Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Kedisiplinan dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Kota Bekasi Sholihah, Heksalia Almaratus; Handayani, Melia; Maulani, Syifa Fajar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedisiplinan dan fasilitas kerja merupakan elemen penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran tentang kedisiplinan dan fasilitas kerja, serta kinerja karyawan di PT Pos Indonesia KCU Kota Bekasi. Selain itu, tujuannya adalah untuk mengevaluasi pengaruh kedisiplinan kerja dan fasilitas kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan, dan untuk mengidentifikasi sejauh mana kedisiplinan dan fasilitas kerja berpengaruh bersama-sama terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini melibatkan 100 karyawan dan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, dan penggunaan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat disiplin kerja sebesar 3,14 berada dalam kategori cukup baik, fasilitas kerja sebesar 3,45 dalam kategori baik, dan kinerja karyawan sebesar 3,98 dalam kategori cukup baik. Hasil uji regresi dan hipotesis menunjukkan bahwa baik disiplin kerja maupun fasilitas kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kedua faktor tersebut juga memiliki pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Kontribusi disiplin kerja dan fasilitas kerja terhadap kinerja karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Kota Bekasi sebesar 58%, sementara 42% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Kualitas Layanan Jasa Logistik Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan di PT Pos Indonesia Cabang Serang Handayani, Melia; Ma'ruf, Ma'ruf; Gumilang, Surya Agung; Fauzi, Muhammad Ariq; Jati, Mukti Widayat; Raihan, Wildan Ali; Fahreza, Rio
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11138

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui kepuasan pelanggan serta loyalitas pelanggan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan. Objek penelitiannya adalah PT Pos Indonesia Persero Cabang Serang. Responden dalam penelitian ini adalah pengguna jasa PT Pos Indonesia Persero Cabang serang, responden yang dipilih pada penelitian ini terdapat 100 responden dengan menerapkan teknik pengambilan sampel yang disebut probabilitas sampling dengan jenis sample random sampling. Teknis analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis Structural Equation Modeling (SEM-PLS). Penelitian ini menunjukkan bahwa Kepuasan pelanggan memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap Loyalitas pelanggan. Selain itu, Kualitas layanan logistik juga memiliki pengaruh langsung positif terhadap Kepuasan pelanggan. Namun meskipun Kualitas layanan logistik berpengaruh positif terhadap Loyalitas pelanggan, pengaruhnya tidak signifikan. Terdapat juga pengaruh tidak langsung yang positif dari Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas pelanggan. Kata Kunci : layanan jasa, logistik, kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, kualitas pelayana, Structural Equation Modeling (SEM)
PENGABDIAN MASYARAKAT “PROGRAM PELATIHAN DESAIN MENARIK DAN PEMASARAN DIGITAL DALAM BERWIRAUSAHA PADA DESA PILANGSARI” Handayani, Melia; Maulani, Syifa Fajar; Tsani, Rubby Rahman; Vita, Cynthia; Rahayu, Gadis Sari; Zahra, Rika Sabrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19318

