I Made Suindrayasa
Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan Dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN ACADEMIC SELF-EFFICACY DENGAN ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS UDAYANA Olga Penaten Demon; Made Rini Damayanti S; I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p07

Abstract

Stressor sehari-hari yang dihadapi oleh mahasiswa keperawatan selama proses pendidikan membuat mahasiswa rentan terhadap stres akademik. Stres tanpa manajemen yang tepat dapat membuat mahasiswa mengembangkan academic burnout, yang bisa memperburuk kesehatan dan performa mahasiswa. Academic self-efficacy merupakan faktor protektif internal terhadap academic burnout yang ditimbulkan oleh seorang individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara academic self-efficacy dengan academic burnout pada mahasiswa Keperawatan Universitas Udayana, Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Seratus delapan puluh (180) dari 320 mahasiswa dipilih dengan metode stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner Academic Nurse Self-Efficacy Scale (ANSEs) dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) versi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang lemah antara tingkat academic self-efficacy dengan tingkat academic burnout (r= -0,354; p=0,000, α=0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah academic self-efficacy dapat memengaruhi academic burnout di antara populasi penelitian. Temuan penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk penelitian selanjutnya dengan topik yang relevan dan memberikan informasi dasar untuk merancang program promosi kesehatan yang sesuai untuk meningkatkan academic self-efficacy mahasiswa keperawatan.
PENINGKATAN MOTIVASI MENOLONG SEKAA TRUNA-TRUNI MELALUI PENDEKAR (PENDIDIKAN KEGAWATDARURATAN) I Made Suindrayasa; Hendry Irawan; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p08

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan merupakan kondisi mengancam nyawa dan kecacatan. Dalam kondisi kegawatdaruratan semakin cepat pertolongan diberikan akan meningkatkan keselamatan korban. Perlu motivasi menolong seseorang dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Remaja merupakan karakteristik yang cocok menjadi seorang penolong. Motivasi menolong terbentuk apabila seseorang memiliki kecukupan dalam pengetahuan untuk melakukan pertolongan kegawatdaruratan. Perlu dilakukan pendidikan kegawatdaruratan yang mencakup peningkatan pengetahuan menolong dan memotivasi seseorang untuk melakukan pertolongan. PENDEKAR (Pendidikan Kegawatdaruratan) merupakan salah satu pelatihan yang diharapkan meningkatkan motivasi menolong remaja. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarat ini adalah meningkatkan motivasi menolong remaja. Tempat pelaksanaan dari kegiatan ini adalah di Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Responden dari kegiatan ini adalah remaja yang tergabung dalam Sekaa Truna-Truni. Metode kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, simulasi, dan pemberian kuesioner motivasi menolong sebelum dan sesudah kegiatan. Teknik sampel dalam kegiatan ini adalah purposive sampling. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 42 remaja. Hasil dari analisis kuesioner pre dan post didapat p-value 0,000 (p-value < 0,05). Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh PENDEKAR terhadap peningkatan motivasi menolong pada Sekaa Truna-Truni Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan atau pendidikan kegawatdaruratan kesehatan dan bencana dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi menolong remaja.
Analysis of Factors Causing Deterioration in Patients with Head Trauma I Made Suindrayasa; Hendry Irawan; Meril Valentine Manangkot
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.1015

Abstract

The incidence of head trauma continues to increase from year to year and causes death or disability in adults. Factors that cause deterioration in patients with head trauma are age, initial Glasgow Coma Scale (GCS), RTS (Revised Trauma Score), blood pressure, travel time to hospital (RS), and other organ trauma. Deterioration in head trauma patients can be seen from the Glasgow Outcome Scale (GOS). The problem formulation in this study is how the factors that cause deterioration in patients with head trauma are related. The purpose of this study is to describe the relationship between factors that cause deterioration in patients with head trauma and find the dominant factor. This research method is comparative analytic with a cross-sectional design. Respondents were selected using purposive sampling with a total of 48 respondents. Data on GOS, age, GCS, RTS, and blood pressure were collected from patient medical records. Data on travel time to hospital were collected from interviews with patients' families. The obtained data were subjected to multivariate analysis using logistic regression tests. The results showed that the variables of age, GCS, RTC, blood pressure, and travel time to hospital have a relationship with the GOS variable (p-value <0.005). The results of a multivariate logistic regression analysis showed that the most dominant factor influencing the worsening of severe head injury (GOS) was the RTC value (OR:16.18). In conclusion, a lower RTC value indicates a worse prognosis for head injury patients.
Analysis of Factors Causing Patient Waiting Time in the Emergency Department I Made Suindrayasa; Hendry Irawan; Meril Valentine Manangkot; I Kadek Saputra
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.1707

