Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium Komputer MTs Darul Hikmah Islamiyah Melalui Kegiatan Praktik Desain Grafis sebagai Alternatif Ekstrakurikuler Al Zuhri; Aulia Risky; Ulfa Khairina; Ibnu Phonna Nurdin; Deddy Satria M; Adli; Fitria Akmal
Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/ngabdi.v3i2.47

Abstract

Ekstrakurikuler dapat mendorong pengembangan kompetensi dan kreativitas peserta didik serta dapat menghidupkan laboratorium komputer di sekolah sehingga alat-alat yang ada di sana dapat dirasakan manfaatnya dengan baik, bukan hanya jadi pajangan atau simpanan. Dengan dasar itu, tim di sini merancang kegiatan untuk mendorong aktifnya pengelolaan laboratorium yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kreativitas peserta didik. Pengabdian di sini dibagi menjadi tiga bagian yakni prapengabdian, pengabdian, dan pascapengabdian yang masing-masing bagiannya terdiri dari berbagai metode. Pada prapengabdian dilakukan asesmen diagnostik yang meliputi observasi, wawancara, dan pre-test. Sementara pengabdian meliputi deskripsi materi, diskusi, praktik langsung, dan asesmen formatif. Terakhir pascapengabdian yang meliputi asesmen sumatif, penulisan laporan, dan penulisan artikel ilmiah. Materi yang dipilih adalah desain sertifikat sebagai langkah awal dengan memanfaatkan Photoshop terhadap 20 peserta didik yang terlibat. Hasil yang diperoleh adalah 100% peserta didik telah memahami dan menguasai desain grafis berupa desain sertifikat pada tingkat dasar yang awalnya 95% dari peserta didik tidak mengetahui dan memahami desain grafis sama sekali. Dengan dasar itu, tim mengklaim pengabdian ini berhasil sesuai dengan apa yang ditargetkan. Selanjutnya, sekolah dapat merencanakan secara terstruktur dan berkala ekstrakurikuler lainnya yang sesuai, diperlukan, dan diminati oleh peserta didik untuk menunjang fungsional laboratorium serta kompetensi dan kreativitas peserta didik
Bimbingan Pengoperasian Photoshop dalam Rangka Pengembangan Kapabilitas Komunikasi Visual dan Entrepreneurial Mindset Al Zuhri; Alfikia; Noviani; Cut Reski Salma; Anggun Permata Sari; Alfianita; Sriminarti; Fitria Akmal; Ibnu Phonna Nurdin
Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/ngabdi.v2i3.51

Abstract

Photoshop yang berperan penting dalam dunia pendidikan maupun peluang wirausaha kreatif. Namun, temuan awal di SMA Negeri 3 Meulaboh, Aceh Barat menunjukkan bahwa wawasan peserta didik tentang pemanfaatan dan pengoperasian Photoshop sebagai instrumen desain komunikasi visual masih menjadi kendala. Kondisi ini menuntut adanya pelatihan bagi mereka yang dapat meningkatkan kompetensi visual sekaligus membentuk pola pikir berwirausaha (entrepreneurial mindset). Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode eksplikasi, diskusi, dan bimbingan teknis yang melibatkan 30 peserta didik. Tahapan pelaksanaan terdiri atas analisis kebutuhan, persiapan, pelaksanaan, dan pendampingan oleh tim penyelenggara pengabdian. Materi difokuskan pada pengenalan dan pengoperasian Photoshop serta praktik desain stempel sebagai sarana belajar dasar. Hasil pre-test menunjukkan semua peserta belum pernah mengoperasikan Photoshop untuk kegiatan desain. Namun, pasca kegiatan dua diantara peserta didik yang mau mencoba mengoperasikan Photoshop secara langsung dengan bimbingan tim sudah mampu mengoperasikan fitur dasar meskipun keterampilannya masih perlu dilatih. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengabdian yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik, menumbuhkan kesadaran akan peluang wirausaha kreatif, serta memberikan alternatif kegiatan positif di era digital
Analisis Isi Konstruksi Media Massa Dalam Film “Alif, Lam, Mim” Husna, Asmaul; Hasan, Kamaruddin; Akmal, Fitria; Chairunnisak, Syarifah; Yunanda, Rizki; Muhibuddin
An-Nasyr Vol 12 No 1 (2025): An-Nasyr
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jn.v12i1.1039