Abstract

ABSTRAKTriwulan-3 tahun 2022 tercatat perkembangan ekonomi Indonesia. Sektor perdagangan muncul sebagai sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga sebesar 0,71%. Data ini mencerminkan berwirausaha semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia sebagai sumber pendapatan mereka. Di era digital saat ini, peluang berwirausaha semakin besar, terutama dengan adanya platform E-commerce yang memungkinkan para pengusaha untuk memasarkan produknya ke seluruh wilayah Indonesia. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang kesulitan mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam hal desain pengemasan yang menarik, pemasaran digital, dan teknologi pengemasan yang aman untuk distribusi ke seluruh wilayah Indonesia. Rendahnya penjualan online dan teknologi pengemasan di Desa Pilangsari menunjukkan perlunya pelatihan. Untuk mengatasi permasalahan ini, metode yang dijalankan adalah melalui pengabdian kepada masyarakat di Desa Pilangsari. Program ini mencakup pelatihan desain pengemasan menarik, pemasaran digital, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan tentang teknologi digital dan teknologi pengemasan kepada peserta, sehingga mereka dapat menjadi wirausaha yang mampu beradaptasi dengan teknologi. Kata kunci: perdagangan; wirausaha; e-commerce; teknologi; packaging. ABSTRACTThe 3rd quarter of 2022 recorded Indonesia's economic development. The trade sector emerged as the third highest source of economic growth at 0.71%. This data reflects that entrepreneurship is increasingly becoming the main choice for Indonesians as their source of income. In today's digital era, the opportunities for entrepreneurship are getting bigger, especially with the existence of E-commerce platforms that allow entrepreneurs to market their products throughout Indonesia. However, there are still some people who have difficulty keeping up with the times, especially in terms of attractive packaging design, digital marketing, and safe packaging technology for distribution throughout Indonesia. The low level of online sales and packaging technology in Pilangsari Village indicates the need for training. To overcome this problem, the method is through community service in Pilangsari Village. The program includes training on attractive packaging design, digital marketing, training, mentoring, and evaluation. The goal is to provide knowledge about digital technology and packaging technology to participants, so that they can become entrepreneurs who are able to adapt to technology. Keywords: trade; entrepreneurship; e-commerce; technology; packaging.
Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Laut Melalui Strategi Usaha, Inovasi Olahan, Dan Digital Marketing Pada Masyarakat Desa Lontar [Enhancing the Competitiveness of Marine Products Through Business Strategies, Processed Product Innovation, and Digital Marketing in the Lontar Village Community] Handayani, Melia; Hakim, Wafa Nurul; Maulani, Syifa Fajar; Ainiah, Siti Kurotul; Larasati, Wenny Ananda; Rammadhani, Faishal Sauqi
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261334

Abstract

Abstract. This community service activity was carried out in Lontar Village, Tirtayasa District, Serang Regency, Banten, which is known as a coastal area with main potential in the fisheries and seaweed cultivation sectors. The problems faced by the local community include limited knowledge of modern packaging innovations, business consistency strategies, and digital-based marketing, resulting in marine products that have not yet reached optimal added value. The method consisted of four stages: field surveys, interviews, planning, and implementation. The implementation series included a pre-test, delivery of material, workshops, and a post-test. The materials presented covered entrepreneurship strategies, packaging innovation using tools such as vacuum sealers, and digital marketing training through the creation of online stores on e-commerce platforms. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills, with an average improvement of 14% from pre-test to post-test. The largest increase was in digital marketing at 26.12%, followed by modern packaging innovation at 13.04%, and entrepreneurship strategies at 6.95%. This demonstrates that the training successfully increased motivation, practical skills, and the community’s readiness to develop their businesses. Through this assistance, the Lontar Village community not only learned theory but also directly practiced digitalization skills, modern packaging, and online marketing to expand their markets. This activity is expected to encourage increased added value of marine products, strengthen competitiveness, and support the sustainable economic independence of coastal communities. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, yang dikenal sebagai wilayah pesisir dengan potensi utama pada sektor perikanan dan budidaya rumput laut. Permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat meliputi keterbatasan pengetahuan dalam inovasi pengemasan modern, strategi konsistensi usaha, dan pemasaran berbasis digital, sehingga hasil laut yang diproduksi belum memiliki nilai tambah optimal. Metode kegiatan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu survei lapangan, wawancara, perencanaan, dan pelaksanaan. Rangkaian pelaksanaan mencakup pre-test, pemberian materi, workshop, serta post-test. Materi yang disampaikan meliputi strategi kewirausahaan, inovasi pengemasan menggunakan alat seperti vacuum sealer, dan pelatihan pemasaran digital melalui pembuatan toko online di platform e-commerce. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan rata-rata kenaikan sebesar 14% dari pre-test ke post-test. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pemasaran digital sebesar 26,12%, diikuti oleh inovasi pengemasan modern sebesar 13,04%, serta strategi berwirausaha sebesar 6,95%. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan mampu meningkatkan motivasi, keterampilan praktis, dan kesiapan masyarakat dalam mengembangkan usaha. Dengan adanya pendampingan ini, masyarakat Desa Lontar tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkan keterampilan digitalisasi, pengemasan modern, dan pemasaran online untuk memperluas pasar. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah produk hasil laut, memperkuat daya saing, serta mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Hubungan Fasilitas Pelayanan Kapal Terhadap Kepuasan Penumpang PT PELNI (Persero) Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok Maulani, Syifa Fajar; Usep, Muhamad; Handayani, Melia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fasilitas pelayanan kapal dengan tingkat kepuasan penumpang PT PELNI (Persero) di Pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis statistik deskriptif dan inferensial untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai persepsi penumpang terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada penumpang PT PELNI (Persero), kemudian diolah menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 30. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa berdasarkan total skor penilaian, dimensi Tangibles merupakan dimensi yang paling dominan dalam menilai fasilitas pelayanan kapal. Namun, apabila ditinjau dari nilai rata-rata skor per item, dimensi Responsiveness menempati posisi tertinggi dengan nilai rata-rata sebesar 394,8, diikuti oleh dimensi Reliability dengan nilai rata-rata 389,0. Sementara itu, dimensi Tangibles justru menunjukkan nilai rata-rata terendah, yaitu sebesar 382,5. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketanggapan dan keandalan petugas pelayanan lebih dirasakan langsung oleh penumpang dibandingkan aspek fisik fasilitas kapal. Sebelum dilakukan pengujian hubungan antarvariabel, penelitian ini terlebih dahulu melakukan uji asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model regresi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal serta terdapat gejala heteroskedastisitas. Oleh karena itu, analisis hubungan dilanjutkan menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat, positif, dan signifikan antara fasilitas pelayanan kapal dan kepuasan penumpang, dengan koefisien korelasi sebesar 0,823 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kapal, baik dari aspek sarana fisik maupun ketanggapan petugas, memiliki hubungan yang signifikan terhadap peningkatan kepuasan penumpang serta berkontribusi dalam memperkuat loyalitas pengguna jasa PT PELNI (Persero).
Pengalaman Konsumen Melalui Pelatihan Pembuatan Kemasan Edible Untuk Aplikasi pada Usaha Mahasiswa Ma'ruf, Ma'ruf; Handayani, Melia; Widiyanto, Kukuh; Hasanah, Uswatun; Efendi, E.; Gadis Sari; Zahra, Rika Sabrina; Chinda, Ken; Vita, Cynthia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.723

