Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK INTOLERANSI BERAGAMA TERHADAP KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DILINGKUNGAN MASJID RAYA TARUTUNG Nova Simbolon; Elvri Teresia Simbolon
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 1 No. 5 (2023): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v1i5.570

Abstract

Tulisan ini membahas tentang fenomena intoleransi beragama di Tarutung. Menjamurnya berbagai kasus intoleransi atas dasar agama belakangan ini menjadi ujian besar bagi keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Intoleransi beragama merupakan salah satu masalah sosial yang dapat mengancam kerukunan umat beragama. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pemahaman dan keyakinan antar umat beragama. Kerukunan umat beragama merupakan hal yang penting untuk dijaga karena merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak intoleransi beragama terhadap kerukunan umat beragama di lingkungan Masjid Raya Tarutung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak intoleransi beragama terhadap kerukunan umat beragama di Tarutung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yaitu tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intoleransi beragama di Tarutung dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kerukunan umat beragama, antara lain, a) Meningkatkan ketegangan dan konflik antarumat beragama b)Merusak hubungan sosial antarumat beragama b) Mempersempit ruang gerak umat beragama untuk menjalankan ibadah dan pengamalan agamanya. Dampak-dampak negatif tersebut dapat mengancam keutuhan dan kedamaian masyarakat Tarutung. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk mencegah dan mengatasi intoleransi beragama di Tarutung. Di tengah rongrongan virus intoleransi ini diperlukan rasa cinta pada tanah air.
HUBUNGAN INTERAKSI ANTAR REMAJA MUSLIM DAN KRISTEN DILIGKUNGAN KOMPLEK MASJID RAYA TARUTUNG Michael Sirait; Elvri Teresia Simbolon
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 1 No. 6 (2023): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v1i6.576

Abstract

Interaksi antar remaja Muslim dan Kristen adalah suatu hal yang sampai sekarag berjalan baik di daerah Komplek Masjid Tarutung. Adapun penelitian yang saya lakukan menunjukkan bahwa interaksi sosial antara kedua komunitas ini dapat berlangsung harmonis dan saling menghormati. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi remaja antara Muslim dan Kristen antara lain gotong royong, ikatan kekeluargaan, saling menghormati dan menghargai antar umat beragama, serta adanya komunikasi yang positif. Dari beberapa hal yang saya amati di sana juga menunjukkan bahwa interaksi sosial antara remaja Muslim dan Kristen di Komplek Masjid Tarutung dapat membawa dampak positif seperti tercapainya kestabilan antara pihak yang bertikai, terpenuhinya kebutuhan umat Muslim maupun Kristen, dan terciptanya kerja sama yang berkelanjutan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yaitu remaja yang berada di daerah itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan interaksi antar remaja muslim dengan kristen berjalan dengan baik tanpa adanya perbedaan. Adapun manfaat yang terdapat pada hal hubugan interaksi antar remaja muslim dan kristen antara lain, a) toleransi dan penghargaan.. b) kehidupan bersama yang lebih harmonis. c) ikatan kekeluargaan yang positif. Terjalin nya hubungan interaksi yang baik antar remaja Muslim dan Kristen di Komplek Masjid Tarutung membuat remaja-remaja saling menghargai dan adanya rasa kekeluargaan yang terjalin.
PENGARUH AGAMA TERHADAP POLA ASUH ANAK DI DESA HUTAGALUNG SIWALUOMPU David Mandobar; Elvri Teresia Simbolon
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 1 No. 6 (2023): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v1i6.577

Abstract

Agama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pola asuh anak. Agama dapat mempengaruhi nilai-nilai moral, disiplin, kasih sayang, komunikasi, dan peran orang tua dalam membesarkan anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh agama terhadap pola asuh anak di Desa Hutagalung, Siwaluompu, Tarutung, Sumatera Utara. Desa Hutagalung merupakan desa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Protestan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan orang tua dan anak di Desa Hutagalung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama memiliki pengaruh yang positif terhadap pola asuh anak di Desa Hutagalung. Agama membantu orang tua untuk membesarkan anak-anak mereka dengan nilai-nilai moral yang kuat, disiplin yang positif, kasih sayang yang berlimpah, komunikasi yang baik, dan komitmen untuk membantu anak-anak mereka mengembangkan potensinya, mengatasi tantangan, dan berkontribusi kepada masyarakat Kata Kunci : Pengaruh agama terhadap pola asuh anak di desa hutagalung siwaluompu.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAPA PERILAKU KEAGAMAAN PADA REMAJA DI SIMAUNG MAUNG Vivi Hutabarat; Elvri Teresia Simbolon
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 1 No. 6 (2023): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v1i6.602

Abstract

Media sosial adalah platform-platform daring yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, berbagi konten, dan terhubung dengan orang lain secara elektronik. Media sosial memungkinkan pengguna untuk membuat profil pribadi, memposting konten seperti teks, gambar, dan video, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas sosial online.Perkembangan teknologi informasi di era modern ini semakin pesat didalam kehidupan masyarakat. Internet adalah salah satu media dari teknologi informasi tersebut yang memiliki perkembangan tercepat dari teknologi-teknologi lainnya. Dalam buku Teknologi Informasi dan Komunikasi karangan Hendri Pondia disebutkan bahwa internet adalah sekumpulan komputer yang terhubung satu dengan yang lain dalam sebuah jaringan. Disebut jaringan yang saling terhubung karena internet menghubungkan komputer-komputer dan jaringan komputer yang ada di seluruh dunia menjadi sebuah jaringan komputer yang sangat besar. Penting untuk diingat bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak yang kompleks dan tergantung pada cara individu dan masyarakat secara kolektif memanfaatkannya. Media sosial dapat menjadi kekuatan positif atau negatif tergantung pada konteks dan bagaimana penggunanya memanfaatkannya.
Relasi Agama, Kebudayaan dan Politik pada Masyarakat Batak Toba di Kabupaten Samosir: The Relationship between Religion, Culture, and Politics in the Batak Toba Community in Samosir Regency Harisan Boni Firmando; Elvri Teresia Simbolon; Roida Lumbantobing
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.2939

Abstract

Religion, culture, and politics form a unified entity in society that cannot be separated. These three elements shape human life both socially and as citizens. The purpose of this study was to explore the relationship between religion, culture, and politics within the Toba Batak community in Samosir Regency. This research utilized qualitative methods to comprehensively understand the experiences of the subjects. The findings reveal that the relationship between religion, culture, and politics is evident in the implementation of the 'dalihan na tolu' kinship system. The Toba Batak community exhibits openness towards others outside their tribe, a practice facilitated by incorporating clan affiliations as a basis for determining kinship. The culture of solidarity in the Batak Toba community influences their political behavior. The community supports their family members who run in general elections, with this solidarity serving as both social and economic capital for the Toba Batak people engaging in political activities, particularly for those aspiring to become regional head candidates or council members. In selecting leaders, the Batak Toba community considers not only the educational and other qualifications of potential leaders but also their sociological background. AbstrakAgama, kebudayaan, dan politik merupakan satu kesatuan di dalam masyarakat yang tidak dapat dipisahkan. Ketiga hal tersebut menyebabkan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan sebagai warga negara berlangsung. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui relasi agama, kebudayaan dan politik pada masyarakat Batak Toba di Kabupaten Samosir. Kajian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami. Hasil Kajian ini menunjukkan relasi agama, kebudayaan dan politik terlihat dalam implementasi sistem kekerabatan dalihan na tolu. Masyarakat Batak Toba dengan orang lain di luar suku Batak Toba, keterbukaan tersebut dilakukan dengan penabalan marga sebagai dasar suku Batak Toba untuk menentukan sistem kekerabatan. Budaya solidaritas menjadi pedoman masyarakat Batak Toba dalam berperilaku politik. Masyarakat akan membantu keluarganya yang maju dalam pemilihan umum. Solidaritas ini merupakan modal sosial sekaligus modal ekonomi bagi masyarakat Batak Toba yang melakukan aktivitas politik, khususnya anggota masyarakat yang maju menjadi calon kepala daerah dan anggota dewan. Pemilihan pemimpin pada masyarakat Batak Toba hingga kini masih memperhitungkan latar belakang calon seorang pemimpin. Latar belakang bukan hanya dari pendidikan atau modal lain dari calon pemimpin yang mumpuni, namun lebih kepada aspek-aspek sosiologis.
Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Di Desa Tarabunga Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Tahun 2023 Untung P Simanjuntak; Rusmauli Simbolon; Elvri Teresia Simbolon; Maringan Sinambela; Jupalman W. Simbolon
Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 1 No. 4 (2023): November : Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpp-widyakarya.v1i4.1487

