Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Strategi Trauma Healing Shalom Dalam Mengatasi Ketakutan Anak Pada Masa Gempa berdasarkan Lukas 24: 44-47 dan Yohannes 20: 19-23 Pasaribu, Andar Gunawan
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i2.1760

Abstract

Trauma healing shalom (THS) is an reflection  of healing the impact of an earthquake that occurred based on Luke 24:44-47 and John 20:19-23. Trauma Healing shalom includes actions to provide relaxation, strength of faith and calm in a child's life. THS activities include singing, healing, action, learning, optimization and meetings. Trauma healing shalom aims to provide peace for children, eliminate fear and replace it with faith with the hope that God is a helper and savior. The research method is a mixture of qualitative and quantitative by using purpose sampling with community service actions. THS action was carried out on 1500 children, with a total sampling population of 125 people in the Purbatua area, Hutatinggi, Parmonangna District. This Community Service is carried out by the IAKN Tarutung academic community team in the Purbatua forest, Hutatinggi, Parmonangan District, North Tapanuli. With the trauma of shalom therapy, the child is happy, peaceful and strong, not tense and can eliminate the anxiety and fear that is in his life because of the earthquake. The method used is qualitative purpose sampling through community service actions.
Hubungan Pendekatan Pastoral Konseling Logo Terapi Dengan Kebermaknaan Hidup (Self Meaning Life) Bagi Lansia Sitopu, Elisamark; Pasaribu, Andar Gunawan; Harianja, Bintahan M.
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2024

Abstract

Usia Lansia adalah usia periode terakhir dalam masa perkembangan individu. Dalam masa usia Lansia individu mengalami perubahan terutama pada penurunan kekuatan, pertumbuhan dan daya ingat. Pada masa Lansia daya ingat berkurang, sehingga muda tersinggung dan lebih sensitive. Muncul sifat kekanakkanakan dan ingin perhatian yang lebih. Lansia merasa tidak bermakna karena menurunnya fungsi tubuh, dan menurun produktivitas lansia dalam bekerja, karena dibatasi oleh energi atau kondisi energi tidak mungkin lagi bekerja seperti pada usia muda. Kemudian munculnya “sarang burung kosong (kesepian yang berlebihan) karena berkurangnya teman dan anak anak meninggalkan orang (karena pekerjaan dan berkeluarga).  Sebagai Pendapat Santrock menyarankan bahwa proses degenerasi atau regresi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama faktor  pengembangan  harapan positif, maka dia akan merasakan puas. Ini pengantisipasian kelemahan dalam perkembangan sebelumnya dilalui dengan cara negatif, itu akan ditampilkan keragu-raguan, kemurungan, dan putus asa atas semua nilai kehidupan lansia. Pada masa lansia, memasuki masa pensiun dari aktivitas kerja, hal-hal juga merupakan faktor pemicu bagi beberapa lansia untuk mengalami gejala stresor yang sulit, karena Anda harus hidup kebiasaan yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya, sebelumnya sibuk dengan berbagai rutinitas kerja setiap hari, sekarang harus mulai membiasakan diri diri sendiri untuk tidak melakukan aktivitas, maka syaratnya adalah anak-anak yang sudah menikah, terutama yang tinggal jauh, juga membawa kesepian dan kesulitan bagi orang tua, ditinggalkan oleh pasangan, dan teman atau teman seusia, dengan kompleks bahwa perubahan iklim rutinitas lingkungan dialami oleh para lansia, ini adalah salah satu hal yang menimbulkan masalah baru pada orang tua, misalnya orang tua lebih cenderung mudah sensitif, merasa tidak diperhatikan, merasa tidak berdaya dan tidak berguna, rasakan bahwa mereka menjadi beban untuk anak-anaknya, kondisi ini juga merupakan salah satu penyebab lansia sulit untuk tidur nyenyak jadi menyebabkan insomnia. Sebagai akibat Penelitian Firdaus Mading menemukan insomnia yang paling banyak dialami, disebabkan oleh stresor dan depresi ringan di hari tua. Insomnia apakah sulit tidur atau sering terbangun di malam hari dan tidak bisa tidur lagi, juga susah dalma memuliakan tidur, seperti yang dijelaskan Erliana bahwa Insomnia adalah keluhan tentang kualitas tidur yang buruk disebabkan oleh salah satu dari berikut ini: sulit tidur, sering bangun kemudian mengalami kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi dan tidur terlalu larut. Kompleksitas perubahan yang terjadi di usia tua, tentu saja membutuhkan layanan dari aspek fisik dan psikologis, salah satu layanan faktor psikologis yang dapat membantu lansia dalam menjalani pengembangan kesehatan melalui pendidikan, seperti yang dipikirkan Tasmin, Layanan bantuan dan pemberdayaan kesehatan lansia holistik komprehensif perlu dilakukan dengan berbagai pendekatan. Paling sedikit meliputi fisik, psikis, spiritual dan sosial. Seperti yang dijelaskan ciri-ciri usia tua sebelumnya khas tentunya membutuhkan berbagai pendekatan khusus untuk proses Pastoral  konseling yang berbeda dengan Pastoral Konseling yang dilakukan  untuk anak-anak anak-anak. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang beberapa pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi lansia yaitu hubungan Pendekatan edukasi Logoterapi (pendekatan agama) dengan penguatan kebermaknaan Lansia.
Theological Analysis of Christian Religious Education According to the Book of Kings Simamora, Anrian; Simanjuntak, Binsar; Sitohang, Debora; Nadeak, Devisere; Siburian, Ivan; Pasaribu, Andar Gunawan
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 8 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i8.271