Abstract

Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, namun juga berdampak pada meningkatnya limbah kemasan plastik. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan kemasan ramah lingkungan berupa edible film. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pembuatan kemasan edible film serta mendorong penerapannya pada usaha mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Supply Chain Management Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Daerah Serang dengan melibatkan 55 mahasiswa Program Studi Logistik Kelautan. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan yang dipadukan dengan praktik langsung dan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Tahapan kegiatan meliputi pemberian materi, praktik pembuatan edible film, serta uji coba konsumsi produk yang dikemas menggunakan edible film. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil memproduksi edible film berbahan dasar gelatin sapi dan mengaplikasikannya sebagai kemasan produk kopi dan krimer. Uji coba konsumsi menunjukkan bahwa edible film larut sempurna tanpa memengaruhi rasa, aroma, dan warna produk, serta memperoleh respon positif dari peserta. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung pengembangan usaha mahasiswa berbasis inovasi kemasan ramah lingkungan serta menjadi upaya nyata dalam pengurangan sampah plastik.
ANALISIS PENYEBAB KETIDAKSESUAIAN PEMENUHAN BARANG DARI DISTRIBUTOR DI GUDANG DISTRIBUTION CENTER PT XYZ Mochammad Azmi Musyaffa Adam; Tsani, Rubby Rahman; Handayani, Melia
Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain (BLOGCHAIN) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/blogchain.v5i2.1868