Abstract

Tidak hanya sebagai hiburan semata, film juga sebagai edukasi serta membentuk pandangan dan pemahaman masyarakat terhadap berbagai isu dan fenomena sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi media massa yang terdapat dalam film “Alif Lam Mim” dan hal apa saja yang memengaruhi konten dan narasi dalam pemberitaan di media massa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif , yaitu suatu proses penelitian yang menggunakan hasil data deskriptif baik dalam bentuk verbal maupun non verbal. Data diperoleh melalui studi literatur dan observasi mendalam melalui pemilihan adegan-adegan tertentu dari film tersebut sebagai objek analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa dalam film “Alif Lam Mim” telah melakukan konstruksi bahwa orang-orang yang mengenakan atribut agama seperti jubah, jenggot, dan bercadar adalah dicurigai sebagai pelaku teroris dan sosok yang patut diwaspadai. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa ada banyak faktor yang memengaruhi pemberitaan. Seperti struktur media, pengaturan editorial, norma dan nilai jurnalistik, konteks sosial dan politik, kepercayaan pada sumber berita, ketertarikan audiens, teknologi dan inovasi berita, dan kepentingan ekonomi.
Flexing sebagai Strategi Representasi Diri di Media Sosial: Studi Fenomenologis pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh Syarifah Chairunnisak; Sayed Ludhfi; Depita Kardiati; Fitria Akmal; Yuli Santri Isma; Jamiati KN; Sarrah Kurnia Fadhillah
Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2025): Maret-Juni : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juitik.v5i1.1189

Abstract

The phenomenon of flexing on social media is increasingly developing as a form of self-image, especially among students. Flexing is a behavior that displays certain achievements, wealth, or lifestyles with the aim of gaining social validation. This study aims to explore the subjective meaning of the flexing phenomenon on social media and its impact on the digital identity and social relations of Communication Science students at Malikussaleh University. Using a qualitative approach and phenomenological method, this study serves the experiences and meanings of students purposively from Communication Science students of the 2022 intake who actively use social media. The data collection technique was carried out through in-depth interviews, which were then analyzed thematically. The results of the study showed that students interpreted flexing as part of personal branding but also as a form of social pressure. Flexing can increase self-confidence and motivation, but also cause anxiety and feelings of insecurity due to social comparison. In the context of social interaction, flexing has ambivalent impacts, such as expanding social networks but can also create social distance. This study emphasizes the importance of digital literacy and reflective awareness in using social media in a healthy way.
Pelatihan Konten Edukasi Digital di Media Sosial Kepada Remaja Masjid Al Mabrur Gampong Meunasah Masjid: Training on Creating Digital Educational Content on Social Media for the Youth of Masjid Al Mabrur Muchlis; Kamaruddin; Bobby Rahman; Fitria Akmal; Cut Rizka Al Usrah
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i2.5156

