana dan efisien sebagai irigasi persawahan yang murah dan ramah lingkungan. Pembuatan pompa spiral untuk alat irigasi yang ramah lingkungan dan tanpa bahan bakar minyak sangat membantu para petani yang kekurangan air untuk lahan persawahan di lembang Randanan, kecamatan Mengkendek, kabupaten Tana Toraja. Materi tentang pembuatan dan penerapan diberikan yang disertai praktek langsung oleh TIM pelaksana PKM dan kemudian tanya-jawab antara pemateri dan masyarakat. Hasil diskusi dan tanya-jawab sebagai berikut: Para petani memberikan respon yang sangat positif mengenai pembuatan pompa spiral sebagai irigasi persawahan. Untuk itu perlu kesepakatan antara pihak Universitas Kristen Indonesia Toraja (Fakultas Teknik) dengan pihak pemerintahan desa menindak-lanjuti program bina desa dari UKI Toraja. Setelah selesai acara diskusi dan tanya-jawab dilanjutkan dengan praktek pemasangan pompa spiral dilakukan di salah satu pekarangan warga yang sebelumnya telah dibuat di Laboratorium Prodi Teknik Mesin UKI Toraja, yang kemudian akan diaplikasikan di dua lokasi yang berbeda di lembang Randanan. Dari kegiatan tersebut diperoleh bahwa pompa spiral dapat mensuplay air dari sumber air dalam hal ini sungai dengan ketinggian hingga 10 m. Hal ini dapat membantu masyarakat di sekitar aliran sungai untuk ketersediaan air.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN DI LEMBANG RANTE, KECAMATAN NANGGALA, KABUPATEN TORAJA UTARA Nitha Nitha; Fikran Fikran; Yafet Bontong; Petrus Sampelawang; Reni Oktaviani Tarru; Harni Eirene Tarru; Nofrianto Pasae; Jendri Banne; Heng Li Ling; Surianti Mutia; Dayu Octavian Issan; Angelin D. R. Manga; Wiwin Suriani Payung; Kejora Tandiallo; Olivia Sumule; Mince Kallang; Uci Tallega; Sulestri Tiku Limbong; Kelvin Pala’biran
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49138

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Lembang Rante, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, dengan berorientasi pada pertanian organik salah satunya yakni pemanfaatan kotoran hewan dalam hal ini kotoran kerbau menjadi salah satu bahan dasar dari pembuatan pupuk organik yang nantinya akan menjadi sampel edukasi bagi masyarakat di daerah tersebut. Adapun kegiatan ini meliputi proses produksi pupuk organik, mulai dari pengumpulan bahan baku organik seperti kohe (kotoran hewan), sekam, dan dan berbagai jenis limbah organic yang ada disekitar. Hal ini memberi edukasi kepada masyarakat khususnya petani lokal untuk mempelajari teknik pencampuran yang benar dan prosedur pengolahan yang baik untuk menghasilkan serta memanfaatkan pupuk organik dan fermentasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, mendukung pertumbuhan alami tanaman dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Selain manfaat tersebut, usaha produksi pupuk organik juga membantu mengurangi sampah organik yang dihasilkan, menjaga keseimbangan ekosistem pertanian serta mendorong kemajuan di bidang pertanian. Peningkatan produksi di bidang pertanian akan menunjang peningkatan sumber pendapatan dengan efesiensi biaya yang lebih besar (±30%) yang nantinya akan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di terkhusus di Lembang Rante.
Pemanfaatan Botol Plastik Bekas Sebagai Alat Irigasi Tetes Sederhana untuk Efisiensi Air pada Tanaman Hortikultura di Lembang Pa’tengko Kabupaten Tana Toraja Nofrianto Pasae; Nitha; Petrus Sampelawang; Yafet Bontong; Fikran; Suri Toding Lembang
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): December - May
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i1.3546

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan pengairan tanaman hortikultura di Lembang Pa’Tengko, sekaligus menangani permasalahan sampah plastik yang belum terkelola dengan baik. Melalui pelatihan pembuatan irigasi tetes sederhana berbahan dasar botol plastik bekas, masyarakat dibekali keterampilan praktis yang mudah diterapkan, efisien dalam penggunaan air, dan ramah lingkungan. Metode ini sangat cocok diterapkan di wilayah Lembang Pa’Tengko yang masyarakatnya memiliki aktivitas padat, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan penyiraman tanaman secara manual. Selain membantu proses pertanian hortikultura, kegiatan ini juga mendorong kesadaran lingkungan dengan memanfaatkan sampah botol plastik menjadi alat yang berguna dalam menerapkan teknologi sederhana. Hasil dari kegiatan menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembuatan dan penerapan irigasi tetes, serta adanya potensi keberlanjutan teknologi ini dalam mendukung pertanian lokal dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
ANALISIS PENGARUH PANJANG SERAT AGAVE SISALANA TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KARAKTERISTIK PATAHAN KOMPOSIT BERMATRIKS POLYESTER fikran fikran; Christof Geraldi Simon; yafet bontong
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Crankshaft Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v9i2.17499