Abstract

Quality of service in the Emergency Department (ER) of a hospital is required to be fast, effective, and efficient. Overcrowding in the ER must be resolved as quickly as possible to ensure the workload is distributed effectively and the room is not overcrowded with healthcare workers, patients, and their families. Several methods used to alleviate overcrowding in the ER include speeding up/simplifying patient registration, triaging/sorting patients, and shortening patient waiting times by transferring patients to other rooms such as the ward, intensive care unit (ICU), inpatient wards, or other rooms. The purpose of this study was to analyze the factors contributing to patient waiting times in the ER of a hospital in the Bali Province. The factors influencing patient waiting times in the ER include registration time, triage time, consultation time for the attending physician, waiting time for laboratory results, waiting time for radiology results, and waiting time for transfer to the next room. This research method was comparative analytic with a cross-sectional design. The multivariate analysis used was logistic regression. Data collection involved observing factors affecting ER waiting times, with findings recorded on observation sheets. This study employed a purposive sampling technique, involving a total of 98 patients as respondents. Multivariate analysis revealed that the time of patient transfer to the next room was the most dominant factor associated with patient waiting times in the Emergency Department (ER), with an OR of 17.16 at a 95% confidence level. The conclusion of this study is that patient transfer time is a dominant factor affecting waiting times.
Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Meningkatkan Efektivitas Manajemen Supervisi Keperawatan: Sebuah Tinjauan Literatur I Made Suindrayasa; Irma Wina Sukma Mukti; Ni Nyoman Sri Somo Riyani; Ni Putu Manda Yudiantari; Ni Kadek Ester Juniati; Ni Gst. Ayu Divya Cinta Dewi; Dewa Ayu Made Sita Maharani; Ni Gusti Ayu Cintya Pradnya Dewi; Putu Elvira Putri Diyanti; Ni Luh Gede Radika Maharani; Zahwa Alya Arifin; Putu Apriliantari; Novelia Fibriani Manis
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Supervisi keperawatan merupakan proses pengawasan, pengarahan, dan evaluasi yang penting untuk menjamin mutu asuhan dan keselamatan pasien. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa dokumentasi manual, keterbatasan pemantauan, beban kerja, dan ketidakkonsistenan koordinasi. Kondisi tersebut menunjukkan kesenjangan antara kebutuhan supervisi yang cepat, terukur, dan berkelanjutan dengan penerapan sistem konvensional. Teknologi digital berpotensi menjadi alternatif, tetapi bukti penerapannya dalam manajemen supervisi keperawatan masih tersebar pada berbagai model dan platform. Kajian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan efektivitas manajemen supervisi keperawatan. Metode – Penelitian ini menggunakan desain literature review. Penelusuran dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan pada 2021–2026. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi, yaitu penelitian yang membahas pemanfaatan teknologi digital dalam supervisi atau manajemen supervisi keperawatan dan tersedia dalam teks lengkap. Data diekstraksi berdasarkan karakteristik penelitian, bentuk teknologi, fungsi supervisi, dan hasil implementasi, kemudian dianalisis secara naratif dan tematik. Sebanyak tujuh artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil – Teknologi yang digunakan meliputi telesupervisi, aplikasi berbasis Android seperti Editha, sistem supervisi berbasis sensor, dan prototipe D-Super. Teknologi tersebut mendukung pemantauan, dokumentasi, komunikasi, evaluasi, dan koordinasi supervisi secara lebih terstruktur. Secara umum, penerapan teknologi digital berpotensi meningkatkan efektivitas dan efisiensi supervisi, meskipun implementasinya dipengaruhi kesiapan teknologi, pengguna, dan organisasi. Simpulan – Integrasi teknologi digital berpotensi meningkatkan efektivitas, efisiensi, keterukuran, dan konsistensi supervisi keperawatan serta mendukung mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Kata kunci: aplikasi supervisi klinis; manajemen keperawatan; supervisi digital; teknologi kesehatan.