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan remaja Masjid Al Mabrur Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan penyebarluasan informasi edukatif. Melalui pelatihan pembuatan konten edukasi digital, peserta dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar komunikasi digital, strategi pemanfaatan media sosial, desain visual, copywriting, fotografi, videografi, hingga penggunaan alat analitik seperti Google Analytics dan Facebook Ads Manager. Metode pelaksanaan mencakup workshop, hands-on training, serta mentoring yang dirancang secara interaktif agar peserta mampu mempraktikkan langsung keterampilan baru. Program ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan pengetahuan, infrastruktur, serta strategi digital yang selama ini dihadapi oleh remaja masjid. Luaran yang diharapkan meliputi publikasi ilmiah, karya tulis pengabdian, hingga pendaftaran hak cipta. Dengan adanya pelatihan ini, remaja masjid diharapkan dapat menghasilkan konten yang kreatif, meningkatkan jangkauan dakwah, memperkuat brand awareness, serta berkontribusi pada penguatan literasi digital dan nilai sosial masyarakat. Kata Kunci: Konten Edukasi Digital, Remaja Masjid, Media Sosial, Literasi Digital, Pengabdian Masyarakat. Abstract Gampong Meunasah Masjid, Muara Dua District, Lhokseumawe City, in utilizing digital media as a means of da’wah and educational content dissemination. Through training on digital educational content creation, participants are provided with knowledge of digital communication basics, social media utilization strategies, visual design, copywriting, photography, videography, and the use of analytic tools such as Google Analytics and Facebook Ads Manager. The implementation methods include workshops, hands-on training, and mentoring sessions designed interactively to allow participants to directly practice their new skills. This program addresses the limited knowledge, infrastructure, and digital strategies faced by the mosque youth. Expected outcomes include scientific publications, community service articles, and copyright registration. With this training, mosque youth are expected to produce creative content, expand the reach of da’wah activities, strengthen brand awareness, and contribute to the improvement of digital literacy and social values within the community. Keywords: Digital Educational Content, Mosque Youth, Social Media, Digital Literacy, Community Service.
Representasi Kelas Pekerja dalam Ilustrasi Digital Hari Buruh 1 Mei 2026 pada Akun Resmi Muhammadiyah di Platform X Sarrah Kurnia Fadhillah; Depita Kardiati; Fitria Akmal; Syarifah Chairunnisak; Yuli Santri Isma; Jamiati KN
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v4i3.2350

Abstract

A digital illustration by Muhammadiyah themed around May Day 2026, published on the X platform, has become an intriguing phenomenon in visual communication because it blends social criticism, Islamic values, and references to popular culture within a single compositional frame. This study aims to analyze the representation of the working class in these illustrations through three focuses: identifying denotative and connotative signs, uncovering the myths and ideologies at play, and understanding how Muhammadiyah constructs labor discourse through digital visual language. The study employs a qualitative approach using Roland Barthes’ semiotic analysis method, which encompasses three levels of signification: denotation, connotation, and myth. The findings reveal that at the denotative level, the illustrations depict everyday objects of the urban working class arranged in a bird’s-eye-view composition. At the connotative level, these signs construct layered representations encompassing dignified poverty, labor market exploitation, the hybridity of urban Muslim identity, theological legitimization through Quranic Surah At-Taubah 105, and a fundamental longing for a life of sufficiency without overtime. At the mythical level, the illustrations simultaneously operate four ideological discourses that are hegemonic, ambivalent, and resistant in nature. Overall, Muhammadiyah constructs an affirmative-empathic labor discourse by leveraging the digital aesthetics of the younger generation, yet does not explicitly advocate for structural transformation. These findings contribute to the study of Islamic communication semiotics and research on worker representation in Indonesian digital media.
Smart Governance dan Tantangan Pelayanan Publik Inklusif bagi Kelompok Rentan Yuli Santri Isma; Pangeran Putra Perkasa Alam Nasution; Fitria Akmal; Jamiati KN; Sarrah Kurnia Fadhilah
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v4i3.2424

Abstract

Smart governance has become a primary instrument for governments to enhance efficiency and effectiveness in public service delivery. However, the rapid migration of public services to digital platforms carries a risk of excluding vulnerable groups, including the elderly, persons with disabilities, marginalized women, the poor, and communities living in remote areas. This article aims to analyze the development of smart governance in public services, identify challenges faced by vulnerable groups in accessing digital services, and formulate strategies to strengthen inclusive smart governance. Employing a systematic literature review approach, this study synthesizes findings from academic articles, policy documents, and international organization reports published between 2018 and 2025. The analysis reveals a fundamental paradox: while digital transformation of governance has improved service efficiency for those with adequate digital access and literacy, it simultaneously creates new barriers for vulnerable groups. Three main challenges are identified: limited digital infrastructure access, low digital literacy, and service design that has not fully adopted universal accessibility principles. Digital exclusion not only harms social justice but also threatens the legitimacy of democratic governance and accelerates existing social inequalities. This article proposes a multidimensional strategy comprising equitable infrastructure expansion, universal design implementation, community-based digital literacy programs, participatory co-production mechanisms, responsible data governance, and ongoing inclusive impact evaluations. This article contributes to the development of digital governance that is not solely oriented toward technological efficiency but also toward social justice and inclusive public services.
Gerakan Peduli Lingkungan melalui Penanaman Pohon sebagai Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Meunasah Panggoi, Kota Lhokseumawe Fitria Akmal; Sarrah Kurnia Fadhillah; Ainol Mardhiah; Harinawati Harinawati; Cut Andyna; Jafaruddin Jafaruddin
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v5i2.2668