Abstract

Theology Christian religious education is a science that studies the Lord God in the principles, concepts, and practices of education in the context of Christianity. It includes an understanding of the teachings of Christianity, teaching and learning methodologies that are in line with Christian values, and the application of theological principles in students' education and spiritual development. This study uses an analysis method. The analysis method is a method that explores, observes, and provides understanding based on existing texts and is supported by books related to the discussion. This research aims to find out what Christian Religious Education is like in the context of the Book of Kings. Christian religious education in the context of the Book of Kings emphasizes the understanding that God is sovereign in human life and the importance of practicing the right worship, that is, the object is right, and the way is right. Obedience brings blessings, while rebellion brings condemnation.
ANALISIS MODEL PENDAMPINGAN PASTORAL HOLISTIK TERHADAP LAYANAN PENYANDANG DISABILITAS DI YAYASAN RBM HEPATA HKBP DISTRIK IX WILAYAH SIBOLGA-TAPANULI TENGAH NIAS TAHUN 2023 Sianturi, Ricardo Dedi; Saragih, Ratna; Pasaribu, Andar Gunawan
Sesawi Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i1.191

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis model pendampingan pastoral holistik terhadap layanan penyandang disabilitas di Yayasan rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM) Hepata HKBP Distrik IX Sibolga Tapteng-Nias. Model pendampingan pastoral holistik dari Wirya Saputra dan Clinebell digunakan sebagai alat analisis dari pendampingan pastoral holistik, model tersebut dipadukan dengan model pastoral yang dikembangkan oleh Harianto P. yakni model yang berkomitmen dalam Yesus Kristus. Model pendampingan pastoral holistik saling menopang serta menjadi “pisau bedah” dari pendampingan pastoral yang telah dilakukan.Penelitian ini dilakukan mulai bulan juni sampai agustus 2023. Informan pada penelitian ini adalah ketua yayasan sebagai informan kunci dan penyandang disabilitas sebanyak lima orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi kemudian teknik wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Yayasan rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM) Hepata HKBP Distrik IX Sibolga Tapteng-Nias memakai model pastoral holistik melalui rehabilitasi dan pemberdayaan penyandang disabilitas di tengah keluarga dengan cara “door to door”. Penyandang disabilitas yang sangat banyak mengharuskan Pelaku Pastoral membaginya kedalam kelompok sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Model ini dipakai sebagai sarana guna mengerti kebutuhan penyandang disabilitas. Melalui model rehabilitasi dan pemberdayaan, penyandang disabilitas dapat saling berinteraksi dengan penyandang disabilitas lainnya. Model pemberdayaan tersebut juga sebagai sarana untuk saling menguatkan berkaitan dengan masalah yang dialami. Model pendampingan pastoral ini cukup efektif untuk dikembangkan di Yayasan rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM) Hepata HKBP Distrik IX Sibolga Tapteng-Nias karena dampingan yang sedemikian banyak mendapat perhatian dengan baik sehingga dapat terlibat dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan di bidang ekonomi, pendidikan, spiritual dan sosial. 
IMPLEMENTASI DESAIN KURIKULUM DAN PERENCANAAN PENDIDIKAN BERDASARKAN KITAB MATIUS DALAM PENINGKATAN IMAN WARGA JEMAAT DI GEREJA GBI HILIHORU Telaumbanua, Yehezkiel; Pasaribu, Andar Gunawan
