Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

SCREENING STATUS NUTRISI DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN KUMBE KEC. RASANAE TIMUR KOTA BIMA NUSA TENGGARA BARAT Zahratul Hayati; Nini Niatullah Aliyati; Susanti Susanti; Ratu Julianti; Putri Wahyuningsih; Sri Muliati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40308

Abstract

Status gizi anak  sangat berkaitan erat dengan masalah kesehatan anak. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta pengukuran proses tubuh. Perilaku pemenuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah dasar. Anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami gizi kurang. Permasalahan gizi pada anak merupakan salah satu dampak dari ketidakseimbangan status gizi kesehatan di beberapa negara berkembang di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui studi literatur review menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab gizi buruk pada anak yaitu status ekonomi, status pendidikan dan pola asuh. Anak sekolah dengan pola makan seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik. Status gizi merupakan faktor penting dalam menjamin perkembangan dan pertumbuhan seorang anak yang optimal. Penilaian status gizi berkala merupakan upaya dalam deteksi dini malnutrisi sehingga dapat dilakukan tindakan yang semestinya. Upaya deteksi dini status gizi anak sekolah melalui tim dosen pengabdian kepada masyarakat prodi DIII Kebidanan Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima melakukan screening status gizi pada anak sekolah sekolah dasar di SD Negeri 48 Kota Bima. Adapun kegiatan screening dengan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan, di dapatkan dari 40 orang anak yang hadir pada saat pengukuran kemudian hasil pengukuran dihitung berdasarkan IMT dalam umur. Kegiatan ini sangat penting untuk mendeteksi secara dini tenang stautus gizi pada anak usia sekolah..
Penguatan Pendidikan Dini dan Pemetaan Wilayah dengan Tingkat Merokok Tinggi untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Anak di Jatibaru Spaga, Kota Bima Zahratul Hayati; Neti Sulami; Susanti Susanti; Erni Faturahmah; Puput Artika Juni; Jelita Permata sari
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat prevalensi merokok yang tinggi di Indonesia tetap menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Paparan asap rokok pada ibu hamil dan balita berkontribusi terhadap berbagai risiko kesehatan seperti berat badan lahir rendah, infeksi saluran pernapasan akut, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta komplikasi kehamilan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, paparan asap rokok di rumah tangga masih tinggi dan berdampak pada kelompok rentan. Masalah yang dihadapi oleh mitra di wilayah Jatibaru Spaga, Kota Bima adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya asap rokok bagi ibu dan anak serta kurangnya pemetaan daerah dengan tingkat merokok tinggi sebagai dasar intervensi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan awal tentang bahaya merokok dan memetakan daerah berisiko untuk mendukung program kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan meliputi konseling, diskusi interaktif, distribusi selebaran, tes pra dan pasca, serta pemetaan sederhana berdasarkan observasi dan wawancara. Pesertanya berjumlah 25 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu balita, dan kader kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 58,4 menjadi 82,6 setelah intervensi. Pemetaan tersebut mengidentifikasi beberapa titik dengan intensitas merokok aktif yang tinggi di lingkungan rumah tangga. Aktivitas ini secara efektif meningkatkan kesadaran peserta dan berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan program area bebas asap rokok berbasis komunitas.
Determinan Terhadap Kejadian Stunting Anak Saraswati Haylian Chiani; Bambang Irawan; Windatania Mayasari; Bening Prawita Sari; Zahratul Hayati; Furqanul Hakim
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3089