Abstract

This community service program aimed to promote a community-based environmental care movement through the planting of productive trees in Meunasah Panggoi Village, Muara Dua District, Lhokseumawe City. The program was implemented over four weeks using a Community-Based Participatory (CBP) approach, actively involving local residents in the planning, observation, seedling procurement, tree planting, and initial maintenance stages. The observation results indicated that vegetation cover in the village was still limited, highlighting the need for sustainable greening efforts. A total of 25 productive trees, including mango, longan, coconut, guava, and avocado, were successfully planted at several strategic locations. The activity involved village officials, youth groups, and community members, thereby strengthening public participation in environmental conservation. The program not only increased vegetation cover but also reinforced the spirit of mutual cooperation, enhanced collective awareness of environmental preservation, and encouraged the productive use of available land. The productive trees are expected to provide long-term ecological, social, and economic benefits by improving environmental quality and generating harvests that can be utilized by the community. Therefore, community-based greening represents an effective strategy for supporting sustainable environmental development at the village level.
INTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK: STUDI EVALUASI PADA DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN PERSANDIAN ACEH Depita Kardiati; Abdul Hafiz; Jamiati KN; Yuli Santri Isma; Syarifah Chairunnisak; Sarrah Kurnia Fadhillah; Fitria Akmal
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i1.4836

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, termasuk penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pemerintah Aceh, melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh, berupaya mengimplementasikan SPBE guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Namun, dalam penerapannya, masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi yang belum optimal, serta belum terintegrasinya berbagai aplikasi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi SPBE di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan berbasis elektronik di tingkat daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SPBE di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh masih menghadapi beberapa kendala utama, di antaranya: keterbatasan sumber daya manusia dengan kompetensi teknis yang sesuai, belum optimalnya infrastruktur jaringan dan kapasitas bandwidth, serta kurangnya integrasi antar aplikasi pemerintahan yang menyebabkan duplikasi data dan ketidakefektifan layanan. Rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas SPBE, direkomendasikan adanya penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkala, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, serta integrasi sistem dan aplikasi guna menciptakan layanan digital yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 
Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Promosi Wisata Kota Tuo Pasar Bengkulu Sarrah Kurnia Fadhillah; Fitria Akmal; Jamiati KN; Yuli Santri Isma; Amaul Husna; Syarifah Chairuunisak; Depita Kardiati; Yeni Kartika
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v4i2.6325

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Instagram sebagai media promosi Wisata Kota Tuo Pasar Bengkulu. Kelompok Pemanfaatan dan Pemeliharaan (KPP) Kawasan Wisata Kota Tuo menghadapi tantangan dalam memanfaatkan media sosial untuk menarik minat wisatawan dan mempromosikan potensi wisata lokal. Melalui pendekatan partisipatif, program ini memberikan pelatihan strategi media sosial, teknik fotografi dan videografi, serta desain grafis untuk pembuatan konten Instagram yang menarik. Kegiatan dilaksanakan pada Januari-Februari 2023, melibatkan anggota KPP yang aktif menggunakan media sosial dan berusia di bawah empat puluh tahun. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, workshop, pelatihan praktis, dan pendampingan pengelolaan akun Instagram. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya media sosial dalam promosi wisata, peningkatan keterampilan produksi konten (foto dan video), serta terwujudnya akun Instagram resmi Wisata Kota Tuo. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat dalam pemasaran digital dan diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Tuo Pasar Bengkulu.