Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DI DUA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH Setiawan, Harry Radot; Wasi'an, Wasi'an; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.76191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi antara pupuk kandang dan varietas kubis bunga yang lebih baik, dengan kedalaman muka air tanah yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah aluvial dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai November 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Petak Berjalur (Split Blok), yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan masing-masing perlakuan. Faktor pertama (main plot) yaitu kedalaman muka air tanah yang terdiri dari 20 dan 30 cm, dan faktor kedua (sub plot) yaitu kombinasi pupuk kandang dan varietas kubis bunga yang terdiri dari pupuk kandang ayam + varietas Larissa, pupuk kandang kambing + varietas Larissa, pupuk kandang + varietas Snow White, dan pupuk kandang kambing + varietas Snow White. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun per tanaman, berat segar tanaman, berat kering tanaman, kemunculan bunga, diameter krop, dan berat segar krop. Selain variabel diatas juga dilakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan yang meliputi pH tanah, suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi pupuk kandang dan varietas Larissa menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga yang lebih baik daripada kombinasi pupuk kandang dan varietas Snow White pada media tanam tanah aluvial di polybag dengan sistem budidaya jenuh air dan kedalaman muka air tanah 30 cm menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga yang lebih baik dari 20 cm pada media tanam tanah aluvial di polybag dengan sistem budidaya jenuh air.
Pengaruh Frekuensi Pemberian Asam Salisilat dan Bradyrhizobium untuk Meningkatkan Produktivitas Edamame (Glycine Max L.Merr) di Lahan Gambut Rona, Rona; Suswanto, Iman; Basuni, Basuni
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v15i2.97078

Abstract

Edamame has high yield potential; however, production in Indonesia remains limited. Edamame production on peatlands faces several obstacles, including the nature of peat, which often has low nutrient content and high acidity levels that do not support the formation of root nodules. One way to form root nodules to increase edamame productivity is to use salicylic acid and Bradyrhizobium bacteria. This study aims to determine the effects of the timing of salicylic acid and Bradyrhizobium treatment on edamame productivity in peatlands. This research was conducted in Siantan Hilir, North Pontianak, during July-September 2024. The experimental design used was a factorial RAL split-plot design consisting of two factors. The first factor is the treatment of Bradyrhizobium bacteria, and the second factor is the timing of salicylic acid treatment. There are six treatment combinations with 6 times replications. The variables observed include plant height, number of leaves, number of root nodules, root length, number of pods per plant, weight of pods per plant, yield per plot, and yield per hectare. The results showed no significant interaction between salicylic acid treatment and Bradyrhizobium bacteria. Salicylic acid treatment significantly affected the number of root nodules, number of pods per plant, weight of pods per plant, yield per plot, and yield per hectare. Still, it did not significantly affect plant height, leaf number, or root length. Bradyrhizobium bacteria treatment significantly affected the number of root nodules, number of pods per plant, weight of pods per plant, yield per plot, and yield per hectare. Still, it did not significantly affect plant height, leaf number, or root length. The treatment of salicylic acid and Bradyrhizobium bacteria individually had a significant effect on the number of root nodules, number of pods, pod weight, and yield per plot and per hectare.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang dan Daun Kelor Sebagai Subtitusi AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy Pada Sistem Hidroponik Emirullah, Faqih; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i1.100430

