I Made Suindrayasa
Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan Dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN WISATA AIR DI WILAYAH TANJUNG BENOA Ni Made Ayu Trisna Wardani; I Made Suindrayasa; Made Oka Ari Kamayani; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p06

Abstract

Watersport memiliki potensi terjadinya kecelakaan wisata air yang dapat menyebabkan bahaya fisik hingga kematian akibat kurangnya penerapan safety culture. Salah satu faktor yang mempengaruhi safety culture adalah efikasi diri. Pramuwisata wisata air memiliki peranan penting dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Salah satu lokasi wisata air yaitu di Wilayah Tanjung Benoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasional dengan model pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata yang bekerja di perusahaan watersport di Wilayah Tanjung Benoa yang dipilih menggunakan metode cluster sampling dengan total sampel berjumlah 91 pramuwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pramuwisata memiliki efikasi diri dalam kategori sedang sebanyak 61 responden (67%) dan mayoritas safety culture dalam kategori baik sebanyak 46 responden (50,5%). Uji Spearman Rank didapatkan hasil nilai p = 0,0001 < 0,05 dan nilai r = 0,459. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif yang sedang antara efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air di Wilayah Tanjung Benoa. Pengelola watersport diharapkan memberikan pelatihan pertolongan pertama sehingga diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri dan safety culture pramuwisata.
GAMBARAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA DALAM PERTOLONGAN PERTAMA TENGGELAM PADA WISATA LUMBA-LUMBA DI PANTAI LOVINA Ni Kadek Dewi Yani; I Kadek Saputra; I Made Suindrayasa; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p14

Abstract

Safety culture sangat penting diterapkan di sektor pariwisata bahari, khususnya aktivitas melihat lumba-lumba di Pantai Lovina. Safety culture yang mencakup budaya yang berkaitan dengan sikap dan perilaku pramuwisata lumba-lumba diimplementasikan bervariasi antar organisasi pemandu wisata di pantai Lovina, salah satunya penerapan safety culture penanganan tenggelam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan safety culture pramuwisata dalam pertolongan pertama tenggelam pada wisata lumba-lumba di Pantai Lovina. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observatif. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata lumba-lumba yang tergabung dalam organisasi pramuwisata di Pantai Lovina yang dipilih dengan melalui metode purposive sampling dengan jumlah 121 responden. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Safety Culture Assessment Review Team (SCART). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan safety culture oleh pramuwisata lumba-lumba dalam pertolongan pertama tenggelam termasuk dalam kategori B dengan bobot total skor 748,63. Peringkat B mengindikasikan bahwa kinerja keselamatan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan dan tidak menimbulkan risiko keselamatan. Namun, masih ada beberapa hal terkait keselamatan yang perlu ditingkatkan oleh pramuwisata ataupun organisasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan organisasi untuk meningkatkan perilaku safety culture pada pramuwisata yaitu dengan memberikan motivasi dan dukungan berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar pramuwisata dapat memperkuat komitmen pramuwisata dalam mengutamakan keselamatan saat bekerja, yang salah satunya diwujudkan melalui kepatuhan penuh terhadap SOP yang ada.
PERBANDINGAN TINGKAT STRES ANTARA LANSIA YANG TINGGAL DI DAERAH WISATA PERKOTAAN DENGAN DAERAH WISATA PEDESAAN I Putu Artha Suwartika; Ni Komang Ari Sawitri; I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p15

Abstract

Stres merupakan reaksi atau respon tubuh terhadap stressor psikososial meliputi tekanan mental atau beban kehidupan. Stres yang berkepanjangan pada lansia dapat mengganggu dan menurunkan kualitas hidup lansia. Lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi stres pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan tingkat stres antara lansia yang tinggal di daerah wisata perkotaan dengan daerah wisata pedesaan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif komparatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 76 lansia yang tinggal di daerah wisata perkotaan dan 72 lansiahyanggtinggaltdi daerah wisata pedesaan, yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Stress Assessment Questionnaire (SAQ). Hasil analisa data yang diperoleh dengan uji t tidak berpasangan (tingkat kepercayaan 95%) adalah p = 0,032 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara nilai rata-rata tingkat stres lansia yang tinggal di daerah wisata perkotaan dengan daerah wisata pedesaan. Perbedaan tingkat stres pada lansia disebabkan oleh kurangnya dukungan dari anggota keluarga yang menyebabkan lansia menjadi kesepian dan perbedaan suasana atau kondisi lingkungan yang ada di tempat tinggal mereka. Keluarga diharapkan dapat lebih memperhatikan dan memberikan dukungan kepada lansia agar lansia tidak mengalami stres sehingga kualitas hidup lansia menjadi meningkat
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN ALTRUISME PADA LINMAS Yuli Sartikah; I Made Suindrayasa; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p01

