Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peran Pendidikan Teologi Berbingkai Moderasi Beragama Dalam Pengembangan Sikap Toleransi Mahasiswa Pasaribu, Andar Gunawan
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2023): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i1.160

Abstract

Theological education in the frame of religious moderation is urgently needed now. Theological education in the framework of religious moderation means theological education which teaches and implements in four indicators, namely National Commitment, religious tolerance, anti-violence and accommodating local culture. The Old Testament has also implemented religious moderation with the implementation of the word מתינות דתית. While the New Testament uses the word metriopàqeia. Jesus showed an attitude of religious moderation but distanced himself from syncretism. Paul also shows an attitude of religious moderation. The method used is a qualitative method with literature and question to 10 pastor as resources. Pendidikan Teologi berbingkai moderasi beragama sangat berperan dalam pengembangan sikap tolerasnsi mahasiswa. Pendidikan teologi berbingkai moderasi beragama berarti Pendidikan Teologi yang mengajarkan dan mengimplementasi dalam empat indikator yaitu Komitmen Kebangsaan, toleransi beragama, anti kekerasan dan akomodatif kebudayaan Lokal. Perjanjian Lama juga sudah menerapkan moderasi beragama dengan implementasi dari kata מתינות דתית. Sedangkan Perjanjian Baru memakai kata metriopàqeia. Yesus menunjukan sikap moderasi beragama tetapi menjauhkan diri dari sinkritisme. Paulus juga menunjukan sikap moderasi beragama. Metode yang dipakai adalah kualitatif dan membuat pertanyaan kepada 10 orag pendeta.
Desain Pengembangan Kurikulum dan Perencanaan PAK Keluarga untuk Anak Usia Dini Berbasis Nilai-nilai Kristiani di Era Digital Herlina, Noviyanti; br. Sormin, Rosmey Meriaty; Pasaribu, Andar Gunawan
Jurnal Christian Humaniora Vol 9, No 1 (2025): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v9i1.2651