Abstract

Larutan nutrisi menentukan keberhasilan budidaya tanaman secara hidroponik. Larutan nutrisi seperti AB mix harganya cukup mahal di pasar. Larutan nutrisi alternatif seperti pupuk organik cair (POC) bonggol pisang dan daun kelor diharapkan dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB mix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC bonggol pisang dan daun kelor sebagai subtitusi AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 juni – 15 juli 2025, di lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 taraf perlakuan dengan 20 ulangan. Total seluruh objek yang diamati berjumlah 140 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu P1 = AB mix 100% + tanpa POC, P2 = AB mix 50% + 50% POC bonggol pisang, P3 = AB mix 50% + 50% POC daun kelor, P4 = AB mix 50% + 50% POC campuran bonggol pisang dan daun kelor, P5 = POC bonggol pisang 100% + tanpa AB mix, P6 = POC daun kelor 100% + tanpa AB mix, P7 = POC campuran bonggol pisang dan daun kelor 100% + tanpa AB mix. Semua perlakuan diberikan konsentrasi 1200 PPM. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi luas daun, jumlah daun, volume akar, berat segar bagian atas tanaman dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan AB mix tanpa POC berbeda nyata lebih baik dibandingkan dengan perlakuan subtitusi menggunakan POC bonggol pisang dan daun kelor pada semua variabel pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa POC bonggol pisang dan daun kelor tidak dapat menjadi subtitusi AB mix dalam mendukung pertumbuhan dan hasil pakcoy pada sistem hidroponik.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Campuran Kotoran Sapi dan Daun Gamal Sebagai Subtitusi Nutrisi AB Mix Pada Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pakcoy Secara Hidroponik Pebrianto, Fredikus; Basuni, Basuni; Sasli, Iwan
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i1.100431

Abstract

Budidaya pakcoy hidroponik membutuhkan pupuk lain sebagai alternatif untuk mengurangi biaya nutrisi AB Mix yang mahal. Ekstraksi cairan dari campuran kotoran sapi dan daun gamal ( Pupuk Organik Cair = POC) dapat menjadi solusi, karena keduanya mudah diperoleh dan dibudidayakan di Kalimantan Barat. Pengkombinasian nutrisi AB Mix dengan POC ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber hara dari budidaya pakcoy hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa persen pupuk organik cair kotoran sapi dan daun gamal dapat mensubtitusi konsentrasi pupuk AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2025 di Lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf perlakukan tanpa ulangan, setiap perlakuan terdapat 20 sampel tanaman sehingga total terdapat 80 tanaman yang diamati. Perlakuan dalam penelitian yang dimaksud adalah kombinasi antara AB Mix dan POC campuran kotoran sapi dan daun gamal dengan taraf perlakuan P1= 100 % AB Mix; P2= 75 % AB Mix + 25 % POC; P3= 50 % AB Mix + 50 % POC; P4= 25 % AB Mix + 75 % POC. Setiap perakuan diterapkan dengan sistem hidroponik DFT, dengan konsentrasi tiap perlakuan yaitu 1200 ppm. Variabel pengamatan meliputi: luas daun, jumlah daun, berat segar bagian atas tanaman, volume akar dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan kombinasi AB Mix dan POC campuran kotoran sapi dan daun gamal berbeda nyata dengan perlakuan AB Mix tanpa POC, dapat disimpulkan bahwa POC tidak dapat mensubtitusi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy secara hidroponik.
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Anitasya, Haziza; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.78528

Abstract

Produktivitas kubis bunga di Kalimantan Barat masih tergolong rendah karena masih sulit mengembangkan tanaman kubis bunga dikarenakan perbedaan suhu serta kondisi tanah. Tanah aluvial yang miskin unsur hara perlu penambahan bahan organik ke dalam tanah yaitu penambahan amelioran yang dikombinasikan dengan sistem budidaya jenuh air pada dua kedalaman muka air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kedalaman muka air tanah serta kombinasi amelioran yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan di Lahan Golden River Camp, Jalan Kalimas Tengah, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Blok. sebagai main plot yaitu kedalaman muka air tanah (D) yang terdiri dari d1 = kedalaman muka air tanah 20 cm dan d2 = kedalaman muka air tanah 30 cm. Sub plot yaitu kombinasi amelioran (P) yang terdiri dari p1 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha, p2 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha, p3 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + pupuk hayati bioboost 15 ml/L dan p4 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha + pupuk hayati bioboost 15 ml/L. Terdapat 8 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan dengan menggunakan 4 sampel tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan amelioran dan kedalaman muka air tanah tidak memberikan perbedaan terhadap pertumbuhan tetapi memberikan perbedaan terhadap hasil kubis bunga. Perlakuan kedalaman muka air tanah 30 cm dan kombinasi amelioran berupa pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha + pupuk hayati 15 ml/L merupakan kombinasi yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga.