Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pengguna Jalan Ruas Bolu–Rantepao Rilva Toding Bua'; Azril Tangke Sombolinggi; Ermitha Ambun Rombe Dendo
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Maret 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/wvy9qf17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna jalan pada Ruas Bolu–Rantepao sebagai salah satu koridor utama di Kabupaten Toraja Utara yang melayani mobilitas lokal maupun regional. Lima variabel pelayanan jalan dianalisis, yaitu kondisi fisik jalan (X₁), kelancaran arus lalu lintas (X₂), fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel pelayanan terhadap kepuasan pengguna jalan (Y), serta Importance–Performance Analysis (IPA) dengan pendekatan derived importance untuk menentukan prioritas peningkatan pelayanan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) dan kelancaran arus lalu lintas (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna jalan, sedangkan variabel fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅) tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Hasil IPA menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) berada pada Kuadran I sebagai prioritas utama peningkatan karena memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah, terutama terkait kondisi perkerasan, marka, dan rambu pada segmen tertentu seperti jembatan Sungai Sa’dan. Variabel kelancaran arus lalu lintas (X₂) berada pada Kuadran II sehingga kinerjanya perlu dipertahankan. Temuan ini memberikan dasar yang jelas bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan pelayanan jalan secara efektif dan tepat sasaran.
An Experimental Study of the Effect of Wood Fuel Variations on Biomass Stove Performance Sallolo Suluh; Frans Robert Bethony; Ermitha Ambun Rombe Dendo; Lery Alfriany Salo; Chendri Johan; Anselmus Aldi
Jurnal Riset Ilmu Teknik Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Riset Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Penelitian dan Ilmu Pengetahuan JEPIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59976/jurit.v4i1.383

Abstract

The performance of biomass stoves is influenced by fuel characteristics and operating conditions, including wood species and fuel mass. This study investigated the effects of wood species and initial fuel mass on the fuel consumption rate, thermal power, and thermal efficiency of a steam-injection biomass stove. Three wood fuels pine, fir, and coffee wood were tested at initial masses of 0.8, 1.0, and 1.2 kg, resulting in nine experimental conditions. The steam injector was supplied with 750 mL of water in each test. Stove performance was evaluated using the Water Boiling Test with 3 L of water at an initial temperature of 25°C. Fuel consumption, boiling duration, temperature, remaining fuel, charcoal, and water mass were recorded to calculate the fuel consumption rate, thermal power, and thermal efficiency. The results showed that increasing the initial fuel mass was accompanied by increases in fuel consumption rate and thermal power but decreases in thermal efficiency for all tested wood species. The highest fuel consumption rate and thermal power were observed with 1.2 kg of pine wood, reaching 0.0013 kg/s and 9.07647 kcal/s, respectively; however, its thermal efficiency was approximately 13%. In contrast, the highest thermal efficiency of 20% was obtained using 0.8 kg of fir wood. These findings demonstrate a trade-off between maximum heat output and efficient fuel-energy utilization. Under the tested conditions, pine wood at 1.2 kg was more suitable when high thermal output was prioritized, whereas fir wood at 0.8 kg provided the most favorable thermal efficiency. Further replicated experiments and statistical analyses are required to confirm the effects of wood species, fuel mass, and their interaction.
Pembuatan Kebun Percontohan berbasis Plot Temporer sebagai Upaya Mendukung Kemandirian Pangan di Kelurahan Sa’dan Matallo Formanto Paliling; Christof Geraldi Simon; Risa Lasarus; Yusri Anugerah Manapa Ambabunga; Yusri Limbongallo; Ermitha Ambun Rombe Dendo
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 2 (2026): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i2.27617

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya mendukung kemandirian pangan masyarakat di Kelurahan Sa’dan Matallo, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara. Program dilaksanakan melalui pembuatan kebun percontohan berbasis plot temporer yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat secara aktif. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi lokasi, persiapan alat dan bahan, pengolahan lahan, pembuatan bedengan, penanaman bibit sayuran, pemeliharaan tanaman, edukasi, dan evaluasi kegiatan. Jenis tanaman yang dibudidayakan berupa cabai dan kangkung karena mudah ditanam dan memiliki masa panen relatif singkat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kebun percontohan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Selain itu, masyarakat mulai memahami teknik dasar budidaya tanaman sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga menjadi media edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.