Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN POC DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU PADA TANAH ALUVIAL Paradah, Ronaldus; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.89061

Abstract

Terung (Solanum melongena  L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang berbentuk buah. Salah satu tanaman terung yang sering di konsumsi yaitu terung ungu.  Faktor yang menyebabkan menurunya produksi terung yaitu turunnya produktivitas tanah dan kurangnya ketersediaan unsur hara yang terdapat didalam tanah. Usaha untuk meningkatkan produksi terung ungu di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan penambahan unsur hara kedalam tanah menggunakan POC dan Pupuk NPK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi pemberian POC dan dosis NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat  selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor A yaitu frekuensi pemberian POC sebanyak 3 taraf perlakuan yaitu f1 =  1 kali, f2 =    2 kali, f3  = 3 kali  dan faktor B yaitu dosis pupuk NPK sebanyak 3 taraf perlakuan yaitu dosis NPK: p1 = 6 g/tanamn, p2 =  12 g/tanaman, p3  = 18 g/tanaman total kombinasi perlakuan sebanyak 9 diulang 3 kali dengan setiap perlakuan menggunakan 4 tanaman sampel. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, berat segar tanaman, volume akar, jumlah buah pertanaman, berat buah per tanaman, berat buah perbuah, berat buah per petak dan panjang buah. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan lahan penelitian, persemaian, pemberian pupuk dasar dan kapur, penanaman, pemberian POC, pemberian pupuk NPK, pemeliharaan tanaman dan pemanenan. Hasil penelitian menunjukan bahwa frekuensi POC 2 kali pemberian memberikan hasil terbaik pada tanaman terung ungu dan dosis NPK 18 g/tanaman memberikan hasil terbaik pada tanaman terung ungu pada tanah aluvial.
Work-life Balance and Burnout on Employee: A Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis Basuni, Basuni; Sopiah, Sopiah
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 4 No. 2 (2023): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v4i2.300

Abstract

The purpose of this literature review was to compile relevant findings from different studies and to investigate the factors that contribute to work life balance and burnout. The method used in this research is the PRISMA method (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) and Bibliometric analysis using Vos Viewer. Data sources obtained from Scopus for the period 2013-2023. The results of 46 journals were obtained and then data reduction with inclusion and exclusion criteria obtained 6 journals to be reviewed. The results showed an increasing trend of research on work-life balance and burnout and found several topics/keywords that can be used as the basis for further research
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus L.) PADA TANAH ALUVIAL Lara, Lara Fitriyanti; Basuni, Basuni; Asri Mulya Ashari
Jurnal Pertanian Agros Vol 27 No 2 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v27i2.59

Abstract

White radish (Raphanus sativus L.) is a vegetable plant in the form of a tuber. Radish for human health can especially smooth the digestive system. The purpose of this study was to determine the interaction between biofertilizer and KCl fertilizer on the growth and yield of radish plants on alluvial soil. This study was conducted in the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University from March to April 2024. The method used was a Factorial Completely Randomized Design with two factors, the first factor was biofertilizer with 3 levels, and the second factor was KCL with 3 levels which were repeated 3 times so that there were 27 experimental units. The data obtained were analyzed statistically with the F test at a level of 5%. If the results of the F test show a significant effect, it is continued with the Honestly Significant Difference (HSD) test at a level of 5%. The variables observed in this study were the number of leaves (strands), leaf area (cm2), dry weight of plants (g), tuber length (cm), tuber diameter (cm), and fresh weight of tubers (g). The results of the study showed that the provision of 6 ml/l of water and 4.2 g of KCl fertilizer per polybag was the best treatment for the growth and yield of radish plants on alluvial soil.
Pertumbuhan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dengan Berbagai Kedalaman Muka Air Tanah pada Sistem Budidaya Jenuh Air Herdiansyah, Mohd. Taufikri; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/nexus.v1i1.91466

Abstract

Pengelolaan kedalaman muka air tanah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman merupakan faktor penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada lahan sulfat masam, hal ini untuk meminimalkan terjadinya oksidasi pirit (FeS2) di dalam tanah. Tujuan penelitian mengkaji tingkat kedalaman muka air tanah yang efektif pada sistem budidaya jenuh air untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang merah pada lahan pasang surut sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dari bulan Juni sampai Oktober 2024. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan yang digunakan yaitu taraf kedalaman muka air tanah (20, 30, dan 40 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menunjang pertumbuhan tanaman kacang merah, kedalaman muka air tanah pada lahan pasang surut sulfat masam yang efisien berkisar antara 28-33 cm, sedangkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman yaitu berkisar antara 30-31 cm.
Pengaruh Komposisi NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Merah pada Kedalaman Muka Air Berbeda dengan Sistem Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut Sulfat Masam Tambunan, Atya Henny; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/nexus.v1i1.91473