Abstract

Penelitian ini mengkaji desain pengembangan kurikulum dan perencanaan Pendidikan Agama Kristen (PAK) keluarga yang relevan untuk anak usia dini, dengan berlandaskan nilai-nilai Kristiani di era digital. Era digital menghadirkan peluang inovatif dan tantangan signifikan bagi pembentukan karakter serta spiritualitas anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis berbagai literatur relevan dari lima tahun terakhir untuk membangun kerangka konseptual yang komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain kurikulum harus bersifat holistik, mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kesabaran, dan kebaikan melalui metode pembelajaran yang aktif dan partisipatif, sembari memanfaatkan teknologi digital secara bijak sebagai alat bantu edukasi. Perencanaan PAK keluarga pun memerlukan optimalisasi peran orang tua sebagai teladan dan pendidik utama, didukung oleh materi PAK yang relevan serta pemanfaatan media digital secara cerdas. Kolaborasi erat antara keluarga, gereja, dan lembaga pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan sinergi dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi kurikulum dan PAK keluarga terhadap dinamika era digital, sambil tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Kristiani, sangat krusial untuk membentuk anak usia dini yang berkarakter kuat dan memiliki fondasi spiritual yang kokoh di tengah arus teknologi.
Analisis Kecerdasan Emosi di Kalangan Kepala Sekolah: Efek Jenis Kelamin dan Pengalaman Kepemimpinan Situngkir, Ledyana Dwi Mei; Samosir, Lustani; Pasaribu, Andar Gunawan; Purba, Enrico Fiktorando
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i3.673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kelamin dan lama pengalaman kepemimpinan kepala dengan kecerdasan emosi dalam kepemimpinan kepala sekolah. Adapun cakupan kecerdasan emosi dalam penelitian ini adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi sendiri dan orang lain dalam kepemimpinan kepala sekolah. Analisis dalam penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melibatkan 226 orang Kepala Sekolah yang tersebar di Kabupaten Toba, Samosir dan Humbang Hasundutan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kecerdasan emosi kepala sekolah dengan indikator penilaiankesadaran diri, pengelolaan diri, motivasi, empati, keterampilan sosial, dan keterampilan mengelola hubungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Secara umum kecerdasan kepala sekolah memiliki rata rata 70,77 dengan standar deviasi 8,39. Data menunjukan sebanyak 11% kepala sekolah memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, 80% berada pada kategori sedang dan terdapat 9% berada pada kategori rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki efek signifikan terhadap kecerdasan emosi kepala sekolah. Kepala sekolah dengan jenis kelamin perempuan memiliki kecerdasan emosi yang lebih baik dari kepala sekolah berjenis kelamin laki-laki. Kecerdasan emosi perempuan dengan kategori tinggi mencapai 13% sedangkan kategori sedang 82% dan hanya 5% pada kategori rendah. Sedangkan pada laki-laki hanya 9% berada pada kategori tinggi, 79% pada kategori sedang dan 12% pada kategori rendah. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam tingkat kecerdasan emosi berdasarkan lama pengalaman kepemimpinan. Penemuan ini mengindikasikan pentingnya mempertimbangkan variabel-variabel ini dalam pengembangan program pelatihan kepemimpinan dan perumusan kebijakan pendidikan. Implikasi dari studi ini dapat membantu dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan, pada gilirannya, kualitas kepemimpinan di sekolah.
The Role of Music Teachers in Increasing Students' Interest in Learning Lumban Tobing, Utama Paul Estomihi; Gulo, Jelia Oxfami; Nainggolan, Danris; Pasaribu, Andar Gunawan
Young Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 1 (2025): Young Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Bayt Shufiya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of music teachers in increasing students' interest in learning through the use of music media, both with technology and interactive methods in the learning process. The method used in this study is a literature study method, by collecting primary and secondary data from various sources, such as theses, books, articles, websites, and good practices applied by teachers in music learning. The results of the study show that the use of music media can create a fun learning atmosphere, which in turn can increase students' motivation and interest in learning. Music, with its ability to stimulate emotions and moods, has proven to be effective in motivating students to be more active and engaged in learning. Music teachers who are able to adapt learning approaches that are in accordance with technological developments and the needs of students can create a more interactive and productive learning environment. Therefore, integrating music as a tool in learning has great potential in improving the quality and effectiveness of learning as well as students' learning interests.
Ekofeminisme Batak Toba: Pembacaan lintas tekstual Kejadian 1 dan kosmologi si Boru Deang Parujar Sipahutar, Roy Charly H. P.; Tampubolon, Rinto; Pasaribu, Andar Gunawan
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.569

Abstract

Ecofeminism positions women and nature as having a strong passion so that the suffering experienced by nature as a result of global multi-systems is also women's suffering. Efforts to achieve gender and ecological justice are usually carried out by Western feminists who focus on liberal, radical, and socialist models of feminism, which do not always seem to be relevant to contexts in other parts of the world, especially Indonesia. Related to this, this research aims to construct contextual ecofeminist ideas for Batak Toba women in Tapanuli whose nature is being injured. This research uses a cross-textual hermeneutic approach to dialogue Genesis 1 with the cosmological myth Si Boru Deang Parujar. The results of constructive dialogue show no hierarchical domination between men, women, and nature. The order of creation is only realized when humans and nature can live in harmony and harmony. Batak Toba women are the "owners" of the land and the mothers of all creatures living there.AbstrakEkofeminisme memosisikan perempuan dan alam memiliki keterikatan yang kuat, sehingga penderitaan yang dialami oleh alam akibat multi-sistem global merupakan penderitaan perempuan juga. Upaya untuk mendapatkan keadilan gender dan ekologi biasanya dilakukan kaum feminisme Barat berkutat dengan model feminisme liberal, radikal, dan sosialis tampaknya tidak selalu mengena dengan konteks di belahan dunia lain, khususnya Indonesia. Terkait dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengonstruksi gagasan ekofeminis yang kontekstual bagi perempuan Batak Toba di Tapanuli yang alamnya sedang terluka. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika lintas tekstual untuk mendialogkan Kejadian 1 dengan mite kosmologi Si Boru Deang Parujar. Hasil dialog konstruktif menunjukkan bahwa tidak ada dominasi hirearkis antara laki-laki, perempuan, dan alam. Keteraturan ciptaan hanya terwujud ketika manusia dan alam dapat hidup selaras dan harmoni. Perempuan Batak Toba adalah “pemilik” tanah dan ibu dari segala makhluk yang hidup di atas tanah.
Theological Analysis of Christian Education Based on the Gospels Halawa, Famarudi; Siringo-ringo, Juspen; Sitohang, Ketler; Habayahan, Ova Eniwati; Marbun, Robinson; Toruan, Simon Lumban; Pasaribu, Andar Gunawan
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 7 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i7.272