Abstract

Keterlambatan penanganan kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi nomor tiga di dunia, sehingga diperlukan pemberian pertolongan pertama segera. Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) merupakan masyarakat yang dibekali pengetahuan terkait penanganan bencana serta berpeluang besar menjadi first responder ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, sehingga Linmas perlu memiliki pengetahuan pertolongan pertama. Pengetahuan pertolongan pertama erat hubungannya dengan altruisme, pengetahuan memiliki peran penting sebagai dasar seseorang melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan rancangan deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional. Sampel yang terlibat berjumlah 52 Linmas dan dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian adalah uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pertolongan pertama dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan, dengan nilai signifikansi p=0,006 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi r=0,375 yang menunjukkan kekuatan hubungan antar variabel lemah. Linmas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama serta altruisme yang dimiliki melalui berbagai sumber informasi terkait pertolongan pertama.
HUBUNGAN ACADEMIC SELF-EFFICACY DENGAN ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS UDAYANA Olga Penaten Demon; Made Rini Damayanti S; I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p07

Abstract

Stressor sehari-hari yang dihadapi oleh mahasiswa keperawatan selama proses pendidikan membuat mahasiswa rentan terhadap stres akademik. Stres tanpa manajemen yang tepat dapat membuat mahasiswa mengembangkan academic burnout, yang bisa memperburuk kesehatan dan performa mahasiswa. Academic self-efficacy merupakan faktor protektif internal terhadap academic burnout yang ditimbulkan oleh seorang individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara academic self-efficacy dengan academic burnout pada mahasiswa Keperawatan Universitas Udayana, Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Seratus delapan puluh (180) dari 320 mahasiswa dipilih dengan metode stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner Academic Nurse Self-Efficacy Scale (ANSEs) dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) versi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang lemah antara tingkat academic self-efficacy dengan tingkat academic burnout (r= -0,354; p=0,000, α=0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah academic self-efficacy dapat memengaruhi academic burnout di antara populasi penelitian. Temuan penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk penelitian selanjutnya dengan topik yang relevan dan memberikan informasi dasar untuk merancang program promosi kesehatan yang sesuai untuk meningkatkan academic self-efficacy mahasiswa keperawatan.
PENINGKATAN MOTIVASI MENOLONG SEKAA TRUNA-TRUNI MELALUI PENDEKAR (PENDIDIKAN KEGAWATDARURATAN) I Made Suindrayasa; Hendry Irawan; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p08

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan merupakan kondisi mengancam nyawa dan kecacatan. Dalam kondisi kegawatdaruratan semakin cepat pertolongan diberikan akan meningkatkan keselamatan korban. Perlu motivasi menolong seseorang dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Remaja merupakan karakteristik yang cocok menjadi seorang penolong. Motivasi menolong terbentuk apabila seseorang memiliki kecukupan dalam pengetahuan untuk melakukan pertolongan kegawatdaruratan. Perlu dilakukan pendidikan kegawatdaruratan yang mencakup peningkatan pengetahuan menolong dan memotivasi seseorang untuk melakukan pertolongan. PENDEKAR (Pendidikan Kegawatdaruratan) merupakan salah satu pelatihan yang diharapkan meningkatkan motivasi menolong remaja. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarat ini adalah meningkatkan motivasi menolong remaja. Tempat pelaksanaan dari kegiatan ini adalah di Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Responden dari kegiatan ini adalah remaja yang tergabung dalam Sekaa Truna-Truni. Metode kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, simulasi, dan pemberian kuesioner motivasi menolong sebelum dan sesudah kegiatan. Teknik sampel dalam kegiatan ini adalah purposive sampling. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 42 remaja. Hasil dari analisis kuesioner pre dan post didapat p-value 0,000 (p-value < 0,05). Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh PENDEKAR terhadap peningkatan motivasi menolong pada Sekaa Truna-Truni Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan atau pendidikan kegawatdaruratan kesehatan dan bencana dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi menolong remaja.