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dapat beradaptasi di dataran rendah. Upaya memanfaatkan lahan pasang surut sulfat masam dilakukan dengan menerapkan sistem budidaya jenuh air dan pemberian kompoisi pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan mendapatkan interaksi kedalaman muka air tanah dan komposisi pupuk NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang merah di lahan pasang surut sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Split Blok dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama (main plot) yaitu kedalaman muka air (M) dengan taraf 20, 30, dan 40 cm di bawah permukaan tanah. Faktor kedua (sub plot) yaitu komposisi pupuk NPK dengan taraf 1) = (16:16:16, 16:16:16, 16:16:16), 2) = (20:10:10, 20:10:10, 9:25:25), dan 3) = (16:16:16, 20:10:10, 9:25:25). Variabel yang diamati yaitu, jumlah polong, jumlah dan berat biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman muka air 30 cm dan komposisi pupuk NPK 16:16:16, 20:10:10, 9:25:25 memberikan pengaruh terbaik terhadap variabel jumlah polong, jumlah dan berat biji per tanaman.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Kacang Merah Yang Daplikasikan Berbagai Komposisi Pupuk NPK Pada Media Tanah Aluvial Bantasan, Iskandar; Wasi'an, Wasi'an; Basuni, Basuni
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/nexus.v1i1.91589

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) adalah sayuran polong kaya protein yang potensial .Penelitian ini bertujuan meneliti pertumbuhan kacang merah dan komposisi pupuk NPK perrtumbuhan hasil kacang merah di lahan alluvial. Sebagai upaya dalam peningkatan produktivitas pada lahan alluvial dengan cara pemupukan yang bermanfaat dengan pemberian pupuk NPK diharapkan menambah unsur hara yang diperlukan tanaman pada masa pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalimas, Kalimantan Barat dari bulan Agustus sampai Oktober 2024, metode yang digunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan yang digunakan komposisi pupuk NPK Mutiara 16:16:16, Sprinter 20:10:10, Profesional 9:25:25, kemudian ada 4 kombinasi pupuk NPK (16:16:16, 16:16:16, 16:16:16), (16:16:16, 20:10:10, 20:10:10), (16:16:16, 9:25:25, 9:25:25), dan (16:16:16, 20:10:10, 9:25:25). Hasil Penelitian menunjukan bahwa komposisi Pupuk yang terbaik yaitu 16:16:16, 20:10:10, 20:10;10pada pertumbuhan
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA AKIBAT PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH SAYUR DAN RED MUD PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Jayanti, Meylani Dwi; Susana, Rini; Basuni, Basuni; Listiawati, Agustina; Wasi’an, Wasi’an
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3498

Abstract

       Red-yellow podzolic soil has constraints for cauliflower cultivation because of its low soil fertility and acid soil.  One effort to fix this is by adding vegetable waste bokashi and red mud. This study aims to obtain the best interaction dose of bokashi vegetable waste and red mud for the growth and yield of cauliflower on red-yellow podzolic soil. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor is bokashi vegetable waste (S) consisting of s1 = 10 tons/ha, s2 = 20 tons/ha and s3 = 30 tons/ha. The second factor, namely red mud (R) consists of r1 = 0.5 ton/ha, r2 = 1 ton/ha and r3 = 1.5 ton/ha. The variables observed in this study were the number of leaves, root volume, plant dry weight, flower fresh weight, and flower diameter. The results showed that there was an interaction between the addition f vegetable waste bokashi and red mud on fresh weight of flowers with an effective dose of 30 tons/ha of vegetable waste bokashi and 1.5 tons/ha of red mud. Keywords: Cauliflower, Red Mud, Red-Yellow Podzolic,Vegetable Waste Bokashi INTISARITanah podsolik merah kuning memiliki kendala untuk budidaya kubis bunga karena tingkat kesuburan tanahnya rendah dan reaksi tanah yang masam. Satu diantara upaya untuk memperbaikinya adalah dengan pemberian bokashi limbah sayur dan red mud. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokashi limbah sayur dan red mud yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama, yaitu bokashi limbah sayur (S) terdiri dari s1 =  10 ton/ha, s2 = 20 ton/ha dan s3 = 30 ton/ha. Faktor kedua, yaitu red mud (R) terdiri dari r1 = 0,5 ton/ha, r2 = 1 ton/ha dan r3­­ = 1,5 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar bunga, dan diameter bunga. Hasil penelitian  menunjukkan terjadi interaksi antara  pemberian bokashi limbah sayur dan red mud terhadap berat segar bunga dengan dosis efektif 30 ton/ha bokashi limbah sayur dan 1,5 ton/ha red mud. Kata Kunci: Bokashi Limbah Sayur, Kubis Bunga, Podsolik Merah Kuning, Red Mud
PENGARUH KOMPOSISI AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KUBIS BUNGA PADA LAHAN PASANG SURUT SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni; Wasian, Wasian; Zulfita, Dwi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4711