Abstract

The book of Injl is one of the parts of the New Testament, consisting of four books, namely Matthew, Mark, Luke, and John. The gospel is the foundation for carrying out educational actions for the world in which Jesus Christ has given instructions, methods, and ways of implementation. The Gospel usually means The news about God's saving activity in Jesus Christ or the news that conveys the story of Jesus' life, death, and resurrection with the aim of saving His beloved mankind. In an effort to trace this intent, qualitative-descriptive research methods are used. The result obtained is that the purpose of the PAK based on the gospel is to know that God takes the initiative in saving the humanity he loves.
Christian Spiritual Formation on the Digital Campus: A Theological Literature Review of E-Learning and Hybrid Learning Hia, Budieli; Pasaribu, Andar Gunawan; Sitopu, Elisamark; Lumban Tobing, Lasmaria
Socio-Economic and Humanistic Aspects for Township and Industry Vol. 3 No. 4 (2025): Socio-Economic and Humanistic Aspects for Township and Industry
Publisher : Tinta Emas Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/sehati.v3i4.577

Abstract

This article presents a theological review of Christian spiritual formation on digital campuses shaped by e-learning and hybrid learning. Digitalization has expanded access and efficiency in higher education, but it also risks dehumanizing relationships, eroding silence, and reducing spirituality to formal online routines. The aim of this review is to clarify these risks and to propose a constructive framework for digital spirituality in Christian higher education, with particular attention to the Indonesian context. Using theological literature review combined with phenomenological reflection on recent empirical studies, the article first conceptualizes Christian spirituality in higher education as an integrated way of life grounded in the Triune God, encompassing relational love, intellectual discipleship, moral responsibility, and pastoral care. It then identifies three core challenges of the digital campus: weakened interpersonal presence, hurry-driven spiritual fatigue, and disembodied, ritualistic religiosity. In response, the article develops four key practices: incarnational spirituality in virtual spaces, digital spiritual disciplines, virtual faith communities, and online pastoral accompaniment. Finally, it articulates three institutional roles for the Christian digital campus: a prophetic role that critiques unjust and manipulative uses of technology, a pastoral role that nurtures a healing community for digitally burdened students, and a transformational role that integrates theology, ethics, and technology in curriculum and campus culture. The review concludes that digital campuses can become genuinely formative environments when technology is intentionally ordered toward worship, community, and mission under the lordship of Christ.
Pengaruh Bimbingan Guru PAK Terhadap Etika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Pelajaran 2025/2026 Marbun, Lusia Oktafiana; Pasaribu, Andar Gunawan; Sihombing, Robinhot; Anakampun, Risden; Harefa, Senida
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4715

Abstract

Pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika peserta didik. Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran strategis dalam membimbing siswa agar memiliki etika yang baik sesuai dengan nilai-nilai Kristiani di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan Guru PAK terhadap etika siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Pelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup skala Likert. Populasi penelitian berjumlah 126 siswa, dengan sampel sebanyak 37 siswa yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan korelasi Product Moment, regresi linier sederhana, dan uji F untuk menguji signifikansi serta linearitas regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata bimbingan Guru PAK sebesar 3,31 dan nilai rata-rata etika siswa sebesar 3,35, yang keduanya termasuk dalam kategori baik. Pengujian regresi memperoleh nilai Fhitung sebesar 13,33 dan Ftabel sebesar 1,51 pada taraf signifikansi a = 0,05, sehingga Fhitung > Ftabel. Kesimpulannya, bimbingan Guru PAK berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap etika siswa kelas VIII, serta model regresi yang digunakan dinyatakan linier.
RESTORATION OF TRUTH THROUGH CHRISTIAN EDUCATION IN THE MIDST OF A CULTURE OF LOST TRUTH: A REVIEW OF EPISTEMIC RELATIVISM AND HOAXES Waruwu, Sabarani; Pasaribu, Andar Gunawan
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 3 No. 2 (2025): Compass: Journal of Education and Counselling, Oktober 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v3i2.1092