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang implementasi desain kurikulum dan perencanaan pendidikan berdasarkan Injil Matius untuk meningkatan keimanan jemaat Gereja GBI Hilihoru. Perencanaan kurikulum sebagai bagian penting dalam pendidikan, dirancang untuk memenuhi kebutuhan spiritual jemaat dengan menanamkan nilai-nilai Kristiani melalui pendekatan yang komprehensif dan kontekstual. Kajian ini menekankan pentingnya menganalisis kebutuhan jemaat, menentukan tujuan pembelajaran, menyiapkan program, memilih metode pengajaran, dan melatih instruktur. Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Gereja bertujuan untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, menanamkan nilai-nilai moral, mengembangkan kapasitas pelayanan, mempersiapkan generasi penerus dan memperkuat penguatan kehidupan masyarakat. Strategi penerapannya meliputi pengajaran kontekstual, pembelajaran langsung, penggunaan teknologi, dan diskusi kelompok kecil. Evaluasi berkelanjutan dilakukan untuk memastikan efektivitas program. Kajian ini merekomendasikan pemutakhiran kurikulum sekolah, pelatihan guru, kerjasama antar gereja, dan pengembangan platform digital untuk mendukung pendidikan yang relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Desain Kurikulum dan Pengembangan PAK Dalam Bentuk Nyanyian Dengan Minat Beribadah Sekolah Minggu Gereja HKBP Tindoan Laut Tahun 2024 Simanjuntak, Lesti; Pasaribu, Andar Gunawan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi desain kurikulum dan pengembangan PAK dalam bentuk nyanyian dengan minat beribadah sekolah minggu gereja HKBP Tindoan Laut tahun 2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara yang melibatkan tiga guru Sekolah Minggu, 15 orang tua anak, dan 15 anak yang aktif mengikuti kegiatan Sekolah Minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyanyian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat anak dalam kegiatan Sekolah Minggu. Guru-guru menyatakan bahwa nyanyian berfungsi sebagai media yang efektif untuk menyampaikan firman Tuhan dan meningkatkan partisipasi anak. Orang tua mengungkapkan bahwa lagu-lagu rohani membantu anak-anak lebih antusias dan termotivasi untuk mengikuti Sekolah Minggu. Anak-anak menyatakan bahwa nyanyian memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, membantu mereka memahami cerita Alkitab, dan meningkatkan kedekatan mereka dengan Tuhan.`
Implementasi Teologi, Etika Kristen dan Gereja Sebagai Antisipatif Isu LGBTQ Siregar, Jakaban; Pasaribu, Andar Gunawan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 2 (2024): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i2.2512

Abstract

Penelitian ini secara khusus mengkaji fenomena isu LGBTQdi Indonesia. Adapun pokok masalah yang dibahas dalam penelitian ini meliputi: Pertama, bagaimana pandangan Alkitab terhadap seks dan LGBTQ. Kedua, bagaimana etika Kristen memandang isu LGBTQ. Ketiga, bagaimana respons gereja terhadap masalah LGBTQ. Keempat, apa saja langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah LGBTQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis, sebuah studi kepustakaan, untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menghasilkan proposisi baru terkait topik tersebut. Penelitian ini memperoleh beberapa kesimpulan, bahwa Allah adalah kudus dan telah menciptakan seks sebagai sesuatu yang pada dasarnya mulia dan suci, bukan sebagai hal yang buruk dan menjijikan, di mana hanya ada jenis kelamain laki-laki dan perempuan. Secara teologis, tindakan seksual yang termasuk dalam LGBTQ dipandang sebagai penyimpangan dari ketetapan Allah yang kudus. Alkitab dengan tegas melarang hubungan sesama jenis dan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak wajar, tindakan memalukan, kekejian di hadapan Tuhan, serta sesuatu yang tidak akan mewarisi kerajaan Allah. Untuk mengantisipasi dan menanggulangi isu LGBTQ, diperlukan langkah-langkah seperti pembinaan keluarga (parenting), pendidikan seks sejak dini, bimbingan oleh gereja, dan layanan konseling. 
Development of a Participatory Community Education Management Model in the Implementation of Social Policy, Tarutung 2025 Situmeang, Wesli H.; Panjaitan, Binur; Pasaribu, Andar Gunawan
the International Journal of Education, Theology, and Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : LPPM IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ijeth.v4i2.32