Abstract

Tourist attraction includes various aspects such as natural beauty, environmental cleanliness of tourist attractions, environmental coolness, interaction with local communities, available facilities, and location accessibility. While visiting decisions include factors that encourage individuals to choose a particular destination, such as personal motivation, social influence and preparation before visiting. Thus, tourist attractions should be developed as much as possible to encourage people to come visit it. The purpose of this study was to find out how the influence of tourist attraction on the decision to visit Tarabunga Village. The type of research used quantitative research. The data processing was obtained from questionnaire data collection data distributed to 50 respondents. The data analysis techniques used are simple regression analysis, correlation analysis, coefficient of determination and t test (hypothesis test). Based on the results of the analysis and discussion described in the previous chapter, the author draws several conclusions from the results of the analysis that based on the hypothesis proposed by the researcher, a t test was carried out and obtained the SPSS output showed a calculated t value of 0.961 with a Sig of 0.001. To determine the level of significance of the research model, the calculated t value is compared with the table t value. The calculated t value for the error degrees 5%(α=0.05)and df(n-k =50-2=48) is 1.677 which means that the calculated t (46.489) is greater than the table t 1.677 so that the influence of variable X on the decision to visit is significant. Based on the results of this analysis, the hypothesis that states the attractiveness of wsaita has a positive and significant effect on the decision to visit the tarabunga tourism village is empirically proven and acceptable.
Tata Kelola Pengembangan Objek Wisata Pantai Cemara Indah Dalam Menarik Wisatawan Di Desa Gosong Telaga Selatan Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil Berliyanta K. Samosir; Tio RJ. Nadeak; Maringan Sinambela; Rusmauli Simbolon; Elvri Teresia Simbolon
Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpp-widyakarya.v2i2.2986

Abstract

The aim of this research is to determine the management of the development of the beautiful Pine Beach tourist attraction in attracting tourists. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach and data collection techniques through observations, interviews with informants and documentation. The discussion regarding governance at the Cemara Indah Beach tourist attraction is the result of facts and data in the field. Adapted to the theory that researchers use, namely from the Department of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia, which in this theory provides components in managing the tourism sector, where tourism governance is a process of planning, organizing, supervising and evaluating tourism activities. carried out by the government and related stakeholders to achieve sustainable tourism goals. From the research results, it can be concluded that the management and development of the Cemara Indah Beach tourist attraction in Gosong Telaga Selatan Village involves various aspects including organization, planning, implementation, supervision and evaluation. The management, especially the management, shows commitment in carrying out their duties by focusing on management efficiency, collaboration with various related parties, and a deep understanding of visitor needs.
Persepsi Saksi-Saksi Yehuwa Tentang Pemberian Ulos Dalam Aktivitas Adat Batak Toba Di Tarutung Claudia Irene Panggabean; Elisamark Sitopu; Elvri Teresia Simbolon
Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinarkasih.v2i2.318

Abstract

This research is motivated by the existence of an organization that does not accept or reject ulos in Toba Batak traditional activities, namely the Jehovah's Witnesses Tarutung congregation, where most of its members are people from the Toba Batak tribe. Jehovah's Witnesses in the Tarutung congregation have a different view from the non-Jehovah's Witness Toba Batak community regarding ulos. The aim of this research is to find out how Jehovah's Witnesses in the Tarutung congregation perceive the giving of ulos in Toba Batak traditional activities in Tarutung. This research uses a qualitative research method with the research approach used, namely the ethnographic research method. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The results of the research show that Jehovah's Witnesses from the Tarutung congregation do not accept ulos in Toba Batak traditional activities because they view ulos as containing spiritual values that can bless human life and this is contrary to Biblical principles. However, Jehovah's Witnesses can receive or give ulos if it is simply given as a gift without having to give it in a manner that is in accordance with Batak customs. Jehovah's Witnesses in the Tarutung congregation have a good relationship with the community who receive ulos in Toba Batak traditional activities in Tarutung.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Wisatawan pada Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Gosong Telaga Selatan Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2023 Rusti Kurnia Mora Sinamo; Rusmauli Simbolon; Elvri Teresia Simbolon; Tio R. J Nadeak; Maringan Sinambela
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 3 No. 1 (2024): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v3i1.1374