Abstract

Perkembangan teknologi industri telah mendorong penggunaan material komposit sebagai alternatif material logam karena memiliki massa yang lebih ringan dan sifat mekanik yang dapat direkayasa sesuai kebutuhan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh panjang serat Agave sisalana terhadap kekuatan tarik dan karakteristik patahan komposit bermatriks poliester. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi panjang serat 10, 20, 30, 40, dan 50 mm. Komposit dibuat menggunakan metode hand layup dengan komposisi 10% serat dan 90% resin poliester. Setiap variasi terdiri atas lima spesimen yang diuji tarik berdasarkan standar ASTM D638-02 menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Karakteristik patahan diamati melalui pengamatan visual pada permukaan patahan spesimen setelah pengujian tarik. Hasil pengujian menunjukkan nilai rata-rata kekuatan tarik sebesar 19,93; 19,25; 18,19; 15,60; dan 24,08 N/mm² untuk panjang serat berturut-turut 10, 20, 30, 40, dan 50 mm. Pengamatan patahan menunjukkan adanya rongga pada spesimen dengan panjang serat 10 mm, sedangkan pada panjang serat 20 mm dan 30 mm ditemukan retak matriks (matrix cracking) dan pelepasan ikatan serat-matriks (fiber–matrix debonding). Pada panjang serat 40 mm teramati patah serat (fiber fracture) yang berkontribusi terhadap penurunan kekuatan tarik. Sementara itu, spesimen dengan panjang serat 50 mm menunjukkan distribusi serat yang lebih merata dan transfer beban yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang serat memengaruhi kekuatan tarik dan karakteristik patahan komposit poliester. Namun, peningkatan panjang serat tidak selalu meningkatkan kekuatan tarik secara linier. Pada kondisi penelitian ini, panjang serat 50 mm menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 24,08 N/mm².
Penanaman Katokkon Dan Sawi Menggunakan Limbah Pertanian Dan Mulsa Kebun Percontohan Di Kelurahan Leatung Kecamatan Sangalla Utara Fikran Fikran; Christof Geraldi Simon; Yafet Bontong; Nitha Nitha; Nofrianto Pasae
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9017

Abstract

Pertanian berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, budidaya konvensional masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya pertumbuhan gulma, rendahnya kelembapan tanah, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Leatung, Kabupaten Tana Toraja, dengan tujuan meningkatkan produktivitas tanaman katokkon dan sawi melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai mulsa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi kepada masyarakat, persiapan lahan, penanaman, serta penerapan mulsa dari jerami dan sisa tanaman. Mulsa berfungsi menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan menambah bahan organik tanah. Kegiatan juga melibatkan masyarakat setempat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknik budidaya yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan limbah pertanian sebagai mulsa mampu mempertahankan kelembapan tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, serta mendukung pertumbuhan tanaman katokkon dan sawi secara lebih optimal. Selain meningkatkan produktivitas tanaman, pemanfaatan limbah pertanian sebagai mulsa juga membantu mengurangi praktik pembakaran limbah yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, penggunaan limbah pertanian sebagai mulsa merupakan teknologi sederhana, murah, dan mudah diterapkan yang dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendorong penerapan sistem pertanian berkelanjutan di Kelurahan Leatung.
Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat di Lembang Lilikira Ao’ Gading Yafet Bontong; Ariyen Duri; Nitha Nitha; Reski Reski; Morgiyani Sari; Jein Rappana; Rumas Binti Janu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9383

Abstract

Ketahanan pangan masyarakat perdesaan perlu diperkuat melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan praktik sosial yang telah berkembang di masyarakat. Lembang Lilikira Ao’ Gading, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara memiliki potensi pertanian dan kearifan lokal yang kuat, namun masih menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya pemanfaatan lahan, terbatasnya diversifikasi pangan, serta perlunya penguatan praktik pertanian berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pengolahan dan pemanfaatan lahan, pendampingan aktivitas pertanian, monitoring, dan evaluasi deskriptif. Partisipasi masyarakat dan praktik gotong royong juga teridentifikasi sebagai modal sosial penting dalam pengelolaan pangan. Dampak langsung kegiatan berupa meningkatnya pemanfaatan lahan produktif, keterlibatan masyarakat, dan penguatan kesadaran terhadap pentingnya potensi lokal dalam mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi sumber daya lokal, kearifan masyarakat, dan pemberdayaan partisipatif merupakan pendekatan yang relevan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat pedesaan.