Abstract

AbstrakAngka prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini masih tercatat sebesar 33,5%. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun angka tersebut masih diatas angka Nasional sebesar 29,6%. Salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi NTB yaitu Kabupaten Dompu mencatat angka kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan per puskesmas pada tahun 2019 yaitu sebesar 2.464 (29.19%), tahun 2020 sebesar 3.011 (18.72%) dan pada tahun 2021 sebesar 3.120 (14.30%). Angka ini tergolong tinggi untuk wilayah kabupaten yang ada di Provinsi NTB. Kejadian stunting pada anak disebabkan oleh banyak faktor antara lain faktor makanan, kesehatan, perawatan, sosial, ekonomi dan politik. Berdasarkan data dan hasil penelitian sebelumnya maka perlu adanya dilakukan penelitian tentang Determinan Terhadap Kejadian Stunting Anak.  Adapun determinan yang akan diteliti pada penelitian ini adalah pendidikan ibu, pendapatan orangtua dan pemberian MP ASI. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik observasional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak yang memiliki usia 6-23 bulan yang tinggal di 3 wilayah puskesmas sasaran yaitu Wilayah Kerja Puskesmas Soriutu, Dompu Barat dan Dompu Timur sebanyak 1.837 anak. Sementara untuk sampel penelitian ini adalah sebanyak 200 responden dengan menggunakan teknik sampling yaitu Acidental Sampling. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan adalah ada pengaruh secara langsung dan tidak langsung antara pendidikan ibu (OR= 0.06; CI 95%= 0.03 hingga 0.15; p= <0.001), pendapatan orangtua (OR= 0.02; CI 95%= 0.00 hingga 0.08; p= <0.001) dan pemberian MP-ASI (OR= 0.07; CI 95%= 0.03 hingga 0.16; p= <0.001) terhadap kejadian stunting pada anak sehingga perlu adanya kerjasama dan dukungan baik dari orangtua, keluarga, pemerintah dan atenaga kesehatan untuk dapat segera mengatasi permasalahan stunting yang ada di Kabupaten Dompu khususnya dan Indonesia pada umumnya.Kata Kunci: Determinan, Stunting, Anak AbstractThe prevalence of stunting in West Nusa Tenggara Province is currently still recorded at 33.5%. This figure shows a decrease when compared to previous years. However, this figure is still above the national figure of 29.6%. One of the regencies in NTB Province, namely Dompu Regency, recorded the incidence of stunting in children aged 0-59 months for  each Public Health Centre  in 2019 which was 2,464 (29.19%), in 2020 it was 3,011 (18.72%) and in 2021 it was 3,120 ( 14.30%). This figure is relatively high for the district in the province of NTB. The incidence of stunting in children is caused by many factors including food, health, care, social, economic and political factors. Based on the data and results of previous studies, it is necessary to conduct research on the Determinants of Child Stunting Incidence. The determinants that will be examined in this study are maternal education, parental income and the provision of complementary feeding. The research method used is quantitative research using an observational analytical research design. The population in this study were all children aged 6-23 months who lived in 3 target health centres, namely the Soriutu, West Dompu and East Dompu Community Health Centre Work Areas as many as 1,837 children. Meanwhile, the sample for this study was 200 respondents using a sampling technique, namely Accidental Sampling. The results of the research that have been carried out are that there is a direct and indirect effect between mother's education (OR= 0.06; 95% CI= 0.03 to 0.15; p= <0.001), parental income (OR= 0.02; 95% CI= 0.00 to 0.08 ; p= <0.001) and complementary feeding (OR= 0.07; 95% CI= 0.03 to 0.16; p= <0.001) on the incidence of stunting in children so there needs to be cooperation and support from parents, families, government and health workers to be able to immediately overcome the stunting problem in Dompu Regency in particular and Indonesia in general.Keywords: Determinant, Stunting, Child
Gambaran Pengetahuan Orang Tua Tentang Bahaya Paparan Asap Rokok Bagi Bayi & Balita Di Kelurahan Manggemaci Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2025 Cutrina Ajlinda; Zahratul Hayati; Nini Niatullah Aliyati
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di seluruh dunia, paparan asap rokok pasif menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Anak-anak sangat rentan terhadap efek asap rokok pasif karena laju pernapasan mereka yang lebih tinggi, luas permukaan paru-paru yang lebih besar, dan proses perkembangan yang dialami tubuh mereka. Bayi dan anak-anak juga umumnya tidak mampu mengendalikan lingkungan mereka, sehingga tidak dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindari paparan asap rokok pasif. Kemampuan yang lebih rendah untuk mendetoksifikasi bahan kimia penyebab kanker dari asap rokok juga dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap efek asap rokok pasif dibandingkan orang dewasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan orang tua tentang bahaya nya paparan asap rokok bagi bayi dan balita di Kelurahan Manggemaci wilayah kerja Puskesmas Mpunda. Metode penelitian jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki bayi dan balita di Kelurahan Manggemaci. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 88 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 68 responden (77,27%), pengetahuan cukup adalah 13 responden (14,78%) dan pengetahuan kurang adalah 7 responden (7,95%). Kesimpulan gambaran pengetahuan orang tua tentang bahaya nya paparan asap rokok bagi bayi dan balita di Kelurahan Manggemaci wilayah kerja Puskesmas Mpunda dalam cakupan baik (77,27%). Di harapkan bagi Puskesmas Mpunda agar lebih dapat meningkatkan lagi pengetahuan orang tua tentang bahaya nya paparan asap rokok bagi bayi dan balita