Abstract

This research aims to analyze tourist satisfaction in Ekowisata Hutan Mangrove in Gosong Telaga Selatan village, North Singkil District, Aceh Singkil Regency in 2023. This research uses a descriptive quantitative approach by distributing questionnaires to 60 respondents using purpose sampling whose validity and reliability have been tasted. The results of descriptive statistical analysis were an average of 3.34. The percentage of achievement of the analysis of factors that influence tourist satisfaction in Ekowisata Hutan Mangrove in Gosong Telaga Selatan Village, North Singkil District, Aceh Singkil Regency in 2023 is 83.52% consulted with the interpretation criteria of a very satisfied score. The results of hypothesis testing t_count > t_tabel (8.71 > 0.2542) show that tourist satisfaction with Ekowisata Hutan Mangrove in Gosong Telaga Selatan Village, North Singkil District, Aceh Singkil Regency in 2023 is ≥ 75% of what was expected. The results of the research explain that tourist satisfaction with Ekowisata Hutan Mangrove in Gosong Telaga Selatan Village, North Singkil District, Aceh Singkil Regency in 2023 is ≥ 75% of what was expected.
Makna Ritual Fangasi Sebagai Upacara Adat Setelah Kematian Suku Nias di Desa Ononazara Kecamatan Tugala Oyo Kabupaten Nias Utara Tahun 2024 Ratna Zebua; Robert Juni Tua Sitio; Elvri Teresia Simbolon; Roida Lumbantobing; Yulia Kurnia Sari Sitepu
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): November : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v2i4.377

Abstract

The aim of the research is to find out the meaning of the fangasi ritual as a traditional ceremony after the death of the Nias tribe in Ononazara village, Tugala Oyo subdistrict, North Nias district. The research method used in this research is descriptive qualitative research about the meaning of the fangasi ritual as a traditional ceremony after the death of the Nias tribe in Ononazara village, Tugala Oyo subdistrict, North Nias district. The result of this research is that the meaning of the fangasi ritual is the highest form of respect that the Nias tribe has for every person's life. The meaning of the fangasi ritual in Ononazara village is the last event for the person who has died. The fangasi ritual is carried out depending on its position in custom and also as a form of a child's obligation to his parents who have died with the aim of paying off the debts of his parents or the person who died while he was alive in the world. It can be concluded that the meaning of the fangasi ritual is a traditional ceremony implemented in the village of Ononazara, which is passed down from generation to generation, which aims to resolve the burden on the family of the deceased as a sign of final respect, and so that the spirits of the deceased will rest in peace.
Co-Authors Ade Putera Arif Panjaitan Agus Marito Saragi Agus Tri Darman Laoli Bengkel Ginting Berliyanta K. Samosir Claudia Irene Panggabean Danila Mendrofa David Fero David Mandobar Devina Mendrofa Elisamark Sitopu Febriyani Nurcahaya Tinambunan Feriel Amelia Sembiring Feriel Amelia Sembiring, Feriel Amelia Firmando, Harisan Boni Frainskoy Rio Naibaho Henry Sitorus Humaizi, Humaizi Ifo Siska Sigalingging Joel Simorangkir Jupalman W. Simbolon Jupalman Welly Simbolon Jupalman Welly Simbolon Lase, Sudirman Lewina Karine Tampubolon Liyus Waruwu Lumbantobing, Roida Maria D. Panggabean Maringan Sinambela Maringan Sinambela Martua Sihaloho Masniar H Sitorus Masniar Hermawati Sitorus Masniar Hernawaty Sitorus Mery Silalahi Mery Silalahi Michael Sirait Munthe, Gina Yuli Sonia Nova Simbolon Panjaitan, Ade Putera Arif Panjaitan, Ade Putra Arif Pasaribu, Hartamuti Priska Silaban Purba, Omta Rasi Dewinta Berutu Ratna Saragih Ratna Zebua Rinaldi Sihotang Ritha Tarigan Robert Sibarani, Robert Robert Sitio Roida Lumban Tobing Rusmauli Simbolon Rusmauli Simbolon Rusti Kurnia Mora Sinamo Sandra Ronauli Sihombing Sanovida Tamba Senida Harefa Silaban, Priska Natalia Simangunsong, Nopri Damai Yanti Simbolon, Jupalman W Simbolon, Rusmauli Simorangkir, Joel Sinambela, Maringan Siregar, Ista Yuliana Ria Sismudjito . Sitindaon, Wensdy Sitio, Robert Juni Tua Sudirman Lase Sudirman Lase Tambunan, Mida Rotua Telaumbanua, Eben Haezarni Tio Minar Panjaitan Tio R J Nadeak Tiurma Berasa Untung P Simanjuntak Untung P Simanjuntak Vivi Hutabarat Wensdy Sitindaon Wensdy Sitindaon Yesika Paulina Purba Yulia Kurnia Sari Sitepu Zebua, Okirdayanti