Abstract

The crisis of truth in the digital era has given rise to a phenomenon called lost truth, which is a situation in which the boundaries between facts and opinions are blurred due to the dominance of epistemic relativism and the spread of hoaxes. This phenomenon has a serious impact on the moral, spiritual, and social order of society, including in the Christian community. This article aims to analyze how Christian education can play a role as a means of restorative truth in a post-truth culture by reviewing the roots of the philosophy of knowledge, theological perspectives, and relevant pedagogical strategies. This research uses a contextual theological and transformative educational approach, by integrating literature review and interviews from educators, theologians, and church leaders. The results of the study show that epistemic relativism weakens society's orientation towards objective truth and encourages the birth of a culture of information consumption without verification. The church and Christian educational institutions have a central role to restore this orientation through learning that emphasizes moral character building, the strengthening of critical reasoning, and faith-based digital literacy. The proposed model of truth restoration combines three main dimensions: (1) the establishment of the integrity and ethics of biblical truth; (2) strengthening the ability to think critically and discern digital information; and (3) the integration of faith, knowledge, and the practice of daily life. Thus, Christian education is not just a tool for knowledge transfer, but also a spiritual instrument for building a resilient, critical, and God-rooted society in the midst of the global disinformation tide.
PERSEPSI KEBENARAN FIRMAN ALLAH VS INFORMASI DIGITAL DI ERA MEDIA SOSIAL BERDASARKAN MAZMUR 119 Zebua, Lestan Iman; Pasaribu, Andar Gunawan
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 3 No. 2 (2025): Compass: Journal of Education and Counselling, Oktober 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v3i2.1128

Abstract

Fenomena derasnya arus informasi digital di era media sosial menimbulkan tantangan tersendiri karena konten yang tidak terfilter dapat mengaburkan bahkan menyaingi kebenaran Firman Allah. Mazmur 119, sebagai pasal yang menegaskan kemurnian, keajegan, dan keandalan Firman Allah sebagai pedoman hidup, menjadi dasar teologis utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi umat Kristen terhadap kebenaran Firman Allah berdasarkan prinsip Mazmur 119, serta menilai bagaimana informasi digital dapat mendukung maupun mengganggu proses penyampaian kebenaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah berupa: (1) pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap delapan narasumber yang terdiri dari pendeta dan pelayan jemaat, (2) transkripsi dan pengelompokan data berdasarkan tema, (3) analisis tematik untuk mengidentifikasi pandangan narasumber mengenai kebenaran Firman Allah dan penggunaan informasi digital, serta (4) penarikan kesimpulan berdasarkan temuan lapangan dan kajian literatur. Pemilihan narasumber dilakukan secara purposif untuk memperoleh representasi yang memadai dari berbagai konteks pelayanan gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas narasumber memandang informasi digital sebagai sarana yang sangat relevan dan strategis dalam menyampaikan Firman Allah di era modern. Namun demikian, mereka juga menekankan adanya risiko signifikan berupa konten rohani yang tidak kredibel, ajaran yang menyimpang, dan hoaks keagamaan yang beredar cepat di media sosial. Karena itu, para narasumber menilai bahwa literasi digital dan kemampuan menilai kebenaran berdasarkan Firman Tuhan merupakan kebutuhan mendesak bagi jemaat masa kini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Firman Allah harus tetap menjadi tolok ukur mutlak dalam menilai setiap bentuk informasi digital. Gereja perlu memanfaatkan media digital secara bijaksana dan kreatif, sekaligus membimbing jemaat agar mampu menyaring, menguji, dan mengonfirmasi setiap informasi berdasarkan kebenaran Alkitabiah. Dengan demikian, arus digital bukan menjadi ancaman, tetapi justru sarana efektif bagi pewartaan kebenaran yang sejati.