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab ketidaksesuaian pemenuhan barang dari distributor di Gudang Distribution Center PT. XYZ Branch Cianjur, sebuah entitas ritel yang melayani distribusi ke ±580 gerai. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, sampel penelitian melibatkan informan kunci yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari tiga personil internal gudang dan lima perwakilan distributor eksternal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi yang divalidasi dengan triangulasi. Metode analisis data mengintegrasikan kerangka Supply Chain Risk untuk klasifikasi risiko strategis dan Fishbone Diagram untuk menelusuri akar masalah operasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebab dominan adalah Supply Risk pada kategori Material, spesifiknya kondisi Out of Stock (OOS) di distributor yang dipicu oleh kendala produksi di tingkat pabrik seperti keterlambatan bahan baku dan gangguan mesin. Implikasi manajerial penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi risiko melalui peningkatan kolaborasi data terintegrasi, pengadaan buffer stock untuk item rawan OOS, serta optimalisasi mekanisme Transfer Out-Transfer In (TOTI) guna meningkatkan ketahanan rantai pasok dan service level gudang.
Designing a Finished Goods Warehouse Management System to Reduce Paper Waste Using the Framework for the Application of System Thinking: A Case Study at PT XYZ Wahyuni, Delia Tri Puspa; Handayani, Melia; Ma’ruf, Ma’ruf
Industrial and Domestic Waste Management Volume 5 - Issue 2 - 2025
Publisher : Tecno Scientifica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53623/idwm.v5i2.928

Abstract

Digital transformation in Indonesia's manufacturing sector has accelerated the adoption of warehouse management systems, with the automated warehouse market projected to grow from USD 25.6 billion in 2025 to USD 54.3 billion in 2031. Traditional paper-based warehouse operations created inefficiencies, environmental degradation, and operational challenges, including poor traceability, coordination gaps, and significant paper waste. This research aimed to design a comprehensive Finished Goods Warehouse Management System integrated with Outgoing Quality Control (OQC) functionality to address operational challenges at PT. XYZ, including limited human resources, inconsistent inspection duration, inadequate location tracking, and excessive paper consumption of approximately 200 sheets per month. The study employed a qualitative case study approach using the Framework for the Application of System Thinking (FAST) methodology, encompassing Scope Definition, Problem Analysis, Requirements Analysis, and Logical Design phases. The PIECES framework was used to evaluate system feasibility across Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, and Service dimensions. Data collection involved observation, semi-structured interviews with warehouse administrators, quality control staff, OQC personnel, and production planning and inventory control (PPIC) staff, along with document review. The research produced comprehensive system models, including use case diagrams, activity diagrams, sequence diagrams, Entity Relationship Diagrams, Data Flow Diagrams, and user interface prototypes. The designed system integrated real-time status updates, automatic blocking mechanisms, barcode scanning technology, digital inspection forms with AQL-based auto-calculation, and complete traceability throughout the supply chain.The integrated WMS design provided practical solutions for improving operational efficiency, eliminating paper waste, ensuring product quality through mandatory quality control integration, and supporting sustainable manufacturing practices in the plastic injection molding industry.
RANCANGAN LEAN WAREHOUSING UNTUK ELIMINASI WASTE DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KINERJA GUDANG PADA PT X SEBAGAI THIRD PARTY LOGISTICS (3PL) Sari Rahayu, Gadis; Handayani, Melia; Ma'ruf, Ma'ruf
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i2.4258

Abstract

In the competitive supply chain era, PT X as a 3PL faces warehouse inefficiencies at WH-3, with fluctuating tyre inbound causing overcapacity, pallet pile-ups, and disrupted material flows. This study aims to classify dominant wastes using VSM and PAM, design a lean warehousing future state to eliminate wastes, and enhance warehouse productivity. It employs a quantitative descriptive method, with population as all WH-3 warehousing activities (inbound, inventory, outbound domestic/export) and purposive sampling of 32 work units from 50-100 observations (August-November 2025). Instruments include structured observation guidelines; analysis techniques encompass adequacy/uniformity tests, performance rating, standard time calculation, VSM, PAM, and fishbone diagrams. Results reveal dominant wastes: waiting (25%) and transportation (19%), mainly in export outbound, reducing lead time from 145 to 52 minutes and boosting PCE from 68% to 89% via future state design. In conclusion, lean warehousing integration effectively minimizes wastes and sustains 3PL competitiveness, recommending phased digitalization and layout zoning implementation.