Abstract

The development of tidal land for agriculture faces various challenges in order to provide high productivity. One of the plant cultivation techniques developed in tidal areas is water saturated cultivation. This research aims to determine the growth and yield of flowering cabbage in acid sulphate tidal fields using a water-saturated cultivation system applied with various amelioran compositions. This research was carried out in Kalimas village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency for 8 months (April – October). The research design that will be used is a field experiment with a split plot design with 2 treatment factors and 3 replications. The main plot is the Flower Cabbage variety (K) which consists of 2 varieties: k1 = Larissa F1 and k2 = Snow White F1. As a subplot is the amelioran composition (A) which consists of chicken manure (pka), goat manure (pkk), biological fertilizer (ph) and dolomite lime (kd) with 8 compositions, namely: a1 = pka, a2 = pkk, a3 = pka + ph a4 = pkk + ph, a5 = pka + kd, a6 = pkk + kd, a7 = pka + ph + kd, and a8 = pkk + ph + kd. The results of the research show that the amelioran composition has the same effect, while the variety and depth of the water table have a different effect on the growth of flowering cabbage plants on acid sulfate tidal land with a water-saturated cultivation system. The Larissa variety provides better growth than the Snowhite variety.
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DALAM SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Ainurrahman, Yadi; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4359

Abstract

            The use of manure and lime in cultivation of cauliflower plants on acid sulfate alluvial soil can improve the physical, chemical and biological properties of the soil so that it can increase the growth and yield of cauliflower. The aim of this research is to determine the best combination of manure and lime for the growth and yield of two cauliflower varieties planted on tidal land with a saturated soil culture system. The research location is located at Golden River Camp, Jalan Kalimas Tengah, Kalimas Village, Sui. Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The research period was from July to November, 2023. The research design used Split Block with two treatment factors and was repeated in 3 times. The first factor consists of 2 levels, namely the Larissa and Snow White varieties. The second factor was a combination of manure and lime treatment, consisting of 4 levels, namely chicken manure; goat manure; chicken manure + lime; and goat manure + lime. The variables observed were number of leaves, fresh weight, dry weight, leaf area, flower emergence time, crop weight, and crop diameter. The research results showed that the Larissa variety with a combination of goat manure + lime showed better growth and yield than the Snow White variety. Key words: acid sulfate alluvial; cauliflower; lime; saturated soil culture system; tidal land INTISARIPenggunaan pupuk kandang dan kapur dalam budidaya tanaman kubis bunga pada tanah aluvial sulfat masam dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  kombinasi terbaik pupuk kandang dan kapur terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas kubis bunga  yang ditanam di lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air. Lokasi penelitian terletak di Golden River Camp, Jalan Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sui.Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Waktu penelitian mulai bulan Juli hingga November 2023. Rancangan penelitian menggunakan Split Block dengan dua faktor perlakuan dan diulang 3 kali. Faktor pertama terdiri dari 2 taraf, yaitu varietas Larissa dan Snow White. Faktor kedua perlakuan kombinasi pupuk kandang dan kapur, terdiri dari 4 taraf, yaitu pupuk kandang ayam;  pupuk kandang kambing; pupuk kandang ayam + kapur; dan pupuk kandang kambing + kapur.  Variabel yang diamati adalah jumlah daun, berat segar, berat kering, luas daun, saat munculnya bunga, berat krop, dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Larissa dengan kombinasi pupuk kandang kambing + kapur menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibanding varietas Snow White. Kata kunci: alluvial sulfat masam, budidaya jenuh air, kapur, kubis bunga, lahan pasang surut
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN POC KULIT NANAS DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PUTIH PADA TANAH ALUVIAL Yusrizal, Herri; Basuni, Basuni; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74213

Abstract

Meningkatkan produksi sawi putih di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi, cara intensifikasi salah satunya dengan penggunaan pupuk dan bibit unggul sedangkan ekstensifikasi salah satunya   melalui penggunaan tanah aluvial. Kendala sifat kimia tanah dapat diperbaiki dengan pemberian POC kulit nanas dan KNO3 sebagai amelioran dan pengikat hara yang akan digunakan tanaman ketika membutuhkan unsur hara, hara dilepas perlahan sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis komposisi campuran POC kulit nanas dan KNO3 bagi pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Penelitian  dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan kombinasi  dan 6 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan terdiri dari P1 = POC dosis 600 ml/L + KNO3 dosis 150 kg/ha, P2 = POC dosis 450 ml/L + KNO3 dosis 300 kg/ha, P3 = POC dosis 300 ml/L + KNO3 dosis 450 kg/ha, P4 = POC dosis 150 ml/L + KNO3 dosis 600 kg/ha. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, volume akar, luas daun, berat segar, dan berat kering. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi POC kulit nanas konsentrasi 450 ml/L + KNO3 dosis 300 kg/ha dapat memberikan pertumbuhan dan hasil sawi putih yang terbaik pada tanah aluvial.