Abstract

This research aims to Analyse the gap between social policy and the implementation of community participation in village deliberations, Identify the main obstacles that lead to low community involvement in village decision-making, Develop and test the effectiveness of the Participatory Education Management Model as an innovative approach to increase community participation in social policy, Evaluate changes in communication patterns and the quality of citizen proposals after the model is implemented, Develop participatory education-based policy recommendations to increase transparency and democracy in village social policy management. This research uses a pure qualitative approach with Borg & Gall's Research and Development (R&D) method, as well as the Dick & Cerey to systematically develop and test the model. Data were collected through a literature study of regulations related to social policy and community participation. In-depth interviews with villagers, village heads, community leaders, and village officials. Direct observation in village meetings before and after the model was implemented. Focus group discussions (FGDs) to identify barriers, evaluate the effectiveness of the model, and develop policy recommendations. Thematic analysis to explore patterns of change in community participation in village meetings. Data Triangulation to compare results from different sources and ensure the validity of findings. Before the model was implemented, community participation was only around 20%, after the model was implemented it increased to 60%. Women and youth are more actively involved where previously women's participation was only 10% and youth 5%, after the model was implemented it increased to 45% and 35%, the quality of community proposals is more data and fact-based and after receiving participatory education, residents are more confident in preparing proposals based on real needs and village social policies, village officials are more open to the aspirations of residents where before the model was implemented, decisions in village meetings were dominated by the village head and village officials. After the model was implemented, village officials were more active in listening to and considering villagers' proposals. The model is effective in improving transparency and democracy in village social policy, so participatory education is proven as an approach that can strengthen deliberation-based decision-making.
Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Desain Kurikulum terhadap Efektivitas Belajar Siswa di SMP Swasta Wiyata Dharma Medan Sembiring, Aristar Setiawan; Pasaribu, Andar Gunawan; Siregar, Nurliani
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 6, No 2 (2025): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v6i2.23386

Abstract

Professional competence is the ability to master material, learn broadly and in depth which enables guiding students to meet the competency standards set out in national education standards. Christian religious education is an effort to prepare people to believe, understand and practice the Christian religion itself. The aim of this research is to determine the influence of the professional competence of Religious Education teachers on the effectiveness of student learning at SMP Swasta Wiyata Dharma Medan.The operational definition is the independent variable, namely Professional Competence of Religious Education Teachers (X) and the dependent variable is Student Learning Effectiveness (Y). This type of research method is quantitative research, namely by providing numbers from data that has been obtained from research results. Data collection techniques are observation, questionnaires and data analysis using normality tests, linearity tests, correlation tests and hypothesis tests.The results of the research show that there is a significant correlation between the variable teacher professional competence (X) and student learning effectiveness (Y) at Wiyata Dharma Private Middle School, Medan.
Dekonstruksi Prinsip Mengajar Rabi Yudaisme Berdasarkan Matius 23:3 sebagai Upaya Menemukan Hakikat Pendidikan Kristen di Indonesia Saragih, Erman; Pasaribu, Andar Gunawan; Manik, Johari
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2023): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i2.159

Abstract

The relationship between Christian continuity and Judaism is also a fascinating study in terms of the practice of Christian education. The implementation of Christian Education often goes too far in referring to material from the teachings of Rabbi Judaism in the process of its implementation without stating the affirmation of the nature of Christian Education itself on that reference. The purpose of this manuscript is as an anti-thesis of the Jewish rabbinic teaching pattern "... they teach it but don't practice it," which was strongly criticized by Jesus and as a reflection of the implementation of Christian Education in Indonesia. The method used is descriptive qualitative with a literature review. The conclusion is, first, it is necessary to affirm the nature of Christian Education among the educational principles of the rabbis in the context of its time because the teachings of Jesus are very much in contrast to the teachings of Judaism. Second, the challenges of implementing Christian education in Indonesia are diverse and multi-layered, so it is full of teaching dichotomies. Third, the pattern of teaching Jesus as a fundamental principle for implementing Christian Education is not to get trapped and make mistakes made by Jewish rabbis. Jesus emphasized the practice of justice, love, and faithfulness