Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Inovasi pembuatan kreasi olahan makanan "Peyek Sedaer" Ardiansyah, Arief; Afandi, Rakhmad Galih; Nazirah, Yuni
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i1.19908

Abstract

UMKM memiliki peranan sangat penting dalam perekonomian Negara, karena sektor UMKM adalah penyumbang terbesar bagi PDB, paling banyak menyerap tenaga kerja, serta relative tahan terhadap krisis keuangan.Pada masa krisis ekonomi hebat tahun 1988, banyak perusahaan-perusahaan besar tumbang, namun sector UMKM banyak yang tetap bertahan.Aktivitas roda ekonomi dari UMKM di Indonesia justru menjadi penyelamat Negara yang sedang terpuruk. Salah satu jenis UMKM yang tidak akan hilang sampai kapanpun adalah usaha kuliner. Selama pandemi, kuliner tergolong sektor yang berdampak moderat bagi para pelaku kuliner yang memiliki gerai makanan karena pembatasan mobilitas dan upaya mengurangi kerumunan membuat restoran-restoran harus ditutup sementara. Pemasaran merupakan ujung tombak dalam sebuah bisnis, karena aktivitas pemasaran merupakan penentu penjualan. Untuk memasarkan sebuah produk diperlukan cara yang baik dan kreatif. antara lain : Penjualan Langsung, Media yang Diperoleh, Tempat Pembelian, Pemasaran Internet. Adapun tujuan tersebut.untuk membantu para petani selada air mengelola dari hasil bahan tersebut menjadi sesuatu yang dapat diminati oleh kalangan banyak orang,terutama para wisatawan. Adapun tujuan tersebut.untuk membantu para petani selada air mengelola dari hasil bahan tersebut menjadi sesuatu yang dapat diminati oleh kalangan banyak orang,terutama para wisatawan.
Pengolahan Limbah Kulit Apel Menjadi Minuman Tradisional Menyehatkan Warga Desa Wringinanom Kabupaten Malang Ardiansyah, Arief; Budiya, Bahroin; Cahyanto, Bagus
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.15374

Abstract

Berlimpahnya hasil pertanian buah apel di Desa Wringinanom menjadikan desa ini menjadi salah satu sentra industri olahan makanan atau camilan dari bahan baku buah apel. Olahan-olahan makanan tersebut tidak sering menghasilkan limbah berupa kulit apel yang berlimpah. Limbah tersebut biasanya dijadikan campuran makanan sapi atau hewan ternak lainnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan dampingan kepada kelompok tani apel di Desa Wringinanom agar mampu mengolah limbah kulit apel menjadi serbuk wedang apel yang bermanfaat bagi kesehatan serta memiliki nilai ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini berupa kegiatan pendampingan dengan metode pendemonstrasian teknik pengolahan limbah kulit apel kepada warga. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan dua luaran. Luaran pertama adalah berupa produk serbuk wedang kulit apel yang layak konsumsi. Luaran kedua berupa keterampilan mengolah limbah kulit apel menjadi minuman serbuk wedang kulit apel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperoleh antusiasme yang cukup tinggi di kalangan warga. Mereka menganggap kegiatan ini menginspirasi dalam menghasilkan produk yang bermanfaat yang berasal dari limbah. Perhatian dan bantuan dari pihak pemerintah maupun dinas yang terkait sangat dibutuhkan untuk keberadaan dan keberlangsungan produk di masa depan.
Pelatihan Merancang dan Mengembangkan Multimedia Pembelajaran untuk Guru di SD Negeri Bajangan Kabupaten Pasuruan Ardiansyah, Arief; Asfiyak, Khoirul
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 2 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v1i2.368

Abstract

Multimedia learning has been widely used as a medium of learning in the classroom as its effectiveness in improving student learning outcomes. However, there are still many schools unable to develop and implement it, due to the lack of knowledge and skills of teachers in developing it, the unavailability of means to implement it, and the absence of special training to develop it. This program aims to provide training in designing and developing interactive learning multimedia for teachers at Bajangan Elementary School, Pasuruan Regency. Using the guided tutorial method which is directly guided by an expert trainer, found that the final result of the training is that the teachers are able to develop multimedia interactive learning independently in accordance with the characteristics of their field of study. The evaluation process, by visiting the school one week after the training activities and by looking at multimedia learning programs, shows that the program has been successfully developed by the teachers. Keywords: development, instructional multimedia, teacher, training. Abstrak Pembelajaran multimedia telah banyak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas karena efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, masih banyak sekolah yang tidak dapat mengembangkan dan mengimplementasikannya, karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru, tidak tersedianya sarana, dan tidak adanya pelatihan khusus untuk mengembangkannya. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dalam merancang dan mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif untuk para guru di Sekolah Dasar Bajangan, Kabupaten Pasuruan. Menggunakan metode tutorial terbimbing yang dipandu langsung oleh pelatih ahli, didapati bahwa melalui pelatihan ini para guru dapat mengembangkan pembelajaran interaktif multimedia secara mandiri sesuai dengan karakteristik bidang studi mereka. Proses evaluasi, dengan mengunjungi sekolah satu minggu setelah kegiatan pelatihan dan dengan melihat program pembelajaran multimedia, menunjukkan bahwa program tersebut telah berhasil dikembangkan oleh para guru. Kata Kunci: guru, multimedia pembelajaran, pelatihan, pengembangan.
What Makes Students Successful in Online Learning? A Correlational Study of Satisfaction, Self-Regulation, and Grit Ardiansyah, Arief; Akbar, Mukhammad Naafiu; Budiya, Bahroin
Edukasi Vol 12 No 2 (2025): Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran | In Progress|
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, South Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ejpp.v12i2.31114

Abstract

As a result of the spread of Covid-19, online learning is fast expanding in popularity throughout the world. To ensure that the learning process is effective, teachers must be aware of the personal factors that are associated with academic achievement. According to some theories, qualities such as learning satisfaction, self-regulated learning, and grit are all significant predictor variables of academic achievement in online learning. Among other things, the goal of this research is to ascertain the correlation between these three factors and academic achievement, identify their combined influence, and determine the extent to which each factor contributes to academic achievement. This study employs a quantitative methodology, employing a non-experimental correlation design with 153 students. Data on learning satisfaction, self-regulated learning, and grit were collected via a questionnaire survey, whereas data on learning outcomes were gathered from the results of the final semester exam. The collected data were then processed using multiple regression analysis statistical techniques. The findings of this study indicate that only learning satisfaction is strongly correlated with learning outcomes, that the three predictor factors together have little effect on learning outcomes, and that only learning satisfaction variables contribute the most to learning outcomes. This research uses a convenience sampling technique because the constraints on the researchers’ available time and resources. Therefore, future research should use more survey participants in order to achieve more robust inferences.