I Made Suindrayasa
Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan Dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN ACADEMIC SELF-EFFICACY DENGAN ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS UDAYANA Olga Penaten Demon; Made Rini Damayanti S; I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p07

Abstract

Stressor sehari-hari yang dihadapi oleh mahasiswa keperawatan selama proses pendidikan membuat mahasiswa rentan terhadap stres akademik. Stres tanpa manajemen yang tepat dapat membuat mahasiswa mengembangkan academic burnout, yang bisa memperburuk kesehatan dan performa mahasiswa. Academic self-efficacy merupakan faktor protektif internal terhadap academic burnout yang ditimbulkan oleh seorang individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara academic self-efficacy dengan academic burnout pada mahasiswa Keperawatan Universitas Udayana, Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Seratus delapan puluh (180) dari 320 mahasiswa dipilih dengan metode stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner Academic Nurse Self-Efficacy Scale (ANSEs) dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) versi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang lemah antara tingkat academic self-efficacy dengan tingkat academic burnout (r= -0,354; p=0,000, α=0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah academic self-efficacy dapat memengaruhi academic burnout di antara populasi penelitian. Temuan penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk penelitian selanjutnya dengan topik yang relevan dan memberikan informasi dasar untuk merancang program promosi kesehatan yang sesuai untuk meningkatkan academic self-efficacy mahasiswa keperawatan.
PENINGKATAN MOTIVASI MENOLONG SEKAA TRUNA-TRUNI MELALUI PENDEKAR (PENDIDIKAN KEGAWATDARURATAN) I Made Suindrayasa; Hendry Irawan; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p08

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan merupakan kondisi mengancam nyawa dan kecacatan. Dalam kondisi kegawatdaruratan semakin cepat pertolongan diberikan akan meningkatkan keselamatan korban. Perlu motivasi menolong seseorang dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Remaja merupakan karakteristik yang cocok menjadi seorang penolong. Motivasi menolong terbentuk apabila seseorang memiliki kecukupan dalam pengetahuan untuk melakukan pertolongan kegawatdaruratan. Perlu dilakukan pendidikan kegawatdaruratan yang mencakup peningkatan pengetahuan menolong dan memotivasi seseorang untuk melakukan pertolongan. PENDEKAR (Pendidikan Kegawatdaruratan) merupakan salah satu pelatihan yang diharapkan meningkatkan motivasi menolong remaja. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarat ini adalah meningkatkan motivasi menolong remaja. Tempat pelaksanaan dari kegiatan ini adalah di Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Responden dari kegiatan ini adalah remaja yang tergabung dalam Sekaa Truna-Truni. Metode kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, simulasi, dan pemberian kuesioner motivasi menolong sebelum dan sesudah kegiatan. Teknik sampel dalam kegiatan ini adalah purposive sampling. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 42 remaja. Hasil dari analisis kuesioner pre dan post didapat p-value 0,000 (p-value < 0,05). Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh PENDEKAR terhadap peningkatan motivasi menolong pada Sekaa Truna-Truni Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan atau pendidikan kegawatdaruratan kesehatan dan bencana dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi menolong remaja.